Toni Kroos

Laga Borussia Dortmund vs Real Madrid Suguhkan Pertarungan Kualitas Dua Liga

BeritaBintang –  Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, mengibaratkan laga kontra Borussia Dortmund sebagai pertarungan dua liga. Madrid bakal bertandang ke markas Dortmund pada Rabu 28 September 2016 dini hari WIB.

Keduanya akan saling berhadapan demi meraih kemenangan pada laga kedua fase Grup F Liga Champions 2016-2017. Menurut Kroos, laga kontra klub asal Jerman selalu menjadi ujian bagi Los Blancos –julukan Madrid.

Pada Liga Champions musim lalu, Madrid sempat menelan kekalahan 0-2 dari klub Bundesliga, Wolfsburg, di leg pertama babak perempatfinal. Beruntung, pada leg kedua, Madrid sukses mengukuhkan kemenangan 3-0 atas Wolfsburg.

“Kami sempat menelan kekalahan dari Wolfsburg. Namun pada akhirnya, kami memenangkan Liga Champions, tetapi kami tidak boleh melupakannya,” jelas Kroos, mengutip dari Agen Bola Terbaik, Selasa (27/9/2016).

“Pertarungan antara (klub) Spanyol dan Jerman adalah laga antara klub berkualitas. Kami adalah liga terbaik selain Liga Inggris. Liga Spanyol berada di puncak saat ini,” pungkas pria berusia 26 tahun itu kepada Vibol.Online

Madrid Wajib Setorkan Rp2,4 Triliun untuk Dapatkan Pogba

BeritaBintang – Tidak ada kata menyerah untuk Real Madrid yang menginginkan jasa Paul Pogba. Usaha Madrid untuk mendapatkannya pun mulai menemui secercah harapan karena Juventus selaku klub pemilik mulai goyah.

Seperti yang dilansir dari Panduan Judi Online, Minggu (19/6/2016), pihak Juve disebut sudah menentukan harga yang harus ditebus oleh Madrid jika ingin mendapatkan pemainnya tersebut. Tak tanggung-tanggung, Pogba dilabeli harga 160 juta euro atau sekira Rp2,4 triliun!

Dengan kata lain, Madrid harus memecahkan rekor transfer pemain jika memang menginginkan jasa pemain asal Prancis tersebut. Zinedine Zidane memang begitu menginginkan pemain berusia 23 tahun tersebut untuk berseragam Madrid musim depan.

Meski sudah memiliki Toni Kroos serta Luka Modric di lini tengah, Zidane merasa Madrid masih memerlukan kekuatan tambahan demi bisa meraih gelar La Liga serta mempertahankan gelar Liga Champions musim depan.

Meski memiliki potensi untuk berhasil, Zidane sadar akan risiko gagalnya negosiasi untuk mendapatkan pemain tersebut. Presiden Madrid, Florentino

Jerman vs Polandia Berakhir Imbang 0-0

BeritaBintang – Laga antara Jerman dan Polandia tak menghasilkan pemenang. Kedua tim sama-sama gagal menciptakan gol sehingga laga berakhir dengan skor 0-0.

Dalam laga di Stade de France, Saint-Denis, Jumat (17/6/2016) dinihari WIB, Jerman tampil dominan dengan penguasaan bola 63%. Meski demikian, tak banyak peluang bagus yang diciptakan Jerman di babak pertama.

Baru di babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Jerman dan Polandia bergantian menciptakan peluang. Namun buruknya penyelesaian akhir membuat kedua tim sama-sama gagal bikin gol.

Jerman tercatat melepaskan 15 tembakan sepanjang pertandingan. Namun hanya tiga di antaranya yang mengarah ke gawang. Sementara itu, dari tujuh tembakan Polandia, tidak ada yang on target seperti dilaporkan Bintangbola.co

Dengan hasil ini, Jerman dan Polandia sama-sama mengumpulkan empat poin dari dua angka. Namun Jerman unggul selisih gol dari Polandia. Posisi ketiga klasemen Grup C ditempati oleh Irlandia Utara dengan tiga poin. Hasil ini sekaligus memastikan Ukraina tersingkir dari Piala Eropa.

