Tim Movistar Yamaha

Huni Posisi Kedua di Kualifikasi MotoGP Prancis, Rossi Girang

BeritaBintangHuni Posisi Kedua di Kualifikasi MotoGP Prancis, Rossi Girang

Salah satu pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, sukses melakoni sesi kualifikasi lanjutan MotoGP musim 2017 seri Prancis dengan performa yang luar biasa. Ia bakal melakoni balapan malam nanti WIB dari posisi kedua.

Hasil tersebut diraih Vinales usai meraih catatan waktu terbaik, yakni 1 menit 32.100 detik dalam sesi kualifikasi di Sirkuit Le Mans. Ia mampu hanya berjarak 0.106 detik dari rekan setimnya, yakni Maverick Vinales, yang duduk di tempat pertama.

[ Baca Juga : ” Raffi Ahmad Siapkan Sekuel Rafathar The Movie ” ]

Seusai menjalani sesi kualifikasi MotoGP Prancis, Rossi pun memberikan komentarnya. Pembalap dengan julukan The Doctor tersebut mengaku sangat senang dengan raihannya di sesi kualifikasi seri Le Mans.

“Saya sangat senang dengan hasil yang kami raih hari ini. Pasalnya, memulai balapan dari urutan depan sangat berpengaruh terhadap apa Anda raih di akhir race,” jelas Rossi, seperti dilaporkan oleh AGEN BOLA, Minggu (21/5/2017).

“Saya pikir kami telah berkerja dengan sangat baik selama dua hari terakhir dalam memodifikasi motor kami untuk bisa beradaptasi dengan lintasan ini, beserta aspal barunya,” tuntas pembalap berkebangsaan Italia tersebut.

Keren! Jika Pensiun, Valentino Rossi Bisa Miliki Tim Balap Sendiri

BeritaBintangKeren! Jika Pensiun, Valentino Rossi Bisa Miliki Tim Balap Sendiri

Tidak ada yang menyangkal bahwa pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, merupakan salah satu rider terbaik sepanjang sejarah MotoGP. Hal itu disampaikan langsung oleh bos MotoGP, Carmelo Ezpeleta.

Ezpeleta bahkan menginginkan selepas Rossi memutuskan pensiun sebagai pembalap, ia akan mencoba menawarkan The Doctor untuk membuat tim sendiri. Hal itu tak lepas lantaran Ezpeleta masih ingin melihat eksistensi Rossi di dunia balap.

[ Baca Juga : ” Black Panther, Film Pertama Marvel yang Hadirkan Karakter LGBT? ” ]

“Apa yang kami inginkan adalah Valentino tetap menjadi bagian aktif kejuaraan. Akankah dia memiliki tim? Jika dia menginginkannya, ya. Jika dia menginginkan sebuah tim di MotoGP, dia akan memilikinya,” ujar Ezpeleta, seperti diberitakan AGEN BOLA, Jumat (5/5/2017).

Lebih jauh Ezpeleta menjelaskan bahwa Rossi merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan karier di MotoGP dengan memiliki tim. Rasa cinta rider 38 tahun yang begitu besar pada MotoGP menjadi salah satu pertimbangan Ezpeleta untuk membuatkan Rossi sebuah tim.

“Kami tidak akan memberikan lisensi lagi di MotoGP, kecuali Valentino memintanya kepada kami. Saya yakin jika kami meminta tim lain, mereka semua ingin kami menawarkan kemungkinan itu kepada Rossi. Satu-satunya hal yang harus terjadi adalah keinginannya, sama seperti situasi saat ini,” tuntas Ezpeleta.

Puncaki Klasemen MotoGP, Rossi: Saya Tidak Pernah Menduga Hal Ini

BeritaBintangPuncaki Klasemen MotoGP, Rossi: Saya Tidak Pernah Menduga Hal Ini

Pembalap kawakan milik Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku terkejut dengan hasil yang diraihnya saat ini sebagai pemuncak klasemen sementara MotoGP 2017. Meski belum pernah menjadi yang tercepat sepanjang balapan yang dihelat sejauh ini, tetapi perolehan poin Rossi mengalahkan para pembalap lainnya.

