Timnas Argentina

Simeone Buka Peluang Hijrah ke Premier League atau Serie A

BeritaBintang – Diego Simeone menyatakan dirinya tertarik melanjutkan karier kepelatihan di Inggris atau Italia. Dia juga cukup kecewa ketika gagal untuk kali kedua di final Liga Champions musim 2015-2016.

Isu hengkangnya Simeone menguap setelah Atletico dikalahkan Real Madrid di final Liga Champions pada Mei 2016. Hasil minor tersebut membuat pelatih berkebangsaan Argentina ini cukup trauma sehingga membutuhkan tantangan baru di Spanyol.

Dalam beberapa pekan terakhir, Simeone terus dikabarkan bakal menjadi pelatih Inter Milan bahkan Timnas Argentina. Dia pun tidak bisa menampik bahwa dirinya membutuhkan udara baru dalam kariernya.

“Saya adalah seorang pelatih muda sehingga berkarier di tempat lain adalah hal yang biasa terjadi. Terdapat banyak liga yang bisa memberikan tantangan luar biasa, tapi kompetisi Inggris dan Italia selalu lebih menarik,” kata Simeone, seperti dimuat Panduan Judi Online , Jumat (29/7/2016).

Simeone sedang memimpin Atletico di Australia untuk mengikuti turnamen pramusim, yakni International Champions Cup. Turnamen tersebut diikuti juga oleh Tottenham Hotspur, Melbourne Victory, dan Juventus.

Maradona Dukung Messi Istirahat dari Timnas Argentina

BeritaBintang BUENOS AIRES Kegagalan Lionel Messi mengantarkan Timnas Argentina menjuarai Copa America Centenario beberapa bulan lalu berdampak besar. Pemilik julukan La Pulga tersebut pun memutuskan untuk menyudahi pengabdian kepada negaranya itu.

Keputusan Messi mundur dari Timnas Argentina pun mendapatkan respons dari berbagai kalangan. Banyak yang meminta Messi untuk mengurungkan niatnya tersebut, tapi ada juga yang mendukung keputusannya.

Salah satu sosok yang mendukung keputusan Messi untuk pensiun dari Timnas Argentina adalah Diego Maradona. Namun ia hanya ingin bintang Barcelona tersebut untuk istirahat sejenak, bukan benar-benar pensiun membela negaranya di turnamen-turnamen besar.

“Saya masih belum berbicara dengan Leo mengenai keputusannya (mundur dari Timnas Argentina). Saya berharap bisa melakukannya dan memastikan padanya bahwa ia akan kembali ke sana di Piala Dunia 2018,” ucap Maradona, seperti dilansir TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (21/7/2016).

“Akan tetapi di atas semua itu, ia memang pantas mendapatkan istirahat. Terlebih, setelah musim berat bersama Barcelona dan juga kemudian ia masih harus bermain untuk Argentina di Amerika Serikat pada Juni,” tuntas pemilik gol ‘Tangan Tuhan’ tersebut.

Raul Gonzalez: Ronaldo dan Messi Ada di Planet yang Berbeda

BeritaBintang – Legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, ikut memberikan komentar mengenai dua pemain terbaik di dunia saat ini, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Raul menganggap, kedua pemain tersebut tidak bisa disamakan.

Sebab, baik Ronaldo dan Messi berada di planet yang berbeda. Apa yang mereka capai bersama tim nasional tidak bisa disamakan. Menurut Raul, Ronaldo hanya sedikit lebih baik karena bisa berprestasi bersama tim nasional.

Baru-baru ini, para pencinta sepakbola kembali membanding-bandingkan pencapaian Ronaldo dan Messi bersama negaranya. Ronaldo yang berhasil membawa Portugal juara Piala Eropa 2016 dinilai lebih baik dari Messi.

