Toro Rosso

Ricciardo dan Verstappen Miliki Hubungan Baik

BeritaBintang – Bos Tim Red Bull Racing, Christian Horner menegaskan bahwa tidak pernah ada atmosfer panas antara Daniel Ricciardo dan Max Verstappen. Ia menambahkan bahwa Red Bull tidak pernah menjadikan Verstappen sebagai anak emas.

Verstappen resmi menduduki satu bangku di Tim Red Bull pada pertengahan Mei 2016. Pembalap berusia 18 tahun itu menggantikan posisi Daniil Kvyat. Kvyat sendiri “turun kelas” ke Toro Rosso.

“Menurut saya keduanya telah tampil dengan maksimal. Itulah yang diinginkan dari kedua pembalap dalam satu tim,” ujar Horner, sebagaimana diberitakan Bintangbola.co, Kamis (28/7/2016).

“Saya kira, mereka berdua telah berusaha untuk dapat meraih level yang lebih baik. Dari perspektif tim, persaingan keduanya sangatlah sehat,” lanjutnya.

Sejauh ini, baik Verstappen maupun Ricciardo sama-sama dapat menunjukkan performa yang apik. Hingga saat ini, Ricciardo masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara F1 2016 dengan raihan 115. Sementara Verstappen telah tiga kali naik podium sejak berseragam Tim Red Bull Racing.

Lewis Hamilton Kembali Jadi Driver Tercepat di FP2 GP Kanada

BeritaBintang – Driver andalan Mercedes AMG, Lewis Hamilton, kembali tampil sebagai pembalap tercepat dalam Free Practice 2 (FP2) GP Kanada, Sabtu 11/6/2016). The Boss mengungguli andalan Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel dan Nico Rosberg yang merupakan tandemnya di Mercedes. Seperti diketahui, Hamilton menjadi yang tercepat di FP1.

Hamilton mencatatkan waktu tercepat 1 menit 14,212 detik dalam sesi yang dihelat di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada tersebut. Catatan waktu ini lebih cepat daripada torehan waktu terbaiknya di sesi sebelumnya.

Sementara itu, driver kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto sejatinya mampu memperbaiki catatan waktunya di FP2. Namun, di sesi ini Rio menjadi pembalap paling lambat dari 22 driver yang berpartisipasi seperti yang diberitakan Bintangbola.co

Berikut hasil lengakap FP2 GP Kanada:

1. Lewis Hamilton, Mercedes, 1:14.212
2. Sebastian Vettel, Ferrari, 1:14.469
3. Nico Rosberg, Mercedes, 1:14.738
4. Max Verstappen, Red Bull, 1:15.156
5. Daniel Ricciardo, Red Bull, 1:15.168
6. Valtteri Bottas, Williams 1:15.213
7. Jenson Button, McLaren, 1:15.213
8. Kimi Raikkonen, Ferrari, 1:15.234
9. Nico Hulkenberg, Force India, 1:15.321
10. Carlos Sainz, Toro Rosso, 1:15.410
11. Fernando Alonso, McLaren, 1:15.450
12. Sergio Perez, Force India, 1:15.493
13. Felipe Massa, Williams, 1:15.513
14. Daniil KVyat, Toro Rosso, 1:15.559
15. Romain Grosjean, Haas, 1:16.093
16. Kevin Magnussen, Renault, 1:16.255
17. Felipe Nasr, Sauber, 1:16.582
18. Esteban Gutierrez, Haas, 1:16.591
19, Marcus Ericsson, Sauber, 1:16.902
20. Jolyon Palmer, Renault, 1:17.001
21. Pascal Wehrlein, Manor, 1:17/023
22. Rio Haryanto, Manor, 1:17.423

Toro Rosso Tertarik untuk Berbagi Data dengan Red Bull

BeritaBintangChief Technical tim Toro Rosso, James Key, mengatakan tertarik untuk membagi data dengan Red Bull pada 2017. Sebab, tim yang bermarkas di Faenza, Italia, tersebut sangat antusias karena “sang kakak” mendapat pasokan mesin dari Renault.

Seperti diketahui, Toro Rosso merupakan tim satelit dari Red Bull yang musim ini menggunakan power unit dari Ferrari. Hal tersebut dilakukan karena Renault dan Red Bull pada musim lalu berselisih paham terkait penurunan performa.

Alhasil usai menyepakati kesepakatan antara Red Bull dan Renault hingga 2018, praktis Toro Rosso mendapat bantuan power unit. Tak ayal James berharap langkah tersebut merupakan kerja sama yang baik untuk pembagian data.

“Itu (pembagian data) selalu masuk akal apabila Anda memiliki dua tim di F1, dengan beberapa perbedaan kecepatan yang kami miliki. Sebab kami tak ingin adanya tumpang tindih masalah teknologi,” kata James mengutip Taruhan Bola Online, Kamis (9/6/2016).