Sejauh ini kompetisi MotoGP 2017 telah menggelar tiga balapan. Pada balapan pertama di Qatar, Rossi berhasil menempati podium ketiga. Sedangkan pada dua balapan berikutnya, yakni di Argentina dan Amerika Serikat, pembalap berjuluk The Doctor itu berhasil menempati posisi dua.

[ Baca Juga : ”  Asyik, Drama Ji Chang Wook Tayang di Indonesia ” ]

Hasil itu membuat Rossi berada di puncak klasemen sementara dengan raihan 56 poin. Sedangkan rekan satu tim Rossi, yakni Maverick Vinales, harus rela berada di posisi kedua dengan perolehan 50 poin. Meski Vinales berhasil menjadi yang tercepat pada dua balapan pertama, tetapi pembalap asal Spanyol itu harus terjatuh di Amerika dan tidak dapat melanjutkan balapan, sehingga tidak memperoleh poin sama sekali.

Jelang balapan berikutnya di Jerez, Spanyol, Rossi merasa sangat senang. Tidak hanya karena saat ini dirinya memuncaki klasemen. Namun, juga dikarenakan pelbagai masalah yang menimpanya selama ini perlahan-lahan sudah mulai dapat diatasi.

“Saya tidak pernah menduga akan datang ke Jerez sebagai pimpinan kejuaraan. Saya sangat senang karena kami berhasil menyelesaikan beberapa masalah yang kami hadapi selama tes musim dingin dan kami melakukan balapan yang sangat bagus,” ungkap Rossi, melansir dari laman resmi AGEN BOLA, Kamis (4/5/2017).

Sportpedia: Lorenzo Ungguli Rossi dan Vinales di Tiga Race Awal Bareng Yamaha

BeritaBintangSportpedia: Lorenzo Ungguli Rossi dan Vinales di Tiga Race Awal Bareng Yamaha

Lorenzo sukses menjuarai MotoGP musim 2010, 2012, dan 2015 saat masih bersama Tim Yamaha. Bahkan, Lorenzo berhasil mengungguli Valentino Rossi dan Maverick Vinales di race awal MotoGP.

Lorenzo bergabung dengan Tim Fiat Yamaha pada kompetisi MotoGP 2008. Saat itu, X-Fuera –julukan Lorenzo– selalu meraih podium di tiga seri awal musim 2008.

[ Baca Juga : ” Drama Lee Min Ho & Park Min Young Ternyata Populer di Korea Utara ” ]

Pada seri perdana MotoGP 2008 di Sirkuit Losail, Qatar, Lorenzo finis di posisi dua. Sementara podium pertama diraih pembalap Ducati, Casey Stoner. dikutip dari AGEN BOLA

Di seri kedua yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Lorenzo kembali meraih podium. Kali ini, ia menempati urutan ketiga.

Akhirnya, Lorenzo berhasil meraih podium utama pada seri ketiga MotoGP 2008 di Sirkuit Estoril, Portugal. Dengan pencapain tersebut, Lorenzo mengoleksi 61 poin.

Sementara itu, Rossi memulai debut bersama Yamaha sejak 2004. Tiga seri awal Rossi tidak sementerang Lorenzo. Ia hanya mengumpulkan 51 poin.

Pada seri perdana MotoGP 2004, The Doctor –julukan Rossi– berhasil meraih podium pertama di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan. Namun, pada dua race berikutnya, pembalap berpaspor Italia itu hanya mampu finis di urutan empat pada Grand Prix (GP) Spanyol dan Prancis.

Sedangkan, pembalap anyar Tim Movistar Yamaha yakni Vinales memulai debut di MotoGP 2017. Ia memperoleh 50 poin dari dua kali menjuarai GP Qatar dan Argentina. Saat tampil di Austin, Amerika Serikat, pembalap berusia 22 tahun itu gagal finis sehingga tidak mendapat poin.

Sport Board: Pernah Gagal Finis di Austin, Rossi Bakal Balas Dendam Tahun Ini

BeritaBintangSport Board: Pernah Gagal Finis di Austin, Rossi Bakal Balas Dendam Tahun Ini

Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memang telah tampil memukau di dua race MotoGP 2017 yang telah digelar. Di GP Qatar, Rossi berhasil menempati podium ketiga di akhir lomba.

