Top Gun

Wih! Ini Video Tiga Pembalap Saling Berebut Posisi Dua MotoGP Argentina 2017

BeritaBintangWih! Ini Video Tiga Pembalap Saling Berebut Posisi Dua MotoGP Argentina 2017

Balapan seri kedua MotoGP 2017 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin 10 April 2017 dini hari WIB, berlangsung dramatis. Pasalnya, sejumlah pembalap unggulan, seperti Marc Marquez (Honda), Jorge Lorenzo (Ducati), dan Dani Pedrosa (Honda) tidak dapat melanjutkan balapan karena terjatuh. AGEN BOLA

Pada balapan tersebut, Marquez memulai balapan dari posisi pertama lantaran meraih pole position dari hasil sesi kualifikasi. Namun, malapetaka menghampiri The Baby Alien –julukan Marquez– saat dirinya terjatuh setelah memimpin tiga lap awal.

[ Baca Juga : ” Pernah Ikut Main, Joe Taslim Puji ‘Fast & Furious 8’ Semakin Gokil ” ]

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh tiga pembalap lain di belakang Marquez. Alhasil, pembalap Maverick Vinales (Yamaha) mengambil alih urutan terdepan usai Marquez terjatuh.

Sebelumnya, Vinales berhasil mencuri posisi dua dari pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow. Top Gun –julukan Vinales– tidak hanya menyalip Crutchlow, tetapi juga berada di depan rekan setimnya, Valentino Rossi.

Vinales pun mampu menyelesaikan balapan di garis terdepan MotoGP Argentina 2017. Pembalap berpaspor Spanyol itu mencatatkan waktu terbaik 41 menit 45,060 detik.

Kemenangannya di GP Qatar dan Argentina 2017 Bikin Vinales Termotivasi

BeritaBintangKemenangannya di GP Qatar dan Argentina 2017 Bikin Vinales Termotivasi

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengaku termotivasi untuk meraih hasil yang gemilang lagi berkat raihan positif balapannya di dua seri awal MotoGP 2017. Setelah tampil luar biasa di tes pramusim, ternyata capaiannya itu mampu ia lanjutkan di race yang sudah berlangsung di Qatar dan Argentina.

Di GP Qatar, Vinales sukses membuat kejutan setelah keluar menjadi yang pertama. Pada balapan tersebut, ia mampu menunjukkan kualitasnya yang maksimal di musim perdananya bersama Yamaha.

[ Baca Juga : ” Saudara Ungkap Carrie Fisher Masih Akan Hadir di Star Wars IX ” ]

Ketangguhannya itu mampu ia ulangi lagi setelah menjuarai seri kedua GP Argentina. Meski begitu, Top Gun –julukan Vinales– mengaku akan tetap bekerja keras.

“Sulit dipercaya Anda dapat mulai seperti ini. Setelah pramusim, dua race berturut-turut adalah sesuatu yang luar biasa dan memberi kami motivasi tinggi,” ungkap Vinales, mengutip dari AGEN BOLA, Senin (10/3/2017).

“Kami harus menjaga dengan cara yang benar dan tetap bekerja keras,” tuntasnya.

Kepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

BeritaBintangKepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

Kepala Kru Vinales, Ramon Forcada, mengakui kalau Top Gun –julukan Vinales– tidak membuat start yang bagus pada balapan perdana musim ini yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, Senin 27 Maret 2017 dini hari WIB.

Vinales yang memulai balapan dari tempat pertama, nyatanya gagal membuat start yang bagus sehingga mampu dilewati Johann Zarco dan beberapa pembalap lain. Kendati demikian, mantan rider Suzuki Ecstar itu tidak menyerah untuk memenangkan balapan perdananya bersama Movistar Yamaha.

[ Baca Juga : ” Sosok Wonder Woman yang Berbeda dari Superhero Lain ” ]

Perlahan namun pasti, posisi Vinales mulai memperbaiki posisinya. Pembalap 22 tahun tersebut akhirnya mampu menempati tiga besar di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez setelah Andrea Iannone mengalami kecelakaan di lap 15.

Tidak butuh waktu lama bagi Vinales menyalip Marquez untuk menempati posisi dua. Berada di tempat kedua, membuat mental Top Gun membumbung. Ia mampu memberikan tekanan kepada Dovizioso yang tengah memimpin balapan. Aksi saling susul pun tak terelakan sampai akhirnya Vinales sukses menyetuh garis finis pertama kali.

