Valteri Bottas

Hamilton Kena Hukuman di GP China

BeritaBintang –Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, terkena hukuman penurunan posisi start jelang tampil di seri ketiga Formula One (F1) yang berlangsung di Sirkuit Shanghai, Minggu 17 April 2016 siang WIB. Seperti diberitakan Fox Sports, Kamis (14/4/2016), hukuman tersebut diterima The Boss –julukan Hamilton– akibat mengganti girboks saat mentas di seri kedua yang berlangsung di Sirkuit internasional Bahrain.

Pada balapan seri kedua, Hamilton terlibat insiden dengan pembalap Tim Williams, Valteri Bottas. Saat itu mobil Hamilton dan Bottas tidak sengaja bersenggolan di tikungan pertama.

Akibatnya, mobil F1 W07 Hybrid mengalami masalah pada girboks. Mau tak mau pembalap berusia 30 tahun harus masuk ke pit stop untuk membenahi mobilnya. Dalam regulasi yang ada, pergantian girboks sangat diharamkan ketika balapan.

Alhasil, Hamilton pun menerima hukuman penurunan posisi start di GP China nanti. Sebagai ilustrasi, jika berhasil meraih pole position, Hamilton harus rela memulai balapan dari posisi enam.

Jika menduduki start dari posisi dua, Hamilton pun harus memulai balapan dari tangga ketujuh. Sebagai tambahan, sesi Free Practice akan diadakan esok hari mulai pukul 09.00 WIB, sementara kualifikasi mulai berlangsung Sabtu 16 April 2016 siang WIB.

Distribusi Pendapatan F1 Diharapkan Lebih Adil

BeritaBintang –Wakil Direktur tim Williams, Claire Williams berharap distribusi yang lebih adil dari pendapatan Formula One (F1). Menurutnya, tim keberatan dengan hasil pendapatan Ferrari pada musim lalu.

Seperti diketahui, tim yang berbasis di Maranello, Italia tersebut menerima uang lebih banyak dibandingkan dengan peserta lainnya. Lantas hal tersebut menjadi dasar Claire agar ada pembagian merata terkait pendapatan.

 “Saya tak masalah apabila Ferrari meraih pendapatan, namun tak sebesar itu. Filosofi saya adalah jika Anda tidak dapat melakukan apa pun, jangan mengkhawatirkannya. Soal ini, kami tidak dapat berbuat apa-apa. Ada banyak hal lain yang perlu dikhawatirkan. Jadi kami akan menunggu,” ungkap Claire menukil Racer, Rabu (13/4/2016).

“Saya membayangkan, kami akan mulai negosiasi persyaratan baru tentang ini untuk distribusi pendapatan F1 pada 2020 nanti,” pungkasnya.

Sebagai informasi Ferrari berhasil meraup  192 juta dolar AS sekira Rp2,5 triliun tahun ini. Sedangkan mobil yang dikendarai Felipe Massa dan Valteri Bottas  mendapatkan 87 juta dolar AS setara Rp1,136 triliun.

Ferrari Tak Butuh Hamilton

BeritaBintangBARCELONA – Kepala tim Ferrari, Maurizio Arrivabene, mengomentari isu kepindahan pembalap Mercedes Lewis Hamilton yang belakangan santer terdengar. Menurutnya, Ferrari tidak membutuhkan pembalap seperti Hamilton melainkan pembalap muda berbakat.

Rumor kepindahan pembalap asal Inggris ke tim Kuda Jingkrak memang menjadi topik hangat belakangan ini. Penyebabnya tak ayal karena belum ditandatanganinya perpanjangan kontrak yang telah disodorkan pihak Mercedes kepada Hamilton.

“Kenapa kami butuh Lewis Hamilton ketika kami punya pembalap sekelas Vettel? Saya lebih memilih pembalap muda berbakat untuk menjadi tandem Sebastian,” jelas Arrivabene.

Pembalap muda dan berbakat yang dimaksud Arrivabene adalah pembalap Williams, Valteri Bottas. Bahkan rumor yang beredar menyebutkan Bottas telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan tim Kuda Jingkrak pada 2017 mendatang.

“Saya memberikan bukti kepada anda. Pramusim tidak akan berbohong kepada anda para media. Untuk pertanyaan itu (soal Bottas), masih terlalu dini memberikan jawaban yang pasti,” ujar pria 58 tahun.

Ketidakpastian masa depan Raikkonen memang menjadi bahan spekulasi siapa yang akan menemani Vettel pada musim depan. Apalagi performa The Ice Man memang sudah jauh menurun. Musim lalu bahkan dirinya tidak dapat finis di zona podium sama sekali.