Lalu raihan semakin gemilang ditunjukkan pembalap berdarah Italia itu di Argentina dengan menempati posisi sebagai runner-up. Di race ketiga MotoGP musim ini yang akan digelar di Circuits of The Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, Rossi berharap bakal melanjutkan tren positifnya.

[ Baca Juga : ” Nih Daftar Lengkap Nominasi Indonesian Movie Actors Awards 2017 ” ]

Apalagi keinginan Rossi untuk menempati podium sangatlah besar. Sebab, The Doctor –julukan Rossi– harus gagal finis di COTA pada musim lalu. Bahkan, Rossi menyebut kegagalannya musim lalu sedikit membebani dirinya.

Namun, Rossi berjanji akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menebus dosanya musim lalu. Apalagi, Rossi mengaku sangat senang jika balapan di atas lintasan yang memiliki panjang 5,5 km tersebut.

Sebab, atmosfer para pendukungnya sangat terasa di Austin. Oleh karena itu, Rossi tak ingin membuat para pendukungnya yang telah rela menyaksikan balapan itu kecewa dengan hasil minor yang diraihnya. AGEN BOLA

Raih Dua Kemenangan Berturut-turut, Vinales Cetak Rekor Baru di Yamaha

BeritaBintangRaih Dua Kemenangan Berturut-turut, Vinales Cetak Rekor Baru di Yamaha

Menjadi pembalap adalan Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales kembali membuktikan kelasnya di MotoGP, ajang balap motor paling prestisius di dunia. Pembalap berusia 22 tahun itu mampu menyapu bersih kemenangan di dua race awal MotoGP 2017!

“Ini adalah balapan yang sulit, sangat sulit. Saya mulai dari posisi keenam dan saya anggap start tidak terlalu buruk. Saya menemukan cara untuk menyalip rider lain secepat yang saya bisa, dan akhirnya saya bisa berada di belakang Cal (Crutchlow),” ungkap Vinales menceritakan jalannya balapan, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Selasa (11/4/2017).

[ Baca Juga : ” Trailer Ragnarok, Selamat Tinggal Palu Sakti Thor! ” ]

Dari raihan gemilangnya itu, Vinales mencatatkan rekor pribadinya bersama Tim Movistar Yamaha. Pembalap yang baru berusia 22 tahun itu menjadi pembalap pertama di era milenium yang berhasil meraih kemenangan dalam dua race pertama, setelah sebelumnya rekor dipegang Wayne Rainey pada 1990.

Vinales juga mengaku tidak percaya dan menganggap raihan tersebut seperti mimpi Tak lupa, ia pun memuji kerja keras timnya sehingga bisa mengantarkan sang rider berada di urutan pertama. Pembalap asal Inggris itu kembali menegaskan apa yang ia raih bukan miliknya seorang, tapi menjadi kemenangan bagi tim.

“Untuk seri selanjutnya, saya harus terus mencoba dan melanjutkan balapan dengan cara yang sama. Tim sangat termovitasi dan memiliki performa yang sangat hebat. Dari race ke race, saya merasa semakin kuat! Saya sangat senang dengan dua kemenangan berturut-turut. Ini luar biasa!” tutup rekan setim Valentino Rossi itu.

Jelang MotoGP 2017, Vinales Sudah Tak Sabar Berduel dengan Marquez

BeritaBintangJelang MotoGP 2017, Vinales Sudah Tak Sabar Berduel dengan Marquez

Kiprah pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, pada sesi uji coba pramusim yang berlangsung di Sirkuit Losail memang luar biasa. Dari tiga hari uji coba yang berlangsung, Vinales mampu menjadi tercepat.

Dengan hasil tersebut, Vinales pun sukses menyapu bersih keempat uji coba pramusim dengan performa yang luar biasa. Hal tersebut pun membuat namanya semakin diunggulkan untuk menjadi rival utama sang juara bertahan, Marc Marquez, di kejuaraan dunia tahun ini.

