Tim Suzuki Ecstar

Guna Tampil Lebih Kompetitif, Suzuki Siap Tambah Armada di MotoGP 2018

BeritaBintang Guna Tampil Lebih Kompetitif, Suzuki Siap Tambah Armada di MotoGP 2018

Hasil kurang memuaskan harus dituai oleh Tim Suzuki Ecstar dalam gelaran MotoGP 2017. Pasalnya, hingga memasuki jeda kejuaraan, tim pabrikan asal Jepang itu masih belum mampu bersaing dengan tim-tim lainnya.

Bahkan lebih buruk lagi, pembalap mereka, yakni Andrea Iannone, kini ditimpa kabar tak sedap mengenai kepindahan dirinya ke tim lain. Berita tersebut mencuat lantaran Iannone dinilai tak tampil maksimal di setiap balapan.

Menyangkal kabar miring tersebut, Iannone menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan yang terbaik untuk Suzuki. Pembalap yang identik dengan nomor motor 29 itu bahkan membeberkan bahwa ia akan tetap berada di Suzuki pada musim depan.

[ Baca Juga : ” Isu Cinta di Balik Kerjasama Valkyrie dan Grandmaster di Thor: Ragnarok ” ]

Tidak hanya itu, untuk meyakinkan banyak pihak, Iannone juga menerangkan bahwa ia telah berdiskusi dengan bos Suzuki, yakni Davide Brivio, kala berada di Sachsenring. Pertemuan tersebut dibeberkan Iannone yang membahas soal masa depannya dan juga rencana tim di musim 2018, di mana mereka akan membuat tim satelit.

“Kami bertemu saat berada di Sachsenring dan membuat permasalahan ini jelas bahwa saya ingin tetap lanjut di sini. Kami harus percaya dengan diri kami,” beber Iannone, seperti dilansir AGEN BOLA, Rabu (26/7/2017).

“Kami berulang kali mengatakan kepada presiden bahwa kami butuh empat motor di lintasan, dan saya pikir hal itu akan terjadi,” tutup Iannone.

Iannone Gagal Mentereng Bersama Suzuki, Crutchlow: Dia Masih Butuh Penyesuaian

BeritaBintang Iannone Gagal Mentereng Bersama Suzuki, Crutchlow: Dia Masih Butuh Penyesuaian

Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, angkat bicara soal penampilan yang kurang mentereng dari rider Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone. Di musim ini, Manic joe –julukan Iannone– berada dalam posisi yang kurang baik di tabel klasemen.

Hingga sembilan seri MotoGP 2017 berlangsung, Iannone berada di posisi 16 dengan koleksi 28 poin. Namun, pembalap asal Inggris itu memaklumi performa Iannone yang menurun di musim ini.

Sebab Crutchlow menilai bahwa Iannone butuh waktu untuk bisa memiliki kenyamanan saat menunggangi GSX-RR –nama motor Suzuki. Maklum saja, pembalap asal Italia itu telah merasa nyaman dengan mengendarai motor Ducati selama empat musim.

[ Baca Juga : ” Nuansa Lebih Asyik, Kingsman: The Golden Circle Rilis Trailer Baru ” ]

“Saya tahu cara dia membalap, karena kami berada di Ducati dalam periode yang sama. Dia bisa melakukan beberapa hal menakjubkan seperti cara Anda menggunakan gas dan rem di saat yang bersamaan,” ujar Crutchlow, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (22/7/2017).

“Dan penampilan buruknya itu membuang bakat alaminya. Tapi tidak ada yang peduli dengan hal itu. Jadi Iannone tidak akan mudah untuk melalui empat tahun bersama Ducati ke Suzuki. Anda harus mengubah kebiasaan Anda karena jelas motor sangat berbeda. Semoga kami dapat menunjukkan kemampuan kami,” tambahnya.

Berbeda dengan Iannone, Crutchlow justru bisa tampil dengan cukup baik musim ini. Hingga sembilan seri MotoGP 2017 berlangsung, Crutchlow berada di posisi 10 dengan 64 angka.

Iannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

BeritaBintangIannone: Saya Sangat Menyukai Lintasan di Le Mans

Kiprah salah satu pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, di kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang belum benar-benar menjanjikan. Pasalnya dari keempat seri yang sudah berlalu, Iannone masih belum pernah menyelesaikan balapan di posisi lima besar.

