Tim Aspar

MotoGP 2017 Masuki Jeda Paruh Musim, Bautista Siapkan Diri untuk Tantang Posisi Depan

BeritaBintangMotoGP 2017 Masuki Jeda Paruh Musim, Bautista Siapkan Diri untuk Tantang Posisi Depan

Kejuaraan MotoGP 2017 kini telah resmi memasuki jeda paruh musim. Balapan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, menjadi balapan terakhir yang dilakoni para pembalap sebelum memulai liburannya.

Banyak pembalap yang merasa kecewa dengan hasil yang mereka dapat pada balapan terakhir itu. Namun, di sisi lain, ada juga pembalap yang merasa puas dengan capaiannya pada balapan terakhir. Salah satunya adalah pembalap Tim Aspar, Alvaro Bautista.

Pembalap 32 tahun itu berhasil tampil gemilang kala mentas di Sachsenring dengan finis di posisi enam. Menurut Bautista, hal tersebut merupakan modal bagus sebelum memasuki jeda kompetisi. Ia pun tidak memungkiri bahwa kini dirinya dan tim menjadi lebih percaya diri.

[ Baca Juga : ” Lebih Dekat dengan Tom Holland, Spider-Man Baru Marvel ” ]

Tidak hanya itu, Bautista bahkan menjelaskan bahwa kala balapan MotoGP kembali dihelat pada 6 Agustus 2017 di Republik Ceko, dirinya siap memberikan kejutan. Tanpa ragu, pembalap asal Spanyol itu menargetkan dapat memperkecil jarak dengan pimpinan klasemen.

“Ayo berpikiran positif dan berpikir bahwa segalanya akan baik-baik saja besok. Kami akan mengisi ulang baterai untuk menjadi lebih kuat dan mencoba untuk melanjutkan usaha kami mendekatkan jarak dengan pimpinan balapan,” jelas Bautista, seperti dilansir laman resmi AGEN BOLA, Rabu (5/7/2017).

Ada yang Salah dengan Motor Ducati di GP Prancis

BeritaBintang –Pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone, memiliki masalah dengan motornya ketika bertarung di GP Prancis akhir pekan lalu. Masalah pada motor Ducati ternyata tak hanya dialami Iannone, melainkan juga dialami oleh rider Tim Aspar, Eugene Laverty.

Laverty finis di posisi 10 pada GP Prancis. Pembalap berusia 29 tahun itu mengungkapkan ada yang salah dengan motor Ducati yang ditungganginya di Sirkuit Le Mans. Alhasil, ia pun tidak bisa tampil dengan maksimal.

“Di Le Mans, saya membuat permulaan yang baik. Saya mampu menjaga jarak dengan Petrucci dan Barbera. Tapi, kemudian saya merasa ada yang salah dengan motor saya,” ungkap Laverty, seperti dimuat Indowins, Kamis (12/5/2016).

Setelah merasa ada yang salah dengan motornya, pembalap berkebangsaan Irlandia itu memutuskan untuk tidak terlalu memaksakan diri. Ia memilih untuk berhati-hati agar bisa menyelesaikan balapan hingga garis finis.

“Saat itu yang paling penting hanyalah finis. Jika melihat ketidakberuntungan yang dialami beberapa pembalap lain, saya beruntung karena bisa menyelesaikan balapan dan meraih lima poin,” papar Laverty.