“Sejauh ini kami telah memiliki gearbox sendiri, tetapi Anda harus memperluas beberapa penggunaan sistem bahan bakar, sistem hidrolik, desain knalpot dan beberapa yang lain. Secara umum akan ada penghematan biaya di sana yang membedakan hanya pada kinerja tim nanti,

Toro Rosso Dapat Update Baru dari Ferrari di 2017

BeritaBintang –Kepala Teknis Tim Toro Rosso, James Key, mengungkapkan apabila timnya akan mendapat pasokan mesin baru dari Ferrari pada 2017. Menurutnya, hal tersebut merupakan langkah baru untuk tampil lebih baik.

Ya, tim satelit milik Red Bull tersebut memang menggunakan power unit milik Ferrari. Namun, Toro Rosso menggunakan mesin berspesifikasi 2015 milik tim berlogo kuda jingkrak tersebut.

Karena itu, Key senang dengan adanya informasi dari Ferrari terkait mendapat pasokan baru pada 2017. Bahkan, ia menilai tim yang dibela oleh Sebastian Vettel telah membuat pekerjaan yang luar biasa.

“Sejauh apa yang kita miliki untuk tahun depan, saya pikir kami senang. Tidak ada sesuatu yang salah dengan pasokan kami saat ini, terpenting kami mendapatkan pengembangan pada tahun depan,” kata Key, seperti diberitakan Taruhan Bola Online, Sabtu (28/5/2016).

“Ferrari melakukan pekerjaan yang besar untuk mendukung kami. Namun akan sangat menyenangkan untuk memiliki unit pengembangan,”

Verstappen Juara, Rival Rio Haryanto Sewot

BeritaBintang – Pembalap asal Rusia, Daniil Kvyat, yang terdegradasi ke Toro Rosso, sewot melihat Max Verstappen juara dengan Red Bull pada GP Spanyol di Sirkuit Katalunya, Minggu (15/5/2016). Dia yakin bisa melakukan hal serupa jika tetap dipertahankan di Red Bull.

Sayang, beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Kvyat di beberapa seri F1 membuatnya terdegradasi. Kini, Kvyat harus tampil dengan ‘tim B’ Toro Rosso.

“Saya tak peduli dengan torehan Verstappen. Saya hanya fokus kerja dengan mobil baru saya. Tentu saja saya juga berpikir punya potensi untuk melakukan hal serupa (seperti Verstappen langsung juara di debut),” katanya seperti dikutip Kamusjudi.com.

Di GP Spanyol lalu, Kvyat hanya finis di posisi ke-10. Itu artinya dia hanya meraup 1 poin saja.

“Start saya buruk padahal saya mencoba untuk adaptasi dengan rem. Dengan mobil baru pasti selalu sulit,” ujarnya.

“Selain itu, saya juga kehilangan posisi saat safety car masuk. Kami kehilangan banyak waktu di sana. Pada umumnya, ini membuat balapan kami sulit,” ucapnya, menambahkan.

Kvyat Takkan Kembali ke Red Bull dalam Waktu Dekat

BeritaBintang –Principal Team Red Bull Racing (RBR), Christian Horner, mengaku bila pembalap Toro Rosso, Daniil Kvyat tidak akan kembali ke Tim Red Bull dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Dr. Helmut Marko membuat keputusan kontroversial untuk mengirim Pembalap asal Rusia tersebut kembali menuju Toro Rosso yang notabene sebagai tim kasta kedua atau Tim satelit Red Bull tepat sebelum Grand Prix Spanyol.

Dengan perpindahan Kvyat, otomatis membuat Max Verstappen yang sebelumnya merupakan pembalap Toro Rosso langsung dipromosikan ke Tim Red Bull. Hasil mengagumkan terbukti dengan laga perdananya di Sirkuit Catalunya pada Minggu 15 Mei 2016. Ia menjadi pembalap termuda yang sukses naik ke podium sebagai juara dalam penampilan debutnya bareng Red Bull.

“Sangat tidak mudah untuk meyakinkan setiap orang untuk menempatkan dirinya dalam tim RBR. Kami tidak memiliki Sebastian Vettel, namun kami saat ini memiliki Max Verstappen yang sama berbakatnya dengan Vettel,” tegas Marko, melasnir dari Indowins.co, Selasa (17/5/2016).

Serupa dengan pemikiran Marko, Horner juga menyatakan Kvyat membutuhkan waktu untuk mengembangkan bakat dan talentanya bersama Toro Rosso.

“Saya pikir Kvyat tidak akan kembali menuju Red Bull dalam waktu dekat, namun anda tetap tidak dapat memprediksi apa pun yang terjadi. Kvyat memiliki kontrak jangka panjang dan ia akan terus mendapatkan pengalaman di Toro Rosso tanpa harus mendapatkan begitu banyak tekanan,” terang Horner.

Alasan Red Bull Pertahankan Ricciardo

BeritaBintang –Bos Tim Red Bull, Christian Horner menilai Daniel Ricciardo tampil lebih konsisten dibanding Daniil Kvyat selama empat seri pembuka Formula One (F1) 2016. Bahkan ia menilai Kvyat sempat merasa kesulitan di empat seri tersebut.

