Toto Wolff

Mercedes Sudah Mempersiapkan Diri untuk Musim 2017

BeritaBintang – Bos Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, menyatakan saat ini timnya sedang berfokus mengelola proyek musim 2017. Mereka masih memiliki misi untuk menjadi juara pada musim depan.

Saat ini, The Silver Arrow – Julukan Mercedes – sedang memimpin klasemen sementara konstrukstor. Namun, tampaknya posisi mereka kian terancam dengan semakin sengitnya tekanan yang diberikan kubu Red Bull dan Ferrari.

Tahun depan kabarnya Fédération Internationale de l’Automobile akan mengubah regulasi balap F1. Hal sangat dominan muncul pada perubahan sasis dan ban. Perubahan ini memaksa tim harus mengubah fokus untuk dapat memimpin perlombaan musim 2017.

“Setiap minggu kami menganalisa berapa banyak sumber daya untuk proyek menuju musim 2017. Ini merupakan masalah yang sangat rumit. Beberapa tim menghentikan pengembangan 2016 lebih cepat dari waktunya. Hal ini memberikan keuntungan untuk memulai musim yang sangat sulit,” tutur Wolff, sebagaimana diberitakan Bintangbola.co, Jumat (23/7/2016).

Mercedes Sudah Mempersiapkan Diri untuk Musim 2017

BeritaBintangBUDAPEST – Bos Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, menyatakan saat ini timnya sedang berfokus mengelola proyek musim 2017. Mereka masih memiliki misi untuk menjadi juara pada musim depan.

Saat ini, The Silver Arrow – Julukan Mercedes – sedang memimpin klasemen sementara konstrukstor. Namun, tampaknya posisi mereka kian terancam dengan semakin sengitnya tekanan yang diberikan kubu Red Bull dan Ferrari.

Tahun depan kabarnya Fédération Internationale de l’Automobile akan mengubah regulasi balap F1. Hal sangat dominan muncul pada perubahan sasis dan ban. Perubahan ini memaksa tim harus mengubah fokus untuk dapat memimpin perlombaan musim 2017.

“Setiap minggu kami menganalisa berapa banyak sumber daya untuk proyek menuju musim 2017. Ini merupakan masalah yang sangat rumit. Beberapa tim menghentikan pengembangan 2016 lebih cepat dari waktunya. Hal ini memberikan keuntungan untuk memulai musim yang sangat sulit,” tutur Wolff, sebagaimana diberitakan TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Jumat (23/7/2016).

Bos Mercedes Klaim Kecepatan Ferrari Adalah Sebuah Ancaman

BeritaBintang  – Bos Mercedes, Toto Wolff, mengklaim kecepatan yang dimiliki Ferrari merupakan ancaman. Sebab pada seri ketujuh F1 2016 yakni GP Kanada, jet darat milik Sebastian Vettel melaju dengan sangat kencang, kendati finis di posisi kedua.

Pada balapan tersebut pembalap Mecedes, Hamilton memulai balapan dengan buruk. Alhasil akibat performanya tersebut, ia disalip oleh driver Vettel, yang memulai balapan dari posisi tiga. Bahkan pria asal Jerman itu sempat berada di posisi terdepan, sayangnya akibat kesalahan di pit stop, posisinya diambil alih oleh jawara F1 musim lalu.

Usai balapan, Wolff merespons bahwa Ferrari memberikan sinyal untuk bangkit. Menurutnya, pada awal musim tim asal Italia tersebut memang mengalami nasib buruk, namun tetap harus diwaspadai.

“Menarik Ferrari yang menunjukkan kekuatan mereka pada kualifikasi dan balapan. Jika Anda melihat, Ferrari melakukan langkah yang sangat bagus dalam setiap perlombaan. Sayangnya mereka mengalami nasib buruk pada awal musim,” ucap Wolff mengutip Bintangbola.co, Selasa (14/6/2016).

