Tim Yamaha

Brie Larson Akui Tertekan Perankan Captain Marvel

BeritaBintangBrie Larson Akui Tertekan Perankan Captain Marvel

Brie Larson mengemban tanggung jawab besar ketika ditunjuk oleh Marvel untuk memerankan tokoh superhero wanita mereka, Captain Marvel. Selain karena akan menjadi film superhero wanita pertama bagi Marvel, Captain Marvel juga adalah salah satu karakter yang sangat dicintai oleh para penggemar.

Larson pun mengaku sangat tertekan memerankan tokoh tersebut. Ia harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk memuaskan para penggemar Captain Marvel yang selama ini hanya dikenal di dalam buku komik.

“Aku merasakan tekanan di dalamnya, ini adalah sebuah karakter yang dicintai oleh orang-orang dan dijadikan insipirasi dan aku mengerti itu. Jadi, aku ingin melakukannya dengan baik. Aku ingin orang-orang merasakan karakter tersebut (Captain Marvel) dihargai,” ucapnya seperti dilansir BIOSKOP ONLINE, Selasa (1/8/2017).

[ Baca Juga : ” Vinales Disebut Kurang Diberikan Motivasi oleh Tim Yamaha, Ini Respons sang Pelatih ” ]

Captain Marvel akan mengambil setting di tahun 1990-an, bahkan sebelum Iron Man muncul. Film ini juga akan kembali menampilkan sosok Samuel L Jackson yang sukses sebagai Nick Fury. Pada film ini, penonton akan disuguhkan tokoh Nick tanpa penutup mata seperti dalam film Avengers sebelumnya.

Penampilan Nick dengan dua mata menjadi salah satu daya pikat dari film Captain Marvel.

Penonton merasa penasaran bagaimana Nick mendapatkan luka-luka di wajahnya dan bahkan harus kehilangan satu bola matanya.

Jackson merasa beruntung dapat bekerja sama dengan Brie Larson, yang notabene adalah peraih Piala Oscars berkat film Room. Ia melontarkan pujian langsung kepada Larson atas kualitas akting dan dedikasinya yang tinggi.

Captain Marvel sendiri baru akan tayang pada tahun 2019 mendatang. Saat ini fokus Marvel Studios masih akan berlanjut pada pertempuran besar-besaran para superheronya melawan Thanos dalam film Avengers: Infinity Wars.

Tampil Kompetitif di MotoGP 2017, Zarco Dipuji Pelatih Vinales

BeritaBintangTampil Kompetitif di MotoGP 2017, Zarco Dipuji Pelatih Vinales

Performa salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, di empat seri perdana kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang cukup mengesankan. Dari tujuh seri yang sudah berlalu, Zarco telah meraih satu podium.

Keberhasilan Zarco tersebut diraihnya ketika mengaspal di MotoGP seri Prancis. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans tersebut, ia menyelesaikan race di peringkat kedua atau berada tepat di belakang pembalap Tim Movistar Yamaha, yakni Maverick Vinales.

[ Baca Juga : ” Swordsman, Debut Film Korea Joe Taslim Siap Jalani Syuting ” ]

Mengetahui kondisi tersebut membuat pelatih balap dari Vinales di Tim Yamaha, yakni Wilco Zeelenberg, memberikan pendapatnya. Ia mengaku sangat terkesan dengan kiprah Zarco di MotoGP 2017.

“Sejak tahun lalu, saya sudah terkesan oleh Johann. Saya sudah memprediksi ia akan berada di lima besar. Inilah yang saya perkirakan,” puji Zeelenberg, seperti dilaporkan oleh AGEN BOLA, Minggu (18/6/2017).

“Kinerjanya semakin baik dari dugaan kita semua, dan berdasarkan hal ini, kami sangat senang ia bergabung dengan Keluarga Yamaha dan saya berharap ia terus seperti ini,” tuntas pria berkebangsaan Belanda tersebut.

Sempat Memimpin Balapan, Zarco Puas Huni Posisi Kedua di Le Mans

BeritaBintangSempat Memimpin Balapan, Zarco Puas Huni Posisi Kedua di Le Mans

Penampilan salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, ketika mengaspal di seri kelima MotoGP musim 2017 memang cukup impresif. Bagaimana tidak pada balapan itu, Zarco mampu meraih podium kedua.

