UNESCO

Berikut Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru (2-Habis)

BeritaBintang9 SITUS Warisan Dunia Terbaru telah diumumkan UNESCO. Apa saja yang menjadi keunggulan tujuan wisata ini?

Banyak hal yang menarik dari situs-situs yang baru terpilih ini. Mulai dari melihat peninggalan sejarah hingga tatanan budaya yang telah terbentuk sejak lama dan bertahan hingga sekarang.

Berikut Situs Warisan Dunia UNESCO yang bisa jadi tujuan liburan selanjutnya dilansir TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Selasa (19/7/2016):

Antequera Dolmens, Spanyol

Situs yang berada di tengah-tengah Andalusia, di Spanyol selatan ini terdiri dari tiga monumen megalitik, termasuk Solmen Mengal dan Viera (makam) dan dua formasi pegunungan besar, yaitu Pena de los enamorados dan El Torcal. Kawasan ini sangat menarik karena bentuknya yang unik.

UNESCO mengatakan, bahwa pemakaman ini adalah “salah satu karya arsitektur yang paling luar biasa dari zaman prasejarah Eropa dan salah satu contoh paling penting dari Megalithism Eropa”.

Medieval Tombstones Graveyards, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Montenegro, Serbia

Situs terbaru UNESCO ini terdiri dari 30 situs yang terletak di empat negara. Situs ini memiliki pemakaman berasal dari abad 12 sampai abad ke-16.

Batu-batu nisan berukuran besar yang diukir dengan unik menggunakan batu kapur. Motif, dekorasi dan prasasti yang ada menjadi daya tarik sendiri.

Nalanda Mahavihara, India

Nalanda Mahavihara merupakan situs arkeologi yang terdiri dari sisa-sisa arkeologi monastik dan skolastik.

Situs ini disebut telah ada sejak abad ketiga Sebelum Masehi dan ke-13 Masehi. Nalanda Mahavihara pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha di India.

Nan Madol, Mikronesia

Kelompok 99 pulau kecil buatan Nan Madol yang terbuat dari basalt dan batu karang ini juga masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Nan Madol merupakan tempat yang dipenuhi reruntuhan makam antara tahun 1200 dan 1500 Masehi.

Jangan Lagi Pegang dan Injak Stupa di Candi Borobudur

BeritaBintang –Balai Konservasi Borobudur melarang pengunjung memegang dan menginjak stupa-stupa di Candi Borobudur untuk mencegah kerusakan salah satu warisan budaya dunia itu.

Kepala Humas Balai Konservasi Borobudur Mura Aristina mengatakan, para petugas keamanan tidak henti-hentinya melalui pengeras suara mengingatkan warga agar tidak memegang dan menginjak stupa.

“Bukti bahwa memegang stupa bisa rusak sudah ada. Kendati dari batu, kalau lama-lama dipegang pasti rusak juga. Di bagian bawah ada batu stupa yang halus sehingga bentuk aslinya hilang karena terlalu sering dipegang pengunjung,” kata Mura sambil menunjukkan bekas tangan yang merusak batu itu di Magelang, Selasa (21/6/2016).

Mura mengatakan hal itu saat mendampingi tim produksi televisi Korean Broadcasting System (KBS), salah satu jaringan televisi terbesar di Korea Selatan yang sedang mengambil gambar Borobudur.

Ia mengatakan, tidak ada sanksi khusus bagi pengunjung yang kedapatan memegang stupa, tetapi larangan itu untuk menggugah kesadaran pengunjung untuk ikut menjaga kelestarian Borobudur.

Pengelola Borobudur juga melarang pengunjung memegang patung di dalam stupa karena juga bisa mengakibatkan kerusakan, bahkan bisa lebih parah lagi.

“Kalau mau pegang patung kan kaki harus menginjak bagian bawah stupa juga. Lha pasti lama-lama batu rusak juga kalau diinjak,” katanya.

Balai Konservasi Borobudur secara berkala membersihkan lumut dengan air bertekanan dan tidak menggunakan obat berbahan kimia untuk membersihkan lumut yang menempel di bebatuan.

“UNESCO melarang pemakaian bahan kimia. Kita semprot pakai air bersih agar lumut mengelupas,” katanya.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya sebagai satu dari 10 destinasi wisata baru selain Bali yang sedang dipromosikan ke negara lain.

Pada 2015, jumlah pengunjung Borobudur mencapai 1,5 juta orang, termasuk 250.000 wisatawan asing.

Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.

Candi yang dibuat abad ke-8 Masehi ini didirikan oleh penganut agama Buddha dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Inilah Perwakilan Geopark Indonesia Bakal Tembus UNESCO

BeritaBintang –   SETELAH Rinjani, maka ada beberapa destinasi Geopark di Indonesia yang akan diajukan ke UNESCO. Inilah di antaranya.

Sofyan Suwardi, Anggota Tim Taskforce Revitalisasi Museum Kegeologian & Optimalisasi Pengembangan geoparj, KESDM menuturkan bila Indonesia memiliki sekira 40 Geoparkheritage.

Namun, dari 40 baru 4 yang sudah berstatus Nasional dan dua berstatus UNESCO Global Geopark (UGG).