Bahkan pada balapan teranyar di MotoGP seri Jerez, Iannone gagal menyelesaikan balapan. Ia mengalami crash ketika baru melalui sembilan lap, padahal Iannone sempat tampil kompetitif di papan atas.

[ Baca Juga : ” Nasib Naruto Mulai Terungkap di Serial Boruto ” ]

Meski begitu tidak lantas membuat Iannone pesimis terkait peluangnya jelang balapan di Le Mans. Ia mengaku cukup optimis bisa meraih hasil lebih baik, lantaran sangat menyukai karakter yang ada di sirkuit itu.

“Saya sungguh sangat menyukai karakter lintasan di sini (Le Mans). Jadi saya berharap saya bisa menikmati balapan pada akhir pekan nanti dengan nyaman,” ucap Iannone, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Kamis (18/5/2017).

“Terlebih saya merasa bahwa meraih poin di sini sangatlah penting untuk kami, terutama kepercayaan diri saya usai balapan yang buruk di Jerez,” tuntas pembalap berjuluk Maniac Joe tersebut.

Pulang dengan Tangan Kosong di GP Argentina, Alex Rins Move On ke GP Amerika Serikat

BeritaBintangPulang dengan Tangan Kosong di GP Argentina, Alex Rins Move On ke GP Amerika Serikat

Tak hanya mengalami cedera selama tiga hari di gelaran Grand Prix (GP) Argentina 2017, pembalap Tim Suzuki Ecstar, Alex Rins juga harus menerima kenyataan pahit usai dirinya gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin 10 April 2017 dini hari WIB itu.

“Kenyataannya, ini adalah minggu yang sulit (di Argentina). Kami tahu balapan akan menjadi sulit karena cedera yang saya alami. Cedera itu membuat saya kesakitan selama tiga hari penuh, tapi kami ingin mengikuti balapan, dan pada akhirnya semua itu bisa terlaksana,” ungkap Rins mengutip dari situs resmi AGEN BOLA, Kamis (13/4/2017).

[ Baca Juga : ” Movie Trailer: Sifat Jahat Optimus Prime Terungkap Transformers: The Last Knight ” ]

Meski bisa mengikuti race sesungguhnya, namun cedera yang dialami pembalap asal Spanyol itu mempersulit penampilannya dalam membawa GSX-RR –motor andalan sang rider. Ia mengaku merasa nyaman dengan kondisi pergelangan kakinya yang cedera, namun hal itu membuat dirinya kesulitan mengerem.

“Saya kesakitan saat mengerem. Setelah beberapa putaran dan berada di posisi 15, saya mencoba menyalip di setiap tikungan, dan itu berhasil membuat saya maju ke posisi 14. Tapi kemudian saya hilang kontrol dan terjadilah tabrakan,” timpal rider berusia 21 tahun itu.

Rins pun harus gigit jari karena tidak berhasil menyelesaikan balapan selama 25 lap itu. Hal yang tak kalah buruk juga dialami rekan setimnya, Andrea Iannone. Maniac Joe –sapaan akrab Iannone– hanya finis di posisi 16 dan gagal meraih poin.

“Sekarang, sudah saatnya untuk melihat ke depan dan berharap untuk Austin (GP Amerika Serikat). Saya suka sirkuit di sana! Saya akan melakukan pemulihan dengan istirahat serta fisioterapi, sehingga saya bisa tiba di Texas dengan kondisi prima,” tutup Rins optimis.

Hati-Hati Kejutan Vinales Bersama Yamaha, Rossi!

BeritaBintang –  Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi memang bakal memiliki duet baru di MotoGP musim 2017. Jika di musim ini ia bertandem dengan Jorge Lorenzo, pada tahun depan The Doctor akan berduet dengan Maverick Vinales.

Keputusan manajemen Tim Yamaha menunjuk Vinales sebagai suksesor Lorenzo memang sempat menuai perdebatan di beberapa kalangan. Alasannya, Vinales disebut-sebut belum berada di level untuk memperkuat tim seperti Yamaha tahun depan.