Zarco sendiri memang menjalani balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Le Mans tersebut dengan performa yang luar biasa. Bahkan ia sempat memimpin race pada saat lap-lap awal. Namun posisi Zarco itu tak bertahan lama usai duo pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, menyalipnya.

[ Baca Juga : ” VIDEO: Nih, Kemampuan Baru Bumblebee di Transformers: The Last Knight ” ]

Zarco pun akhirnya menyelesaikan balapan di MotoGP Prancis dengan menempati urutan kedua. Meski gagal meraih podium pertama, Zarco merasa tetap puas, dan memberikan pujiannya kepada Vinales yang menjadi juara di MotoGP Prancis.

“Itu adalah pekerjaan yang luar biasa dari Maverick. Sebab kemenangan ini sangatlah penting untuk Tim Yamaha. Sementara untuk saya, ini adalah balapan yang sangat luar biasa,” jelas Zarco, seperti dilaporkan oleh AGEN BOLA, Senin (22/5/2017).

“Balapan ini memberikan pengalaman yang luar biasa dengan saya yang sempat memimpin balapan untuk beberapa lap. Sungguh, saya merasa sangat senang dengan apa yang raih di akhir pekan ini,” tuntas pembalap berkebangsaan Prancis tersebut.

Sportpedia: Lorenzo Ungguli Rossi dan Vinales di Tiga Race Awal Bareng Yamaha

BeritaBintangSportpedia: Lorenzo Ungguli Rossi dan Vinales di Tiga Race Awal Bareng Yamaha

Lorenzo sukses menjuarai MotoGP musim 2010, 2012, dan 2015 saat masih bersama Tim Yamaha. Bahkan, Lorenzo berhasil mengungguli Valentino Rossi dan Maverick Vinales di race awal MotoGP.

Lorenzo bergabung dengan Tim Fiat Yamaha pada kompetisi MotoGP 2008. Saat itu, X-Fuera –julukan Lorenzo– selalu meraih podium di tiga seri awal musim 2008.

[ Baca Juga : ” Drama Lee Min Ho & Park Min Young Ternyata Populer di Korea Utara ” ]

Pada seri perdana MotoGP 2008 di Sirkuit Losail, Qatar, Lorenzo finis di posisi dua. Sementara podium pertama diraih pembalap Ducati, Casey Stoner. dikutip dari AGEN BOLA

Di seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Lorenzo kembali meraih podium. Kali ini, ia menempati urutan ketiga.

Akhirnya, Lorenzo berhasil meraih podium utama pada seri ketiga MotoGP 2008 di Sirkuit Estoril, Portugal. Dengan pencapain tersebut, Lorenzo mengoleksi 61 poin.

Sementara itu, Rossi memulai debut bersama Yamaha sejak 2004. Tiga seri awal Rossi tidak sementerang Lorenzo. Ia hanya mengumpulkan 51 poin.

Pada seri perdana MotoGP 2004, The Doctor –julukan Rossi– berhasil meraih podium pertama di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan. Namun, pada dua race berikutnya, pembalap berpaspor Italia itu hanya mampu finis di urutan empat pada Grand Prix (GP) Spanyol dan Prancis.

Sedangkan, pembalap anyar Tim Movistar Yamaha yakni Vinales memulai debut di MotoGP 2017. Ia memperoleh 50 poin dari dua kali menjuarai GP Qatar dan Argentina. Saat tampil di Austin, Amerika Serikat, pembalap berusia 22 tahun itu gagal finis sehingga tidak mendapat poin.

Hati-Hati Kejutan Vinales Bersama Yamaha, Rossi!

BeritaBintang –  Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi memang bakal memiliki duet baru di MotoGP musim 2017. Jika di musim ini ia bertandem dengan Jorge Lorenzo, pada tahun depan The Doctor akan berduet dengan Maverick Vinales.

Keputusan manajemen Tim Yamaha menunjuk Vinales sebagai suksesor Lorenzo memang sempat menuai perdebatan di beberapa kalangan. Alasannya, Vinales disebut-sebut belum berada di level untuk memperkuat tim seperti Yamaha tahun depan.