Enam Geopark tersebut adalah empat berstatus nasional GN Kaldera Toba (Sumatera Utara), GN Merangin (Jambi), GN Ciletuh (Jawa Barat), GN Rinjani (Lombok, NTB). Sedangkan bersatus UGG adalah Gunung Sewu (DIY-Jateng-Jatim) dan Batur (Bali).

“Indonesia adalah negara yang kaya sekaligus lengkap dari sisi Geopark,” jelasnya kepada BintangBola.Co, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Menurutnya, dari sekian banyak Geopark di Indonesia ternyata inilah yang akan menjadi perwakilan Tanah Air menembus UNESCO.

“Gua atau karst itu ada di Gunung Sewu, sedangkan untuk Jambi lebih kepada fosil, sementara Rinjani dan Batur lebih kepada Caldera atau Vulkanik, Sedangkan untuk Toba yakni vulkanik supervolcano dimana Danau Toba merupakan rangkaian proses geologi yang panjang dan bekas semburan yang berubah menjadi danau, terakhir adalah Ciletuh yang mengarah ke geologi dan struktur,” tukasnya.

Syarat Indonesia untuk Bisa Masuk ke UNESCO

BeritaBintang –    Pelestarian cagar budaya menjadi tujuan UNESCO. Untuk mendapat penghargaan UNESCO, cagar budaya tidak boleh merupakan replika.

UNESCO Asia-Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation 2016 yang sudah mulai menerima pendaftaran ini pun memberikan beberapa syarat bagi pihak yang ingin menyertakan cagar budaya yang telah direstorasi. Selain harus berusia lebih dari 50 tahun, bangunan yang disertakan tidak boleh replika.

“Replika tidak boleh. Haram,” tegas Budi Lim, salah satu juri UNESCO Asia Pasifik di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu 24 Januari 2016.

Sementara untuk bentuk bangunan, Budi menjelaskan, bisa berbentuk gedung, jembatan, maupun taman. Namun, bangunan tersebut harus telah direstorasi lebih dari satu tahun dan tidak boleh lebih dari 10 tahun.

Lebih lanjut, arsitek senior ini mengatakan yang terpenting adalah bukan bentuk bangunan tersebut. Melainkan peran serta masyarakat dalam melestarikan sebuah cagar budaya.

“Yang dipentingkan bukan bangunan itu sendiri, tapi proses usaha masyarakat dalam melestarikannya,” tutup Budi.

Mengapa Daun Emas Banyak dan Boleh Dimakan di Jepang?

BeritaBintang – Washoku atau makanan Jepang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Beberapa makanan tradisional Jepang termasuk juga kue-kue menggunakan daun emas (Kinpaku) yang sangat tipis dan boleh dimakan oleh manusia. Apakah tidak bahaya, tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh kita?

 belajar dari banyak ahli makanan dan kesehatan di Jepang, ternyata Kinpaku, yang juga emas asli, dengan ketebalan 0,0001 mm, terlalu amat sangat tipis itu,ternyata memang boleh dimakan dan tak apa-apa bagi kesehatan manusia.

Emas yang sangat tipis tersebut tidak akan berubah di dalam tubuh kita dan akan ke luar begitu saja bersama tinja kita saat buang air besar.

Sedangkan silver atau perak dan logam lain berbahaya karena akan berubah di dalam pencernaan kita dan dapat merusak tubuh kita.

Emas asli 24 karat yang dibuat menjadi Kinpaku itu pun berasal dari logam lempengan emas agak tebal. Lalu digencet dua silinder terus menerus sehingga menipis sekali.

Washoku atau makanan Jepang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Beberapa makanan tradisional Jepang termasuk juga kue-kue menggunakan daun emas (Kinpaku) yang sangat tipis dan boleh dimakan oleh manusia. Apakah tidak bahaya, tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh kita?

Tribunnews.com belajar dari banyak ahli makanan dan kesehatan di Jepang, ternyata Kinpaku, yang juga emas asli, dengan ketebalan 0,0001 mm, terlalu amat sangat tipis itu,ternyata memang boleh dimakan dan tak apa-apa bagi kesehatan manusia.

Emas yang sangat tipis tersebut tidak akan berubah di dalam tubuh kita dan akan ke luar begitu saja bersama tinja kita saat buang air besar.

Sedangkan silver atau perak dan logam lain berbahaya karena akan berubah di dalam pencernaan kita dan dapat merusak tubuh kita.

Emas asli 24 karat yang dibuat menjadi Kinpaku itu pun berasal dari logam lempengan emas agak tebal. Lalu digencet dua silinder terus menerus sehingga menipis sekali.

Masuk ke Jepang pun seiring dengan masuknya perdagangan barat pula masuk ke Jepang. Mulai masuk diperkirakan sekitar tahun 552 di Jepang.

Saat patung besat di kuil Todaiji didirikan tahun 749 penggunaan Kinpaku sudah dilakukan di Jepang dan mulai dikenal luas. Jadi keterkaitan agama Budha cukup kuat dalam mempopulerkan Kinpaku di Jepang.

Kinpaku paling banyak diproduksi di perfektur Kanazawa yang baru saja Oktober 2015 ini terhubung dengan Shinkansen Hokuriku, sehingga semakin praktis, nyaman dan semakin banyak orang ke sana.