Tepi Barat

Perempuan-perempuan Cantik Palestina Bangkit Bawa Berpeluru Batu Lawan Israel

BeritaBintang – Siap beraksi di atas muslin merah muda, jarinya yang terawat mencengkeram batu yang diambil dari pinggir jalan.

Seorang perempuan berusia 18 tahun menyatakan bahwa “negara tidak hanya milik laki-laki!”

Wanita muda Palestina bergabung dengan laki-laki untuk melemparkan batu (intifadah) kepada tentara Israel sambil meneriakkan slogan, menyusul kerusuhan yang menyebar dalam beberapa hari terakhir di Tepi Barat yang diduduki.

Beberapa keluarga, dibungkus syal hitam-putih, bergabung di lini depan menghadapi peluru karet, gas air mata, granat dan bahkan api.

Bagi pasukan keamanan Israel, batu dan bom menimbulkan ancaman yang berpotensi mematikan.

“Kami juga memiliki hak untuk membela negara kami,” kata seorang mahasiswa dengan mata celak berlapis terlihat di belakang keffiyeh tradisionalnya.

“Kami 18 tahun, kami orang dewasa dan tidak lagi takut.”

Keluarganya mungkin tidak menyetujui, tapi dia percaya berada di sini adalah masalah hati nurani.

“Jika semua orang takut, tidak akan ada yang mengorbankan diri untuk bangsa,”

Tiga warga Palestina tewas terkena tembakan tentara Israel

BeritaBintang – Tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa dan menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina, Jumat 9 Oktober.

Dilaporkan sekitar 50 orang lainnya cedera dalam aksi yang belakangan menjadi kekerasan setelah para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang menjaga perrbatasan.

Unjuk rasa di Jalur Gaza ini digelar untuk menyatakan solidaritas atas warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalam,

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan sekitar 200 warga Palestina berkumpul di pagar perbatasan di Gaza utara melempari batu dan membakar ban di jalan-jalan.

Ditambahkannya tentara melepas tembakan untuk menghentikan gerak maju pengunjuk rasa dan membubarkannya.

Namun para saksi mata dan media setempat mengatakan penembak tepat Israel di pos perbatasan yang melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa.

Sementara itu dalam insiden yang terpisah, seorang warga Palestina ditembak setelah menikam seorang polisi di dekat kawasan pemukiman Yahudi, Kiryat Arba.

Di kota sebelah selatan Israel, Dimona, polisi menangkap seorang pria Yahudi yang menurut mereka menikam dua orang Bedouin dan dua warga Palestina.

Ketegangan meningkat di kawasan ini karena kekhawatiran Israel akan mengubah kondisi untuk berkunjung ke Masjid al-Aqsa, yang sudah dibantah Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.

Israel perberat hukuman pelempar batu ke mobil

BeritaBintang – Parlemen Israel mengesahkan rancangan undang-undang untuk memperberat hukuman bagi pelempar batu ke arah kendaraan.

Berdasarkan undang-undang baru, maka pelempar batu dapat diancam dengan hukuman penjara selama 20 tahun.

RUU disahkan melalui pemungutan suara yang didukung oleh 69 anggota, sedangkan 17 anggota parlemen menentang. Disebutkan RUU itu disusun setelah serangkaian protes rakyat Palestina di Jerusalem timur tahun lalu.

Mulai sekarang, negara tidak perlu membuktikan bahwa seorang pelempar batu berusaha merusak mobil atau mencederai orang-orang yang ada di dalamnya.

“Toleransi terhadap teroris berakhir hari ini. Seorang pelempar batu adalah teroris dan hanya hukuman sepadan yang dapat berfungsi sebagai pencegah dan hukuman adil,” kata Menteri Kehakiman, Ayelet Shaked, Selasa (21/07).

Seorang pelempar batu warga Palestina beraksi di hadapan aparat keamanan Israel Birzeit, Tepi Barat.

Namun sejumlah pihak menyebut hukuman itu terlalu berat.

“Mahkamah militer Israel mengambil keputusan dan melaksanakan hukuman yang tidak adil dan tidak sepadan dengan pelanggaran yang dibuat.

“Pelempar batu yang sekarang dihukum antara enam hingga satu setengah tahun, akan ditambah menjadi 10 dan 20 tahun,” kata Qadura Fares, pemimpin Klub Tahanan Palestina, organisasi yang mewakili tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Pelamparan batu merupakan simbol Intifada Palestina pertama atau perlawanan Palestina melawan Israel pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.