Tim Yamaha Tech

Komentari Hasil GP Jerman, Zarco: Saya Bisa Finis Lima Besar jika Mulai dari Baris Kedua!

BeritaBintangKomentari Hasil GP Jerman, Zarco: Saya Bisa Finis Lima Besar jika Mulai dari Baris Kedua!

Menutup gelaran MotoGP Grand Prix (GP) 2017 di Jerman, pembalap anyar Tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco, masih menyisakan satu kekecewaan di hatinya. Tampil di Sirkuit Sachsenring, Zarco sendiri hanya puas menyelesaian balapan di urutan sembilan.

Pembalap asal Prancis itu pun mengatakan dirinya bisa berkompetisi untuk mengamankan posisi finis lima besar dengan grid awal yang lebih baik. Kala melakukan sesi kualifikasi, Zarco tidak mampu mengamankan baris depan.

[ Baca Juga : ” Aktris Korea Claudia Kim Bakal Main di Fantastic Beasts 2 ” ]

Sementara rekan setimnya, Jonas Folger, bernasib lebih baik dan mampu menjadi runner-up pada balapan di sirkuit sepanjang 3,7 km itu. Zarco kembali berujar dirinya kecewa tidak mampu melaju seperti lebih baik ketimbang Folger.

“Jika saya mulai balapan layaknya Folger di baris kedua, tentunya hasil yang didapat akan jauh lebih baik. Saya rasa saya bisa finis di urutan keempat atau kelima,” ucap Zarco percaya diri, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/7/2017).

“Tapi saya melaju di sepanjang akhir pekan di Jerman ini dengan catatan waktu sekira 1 menit 22 detik. Folger melaju lebih cepat dari catatan waktu saya saat race, jadi saya tidak mungkin tampil di podium seperti yang diraihnya,” tandas rider berusia 26 tahun itu.

Miliki Masalah dengan Ban, Zarco Gagal Tampilkan Performa Terbaik

BeritaBintangMiliki Masalah dengan Ban, Zarco Gagal Tampilkan Performa Terbaik

Pembalap pendatang baru milik Tim Yamaha Tech 3, gagal menunjukkan performa terbaiknya saat mentas di Sirkuit Mugello, Italia. Hal itu dikarenakan, Zarco hanya mampu finis di tempat ketujuh.

Mengawali balapan dari posisi ke-11, diakui oleh Zarco bukanlah hal yang mudah untuk menerobos ke jajaran depan. Selain itu, juara dunia Moto2 sebanyak dua kali itu juga mengaku memiliki masalah dengan ban yang digunakannya, yang membuat dirinya gagal tampil apik.

[ Baca Juga : ” Warner Bros Restui Pembuatan Film Voldemort versi Fans ” ]

“Ini rumit karena memulai balapan dari posisi 11, dan saya biasanya kuat pada awal balapan, karena pada GP sebelumnya, saya menggunakan ban yang sedikit lebih soft dari lawan-lawan saya,” jelas Zarco, seperti diberitakan AGEN BOLA, Selasa (6/6/2017).

Pada balapan di Mugello, Zarco tidak menggunakan ban soft. Cuaca yang panas, mengahruskan pembalap asal Prancis itu berlaga dengan ban yang lebih hard. Zarco menilai, hal itulah yang mempengaruhi penampilannya di lintasan.

“Kali ini, karena cuaca cukup panas untuk balapan, kami menggunakan ban hard, dan itu merupakan alasan saya tidak dapat memulai balapan dengan cepat. Namun, itu merupakan sebuah solusi untuk menyelamatkan akhir balapan dengan baik. Saya memiliki beberapa masalah untuk membalap (Andrea) Iannone, dan itulah momen saya kehilangan waktu,” pungkas Zarco.

Juarai Moto2 2015 dan 2016, Johann Zarco Dipuji Jorge Lorenzo

BeritaBintangJuarai Moto2 2015 dan 2016, Johann Zarco Dipuji Jorge Lorenzo

Penampilan gemilang pembalap pendatang baru milik Tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco, kerap mendapat pujian dari berbagai pihak. Salah satunya pujian itu datang dari pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo.

Pembalap berpaspor Spanyol itu menilai bahwa Zarco adalah pembalap yang luar biasa. Lorenzo pun mengakui kemampuan Zarco yang berhasil menjuarai kelas Moto2 selama dua tahun terakhir sebelum naik ke kelas MotoGP tahun ini.

[ Baca Juga : ” Jadi Cameo di King Arthur: The Legend of the Sword, David Beckham Tak Dikenali ” ]

“Jika dia adalah juara dua kali di kelas Moto2, itu karena dia hebat, sangat hebat,” puji Lorenzo, seperti diberitakan AGEN BOLA, Sabtu (13/5/2017).

Kendati demikian, Lorenzo, yang merasa lebih berpengalaman di kelas MotoGP ketimbang Zarco, mencoba memberi peringatan kepada pembalap berpaspor Prancis itu. Melihat gaya balap Zarco yang agresif, Lorenzo pun mengingatkannya untuk berhati-hati karena motor yang dikendarai di MotoGP berbeda dengan Moto2.

“Dia harus lebih sedikit berhati-hati karena motor berukuran lebih besar dan mereka memiliki inersia lebih banyak ketimbang motor Moto2. Namun, selain itu, saya sangat menyukai sikapnya, dan dia benar-benar pembalap yang hebat,” tukas Lorenzo.

Folger Percaya Penuh kepada Yamaha

BeritaBintang –Pembalap Moto2, Jonas Folger, mengungkapkan siap bertarung di MotoGP 2017 bersama Tim Monster Yamaha Tech 3. Folger menyatakan percaya penuh dengan para teknisi yang ada di dalam tim barunya tersebut.

Menurut Folger, para teknisi Tim Yamaha Tech 3 akan tahu apa yang dibutuhkan seorang rookie seperti dirinya untuk menjalani musim debut di MotoGP musim depan. Karena itu, pembalap berusia 22 tahun tersebut akan menyerahkan hal-hal yang masih baru baginya kepada tim.

Salah satu hal yang pasti diserahkan Folger adalah terkait perangkat elektronik (ECU). Rider asal Bavaria, Jerman, itu mengungkapkan sama sekali belum paham tentang ECU sehingga masih butuh banyak waktu untuk mempelajarinya.

“Saya harus menyerahkan segalanya kepada tim saya untuk aspek yang satu itu (ECU). Saya pikir tim akan sangat tahu setting-an apa yang dibutuhkan seorang rookie di atas trek,” ujar Folger, seperti dimuat Indowins, Jumat (13/5/2016).

“Tim tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk rookie. Herve (Poncharal, bos Yamaha Tech 3) dan tim pernah merasakan Bradley Smith dan Pol Espargaro sebagai dua rookie. Mereka tahu apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.