[ Baca Juga – ” Teaser Trailer: Coco, Antara Musik dan Magic ” ]

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Vinales beberapa saat ini. Ia sendiri mengaku sudah tidak sabar untuk bisa langsung berduel dengan Marquez sejak seri perdana MotoGP 2017 dimulai.

“Akan sangat menyenangkan menghadapi Marc. Saya sangat menghormatinya. Kami saling kenal sejak anak-anak. Ia rider yang sangat agresif, dan saya harus berupaya keras mengalahkannya,” ucap Vinales, seperti dikutip dari Agen Bola, Minggu (19/3/2017).

“Tentu akan terdapat rivalitas di antara kami sejak seri awal dimulai. Akan tetapi, peluang juara sangat terbuka bagi siapa saja. Level persaingan sangat tinggi. Siapa pun bisa meraih kemenangan,” tuntas pembalap asal Spanyol tersebut.

Coba Tiru Gaya Balapan Vinales, Iannone: Itu Bukan Tipe Saya!

BeritaBintang Coba Tiru Gaya Balapan Vinales, Iannone: Itu Bukan Tipe Saya!

Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengaku harus meniru Maverick Vinales dalam mengendarai motor GSX-RR untuk mengarungi balapan MotoGP 2017. Hal itu ia sampaikan mengingat hasil buruk yang ia terima di tes pramusim MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar pada pekan lalu.

Menurutnya gaya balapan Vinales sangat cocok dalam mengendarai GSX-RR seperti yang terjadi pada MotoGP 2016. Bersama Suzuki, Top Gun –julukan Vinales- berhasil tampil baik yang mampu membawanya mampu bertengger di peringkat keempat klasemen pembalap MotoGP 2016.

Baca Juga ; ” Tanpa Wacshowski Bersaudara, Film The Matrix Siap Dibuat Ulang

Meski begitu, Iannone yang mencoba untuk mengikuti gaya balapan Vinales dengan motor Suzuki itu merasa gagal. Sebab, gaya balapan pembalap Tim Movistar Yamaha itu bukan gaya balapan The Maniac Joe –julukan Iannone.

“Saya mencoba untuk menirunya, tapi itu bukan gaya saya,” ungkap Iannone, mengutip dari Agen Bola, Jumat (17/3/2017).

“Sekarang saya mencoba untuk beradaptasi sedikit untuk mencoba mengimbangi apa yang kurang,” tuntasnya.

Perseteruan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Kembali Dimulai

BeritaBintang –  SEJAK insiden di seri akhir MotoGP 2015, kondisi internal Tim Movistar Yamaha yang melibatkan dua pembalapnya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, menjadi sangat panas ketimbang musim-musim sebelumnya. Namun begitu memasuki MotoGP 2016, kondisi tim pabrikan asal Jepang itu bisa dibilang tak terlalu bergejolak.

Meski demikian Menurut Agen Bola Terpercaya, semua itu berubah usai balapan GP San Marino, Minggu 11 September 2016, berlangsung. Kondisi internal Tim Movistar Yamaha kembali bergejolak setelah Rossi dan Lorenzo terlibat perseteruan.

Di GP San Marino, posisi pertama menjadi milik pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa. Sementara Rossi finis di posisi dua dan Lorenzo di posisi tiga. Perseteruan pun bermula ketika X-Fuera -julukan Lorenzo- mempermasalahkan gaya balap The Doctor -julukan Rossi.

Jorge Lorenzo Sebut Gaya Balap Valentino Rossi Terlalu Agresif

Saat konferensi pers usai GP San Marino, Lorenzo secara terang-terangan menyebut gaya balap Rossi terlalu agresif. Pembalap berkebangsaan Spanyol bahkan menilai aksi VR46 sangat berbahaya, karena bisa saja menyebabkan pembalap lain kecelakaan.

Mendengar komentar tersebut, Rossi langsung memotong perkataan rekan setimnya. Juara dunia tujuh kali MotoGP itu mengungkapkan ketidaksetujuannya atas ucapan Lorenzo. Menurutnya, apa yang dilakukannya sama dengan yang kerap dilakukan para pembalap lain, bahkan juga yang kerap dilakukan Lorenzo.