Kvyat akan melanjutkan musim 2016 bersama tim satelit Red Bull, Toro Rosso. Keputusan tersebut diambil oleh Tim Red Bull pada awal Mei 2016. Posisi Daniil Kvyat digantikan oleh pembalap muda Toro Rosso, Max Verstappen.

Horner menyatakan bahwa timnya mencari sosok pembalap yang dapat tampil konsisten di sepanjang musim. Sejauh ini Kvyat baru pernah satu kali naik podium, yakni saat menjajal Sirkuit Internasional Shanghai, April 2016.

“Kami menyimpulkan bahwa Daniil cukup kesulitan jika dibandingkan dengan rekan setimnya. Ada faktor konsistensi yang kami perhatikan. Kemudian muncul nama Max,” ujar Horner, sebagaimana dikutip dari Indowins, Jumat (13/5/2016).

Bermesin Ferrari Membuat Tim Haas Menikmati Balapan

BeritaBintang –Pembalap tim Haas, Romain Grosjean mengaku sangat menikmati balapan yang terjadi di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Minggu 3 April 2016. Menurutnya, ia melewati persaingan yang sangat ketat dengan Red Bull,William dan Toro Rosso selama di lintasan.

Saat perlombaan berlangsung Grosjean menunjukkan kemampuannya dengan baik saat  mengendarai jet darat yang bermesin Ferrari. Dasarnya, ia mampu mengejar mobil Max Verstappen, Felipe Massa dan Valtteri Bottas.

Grosjean bersyukur memiliki mesin yang bagus dan tak memiliki masalah pada rem dan suspensi. Bahkan dengan penggunaan ban supersoft dinilai menjadi strategi yang agresif.

“Itu persaingan yang luar biasa dengan Red Bull, Williams, Toro Rosso, dan saya tak memiliki masalah apapun,” ucap Grosjean mengutip F1i, Senin (4/4/2016).

“Saya melalui balapan yang fantastis, dengan tanpa adanya insiden. Mobil memiliki dasar yang sangat baik, semuanya bekerja dengan baik, mesin, suspensi, rem. Sangat membantu mendorong cara yang saya inginkandengan strategi agresif yang baik menggunakan ban supersoft,” pungkas pembalap berusia 29 tahun tersebut.

Optimisme Toro Rosso di Musim 2016

BeritaBintang –   Kepala Tim Toro Rosso, Franz Tost, optimis timnya bisa berbicara banyak di ajang balap Formula One (F1) 2016. Bahkan tim yang bermarkas di Faenza, Italia, ini mengusung target besar di musim ini.

Melalui dua pembalapnya, yakni Max Verstappen dan Carlos Sainz, Tost berharap timnya dapat berdiri di podium. Selain itu, dengan kemampuan STR11, pria asal Austria ini menargetkan Toro Rosso dapat finis di urutan kelima klasemen akhir pembalap.

“Saya berharap kami dapat meraih podium di musim ini setelah hampir meraihnya musim lalu di Budapest dan Austin karena Max finis keempat,” ujar Tost, seperti dikutip dari BintangBoLa, Rabu (2/3/2016).

“Saya harap mobil baru dapat bekerja dengan baik selain itu tim dan pembalap juga melakukan pekerjaannya dengan baik. Target utama kami musim ini adalah untuk dapat finis di urutan lima klasemen konstruktor,” jelasnya.

Verstappen dan Sainz mampu membawa Toro Rosso finis di tempat ketujuh klasemen akhir pembalap untuk musim lalu. Kedua pembalap tersebut masing-masing ada di urutan 12 dan 13 klasemen akhir pembalap dengan raihan 49 dan 27 poin.

Uji Coba Perdana, Sauber Masih Gunakan C34 Ferrari

BeritaBintang –    Tim Sauber Formula One (F1) telah melakukan uji coba daya tahan mobil yang dilangsungkan oleh FIA. Pabrikan asal Swiss tersebut menjajal mobil barunya C35 agar bisa tampil pada musim 2016.

Sauber merupakan tim ketujuh yang mengumumkan pihaknya telah mendapatkan lampu hijau dari FIA setelah melakukan lolos uji chassis. Sebelumnya sudah ada enam tim yang melakukan uji coba tersebut yakni Haas, Renault, Manor Racing, Ferrari, Force India, dan Toro Rosso.

Namun jelang uji coba perdana yang dilangsungkan di Barcelona pada 22-25 Februari 2016, pihak Sauber masih menggunakan mesin lama yakni C34-Ferrari. Bahkan mereka menunda memperkenalkan mobil barunya karena lambatnya penyesuaian mesin yang dilakukan pada tahun lalu.

“Secara konsep mirip dengan musim lalu. Hanya saja arsitekturnya berubah banyak dengan beberapa penyesuaian yang sesuai dengan chassis,” tulis pernyataan Sauber di situs resminya, Rabu (10/2/2016).