TPS

Ingat, Jangan Coba-Coba Lakukan Politik Uang di Pilgub DKI!

BeritaBintangIngat, Jangan Coba-Coba Lakukan Politik Uang di Pilgub DKI!

Isu akan adanya permainan politik uang (money politics) menjelang Pilgub DKI Jakarta pada 15 Februari 2017 santer terdengar. Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memerintahkan jajarannya agar bersikap tegas terhadap pelaku politik uang.

Ia mengimbau kepada semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur maupun tim suksesnya di Pilgub DKI untuk tidak melakukan praktik politik uang.

“Kita sudah ada informasi intelijen akan ada money politics. Semua yang berkaitan dengan money politik tangkap itu. Koordinasikan dengan Bawaslu,” kata Iriawan saat memberi arahan kepada pasukannya dalam apel di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

[Baca Juga -“GPNF MUI Buka-bukaan soal Dana Aksi 411 dan 212“]

Mantan Kadiv Propam Polri ini menegaskan, jalannya Pilgub DKI Jakarta tidak boleh dikotori dengan kegiatan praktik politik uang.

“Informasi yang sudah ada saya sampaikan. Tolong media tulis jangan coba-coba money politics di Jakarta. Saya akan lakukan proses hukum bagi yang coba-coba money politik,” katanya.

Selain itu, Iriawan juga meminta kepada pasukan gabungan TNI-Polri, agara melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap proses perhitungan suara.

“Mulai dari proses perhitungan suara, proses dari penerimaan TPS ke TPS sampai ke KPUD saya minta diamankan. Nanti dikawal. Saya minta unsur Babinsa untuk mengawal saya. Tidak ada yang boleh melarang TNI masuk TPS,” tegasnya.

Aktivis Wanita Bertelanjang Dada Protes Donald Trump di TPS

BeritaBintang – Dua wanita bertelanjang dada menunjukkan protes penolakannya terhadap calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tempat pemungutan suara Public School 59, Manhattan, New York.

Kedua wanita yang diidentifikasi oleh polisi bernama Tiffany Robson dari Seattle, dan Neda Topaloski dari Montreal Linkalternatif.info, tiba-tiba masuk ke dalam ruang pemungutan suara mengenakan celana jeans namun tanpa pakaian yang menutup bagian atas tubuh mereka.

Tak hanya meneriakkan ketidaksukaan mereka terhadap Trump, Robson dan Topaloski juga menorehkan tulisan pada bagian dada dan punggung mereka. Keduanya mencela Trump melalui tulisan-tulisan di tubuh mereka itu.

Tak hanya itu, pada bagian belakang dua wanita ini juga tertulis FEMEN USA, yang merupakan nama kelompok feminis di AS. “Trump, keluarlah dari pemilu kami. Angkat kakimu!” ujar mereka sambil mengepalkan tangan, seperti dikutip Bandar Bola Terbaik.

Pihak kepolisian yang berjaga di TPS tersebut langsung mengamankan keduanya dan memberikan kaus untuk dikenakan oleh mereka.

Kedua wanita itu masuk ke dalam area olah raga yang disulap sebagai TPS beberapa saat setelah Trump memberikan suaranya didampingi sang istri, Melania.

Pelawak Terpilih Jadi Presiden Guatemala

BeritaBintang – Seorang mantan pelawak televisi tanpa pengalaman politik telah terpilih sebagai presiden Guatemala dalam pemilu hari Minggu (25/10/2015).

Jimmy Morales dengan mudah menang setelah pemimpin sebelumnya tersingkir akibat skandal korupsi.

Morales, yang berhaluan konservatif, memulai kampanyenya April lalu hanya dengan dukungan 0,5 persen pemilih.

Menjanjikan pemerintahan yang bersih dan statusnya yang bukan politisi, ia segera meroket di banyak jajak pendapat.

Setelah penghitungan surat suara dari 94 persen TPS, Morales meraup 69 persen suara.

Saingan terdekatnya, mantan ibu negara Sandra Torres, mendapat hanya 31 persen.

Presiden Otto Perez, yang mengundurkan diri, kini sedang menunggu persidangan.

Ia dituduh mendalangi korupsi yang melibatkan banyak politisi dan petugas beacukai.

Tim jaksa mengatakan Perez dan teman-temannya mencuri dana negara 3,8 juta dollar antara Mei 2014-April 2015.

Skandal itu, yang terburuk diantara kasus-kasus korupsi sebelumnya, memicu kemarahan luar biasa di Guatemala.

Negara miskin di Amerika Tengah itu, yang terus dilanda kekerasan antar geng, masih berupaya pulih dari perang saudara selama 36 tahun yang berakhir tahun 1996