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio. Ia justru menyarankan agar Rossi tidak terlalu memandang remeh Vinales bersama Tim Yamaha tahun depan.

“Valentino Rossi memang seorang pembalap yang sangat kuat, dan juga berpengalaman. Akan tetapi, saya memperingati agar ia tetap mewaspadai Maverick Vinales di Tim Yamaha tahun depan,” ungkap Brivio, seperti disadur Agen Casino Online, Sabtu (1/10/2016).

“iVnales juga akan memberikan stimulasi bagi Rossi untuk tampil bagus. Pada musim depan, Rossi akan tetap memiliki rekan setim yang hebat dan sama kuat dengannya,” tandasnya kepada Kamusjudi.com

Lima Balapan Terbaik Sepanjang Karier Valentino Rossi

BeritaBintang –  PEMBALAP Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, seakan sudah menjadi ikon dunia balap motor. Namanya sudah begitu dikenal banyak orang, sekalipun mereka bukan pencinta MotoGP, dunia yang telah membesarkan nama Rossi.

Total dari kelas 125cc hingga MotoGP, sejauh ini Rossi sudah menjadi juara dunia sebanyak sembilan kali, meraih 106 kemenangan, 186 podium, dan 59 pole position. Semua itu diraih The Doctor -julukan Rossi- dalam 343 grand prix yang sudah diikutinya.

Dari 343 grand prix yang sudah diikuti, ada beberapa grand prix yang dinilai berkesan untuk rider yang kini berusia 37 tahun tersebut. Berikut lima balapan terbaik sepanjang karier Rossi, sebagaimana dimuat laman resmi Prediksi Bola Jitu, Rabu (21/9/2016):

1. GP Australia 2001

Pada 2001, nama 500cc terakhir kalinya diberlakukan di kelas utama, sebelum akhirnya berubah menjadi MotoGP. Meski demikian, di musim inilah Rossi mampu menyabet gelar kelas utama pertamanya.

Gelar kelas 500cc di musim 2001 dipastikan jadi milik Rossi setelah ia mampu memenangkan GP Australia. Tak mudah bagi VR46 berjaya pada balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Phillip Island tersebut. Sebab, ia harus bertarung sengit dengan Max Biaggi sebelum akhirnya menang dengan perbedaan waktu hanya 0,013 detik.

2. GP Afrika Selatan 2004

Setelah tiga musim beruntun juara dengan Honda, Rossi memutuskan pindah ke Yamaha pada 2004. The Doctor pun diharapkan bisa memberikan kemenangan untuk Yamaha yang saat itu sudah 18 bulan tidak pernah berjaya di balapan.

Rossi pun membuktikan kepada publik bahwa dirinya memang luar biasa. Rider berkebangsaan Italia itu meraih kemenangan di seri pertama MotoGP 2004, yakni GP Afrika Selatan. Di seri itu pula, ia menjadikan dirinya sebagai pembalap pertama yang mampu memenangkan kelas utama dua kali beruntun bersama tim pabrikan yang berbeda.

3. GP Spanyol 2005

Rossi memulai MotoGP 2005 dengan kemenangan. Kemenangan di GP Spanyol yang didapatnya saat itu terasa sangat istimewa lantaran dirinya mampu mengalahkan pembalap tuan rumah, Sete Gibernau, setelah sempat bertarung sengit.

Tidak mudah bagi Rossi mengalahkan Gibernau. Bagaimana tidak, The Doctor terus-menerus mendapat sorakan dari para pendukung Gibernau. Meski demikian, VR46 sekali lagi mampu membuktikan kualitasnya dengan menjadi yang tercepat di akhir balapan.

4. GP Amerika Serikat 2008

Di GP Amerika Serikat 2008, Rossi bertarung sengit dengan pembalap Tim Ducati saat itu, yakni Casey Stoner. Stoner yang sedang mempertahankan gelar juaranya di 2007, berusaha tampil dengan sempurna. Tapi, Rossi tak mau kalah begitu saja.

Rossi tampil dengan begitu menekan Stoner. Pada akhirnya, kemenangan pun menjadi milik The Doctor. Kemenangan ini menjadi titik balik Rossi untuk meraih kemenangan di seri-seri selanjutnya, hingga akhirnya menjuarai MotoGP 2008.