“Oke, ia (Vinales) tidak membuat start terbaiknya dan (Johann) Zarco sedikit lebih cepat. Lalu ia menunggu, tetap tenang saat (Andrea) Iannone terjatuh di depannya,” ungkap Forcada, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/4/2017).

Coba Tiru Gaya Balapan Vinales, Iannone: Itu Bukan Tipe Saya!

BeritaBintang Coba Tiru Gaya Balapan Vinales, Iannone: Itu Bukan Tipe Saya!

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengaku harus meniru Maverick Vinales dalam mengendarai motor GSX-RR untuk mengarungi balapan MotoGP 2017. Hal itu ia sampaikan mengingat hasil buruk yang ia terima di tes pramusim MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar pada pekan lalu.

Menurutnya gaya balapan Vinales sangat cocok dalam mengendarai GSX-RR seperti yang terjadi pada MotoGP 2016. Bersama Suzuki, Top Gun –julukan Vinales- berhasil tampil baik yang mampu membawanya mampu bertengger di peringkat keempat klasemen pembalap MotoGP 2016.

Baca Juga ; ” Tanpa Wacshowski Bersaudara, Film The Matrix Siap Dibuat Ulang

Meski begitu, Iannone yang mencoba untuk mengikuti gaya balapan Vinales dengan motor Suzuki itu merasa gagal. Sebab, gaya balapan pembalap Tim Movistar Yamaha itu bukan gaya balapan The Maniac Joe –julukan Iannone.

“Saya mencoba untuk menirunya, tapi itu bukan gaya saya,” ungkap Iannone, mengutip dari Agen Bola, Jumat (17/3/2017).

“Sekarang saya mencoba untuk beradaptasi sedikit untuk mencoba mengimbangi apa yang kurang,” tuntasnya.

Maverick Vinales Akan Jadi Rider Tercepat di MotoGP

BeritaBintang – Rider muda asal Spanyol, Maverick Vinales, merupakan salah satu pembalap muda terbaik saat ini. Menurut Cal Crutchlow, pembalap berusia 21 tahun tersebut merupakan salah satu yang wajib dikalahkan di musim ini.

Kepergian Jorge Lorenzo musim depan ke Ducati membuat Vinales ditunjuk sebagai pengisi pos kosong yang ditinggalkan. Kabar mengenai ketertarikan Yamaha kepada Top Gun– julukan Vinales – memang sudah terendus sejak akhir musim lalu.

Managing Director Yamaha, Lin Jarvis, sempat mengakui jika Yamaha tengah melakukan pembicaraan dengan dengan pihak Vinales. Kedatangan Vinales ke Tim Garpu Tala tentu jadi salah satu hal yang paling dinanti untuk musim balap 2017. Selain Yamaha, Repsol Honda juga sempat dikabarkan mendekati sang pembalap.

“Saya rasa, seperti yang kita semua tahu, setiap tim sangat ingin mendatangkan Maverick (Vinales),” ujar Crutchlow seperti dikutip dari Bintangbola.co, Sabtu (2/7/2016).

“Saya akan jadi suporter pertamanya sebab dia merupakan sosok yang harus dikalahkan. Dia akan menjadi salah satu yang tercepat di MotoGP,” jelasnya.

Tertarik Curi Ilmu Rossi Jadi Alasan Vinales Gabung Yamaha

BeritaBintang – Calon pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, mengaku bertekad ingin belajar banyak dari tandemnya yakni Valentino Rossi. Menurutnya, ia memiliki kesempatan untuk bisa merajut mimpinya sebagai juara dunia MotoGP di masa yang akan datang.

Vinales akan hijrah ke Yamaha pada musim depan. Ia menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang hijrah ke Ducati. Rider asal Spanyol tersebut yakin motor YZR-M1 bisa memenuhi hasratnya untuk berkendara bersama kuda besi terbaik.

“Motivasi saya bergabung dengan Yamaha adalah saya punya peluang mewujudkan mimpi menjadi juara sejak balapan pertama. Bergabung dengan Yamaha, target itu pun kian jelas, karena saya akan punya motor terbaik di MotoGP. Saya yakin bisa beradaptasi secepat mungkin dengan M1,” ujar Vinales mengutip Panduan Judi Online, Jumat (1/7/2016).