Jalannya Pertandingan

Jerman mendapat peluang pertama saat laga baru berjalan empat menit. Julian Draxler melepaskan umpan dari sisi kiri yang disambut sundulan oleh Mario Goetze. Tapi bola sundulan Goetze masih melambung di atas gawang.

Sampai laga berjalan sekitar seperempat jam, Jerman lebih banyak menguasai bola. Sementara itu, Polandia lebih banyak bertahan dan sesekali menyerang balik.

Jerman kembali mendapat peluang di menit ke-16. Thomas Mueller yang memenangi duel dengan Lukasz Piszczek di sisi kiri kemudian mengirim umpan mendatar ke dalam kotak penalti. Toni Kroos yang masuk dari lini kedua langsung menyambar bola, namun masih melebar dari gawang.

Jerman terus mendominasi permainan. Kendati demikian, Jerman masih kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Polandia. Sampai memasuki menit ke-40, belum ada tembakan Jerman yang mengarah ke gawang.

Sampai babak pertama usai, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim.

Memasuki babak kedua, Polandia langsung mengejutkan Jerman. Peluang emas diperoleh Arkadiusz Milik. Kamil Grosicki melepaskan umpan dari sisi kanan yang gagal diantisipasi oleh Jerome Boateng. Bola mengarah ke Milik yang ada di depan gawang, tapi dia gagal menjangkau bola dengan kepalanya.

Jerman langsung merespons. Umpan terobosan yang dilepaskan Toni Kroos jatuh ke kaki Goetze. Mendapat ruang di kotak penalti, Goetze kemudian melepaskan tembakan. Tapi tendangannya masih mengarah tepat ke Lukasz Fabianski.

Polandia mendapat kesempatan usai memperoleh tendangan bebas di dekat kotak penalti. Robert Lewandowski yang tampak seperti akan mengambil tendangan bebas kemudian menggulirkan bola kepada Milik. Sepakan keras dilepaskan oleh Milik, tapi masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Manuel Neuer.

Tak lama berselang, giliran Lewandowski yang mendapat peluang. Namun Boateng melakukan tekel tepat waktu untuk menggagalkan upaya Lewandowski yang punya ruang tembak sangat besar.

Kesulitan membongkar pertahanan Polandia, Jerman mencoba dengan tembakan dari luar kotak penalti. Namun upaya Kroos masih melambung di atas mistar gawang.

Milik kembali melewatkan sebuah peluang bagus di menit ke-68. Berdiri bebas di dalam kotak penalti, Milik justru gagal menyepak bola umpan dari Grosicki dengan sempurna.

Tak lama berselang, Jerman mendapat peluang lewat sepakan Oezil. Tapi Fabianski menepis bola dengan satu tangannya dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk Jerman.

Polandia mendapat tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Jerman. Grosicki menjadi eksekutor, tapi tendangannya masih melambung.

Di masa injury time, Jerman mendapat kesempatan usai memperoleh tendangan bebas di sisi kanan. Kroos mengirim bola ke kotak penalti, tapi bisa dihalau oleh Fabianski. Tak lama kemudian, wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain

Jerman: Neuer, Hoewedes, Boateng, Hummels, Hector, Kroos, Khedira, Mueller, Oezil, Draxler (Gomez 71′), Goetze (Schuerrle 66′)

Polandia: Fabianski, Piszczek, Glik, Pazdan, Jedrzejczyk, Blaszczykowski (Kapustka 80′), Krychowiak, Maczynski (Jodlowiec 76′), Grosicki (Peszko 87′), Milik, Lewandowski

Paul Pogba Jadi Target Utama Real Madrid Asuhan Zinedine Zidane

BeritaBintang – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sudah memiliki prioritas soal pemain yang bakal didatangkan pada bursa transfer musim panas 2016. Zizou –sapaan akrab Zidane– menjadikan gelandang Juventus, Paul Pogba, sebagai target utama timnya.

Seperti diberitakan Cara Bermain Judi Online , Senin (6/6/2016), Madrid bahkan berani mengeluarkan uang besar untuk membawa II Polpo –julukan Pogba– ke Stadion Santiago Bernabeu. Madrid tak segan mengeluarkan 100 juta euro atau sekira Rp1,5 triliun untuk mendaratkan pemain yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2013 tersebut.

