Universitas Mosul

Inggris Khawatir ISIS Jatuhkan Bom Nuklir dari Drone

BeritaBintang –   Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron menyampaikan kekhawatirannya mengenai potensi pemakaian senjata nuklir oleh ISIS di hadapan hadirin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir di Washington DC, Amerika Serikat.

Melihat materi pembuatan bom nuklir banyak beredar di pasaran dalam harga relatif murah dan mudah diperoleh dari perkakas rumah tangga sekalipun, Cameron khawatir ISIS bisa menjatuhkan bom nuklir dengan menggunakan pesawat kecil tanpa awak (drone) begitu saja.

“Membahas isu keamanan nuklir dan kaitannya dengan bahan baku nuklir, lalu dihubungkan dengan terorisme internasional. Datangnya konsep ini secara bersamaan, benar-benar prospek yang sangat mengerikan,” ujar politikus Inggris tersebut, sebagaimana dikutip dari Express, Sabtu (2/4/2016).

Untuk mencegah kelompok teroris itu melakukan serangan mematikan ke negaranya, Cameron berujar Britania Raya telah siap dengan 1.000 lebih pasukan keamanan dan tentara antiteror untuk menghalau semua bahaya yang mungkin datang.

Ancaman teror bom nuklir dari ISIS memang menjadi fokus utama pembahasan di gelaran keempat KTT Keamanan Nuklir di AS. Isu tersebut mengudara setelah terkuaknya rencana Daesh mencuri formula pembuatan senjata atom itu dari ilmuwan nuklir Belgia, pasca-insiden bom Brussels.

Bahkan, kelompok ekstremis itu juga dikabarkan pernah tertangkap basah menggondol 40,8 kilogram uranium berkadar rendah dari Universitas Mosul di Irak pada 2014.

“Serangan teroris di Brussels membuka mata kita bahwa kemungkinan bom nuklir jatuh ke tangan teroris itu terlalu nyata,” tandasnya meyakinkan peserta KTT untuk segera mengambil tindakan nyata untuk merespons ancaman tersebut.