Sebab, pemain Barcelona itu kembali gagal mempersembahkan gelar bagi Timnas Argentina. Berlaga di Copa America Centenario 2016, La Pulga – julukan Messi – hanya mampu membawa Argentina hingga partai final. Sebab, mereka harus rela dikalahkan Cile pada laga final lewat drama adu penalti.

“Apa yang ia (Ronaldo) dan Messi lakukan tidak pernah bisa ditiru pemain manapun. Saya tidak bisa berbicara mengenai yang terjadi sebelumnya, tapi Cristiano dan Messi ada di planet yang berbeda. Mereka ada di tim nasional dan itu tidak mudah, tapi Cristiano membuat langkah besar dengan memenangkan Piala Eropa,” jelas Raul, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Sabtu (16/7/2016).

Messi Akan Berubah Pikiran soal Keputusan Pensiunnya

BeritaBintang – Mantan pelatih Argentina dan Barcelona, Cesar Luis Menotti, memprediksi Lionel Messi bakal menarik kata-katanya dan kembali bermain untuk Timnas Argentina. Ia yakin Messi bakal come back dari keputusan pensiun yang ia buat bulan lalu.

La Pulga – julukan Messi – memutuskan untuk gantung sepatu dari Tim Tango – julukan Argentina – setelah kembali gagal menjadi juara di ajang Copa America Centenario 2016. Itu merupakan kegagalan ketiga secara beruntun yang dialami oleh Messi di turnamen internasional.

Sebelumnya pada 2014 Messi juga gagal membawa Argentina menjadi juara di ajang Piala Dunia usai tumbang dari Jerman. Lalu pada 2015 pemain Barcelona tersebut juga urung membawa Argentina juara usai tumbang di tangan Cile di ajang Copa America.

“Ini adalah hal yang sulit untuk memberikan pendapat soal apa yang dikatakan oleh Messi. Ada waktunya ketika motivasi di tim nasional itu menghilang, dengan ribuan alasan yang saya tak bisa jelaskan,” ujar Menotti seperti disitat dari Bintangbola.co, Kamis (14/7/2016).

“Anda harus mendiskusikannya dengan Messi. Saya percaya banyak hal yang ia alami, dan saya percaya Messi akan mengubah pemikirannya,” tambahnya.

Sepakbola Tidak Lagi Sama Tanpa Kehadiran Messi

BeritaBintang – Bintang Barcelona, Neymar, berkomentar mengenai keputusan Lionel Messi untuk menggantung sepatunya dari Timnas Argentina. Dirinya menghormati keputusan yang diambil oleh rekan satu timnya tersebut. Namun, menurutnya sepakbola tak lagi sama tanpa sosok Messi.

Messi memutuskan untuk gantung sepatu selepas Tim Tango gagal meraih gelar juara di ajang Copa America Centenario 2016. Pada laga puncak, Messi dan kawan-kawan tumbang dari Cile lewat babak adu penalti.

Kekalahan tersebut memang terasa menyakitkan untuk La Pulga – julukan Messi. Bagaimana tidak? Sang pemain harus merasakan kegagalan pada dua laga final beruntun di ajang Copa America. Pada tahun lalu, Messi juga gagal meraih gelar juara setelah ditumbangkan Cile di laga final.

Selain itu, pada 2014 di ajang Piala Dunia di Brasil, Messi juga gagal mempersembahkan gelar juara setelah takluk di tangan Jerman. Messi mengaku sudah kehabisan cara untuk membawa Tim Tango berjaya.

“Saya menghormati keputusannya, tetapi sepakbola tanpa Messi bukan lah sepakbola. Sangat sulit membayangkannya tanpa sosok Messi,” kata Neymar seperti disadur dari Bintangbola.co, Senin (11/7/2016).

Rekor Golnya Dilewati Messi, Legenda Timnas Argentina Sedikit Kecewa

BeritaBintangBUENOS AIRESLegenda sepakbola Argentina, Gabriel Batistuta, tak memiliki pandangan buruk kepada Lionel Messi. Kendati, pemain Barcelona tersebut berhasil melewati rekor gol miliknya bersama Tim Tango.