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio. Ia justru menyarankan agar Rossi tidak terlalu memandang remeh Vinales bersama Tim Yamaha tahun depan.

“Valentino Rossi memang seorang pembalap yang sangat kuat, dan juga berpengalaman. Akan tetapi, saya memperingati agar ia tetap mewaspadai Maverick Vinales di Tim Yamaha tahun depan,” ungkap Brivio, seperti disadur Agen Casino Online, Sabtu (1/10/2016).

“iVnales juga akan memberikan stimulasi bagi Rossi untuk tampil bagus. Pada musim depan, Rossi akan tetap memiliki rekan setim yang hebat dan sama kuat dengannya,” tandasnya kepada Kamusjudi.com

Aleix Espargaro Enggan Salahkan Suzuki karena Terus Raih Hasil Buruk

BeritaBintangMISANO – Memasuki seri ke-13 MotoGP 2016, pembalap Tim Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro tidak kunjungb menunjukkan performa gemilang. Bahkan rekan setim Maverick Vinales itu kembali gagal menembus garis finis pada balapan akhir pekan lalu.

Alhasil, Espargaro masih duduk di posisi ke-12 dengan raihan 41 poin. Meski begitu, pembalap berpaspor Spanyol itu enggan untuk menyalahkan pihak-pihak lainnya.

Espargaro mengaku dirinya akan terus berusaha memperbaiki diri hingga musim 2016 berakhir. Ia menilai hingga saat ini, dirinya belum berhasil menunjukkan performa yang kompetitif di ajang balapan kenamaan dunia tersebut.

“Saya terus merasa kesulitan. Saya mengerti apa yang sedang dihadapi. Tentu saja ini adalah salah saya karena tidak tampil kompetitif,” ujar Espargaro, mengutip dari Link Alternatif SBOBET, Rabu (14/9/2016).

“Dalam beberapa sesi sebelumnya, saya merasa telah lebih baik. Namun saya seharusnya tidak lengah,” tuntasnya.

Jeda Musim Panas, Suzuki Lakukan Uji Coba dan Pengembangan Motor

BeritaBintang – MotoGP 2016 telah memasuki jeda musim panas selama tiga pekan. Tim Suzuki Ecstar mencoba mengembangkan kinerja kuda besinya agar bisa kembali bersaing pada 14 Agustus 2016 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria.

Ya, Suzuki melakukan uji coba mesin motor GSX-RR di di lintasan sepanjang 4,326 kilometer tersebut. Hal tersebut bertujuan agar Maverick Vinales dan Aleix Espargaro terbiasa dengan trek dan perangkat anyar kendaraannya.

Davide Brivio selaku Manajer Tim mengungkapkan uji coba yang dilakukan oleh kedua pembalapnya berjalan baik. Menurutnya, timnya selalu melakukan langkah perbaikan untuk bisa kompetitif di MotoGP.

“ Ada hal positif yang dapat kami ambil dari uji coba ini, yaitu mempelajari sirkuit baru. Kami juga menjalankan beberapa item baru seperti swing arm yang tentunya untuk mencoba beberapa perbedaan,” ucap Brivio mengutip Panduan Judi Online, Minggu (24/7/2016).

“ Kami akan terus mencoba meningkatkan kinerja kami. Sebab kami memiliki beberapa kelemahan dari race sebelumnya. Suzuki akan mencoba lebih baik lagi untuk ke depannya,” tuntas pria asal Italia tersebut.

Hasil Kualifikasi MotoGP Mugello 2016

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, akan start dari posisi terdepan setelah menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi MotoGP Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello pada Sabtu (21/5/2016) malam WIB. The Doctor –julukan Rossi– berhasil meraih catatan waktu terbaik 1 menit 46.504 detik.

Tanda-tanda Rossi akan meraih waktu tercepat memang sudah terlihat saat mentas di Free Practice (FP) empat. Saat itu, pembalap berpaspor Italia tersebut sanggup menempati posisi kedua.

Kembali ke hasil kualifikasi, posisi kedua ditempati pembalap Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, dengan catatan waktu terbaik 1 menit 46.607 detik. Sementara rider Tim Ducati yakni Andrea Iannone melengkapi grid terdepan dengan menduduki posisi tiga.

