UPS

Lulung Pertanyakan “Bajingan” yang Diberantas Ahok

BeritaBintang –   Buku berjudul ‘Ahok Sang Pemimpin Bajingan’ menambah daftar literatur yang ditulis berdasar pada sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Buku dengan sampul Ahok berkostum superhero Spiderman ini menyoroti seputar gaya komunikasi mantan Bupati Belitung Timur itu dalam memimpin Jakarta yang diyakini mampu menyingkirkan banyak koruptor yang dikonotasikan dengan kata “bajingan”.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) mempertanyakan koruptor mana yang telah diberantas Ahok. Ia menyebut tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS, Alex Usman, terjaring karena kebijakan Ahok sendiri.

“Bajingan mana yang sudah diberantas sama Ahok, yang mana? Saya mau tanya dulu, yang anak buahnya sendiri, kebijakannya kebijakan dia,” kata Lulung kepada Bintangbola.Co , Senin (16/5/2016).

Lulung juga mempertanyakan sejumlah kebijakan Ahok yang kini masih diproses secara hukum dan menjadi polemik, di antaranya dugaan kerugian negara dalam pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

“Kenapa dia buat SPD (surat penyediaan dana) tentang UPS. Kan ini kan masih diuji kasus UPS, kasus Sumber Waras, ya ini kan belum tentu dia (Ahok) bisa (memberantas koruptor). Bahkan, dia sendiri pelakunya nanti, ini kan belum diuji kan,” bebernya.

Lulung juga menekankan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut tak mengindahkan masyarakat sebagai subjek.

“Sedangkan (kasus) Sumber Waras dan reklamasi itu kan kebijakan yang dilanggar semua, yang berdampak luas pada masyarakat. Kan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 jelas itu, kebijakan pemerintah harus menjadikan masyarakat sebagai subjek jangan sebagai objek,” jelas Lulung.

Sebagaimana diketahui, buku bertajuk ‘Ahok Sang Pemimpin Bajingan’ yang salah satunya ditulis oleh Maksimus Ramses Lalongke diluncurkan pada Sabtu 14 Mei 2016 di Gedong Joang ’45, Menteng, Jakarta Pusat.

Pagi Ini, Ahok Kembali Diperiksa Bareskrim

BeritaBintang –    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini kembali menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dirinya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Uninteruptable Power Supply (UPS).

Mantan Bupati Belitung Timur itu sudah menyatakan kesiapannya diperiksa pada Kamis, 25 Februari 2016. Pemeriksaan itu dijadwalkan pukul 10.00 WIB.

“Iya, besok ke Bareskrim lagi. Besok dengan keterangan saksi soal UPS lagi, saksi untuk anggota DPRD,” kata Ahok di Balai Kota, kemarin.

Disinggung soal tersangka baru yang telah menyeret dua anak buahnya, Ahok mengaku belum tahu. “Saya enggak tahu, saya cuma dipanggil untuk beri keterangan tambahan. Mungkin besok bisa lebih cepat karena tambahan. Setelah saya beri kesaksian di pengadilan, di situ jaksa merasa perlu tambahan untuk bisa menetapkan tersangka,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Agus Rianto membenarkan hal tersebut.

“Informasi yang saya dapat dari teman penyidik, dalam Minggu ini akan periksa Pak Gubenur untuk diminta keterangan sebagai saksi terkait kasus UPS yang ditangani Mabes Polri,” ujar Agus di Bareskrim Mabes Polri.

Sebagai informasi, Kasus pengadaan UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014, diduga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp81.433.496.225.