Seperti diketahui, Messi sukses melewati rekor 53 gol milik Batistuta di Timnas Argentina. La Pulga sukses menceploskan satu gol ke gawang Venezuela di turnamen Copa America, alhasil ia membukukan 54 gol bagi negaranya.

Lantas mpemain berjuluk Batigol tersebut sedikit kecewa karena rekor gol miliknya dipecahkan. Sebab ia sempat berkorban untuk bisa dipanggil Timnas Argentina kala dibesut Daniel Passarella. Kendati demikian, Batistuta tak menolak apabila diberi kesempatan berduet dengan Messi di lini depan.

“Saya mengatakan kekecewaan soal rekor itu karena saya harus berkorban banyak demi bermain bagi Timnas. Saya bahkan sampai harus memotong rambut ketika Passarella menjadi pelatih. Saya juga harus melakukan banyak pengorbanan lainnya,” ucap Baristuta menukil TaruhanBolaOnline, Selasa (21/6/2016).

“ Siapa yang tak ingin bermain satu tim bersama Messi? Saya pasti ingin. Kami berdua bisa saling membantu di lini depan. Saya tidak punya kata yang tepat untuk menjelaskannya. Namun, Messi adalah pemain yang unik,”pungkas sosok berusia 47 tahun tersebut.

Lionel Messi Bawa Argentina Tantang Amerika Serikat di Semifinal Copa America Centenario 2016

BeritaBintangFOXBOROUGHTimnas Argentina memastikan diri lolos ke babak semifinal Copa America Centenario 2016 setelah mengandaskan perlawanan Venzuela dengan skor mencolok 4-1. Tim Tango – julukan Timnas Argentina – akan melawan tuan rumah Amerika Serikat yang sudah lebih dulu lolos ke semifinal.

Yang menjadi aktor pada pertandingan Argentina kontra Venezuela tidak lain dan tidak bukan adalah sang kapten, Lionel Messi. Torehan satu gol serta dua assistnya membuat Argentina merebut satu tiket semifinal.

Gol pertama Argentina lahir di menit delapan melalui kaki Gonzalo Higuain. Pemain Napoli tersebut sukses mengonversi umpan lambung Messi dari tengah lapangan. Selang 10 menit, Higuain kembali mencatatkan namanya di papan skor dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Memasuki interval kedua, Tim Tango menggila. Albiceleste – julukan Timnas Argentina – sukses menambah dua gol lagi melalui Messi dan Erick Lamela di menit 71.

Partai semifinal antara tuan rumah Amerika Serikat kontra Argentina akan tersaji di NRG Stadium pada Rabu 22 Juni 2016.

Messi Cetak Hattrick, Argentina Bantai Panama 5-0!

BeritaBintang – Lionel Messi mengeluarkan kekuatan magisnya ketika membela Timnas Argentina di pertandingan melawan Panama dalam Grup D Copa America Centenario, dilaporkan Panduan Judi Online Sabtu (11/6/2016). Megabintang berjuluk La Pulga tersebut mencetak hattrick untuk mengantarkan Tim Taango menang dengan skor 5-0.

Tanda-tanda Argentina bakal mencetak banyak gol sudah terjadi setelah Nicolas Otamendi membuka skor pada menit 7. Pemain bertahan yang membela Manchester City itu mencetak gol usai menyambut tendangan bebas Angel di Maria.

Usaha Panama untuk menyamakan skor semakin sulit setelah Godoy menerima kartu kuning kedua pada menit 31 yang mengharuskan dia keluar pertandingan. Setelah itu, Argentina kian gencar menggempur pertahanan Panama.

Seisi stadion seketika riuh saat Lionel Messi masuk menggantikan Augusto Fernandez pada menit 61. Baru masuk lapangan tujuh menit, penyerang Barcelona ini langsung mencetak gol usai menyambut umpan Gonzalo Higuain.

