Tim Sauber

Rio Haryanto Mengalami Masalah saat di Pit Stop

BeritaBintang – Balapan Formula One (F1) 2016 baru saja merampungkan seri ketujuh di GP Kanada yang berlangsung di Sirkuit Gilles Villeneuve. Pembalap asal Inggris, Lewis Hamilton, keluar sebagai juara, sementara Sebastian Vettel di tempat kedua.

Di sisi lain, pembalap muda kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, masih belum bisa berbicara banyak di ajang balap jet darat tersebut. Pembalap kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, ini hanya mampu finis di urutan buncit yakni 19.

Kendati demikian, Rio sempat membuat asa kala dirinya menyodok ke posisi 15 di lap 16. Akan tetapi, semua berubah saat dirinya harus masuk ke pit stop pertama.

Rio mengungkapkan mengalami sedikit masalah yang membuatnya menghabiskan waktu di pit stop. Alhasil, ia harus kembali ke lintasan di belakang pembalap Tim Sauber, Felipe Nasr.

“Bagian pertama dari balapan berjalan baik bagi saya. Saya menempel rekan setim saya (Pascal Wehrlein) dan dengan (Jolyon) Palmer dan (Kevin) Magnussen. Pada pit stop pertama, saya berharap dari bergabung ke balapan dan bertarung dengan Ericsson, tapi kami menemui masalah yang memperlambat pit stop, dan saya harus kembali ke trek di belakang Nasr,” jelas Rio, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Panduan Judi Online, Senin (13/6/2016).

Sauber Ditimpa Masalah Perpecahan Kedua Pembalapnya

BeritaBintang – Usai balapan di Sirkuit Monte Carlo, Monaco masih menyisahkan cerita dari Tim Sauber. Kedua pembalapnya, yakni Felipe Nasr dan Marcus Ericsson terlibat insiden tabrakan pada lap ke-48.

Nasr yang berada di urutan ke-15 mencoba tetap terus memacu jet darat miliknya. Namun, tim komunikasi Sauber menginstruksikan kepada Nasr untuk bertukar posisi dengan Ericsson yang berada di belakangnya. Lantas pembalapa asal Brasil tersebut menilai waktu pertukaran posisi tak tepat.

“Saya mendapat pesan dengan jelas, kecepatan ada di data sehingga tidak ada alasan untuk bertukar posisi pada waktu tersebut.Namun saya tidak merasa itu adalah waktu yang tepat,” kata Nasr mengutip Cara Bermian judi Online, Rabu (1/6/2016).

Sementara Ericsson mengatakan ia mendapat lampu hijau dari tim untuk menyalip rekannya. Alhasil ia berupaya untuk melewati Nasr dengan berbagai cara, namun saat ditikungan mobil mereka bertubrukan.

“Saya mendapat lampu hijau dari tim, lantas saya mencoba mencari celah bergerak dan saya mencoba di pojok dan kecelakaan terjadi. Ini bisa dihindari jika perintah diikuti,” ucap Ericsson.

Atas kejadian tersebut, rekan setim Nasr mendapat hukuman penalti tiga grid dari Steward. Hukuman Ericsson berlaku saat mengaspal di GP Kanada.

Sauber Ditimpa Masalah Perpecahan Kedua Pembalapnya

BeritaBintang –Usai balapan di Sirkuit Monte Carlo, Monaco masih menyisahkan cerita dari Tim Sauber. Kedua pembalapnya, yakni Felipe Nasr dan Marcus Ericsson terlibat insiden tabrakan pada lap ke-48.

Nasr yang berada di urutan ke-15 mencoba tetap terus memacu jet darat miliknya. Namun, tim komunikasi Sauber menginstruksikan kepada Nasr untuk bertukar posisi dengan Ericsson yang berada di belakangnya. Lantas pembalapa asal Brasil tersebut menilai waktu pertukaran posisi tak tepat.