“Pada hari ini mereka membuat sebuah perbedaan, kendati sulit untuk melakukan perubahan bagi kami. Namun kami harus membuat sebuah pergerakan maju untuk mengimbangi peta persaingan,” pungkasnya.

Wolff Siapkan Nama Kandidat Pengganti Rosberg

BeritaBintang –Bos Tim Mercedes AMG Petronas, Toto Wolff, mengatakan tengah menegosiasikan kesepakatan baru dengan pembalapnya, Nico Rosberg. Kesepakatan sedang dilakukan mengingat pembalap asal Jerman tersebut akan habis kontraknya pada akhir musim ini.

Namun ketua Mercedes, Dieter Zetsche, menyatakan pada akhir pekan lalu, bila Rosberg akan di perpanjang kontraknya hingga musim yang akan datang. Meski demikian, pernyataan tersebut masih simpang siur. Pasalnya, saat ini Wolff tengah berusaha melakukan beberapa negosiasi untuk membujuk Rosberg tetap di Mercedes.

“Fernando Alonso sedang mengeksplorasi beberapa tim pilihannya dan salah satunya adalah Mercedes. Dia telah berbicara kepada kami , namun kami tidak dapat bernegosiasi seperti yang kami janjikan. Kami berusaha memperbarui kontrak Rosberg dan tidak mencari pembalap lain,” tutur Wolff, sebagaimana disitat Agen Judi Online, Kamis (19/5/2016).

“Alonso merupakan salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah dan saya sangat menyukai karakternya. Namun prioritas kami saat ini adalah Rosberg. Namun, jika Roseberg tidak menginginkan perpanjangan kontrak, maka kami akan mempertimbangkan pilihan lain seperti Alonso. Kami tidak mempermasalahkan usia, karena kami yakin ia masih memiliki kecepatan dan motivasi,” terangnya.

Hamilton: Insiden dengan Rosberg Tak Berpengaruh pada Atmosfer Mercedes

BeritaBintang – Lewis Hamilton menyatakan insidennya dengan Nico Rosberg dalam GP Spanyol tidak berpengaruh pada atmosfer Mercedes. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut juga meminta maaf menjadi biang keladi kegagalan Silver Arrow –julukan Mercedes– di seri ini.

Berada di posisi satu-dua sejak awal, banyak yang memprediksi Mercedes akan kembali berjaya. Akan tetapi, Hamilton merusak itu dengan menabrak mobil Rosberg setelah keluar dari tikungan keempat Circuit de Barcelona, Katalunya.

Setelah lomba, Rosberg, Hamilton, Toto Wolff, serta para mekanik senior menganalisis insiden tersebut dan menyimpulkan bahwa ini murni kecelakaan. FIA pun memutuskan untuk tidak menjatuhkan penalti terhadap dua pembalap tersebut.

“Saya telah meminta maaf kepada tim. Itu adalah momen paling menyesakkan ketika mobil berhenti, dan saya memikirkan seberapa keras tim telah bekerja untuk memberikan saya kesempatan untuk membalap. Ini adalah pengalaman menyakitkan buat kami,” kata Hamilton, seperti dilansir Kamusjudi.com, Senin (16/5/2016).

“Insiden itu tidak mengubah apa-apa. Kami hanya akan terus membalap. Jadi, jelas bahwa kami akan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Mercedes Buat Terobosan untuk Para Mekaniknya

BeritaBintang –   Semakin padatnya jadwal Formula one (F1) dengan ditambahnya jumlah balapan membuat pihak Marcedes membuat sebuah terobosan. Terobosan itu dilakukan untuk memudahkan kinerja bagi para mekaniknya.

Sebelumnya Grand Prix di Formula One hanya memiliki 19 balapan tetapi musim ini berubah menjadi 21. Oleh karena itu Head of Motorsport Mercedes, Toto Wolff mencoba memberlakukan sistem pergantian atau shift.

Bertambahnya jumlah balapan bisa mengakibatkan kelelahan bagi para personel balapan jet darat tersebut. Sehingga ia ingin memberlakukan timnya untuk melakukan cara terbaik agar tetap konsisten selama kompetisi berjalan.

