Tengah Tren

CATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

BeritaBintangCATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

SAAT menderita batuk, Anda harus menghindari beberapa jenis makanan. Karena tak cuma membuat tenggorokan tak nyaman, tapi juga batuk yang Anda alami tak kunjung reda.

Berikut adalah lima jenis makanan yang harus dihindari saat Anda batuk Simak ulasannya, dilansir Zeenews, Selasa (14/3/2017).

Minuman berkafein

Anda harus menghindari minuman kafein seperti teh dan kopi saat batuk. Minuman tersebut malah mengeringkan tenggorokan, serta membuat tenggorokan terasa sakit saat menelan.

Gorengan

Hindari makanan yang digoreng karena penuh minyak. Gorengan juga memicu alergen batuk yang menyebabkan tenggorokan Anda gatal.

[ Baca Juga – Ini Fakta & Bahaya “Skip Challenge” yang Tengah Tren ]

Makanan olahan

Janganlah mengonsumsi makanan olahan karena dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Contohnya yakni pasta, roti tawar, keripik dan makanan ringan yang dikemas.

Minuman beralkohol

Hindari minum beralkohol karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Selain juga, minuman beralkohol rentan membuat Anda mengalami dehidrasi, sehingga memperburuk kondisi batuk yang Anda alami.

Es krim

Saat batu, jangan pula makan es krim. Makanan tersebut membuat rambut getar di tenggorokan terganggu. Akibatnya, Anda akan mengalami batuk terus-menerus, bahkan menyebabkan infeksi.

Ini Fakta & Bahaya “Skip Challenge” yang Tengah Tren

BeritaBintangIni Fakta & Bahaya “Skip Challenge” yang Tengah Tren

Dunia sosial media mulai ramai dengan sebuah video yang bertajuk ‘Skip Challenge’. Video viral ini mengundang banyak remaja untuk mencoba aksi yang terbilang menggugah adrenalin.

Tak semua yang tengah hits mesti diikuti. Sekiranya itulah modal utama menghadapi beragam tren tantangan yang sering kali muncul, terutama di media sosial. Belakangan, masyarakat dunia maya tengah dihadapkan dengan tren skip challenge atau #PassoutChallenge.

Tantangan ini dilakukan dengan menekan bagian dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu untuk membuat seseorang kekurangan oksigen sehingga kehilangan kesadaran alias pingsan. Tren ini, mirisnya, diikuti banyak remaja karena dianggap memberi pengalaman menyenangkan sekaligus menegangkan.

Skip challenge nyatanya sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hipoksia, kejang, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Itu menghentikan otot dada bergerak, sehingga oksigen minim di otak.

Meski kesadaran bisa kembali, namun ada risiko lain dari skip challenge, yakni terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Di samping itu, jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit maka bisa mengakibatkan kerusakan, bila lebih dari 5 menit akibatnya jauh lebih fatal.

[ Baca Juga – Suami Selalu Gagal Ereksi? Bisa Jadi 4 Hal Ini Penyebabnya ]

Cukup menahan napas dengan dada dipukul oleh orang lain, orang tersebut merasakan pingsan sesaat. Melihat fenomena yang beredar, dr Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, angkat bicara mengenai soal ini.

“Ini isu baru dan anak-anak kadang-kadang punya inovasi yang aneh-aneh. Padahal otak kita dalam waktu 8 detik tidak mendapatkan oksigen, bisa terjadi kerusakan pada sel-sel otaknya,” jelas dr Eni di Gedung Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, ketika dada ditekan, maka tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen. Hal ini bisa berakibat kematian pada sel-sel otak dan berpengaruh pada kemampuan berpikirnya.

“Ketika dada ditekan, otak tidak mendapatkan oksigen. Ada berapa banyak sel-sel otaknya yang mati. Bisa jadi intelegensinya berkurang, daya pikirnya juga berkurang,” jelasnya.

Anak perlu mendapatkan pengertian baik dari pihak sekolah maupun orangtuanya. Meskipun anak menghabiskan waktunya di sekolah, Eni menegaskan bukan berarti orangtua menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Harus tetap ada komunikasi antara anak dan orangtua.