Selain itu, Vinales dikenal mengidolakan The Doctor sejak kecil, dan ia mengaku bangga menjadi tandem pembalap berusia 37 tahun tersebut. Menurut Top Gun– julukan Vinales- , ia bisa belajar banyak dari pengalaman Rossi, yang sudah menjalani musim ke-21 di Grand Prix.

“Setelah balapan bertahun-tahun, Rossi pasti punya rahasia dan saya ingin mencari tahu. Namun saya yakin ia takkan membaginya cuma-cuma. Ia selalu memerhatikan hal detail dan mau belajar. Cara kerja Yamaha telah membantunya meraih banyak kesuksesan, jadi saya juga ingin seperti itu,” tuntas pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Vinales Yakin Rossi Akan Banyak Membantunya

BeritaBintang  –   Pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, memang belum menentukan apakah dirinya akan pindah ke Tim Movistar Yamaha untuk menjadi tandem Valentino Rossi musim depan. Namun jika pada akhirnya hal itu terjadi, Vinales yakin Rossi akan banyak membantunya.

Vinales sedang gencar dirumorkan mendapat perhatian besar dari Tim Movistar Yamaha. Yamaha ingin merekrut pembalap berusia 21 tahun tersebut untuk menjadi tandem Valentino Rossi yang ditinggal Jorge Lorenzo ke Ducati musim depan.

Meski demikian, terlepas dari belum diambilnya keputusan tersebut, Vinales yakin menjadi rekan setim Rossi akan sangat menguntungkan dirinya. Top Gun -julukan Rossi- menilai pengalaman sebagai juara dunia membuat The Doctor memilki sesuatu yang spesial.

“(Menjadi rekan setim Rossi) itu akan sangat membantu mengembangkan saya sebagai seorang pembalap. Dia memiliki banyak pengalaman dan dia telah memenangkan gelar juara dunia sembilan kali. Itu membuktikan dia memiliki sesuatu yang spesial,” ujar Vinales, seperti dimuat Bintangbola.co, Jumat (13/5/2016).

“Bagaimana pun, berkompetisi dengan rekan setim akan sangat membantu Anda berkembang dan bersaing dalam level yang lebih tinggi. Lihat saja pada Lorenzo, dia telah memenangkan tiga gelar juara dunia MotoGP,” tuntas rider asal Spanyol itu.

Sportpedia: Logo-Logo Kesukaan Pembalap Top MotoGP dan Maknanya

BeritaBintangUNTUK membedakan dengan dirinya dengan para rival, setiap pembalap biasanya memiliki logo yang terpasang di helm, motor, hingga kostum balapnya. Tak hanya sekedar jadi pembeda, logo tersebut juga seringkali menjadi ikon sang pembalap dari sepanjang kariernya.

Sebut saja pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Rossi selalu memajang stiker bertuliskan ‘The Doctor’ yang selama ini memang dikenal sebagai julukannya. Dari tahun ke tahun, pembalap berusia 37 tahun itu selalu menyertakan stiker ‘The Doctor’ yang lengkap dengan ilustrasi komik wajahnya.

Tak hanya itu, VR46 juga selalu memajang stiker kartun bulldog di motornya. Kedua bulldog diketahui sebagai gambar dari anjing yang dimilikinya. Karena itu, tak heran apabila Rossi selalu ingin menunjukkan pesona kedua bulldog-nya ke seluruh dunia.

Selain Rossi, masih ada satu pembalap lain yang juga kerap memamerkan gambar bulldog saat balapan. Sosok itu adalah pembalap Pramac Racing, Scott Redding. Redding dikenal selalu memajang gambar bulldog khas Inggris di sisi kanan helmnya. Tak berbeda dengan The Doctor, tujuan Redding melakukan hal tersebut juga ingin menunjukkan “penghormatan” kepada bulldog yang dimilikinya.

Gambar binatang juga dikenal lekat dengan rider Repsol Honda, Marc Marquez. Hanya, berbeda dari Rossi dan Redding yang memamerkan Bulldog, The Baby Alien –julukan Marquez– memilih untuk menjadikan semut sebagai ikon bagi dirinya.

Semut memang sudah menjadi ikon Marquez. Sejak masih membalap di kelas 125 cc, juara dunia dua kali MotoGP itu selalu menggunakan gambar semut di helmnya. Untuk MotoGP 2016, gambar semut pun lagi-lagi berada di bagian atas helmnya.