Pogba tampil memikat semenjak didatangkan Juventus dari Manchester United pada bursa transfer musim panas 2012. Selama empat musim membela Bianconeri, Pogba sukses mencetak 34 gol dan 43 assisst dari 178 penampilan.

Selain itu, Pogba juga berhasil mempersembahkan empat trofi Serie A, dua Coppa Italia dan dua Supercoppa Italia bagi La Vecchia Signora. Jika berhasil didatangkan, persaingan di lini tengah Madrid bakal semakin memanas.

Sebab, saat ini Madrid sudah dihuni gelandang-gelandang jempolan macam James Rodriguez, Toni Kroos, Luka Modric, Isco Alarcon dan Casemiro. Namun, hal tersebut dapat menguntungkan Zizou karena memiliki pemain pelapis dan cadangan di lini tengah yang sama baiknya.

United Siap Salip City Dapatkan Toni Kroos

BeritaBintang – Gelandang sentral Real Madrid, Toni Kroos, diyakini merupakan target transfer Pep Guardiola ketika mulai menjabat sebagai nahkoda Manchester City nanti. Namun, dikabarkan Kamusjudi.com, Kamis (12/5/2016), Manchester United juga akan berupaya mendapatkan gelandang Timnas Jerman tersebut pada musim panas mendatang.

Kroos merupakan pemain yang hampir main di setiap pertandingan El Real di bawah asuhan Zinedine Zidane. Hanya Cristiano Ronaldo dan Keylor Navas yang menit bermainnya lebih banyak dari Kroos. Meski demikian, sang gelandang tetap dirumorkan kurang puas bermain bersama raksasa La Liga tersebut.

City dan United pun diyakini tanggap bahwasanya Kroos cukup tertarik dengan kerasnya kompetisi Premier League. Oleh karena itu, duo Manchester diyakini akan perang harga untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain.

Meski demikian, klub-klub peminat – termasuk juga Paris Saint-Germain, diyakini harus membayar mahal jika ingin mendapatkan jasa Kroos. Buy-out clause pemain berusia 26 tahun tersebut bersama Madrid sendiri adalah 233 juta pounds!

Bukan Ronaldo, Ini Pemain Kunci di Duel Madrid Vs Wolfsburg

BeritaBintang  –  Real Madrid wajib membalikkan ketinggalan 0-2 saat menjamu Wolfsburg pada leg kedua perempat final Liga Champions pada Rabu (13/4/2016). Dalam istilah Spanyol, Madrid membawa misi remontada di laga ini.

Di sisi lain, Madrid juga diharapkan bisa mengusung spirit Juanito di laga ini. Ya eks pemain Real Madrid ini pernah melakukan sebuah aksi monumental dengan golnya yang membuat Madrid balikkan skor di kompetisi Eropa.

Meski demikian, seperti dilansir goal.com, Madrid disarankan sebaiknya lupakan Juanito. Sebaliknya, Madrid lebih baik berharap kepada gelandang bertahan Casemiro. Gelandang asal Brasil ini diyakini menjadi pemain kunci di duel Madrid vs Wolfsburg, bukan Cristiano Ronaldo.

Sejak 1987 lawan Red Star Belgrade, Madrid ternyata tak pernah bisa membalikkan ketinggalan 0-2 di kompetisi Eropa. Itu saat Juanito masih bermain.

Spirit Juanito justru ditentang oleh anaknya sendiri Roberto. “Biarkan ayah saya tenang di alam sana, setiap kali namanya disebut Madrid selalu kalah,” kata Roberto.

Casemiro memang bukan pemain bintang. Namanya tak sementereng James Rodriguez atau Toni Kroos. Maka itu, dia kerap dipandang sebelah mata.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane juga awalnya meremehkan Casemiro. Namun belakangan, dia mulai menyadari pengaruh gelandang berusia 24 tahun itu.

“Casemiro bikin kami seimbang. Dia membantu pertahanan. Saat kami kuasai bola, kami harus cepat berpikir. Casemiro  banyak pikirkan itu,” ujarnya