“Saya mendapat pesan dengan jelas, kecepatan ada di data sehingga tidak ada alasan untuk bertukar posisi pada waktu tersebut.Namun saya tidak merasa itu adalah waktu yang tepat,” kata Nasr mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

Sementara Ericsson mengatakan ia mendapat lampu hijau dari tim untuk menyalip rekannya. Alhasil ia berupaya untuk melewati Nasr dengan berbagai cara, namun saat ditikungan mobil mereka bertubrukan.

“Saya mendapat lampu hijau dari tim, lantas saya mencoba mencari celah bergerak dan saya mencoba di pojok dan kecelakaan terjadi. Ini bisa dihindari jika perintah diikuti,” ucap Ericsson.

Atas kejadian tersebut, rekan setim Nasr mendapat hukuman penalti tiga grid dari Steward. Hukuman Ericsson berlaku saat mengaspal di GP Kanada.

Sauber Dikabarkan Tidak Dapat Mengaspal di China

BeritaBintang –Krisis yang dialami Tim Sauber sejak awal musim ini semakin santer terdengar. Beberapa spekulasi mengatakan kemungkinan mereka tidak dapat melakukan perjalanan ke Shanghai pada akhir pekan depan lantaran terkendala masalah keuangan.

Akhir pekan lalu bos Sauber Racing Team, Monisha Kaltenborn, bahkan tidak hadir pada sesi balapan di Sirkuit Internasional Bahrain untuk mengikuti konferensi pers resmi FIA. Ia mengatakan sedang sibuk melakukan pembicaraan dengan pihak yang dapat menyelamatkan timnya dari masalah keuangan.

Tim yang berbasis di Swiss tersebut dikabarkan telat membayar upah untuk membayar 300 staf pada Februari dan Maret. Mereka juga terlambat menggaji pembalapnya yakni Felipe Nasr. Hal miris terdengar setelah mereka mengungkapkan telat dalam menyediakan mesin untuk para pembalap karena terkendala masalah pembayaran pemasok mesin.

Kabarnya pembicaraan yang dilakukan Kaltenborn untuk mengatasi masalah keuangan bukan hanya dengan sponsor. Namun dengan potensi dari pihak yang bisa mengambil saham mayoritas timnya.

“Kami sedang berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang ada saat ini. saya menyesal telah menunda pembayaran kepada semua staf. Saya harus berterima kasih karena mereka telah mengerti dan setia untuk menghadapi masa-masa sulit kami,” tegas Kaltenborn, menyadur dari Sportsmole, Sabtu (9/4/2016).

Pembalap Meksiko Komentari Masa Lalunya

BeritaBintang –   Pembalap Tim Force India, Sergio Perez, menyatakan tidak terlalu siap direkut oleh Tim McLaren pada musim 2013. Di musim tersebut, Perez tidak memiliki nasib yang baik karena gagal dalam beberapa seri.

Karier Perez di Formula One (F1) dimulai pada musim 2011 dengan Tim Sauber. Kariernya sempat menjadi sorotan ketika dirinya memasuki musim kedua. Ia mampu meraih posisi dua di Malaysia dan Italia. Tidak hanya itu, pembalap berpaspor Meksiko tersebut juga berhasil meraih podium ketiga di balapan Kanada.

Prestasi itu membuatnya berhasil berpasangan dengan Lewis Hamilton pada musim 2013 di McLaren. Namun, ia mengalami musim yang buruk karena setahun sebelumnya harus bersaing dengan rookie F1, Kevin Magnussen.

“Tawaran tersebut datang terlalu awal. Tim itu sedang mengalami masalah politik yang cukup pelik,” ujar Perez, seperti diberitakan Bioskopsemi , Selasa (12/1/2016).

“Dalam sebuah balapan, saat itu (bersama McLaren) saya masih sangat muda dan tidak memiliki kemampuan untuk menangani mobil yang berasal dari tim besar,” tambahnya lagi.

Namun saat ini dirinya menyatakan sudah jauh berkembang dalam membalap dan dewasa. Ia mengatakan sudah siap jika kembali ditawari untuk memperkuat McLaren dalam balapan yang akan datang. Ia juga tidak menutup kemungkinan jika ada tim besar lain yang akan merekutnya.