5. GP Catalunya 2009

Kedatangan Jorge Lorenzo ke Tim Yamaha di 2008, ternyata mampu menjadi ancaman bagi Rossi di 2009. Lorenzo dengan luar biasa mampu membuat The Doctor harus berjuang keras apabila tidak ingin kalah dari si anak baru.

Di GP Catalunya 2009-lah pertarungan sengit antara Rossi dan Lorenzo mulai terlihat. Keduanya tampil begitu luar biasa dan saling menyalip satu sama lain. Pada akhirnya, Rossi pun mampu menjadi yang tercepat, mengalahkan X-Fuera -julukan Lorenzo- yang tertinggal 0,095 detik.

Smith Girang Kembali Berkolaborasi dengan Espargaro di Tim KTM

BeritaBintang – Kolaborasi antara Bradley Smith dan Pol Espargaro memang bakal kembali berlanjut di gelaran MotoGP musim 2017. Namun bukan bersama Tim Monster Yamaha Tech 3 seperti musim ini, melainkan di tim pendatang baru, yakni KTM.

Seperti diketahui, Espargaro resmi memutus kerja sama dari Tim Monster Yamaha Tech 3 yang sudah terjalin hampir tiga tahun. Pembalap asal Spanyol tersebut lalu memilih bergabung dengan Tim KTM dengan durasi kontrak hingga MotoGP 2018 berakhir.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Smith beberapa saat lalu. Ia pun mengaku sangat senang dengan keputusan manajemen Tim KTM yang memilih nama Espargaro sebagai tandemnya di MotoGP 2017.

“Ya, tentu saja itu (kembali bekerja sama dengan Espargaro) merupakan hal yang menyenangkan. Terlebih kami sudah mengetahui seperti apa karakter masing-masing,” ucap Smith, seperti dikutip dari Panduan Judi Online  Sabtu (4/6/2016).

“Kami sudah bersama-sama di Tim Yamaha hampir tiga musim, dan kami akan kembali menjadi tandem di KTM untuk dua tahun. Saya tidak sabar untuk menantikan momen itu,” tutup pembalap berkebangsaan Inggris tersebut.

Lorenzo: Terima Kasih, Yamaha!

BeritaBintang –Kisah manis sejak 2008 yang tercipta antara Jorge Lorenzo dengan Tim Movistar Yamaha memang sudah berada di ambang akhir cerita. Terhitung mulai tahun depan X-Fuera dipastikan takkan berada lagi di dalam paddock Tim Yamaha.

Sebab,m Lorenzo sudah dipastikan bakal berlabuh bersama salah satu rival abadi Tim Yamaha, yakni Tim Ducati. Bersama Ducati, pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut dikontrak untuk dua musim gelaran MotoGP.

Dalam kurun waktu delapan tahun berada di sisi Tim Yamaha, hampir tak terhitung kenangan manis atau pun pahit yang dialami oleh Lorenzo. Mulai dari gelar juara dunia kelas MotoGP pertama, hingga persaingan sengit antara dirinya dengan Valentino Rossi menghiasi perjalanan karier Lorenzo di Tim Yamaha.

Dengan sejumlah kenangan tersebut, sehingga sangat wajar apabila Lorenzo memiliki hutang budi yang sangat besar dengan Tim Yamaha. Maka dari itu, Lorenzo pun mengutarakan rasa terima kasihnya kepada seluruh orang-orang yang berada di tim pabrikan asal Jepang tersebut.

“Tidak ada yang bisa saya katakan selain terima kasih kepada seluruh aspek yang ada di Tim Yamaha. Kami telah melalui banyak kenangan sebagai sebuah keluarga, dan itu takkan mudah untuk dilupakan,” ucap Lorenzo, seperti dilaporkan oleh Speedweek, Kamis (21/4/2016).

“Selain itu apa yang kami raih dalam delapan tahun terakhir, semua berada di luar ekspektasi kami sebelumnya. Jadi saya berharap tim ini akan tetap berada di posisi positif dalam persaingan di waktu yang datang,” tuntas pembalap berusia 29 tahun tersebut.