“Tentu saja ada yang pro dan kontra. Dari penyelenggara tentu saja ingin menambah pendapatan. Kami harus berhati-hati karena dengan 19 seri membutuhkan mental dan fisik yang kuat,” ucap Wolff melansir dari Bioskopsemi , Jumat (22/1/2016).

“Misalkan ada beberapa orang yang tidak bisa di tukar karena mereka adalah orang yang terbaik. Saya hanya ingin melindungi tim dan individu tersebut,” pungkasnya.

Hamilton & Rosberg Pasangan yang Sempurna

BeritaBintang –   Dalam dua musim terakhir di Formula One (F1). Mercedes memiliki dua pembalap , Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, yang selalu bersaing sengit. Bahkan keduanya kerap terlibat persaingan dengan intensitas tinggi kala menggeber mobilnya masing-masing.

Tensi keduanya berlangsung dari normal hingga taraf yang lebih tinggi lagi, dan juga berpotensi membelah kubu Mercedes menjadi dua bagian. Bahkan bos Mercedes, Toto Wolff sempat memberi ultimatum kepada keduanya untuk menjaga persaingan mereka, jika tak ingin didepak keluar dari Mercedes.

Meski banyak yang melihat keduanya sebagai rival abadi. Chairman Mercedes-Benz, Dieter Zetsche, tak melihat seperti itu. Ia justru menilai kedua pembalap beda negara itu sebagai pasangan yang sempurna di Mercedes.

“Di waktu bersamaan kami memiliki pembalap lain (Rosberg) yang juga cepat dan punya gaya hidup yang sangat berbeda dengan keluarga dan seorang anak laki-laki. Mereka berdua (Rosberg dan Hamilton) berbeda satu sama lain,” ucap Zetsche diberitakan Bioskopsemi , Rabu (13/1/2016).

“Tapi saya pikir kami sangat beruntung memiliki mereka berdua, mereka pasangan yang sangat sempurna, jelas sekali,” sambungnya.

Sebagai penutup Zetsche juga menegaskan isu terkait Mercedes yang terlalu mendominasi F1. Menurutnya bukan Mercedes yang harus menurunkan standard, melainkan tim-tim lain yang seharusnya mengejar mereka.

“Kami ingin menang. terutamanya di balapan terakhir dengan dua poin. Bukan tugas kami untuk memangkas jarak, tapi tugas kompetitor kami,” tegas Zetsche.

Susie Wolff Merasa Bosan Jadi Pebalap Cadangan Tim Williams

BeritaBintang – Pebalap cadangan Williams, Susie Wolff, mengaku batas kesabarannya sudah hampir habis untuk bisa menjadi pebalap F1 wanita.

Susie yang kini berusia 32 tahun sangat berharap bisa segera menjadi pebalap wanita F1 pertama kali dekade ini yang bisa turun di arena balap. Dia tak mau kesempatan emas itu hilang.

Namun saat ini Tim Williams hanya menjadikan Susie sebagai pebalap cadangan. Dia tak pernah tampil secara utuh di sesi balapan yang sebenarnya.

Inilah yang membuat Susie jenuh, karena lama menunggu. Susie menjadi pebalap uji coba Williams sejak 2012, dan terkadang mendapat kesempatan mengikuti tes di pagi hari.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk karier saya, ini benar-benar sulit,” ujarnya.

Padahal, Susie adalah istri dari Pimpinan Tim Mercedes, Toto Wolff, yang mana Toto juga memiliki saham di Williams. Namun selama ini Susie tak pernah memanfaatkan statusnya itu untuk meraih mimpinya.

“Rasanya saya tak bisa menunggu terus, padahal kesempatan itu ada

FIA Pertimbangkan Balapan Khusus Wanita

BeritaBintangPARIS – Salah satu pengurus Federasi Balap Internasional (FIA), Michele Mouton menyatakan akan mempertimbangkan ide bos F1, Bernie Ecclestone untuk menggelar Grand Prix (GP) khusus wanita. Sayang, ide ini sebelumnya sempat ditentang beberapa pembalap wanita.

