Tim Samba

Man United dan Arsenal Bersaing Dapatkan The Next Neymar

BeritaBintang – Dua raksasa Premier League, Manchester United dan Arsenal dilaporkan siap bertarung demi mendapatkan Gabriel Barbosa di jendela transfer musim panas ini. Kabar ini dihembuskan Berita Online, Jumat (3/6/2016).

Gabriel adalah penyerang belia milik klub Brasil, Santos. Penampilan cemerlangnya dalam dua musim terakhir pun mulai menarik perhatian publik. Baru berusia 19 tahun, Gabriel juga sudah melakoni debut bersama timnas senior Brasil pada akhir bulan lalu. Penyerang yang dijuluki Gabigol itu bahkan masuk skuad Tim Samba untuk ajang Copa America Centenario 2016.

Seperti dimuat Panduan Judi Online, Jumat (3/6/2016), Man United menjadi tim Premier League teranyar yang tertarik dengan Gabriel, yang juga digadang-gadang sebagai ‘The Next Neymar’ tersebut.

Dengan masuknya Setan Merah sebagai salah satu pemburu tanda tangan Gabriel, maka persaingan akan semakin sengit karena sebelumnya Arsenal juga dikabarkan sangat kepincut padanya.

Sementara itu, beberapa klub Serie A Italia dan raksasa Prancis, PSG juga dikabarkan tertarik pada penyerang yang diyakini memiliki klausul pelepasan sebesar 40 juta pounds itu.

Neymar: Dari Pahlawan Barca ke Pesakitan Brasil

BeritaBintang – Hanya dalam waktu dua pekan Neymar berubah dari pahlawan Barcelona menjadi pesakitan timnas Brasil setelah mendapatkan hukuman empat pertandingan di ajang Copa America 2015 dari CONMEBOL, Jumat (19/6).

Hukuman empat pertandingan membuat Neymar tidak bisa memperkuat Brasil di sisa pertandingan Copa America 2015, bahkan jika Selecao melangkah ke babak final sekalipun.

Absennya Neymar membuat timnas Brasil harus bekerja lebih keras untuk bisa merebut gelar Copa America untuk kali pertama sejak 2007.

Ini adalah kali kedua timnas Brasil kehilangan Neymar di momen-momen penting. Tahun lalu, di Piala Dunia 2014, Tim Samba kehilangan penyerang 23 tahun itu di babak semifinal.

Ketika itu Neymar absen karena mengalami cedera retak tulang punggung setelah dilanggar bek Kolombia, Juan Zuniga, di babak perempat final.

Menariknya, Kolombia kembali menjadi penyebab Neymar absen di pertandingan turnamen besar. Namun, kali ini Neymar sendiri yang membuatnya dirinya absen.

Tindakan Neymar yang memicu kericuhan usai pertandingan melawan Kolombia di Stadion Monumental David Arellano, Santiago, Rabu (17/6), membuat mantan pemain Santos itu mendapat kartu merah.

Bukan Sikap Kapten

Neymar sebenarnya memasuki ajang Copa America 2015 dengan kepercayaan diri tinggi setelah membawa Barcelona meraih treble: La Liga, Liga Champions, dan La Liga.

Neymar menjadi salah satu kunci sukses Blaugrana musim lalu dengan torehan 39 gol dari 51 pertandingan, termasuk satu gol ke gawang Juventus di final Liga Champions.

Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo, mengaku kecewa dengan sikap Neymar yang agresif dan memicu kericuhan saat menghadapi Kolombia.

Jika melihat pertandingan Brasil dikalahkan Kolombia, Neymar gagal menunjukkan sikap layaknya seorang kapten tim.

Neymar bahkan seharusnya sudah mendapatkan kartu merah saat pertandingan berlangsung karena sejumlah pelanggaran yang didapatnya, termasuk handball di babak pertama.

Beruntung bagi Brasil, pelatih Carlos Dunga masih punya sejumlah pemain yang bisa menggantikan peran Neymar. Masih ada sejumlah nama seperti Robinho dan Philippe Coutinho.

Brasil selanjutnya akan menghadapi Venezuela pada pertandingan terakhir Grup C di Stadion Monumental David Arellano, Santiago, Minggu (21/6) malam waktu setempat.