“Saya rasa Marc Marquez melakukan yang sama pada saya di Silverstone beberapa kali. Anda juga selalu melakukan salipan dengan agresif,” kata Rossi saat itu.

Disebut seperti itu, Lorenzo kembali memberikan sangkalan. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu tidak merasa pernah membalap dengan gaya seperti yang Rossi lakukan. Pada akhirnya, Lorenzo mengakui The Doctor lebih baik ketimbang dirinya di GP San Marino, meski dengan penekanan bahwa tidaklah perlu membalap dengan terlalu agresif.

Disebut Agresif, Valentino Rossi Justru Banjir Dukungan

Rossi bisa dibilang menjadi pihak yang tertuduh dalam insiden ini, sementara Lorenzo adalah “korban”. Meski demikian, dukungan justru banyak mengalir untuk Rossi. Dalam hal ini, banyak yang tak setuju dengan komentar Lorenzo.

Dukungan pertama diberikan oleh rival utama kedua pembalap, yakni Marc Marquez. Menurut Marquez, apa yang dilakukan Rossi kepada Lorenzo bukanlah overtaking yang berlebihan. The Baby Alien menilai, Rossi melalukan itu dengan bersih karena berada di dalam bagian trek.

Berikutnya giliran pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yang memberikan dukungan untuk Rossi. Bahkan, Pernat tak segan menyebut Lorenzo sebagai penjahat MotoGP. Pernat menyorot kepada insiden di atas trek yang pernah melibatkan Lorenzo dengan pembalap Ducati, Andrea Iannone, dan mendiang Marco Simoncelli.

Dukungan selanjutnya datang dari legenda MotoGP, Randy Mamola. Menurut Mamola, apa yang dilakukan Rossi kepada Lorenzo adalah hal yang wajar. Sebab, ia menilai sudah banyak overtaking seperti itu yang terjadi pada dunia balap MotoGP saat ini.

Pada akhirnya, agresif atau tidaknya overtaking Rossi kepada Lorenzo ditentukan oleh otoritas MotoGP. Dan Race Director MotoGP, Mike Webb, pun bersuara bahwa manuver yang dilakukan The Doctor kepada X-Fuera adalah sesuatu yang normal.

“Pada kejadian terpisah itu, kedua pembalap yang menyalip mengambil sisi dalam tikungan, sehingga rider lain tak bisa masuk karena ada motor lain. Tak ada masalah dengan overtaking itu. Kasusnya berbeda jika pembalap memotong jalur dan menyenggol motor pembalap lain. Namun menyalip dari samping itu merupakan hal yang normal dalam balapan,” jelas Panduan Judi Online

Anggap Overtaking Rossi Bukan Masalah, Legenda MotoGP: Itu Memang Hal Wajar Saat Ini

BeritaBintangCALIFORNIA – Legenda MotoGP, Randy Mamola, menilai overtaking yang dilakukan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, kepada rekan setimnya Jorge Lorenzo di GP San Marino bukanlah masalah. Sebab Mamola menilai, overtaking seperti itu adalah hal yang wajar pada saat ini.

Menurut Mamola, Rossi bukan satu-satunya pembalap yang melakukan overtaking seperti yang ditunjukkannya di Misano. Pria berusia 56 tahun itu menyatakan, pada zamannya dulu sudah ada pembalap yang melakukan overtaking seperti The Doctor -julukan Rossi.

Ditambah dengan berkembangnya zaman, Mamola menilai overtaking Rossi sudah makin banyak dilakukan pada saat ini. Karena itulah mantan pembalap berpaspor Amerika Serikat tersebut merasa tidak heran dengan apa yang dilakukan VR46.

“Ada banyak pergerakan overtaking seperti itu, khususnya pada balapan beberapa musim terakhir ini,” kata Mamola, sebagaimana diberitakan Agen Judi Online Terpercaya, Kamis (15/9/2016).

Hingga saat ini, overtaking yang dilakukan Rossi kepada Lorenzo memang masih menjadi perdebatan. Tak sedikit pihak yang menilai apa yang dilakukan Rossi berlebihan. Namun tak sedikit pula yang menganggap pembalap berusia 37 tahun itu tidak bersalah.