Berbeda dengan para rivalnya, pembalap muda Suzuki Ecstar yakni Maverick Vinales justru tidak tertarik menjadikan binatang sebagai ikonnya. Vinales memilih untuk menggunakan karakter aktor kesukaannya yakni Tom Cruise di film Top Gun sebagai logo yang menggambarkan dirinya. Logo pesawat terlihat jelas di bagian atas helm pembalap berusia 21 tahun untuk MotoGP 2016.

Satu lagi pembalap yang tak lupa selalu memajang logo yang menggambarkan dirinya adalah pembalap Ducati, Andrea Iannone. Sejak debut di MotoGP, Iannone tak pernah absen untuk memamerkan stiker dengan logo nomor 29 yang lengkap dengan tulisan ‘The Maniac‘. The Maniac diketahui memang merupakan julukan Ianonne. Dengan julukan tersebut, tak heran melihat Iannone selalu memasang stiker tersebut di helm, motor, dan kostum balapnya.

Top Gun Bertekad Tingkatkan Performa di Losail

BeritaBintang – Pembalap Tim Ecstar Suzuki, Maverick Vinales, meraih hasil yang sangat sempurna ketika dirinya mengikuti sesi latihan pramusim di Sirkuit Losail, Qatar pada Rabu 2 Maret 2016, waktu setempat.

Pada sesi latihan pramusim tersebut, pemilik julukan Top Gun itu sukses berada di posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 55,880 detik. Vinales hanya terpaut sepersekian detik saja dengan pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, di posisi pertama.

Meski begitu, tak lantas membuat Vinales berpuas diri dengan apa yang diraihnya tersebut. Bahkan ia bertekad untuk tetap melanjutkan performa serta kecepatannya di sesi latihan pramusim berikutnya.

“Tentu saja kami senang dengan apa yang kami raih hari ini, namun kami masih ingin mendapatkan kecepatan yang lebih di seri berikutnya. Terlebih saya ingin membawa Tim Suzuki meraih hasil hebat di tahun ini,” ucap Vinales, seperti dilansir Crash, Kamis (3/3/2016).

“Selain itu, kami juga memiliki target besar di MotoGP 2016, yaitu menjadi penantang juara dunia. Salah satu untuk bisa mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan tampil konsisten sepanjang musim dan itu yang ingin kami lakukan saat ini,” tutup pembalap berpaspor Spanyol itu.

Pembalap Ini Belum Berminat Tampil di MotoGP

BeritaBintang –    Meski MotoGP 2016 belum dimulai, rumor mengenai bursa transfer pembalap di akhir musim ini kian memanas. Salah satu pembalap yang sedang dirumorkan masa depannya adalah peserta Moto2, yakni Alex Rins.

Rins kabarnya mendapatkan tawaran untuk naik ke kelas premier dengtan bergabung ke Tim Ecstar Suzuki di akhir musim MotoGP 2016. Ia kabarnya di plot sebagai suksesor Maverick Vinales, yang mana pemilik julukan Top Gun itu bakal hengkang ke Tim Repsol Honda pada MotoGP 2017.

Kondisi tersebut lantas mendapatkan tanggapan langsung dari Rins beberapa waktu lalu. Pembalap berusia 20 tahun itu mengaku masih belum berminat untuk mentas di kelas MotoGP. Terlebih ia juga masih merasa nyaman berada di timnya saat ini, yakni Pons Racing.

“Ya, saya sudah mendengar kabar itu (rencana Suzuki memboyong Rins pada musim 2017). Namun saya tegaskan bahwa belum ada pembicaraan apa pun dengan mereka (manajemen Tim Suzuki) hingga saat ini,” ujar Rins, seperti dilansir BintangBoLa, Selasa (1/3/2016).

“Akan tetapi apa bila kabar itu memang benar adanya, maka saya sepertinya akan menolak tawaran tersebut. Sebab saya masih ingin meraih banyak prestasi di sini (kelas Moto2), dan belum tertarik berada di level tertinggi saat ini,” sambungnya.

“Selain itu, saya merasa sangat senang bisa berada di sini (Tim Pons Racing), terlebih semua orang di sini selalu membantu saya untuk terus berkembang. Saya merasa benar-benar sangat nyaman berada di tim ini,” imbuh pembalap asal Spanyol tersebut.