Messi kembali mencantumkan nama di papan skor pada menit 78. Hebatnya, kali ini dia menaklukkan Jaime Penedo melalui tendangan bebas yang sangat akurat.

Stadion Soldier Field kembali bergemuruh setelah Messi lagi-lagi mencetak gol pada menit 87. Tiga menit kemudian giliran Sergio Aguero yang mencetak gol untuk menambah keunggulan Argentina atas Panama menjadi 5-0.

Kemenangan ini membuat Argentina memastikan satu tiket ke babak perempatfinal Copa America Centenario. Selanjutnya, Albiceleste akan melawan Bolivia pada Rabu 16 Juni 2016.

Susunan Pemain

Argentina: Romero; Mercado, Otamendi, Funes Mori, Rojo; Augusto, Mascherano, Banega; Gaitan, Di Maria/Lamela, Higuain/Aguero.

Panama: Penedo; Machado, Baloy, Henriquez, Miller; Cooper/Arroyo, Godoy, Pimentel/Camargo, G. Gomez, Quintero; Perez/Tejada.

Timnas Argentina Terlalu Berharap Banyak kepada Messi

BeritaBintang –Legenda sepakbola Brasil, Pele, menilai Timnas Argentina terlalu berharap banyak kepada Lionel Messi. Menurutnya, Timnas Argentina saat ini terlalu bertumpu kepada megabintang Barcelona tersebut.

Di Copa America Centenario 2016, Messi menyandang status kapten Timnas Argentina. Sayang, ia tidak tampil dalam pertandingan perdana Timnas Argentina melawan Timnas Cile. Pria asal Argentina itu terpaksa absen karena masih didera cedera punggung.

Pele menilai sebagai seorang kapten Timnas Argentina, Messi tidak berhasil menunjukkan karekter sebagai seorang pemimpin. Ia menyatakan Timnas Argentina saat ini terlalu mengandalkan sosok bintang Barcelona tersebut.

“Dia tidak seperti kami saat dulu. Di tahun ‘70-an, Brasil memiliki pemain yang sangat bagus seperti Rivellino, Gerson, dan Tostao,” tutur Pele, seperti dikabarkan Taruhan Bola Online, Jumat (10/6/2016).

“Tidak seperti Argentina saat ini yang terlalu bergantung kepada Messi. Messi adalah pemain yang bagus, itu tidak dapat terbantahkan. Namun, dia tidak memiliki karakter,” lanjutnya.

Dybala Tak dapat Restu dari Juventus untuk Membela Timnas Argentina

BeritaBintang – Penyerang Juventus, Paulo Dybala tak mendapat restu dari klubnya untuk membela Timnas Argentina di Olimpiade Rio 2016. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Umum, Bianconeri, Giuseppe Marotta.

Sebenarnya, Dybala berharap ingin masuk dalam skuad Argentina pada ajang Copa America 2016. Namun, pelatih Gerardo Martino hanya menyertakan namanya untuk ajang Olimpiade.

Tak ayal, Marotta mengambil langkah menghalangi keinginan sang pemain. Sebab pihak klub bisa mengambil keputusanberdasarkan aturan FIFA.Dasarnya, Olimpiade bukan termasuk dalam agenda badan tertinggi sepakbola dunia tersebut.

“Berdasarkan aturan FIFA, kami bisa melarangnya pergi. Kami berhasrat untuk mempertahankan dia di sini karena Olimpiade bersamaan dengan musim baru,” kata Marotta mengutip Panduan Judi Online, Selasa (31/5/2016).

Dybala merupakan salah satu pemain kunci Juventus pada musim lalu. Ia sukses menggelontorkan 23 gol dari 46 kali bertanding pada musim pertamanya. Tak ayal, dari catatan tersebut, wajar jika juara bertahan Serie A itu tak ingin kondisi penyerangnya terkuras.