Mouton sendiri adalah mantan pembalap World Rally Championship (WRC) di era 1980-an. Menurut wanita 63 tahun yang sukses meraih runner up WRC tahun 1982 itu, ide Ecclestone patut dipertimbangkan dulu.

Test driver Williams, Susie Wolff, sebelumnya sempat mengatakan kalau ide Ecclestone itu bukanlah cara yang tepat untuk menyegarkan atau menaikkan lagi pamor F1. Ironisnya, istri dari bos Mercedes, Toto Wolff itu jelas ada di urutan terdepan calon pembalap yang hadir di grid andai wacana tersebut benar-benar terlaksana nantinya.

Serupa dengan Wolff, pembalap F3, Tatiana Calderon pun ikut-ikutan kontra dengan ide Ecclestone. Lewat akun Twitter pribadinya, Calderon menyatakan bahwa para pembalap wanita sanggup berkompetisi dengan pembalap pria, sehingga ide GP khusus wanita ini dirasa tidak perlu.

Meski begitu, Mouton berpendapat kalau para pembalap wanita dan publik jangan skeptis dulu dengan ide Ecclestone tersebut, “Ide menggelar kompetisi yang diikuti oleh seluruh pembalap wanita bukanlah sesuatu yang harus kami kesampingkan sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut. Kami bakal mempertimbangkan ide ini,” ujar wanita yang bekerja untuk komisi Women & Motor Sport di FIA.

“Dari pengalaman saya sebagai kompetitor, saya sangat percaya bahwa wanita ingin bersaing pada level yang sama dengan pembalap pria. Mereka telah membuktikan bahwa hal itu mungkin dilakukan, namun faktanya hanya beberapa pembalap wanita yang tampak menonjol,” katanya.

Disisi lain, development driver tim Lotus, Carmen Jorda, justru menyambut baik wacana ini, “Mari kita kesampingkan gengsi, berpikiran terbuka, dan bersikap realistis. Lihat sepakbola atau tenis, ada kompetisi khusus wanita. Saya sangat pro dengan ide Bernie (Ecclestone). Saya adalah orang pertama yang ada di grid nanti, andai GP khusus wanita benar-benar terlaksana,” tambah pembalap yang tahun lalu berkontes di GP3.

Ferrari Berjaya, Peringatan Untuk Mercedes

BeritaBintangSELANGOR – Pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel berhasil membuat duo Mercedes ketar-ketir untuk seri-seri berikutnya. Pasca ia meraih kemenangan di seri Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, dan kemenangan ini tentunya menjadi peringatan untuk Mercedes.

Baik Lewis Hamilton dan Nico Rosberg hanya mampu menduduki peringkat dua-tiga, dan hasil positif Vettel ini tentunya menandakan bahwa tim lain bisa bersaing dengan Mercedes yang dominan musim lalu.

“Kami (Mercedes) mendapatkan perlawanan keras, ini peringatan untuk kami. Kami tak pernah membuat kesalahan apapun dalam 20 pertandingan atau lebih. Banyak hal yang dapat kami optimalkan. Tidak peduli sekarang, ini peringatan untuk kami,” terang bos Mercedes, Toto Wolff.

Ditambahkan oleh Kepala Non-Eksekutif Mercedes, Niki Lauda. Ferrari tampil luar biasa di Malaysia, dan strategi pit-stop tim berlambang Kuda Jingkrak itu lebih baik dari Mercedes.

“Apa yang saya katakan tentang Ferrari? Tunggu saja. Saya terkejut dengan kecepatan Ferrari dan pada akhirnya Vettel melakukan pekerjaan yang luar biasa hebat. Mereka tak terkalahkan. Mereka memiliki hak untuk menjalani strategi pit-stop dan kecepatan Vettel fantastis,” imbuh Lauda memuji Vettel.