Sementara penghuni posisi satu dan dua klasemen MotoGP 2016 yakni Jorge Lorenzo dan Marc Marquez gagal tampil optimal. Marquez akan memulai balapan dari posisi empat, sementara Lorenzo satu posisi lebih rendah. Race bakal dilangsungkan pada Minggu 22 Mei 2016 malam pukul 19.00 WIB.

Berikut ini hasil kualifikasi MotoGP Italia:

1. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 46.504s [Lap 7/8] 340km/h (Top Speed)

2. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 46.598s +0.094s [7/7] 340km/h

3. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 46.607s +0.103s [5/8] 347km/h

4. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 46.759s +0.255s [2/7] 341km/h

5. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 46.882s +0.378s [8/8] 340km/h

6. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 47.186s +0.682s [6/6] 340km/h

7. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 47.218s +0.714s [7/8] 342km/h

8. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 47.247s +0.743s [9/9] 339km/h

9. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 47.261s +0.757s [6/7] 349km/h

10. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 47.359s +0.855s [5/6] 345km/h

11. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 47.361s +0.857s [6/6] 346km/h

12. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 47.436s +0.932s [7/7] 346km/h

13. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 47.089s 348km/h

14. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 47.159s 339km/h

15. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 47.555s 343km/h

16. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 47.659s 335km/h

17. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 47.830s 335km/h

18. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 48.111s 345km/h

19. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 48.372s 331km/h

20. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 48.646s 336km/h

21. Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 48.991s 339km/h

Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* No Time

Keberhasilan di Le Mans Sangat Spesial untuk Vinales

BeritaBintang   –  Pembalap muda Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, senang bukan kepalang saat berhasil menginjakkan kaki di podium untuk pertama kalinya sejak tampil di kelas MotoGP. Menurut rider asal Spanyol tersebut, keberhasilan di Sirkuit Le Mans sangat spesial.

Le Mans memang memiliki kenangan tersendiri bagi Vinales. Sebab di sirkuit inilah pertama kali pembalap 21 tahun memenangkan balapan untuk pertama kalinya saat berlaga di kelas 125 cc pada periode 2011.

Kali ini di kelas MotoGP, Vinales kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai rider muda yang dapat diperhitungkan. Memulai balapan dari posisi delapan, rekan setim Aleix Espargaro tersebut berhasil menyudahi balapan di tempat ketiga.

“Naik podium adalah target saya tahun ini, dan saya sudah mengejarnya sejak seri perdana. Lalu akhirnya saya mencapainya di Le Mans, sebuah sirkuit di mana saya memenangkan GP pertama di kelas 125 cc pada 2011,” ungkap Vinales, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Jumat (13/5/2016).

“Waktu itu kemenangan terasa sangat spesial karena saya baru tiba di GP dan tidak ada orang yang mengenal saya, tapi saya sangat senang,” tuntasnya.

Espargaro Bakal Gemilang jika Vinales Hengkang dari Suzuki

BeritaBintang   –   Nama pembalap muda Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales tengah disebut-sebut akan menggantikan Jorge Lorenzo do Tim Movistar Yamaha pada musim depan. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada titik terang mengenai rumor tersebut.

Namun jika kabar tersebut benar maka Aleix Espargaro berpotensi menjadi pembalap utama Suzuki pada musim 2017. Juara dunia 500cc, Kevin Schwantz meramalkan Espargaro akan gemilang jika Vinales benar-benar hengkang dari Suzuki akhir musim ini.

Ia menilai sosok Andrea Iannone lah yang pantas menjadi rekan setim Espargaro musim depan. Menurutnya, kedua pembalap ini akan saling melengkapi dan dapat bekerja sama dengan baik.

“Jika Maverick hengkang, Aleix berpotensi tampil lebih gemilang. Dia adalah pembalap yang memiliki potensi dan perkembangannya sangat baik sejauh ini,” tutur Schwantz, seperti dikutip dari Kamusjudi.com, Kamis (12/5/2016).

“Iannone cocok menjadi rekan setimnya. Usia mereka tidak berbeda jauh, tetapi Aleix memiliki lebih banyak pengalaman. Jadi Iannone dapat belajar darinya,” tambahnya.