Taki Inoue

Kecelakaan Daniel Ricciardo Dikritik Pedas oleh Pembalap Terburuk F1

BeritaBintang – Pembalap terburuk Formula One (F1) era 1995-an, Taki Inoue, mengomentari kecelakaan yang dialami pembalap Red Bull Racing (RBR), Daniel Ricciardo.

Pada saat sesi free practice (FP) 2, pembalap asal Australia tersebut bersenggolan dengan dinding pembatas di Sirkuit Baku. Kecelakaan tersebut membuat ban belakang kanannya patah hingga lepas.

GP Eropa pada 17-19 Juni 2016 akan digelar di Sirkuit Baku City, sebuah trek yang memiliki 20 tikungan. Para pembalap dapat memacu jet daratnya hingga mencapai 211 km/jam, lebih tinggi dari rata-rata kecepatan di dua sirkuit jalan raya seperti Monaco dan Singapura.

Melihat kejadian tersebut Taki langsung berkicau melalui akun media sosialnya. Ia melemparkan sejumlah sindiran terhadap pembalap nomor satu milik Red Bull itu.

“Mobil F1 terlalu rapi untuk balapan di Sirkuit Baku. Jangan mencoba untuk mencukur dinding, jika tidak ingin dinding mencukur mobil Anda,” tulis mantan pembalap asal Jepang tersebut, seperti dikutip oleh Panduan Judi Online, Minggu (19/6/2016).

Mantan Pembalap Terburuk F1 Menyamakan Dirinya dengan Lewis Hamilton Mantan pembalap Formula One (F1) terburuk di era 1995, Taki Inoue, kembali berkicau di akun media sosial Twitter miliknya. Dalam kesempatan ini, ia membandingan dirinya dengan pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton. Dalam sebuah foto yang diunggah pria berkebangsaan Jepang ini ke dalam akun Twitter miliknya, tampak Hamilton sedang berlibur dan menikmati olahraga jet air di sebuah pantai. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut terlihat melakukan lompatan di atas air. Tidak mau kalah dengan gaya yang dilakukan Hamilton, Taki lantas menyamakan gerakan dirinya saat tertabrak mobil medis dalam perlombaan F1 seri Grand Prix (GP) Hungaria musim 1995. Saat itu ia tengah berusaha memadamkan api yang membakar mesin mobilnya. “Lewis Hamilton melakukan lompatan di atas jet air, sedangkan Taki Inoue melompat di atas mobil medis,” kicau mantan pembalap asal Negeri Sakura yang sama sekali belum pernah naik podium tersebut, melansir dari akun Twitter resminya @takiinoue, Senin (6/6/2016).

BeritaBintang – Mantan pembalap Formula One (F1) terburuk di era 1995, Taki Inoue, kembali berkicau di akun media sosial Twitter miliknya. Dalam kesempatan ini, ia membandingan dirinya dengan pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton.

Dalam sebuah foto yang diunggah pria berkebangsaan Jepang ini ke dalam akun Twitter miliknya, tampak Hamilton sedang berlibur dan menikmati olahraga jet air di sebuah pantai. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut terlihat melakukan lompatan di atas air.

Tidak mau kalah dengan gaya yang dilakukan Hamilton, Taki lantas menyamakan gerakan dirinya saat tertabrak mobil medis dalam perlombaan F1 seri Grand Prix (GP) Hungaria musim 1995. Saat itu ia tengah berusaha memadamkan api yang membakar mesin mobilnya.

“Lewis Hamilton melakukan lompatan di atas jet air, sedangkan Taki Inoue melompat di atas mobil medis,” kicau mantan pembalap asal Negeri Sakura yang sama sekali belum pernah naik podium tersebut, melansir dari Bintangbola.co, Senin (6/6/2016).

Maldonado Jadi Andalan Pirelli, Pembalap Terburuk F1 Tidak Senang

BeritaBintang –Pembalap terburuk sepanjang sejarah Formula One (F1), Taki Inoue, kembali mengomentari mantan personel Tim Lotus, Pastor Maldonado. Ia mengomentari pembalap asal Venezuela tersebut lantaran akan diangkat menjadi pembalap yang menguji ban baru Pirelli untuk musim 2017.

Sebelumnya pembalap berusia 31 itu tak lagi memperkuat Tim Lotus karena masalah finansial yang menimpa. Salah satau kilang minyak raksasa asal Venezuela yakni Petroleos de Venezuela (PDVSA) mengalami keterlambatan dalam membayarkan uang sponsor kepada tim yang kini telah diakusisi sepenuhnya oleh Renault tersebut.

Ketidakmampuan PDVSA membiayai Maldonado menyebabkan ia harus hengkang dari ajang jet darat paling bergengsi di dunia itu pada akhir musim 2015.

Kabar mengenai terpilihnya Maldonado guna membantu Pirelli dalam menguji coba ban baru mereka untuk musim 2017, membuat mantan pembalap yang terkenal pada era 1995 ini berkomentar melalui akun media sosialnya.

“Maldonado Membantu Pirelli untuk menguji coba ban baru musim 2017. Membantu Pirelli? Apakah tidak ada ide lain mengenai pembicaraan yang mereka lakukan,” tulis Taki melalui akun Twitter-nya @takiinoue, Minggu (8/5/2016).

Taki Samakan Wehrlein dengan Mobil Pemotong Rumput

BeritaBintang – Pembalap terburuk Formula One (F1), Taki Inoue, menyindir kecelakaan yang dialami pembalap Manor, Pascal Wehrlein yang mengalami kecelakaan saat berlaga di Grand Prix (GP) China pada 17 April 2016.

Pada saat sesi kualifikasi memang cuaca di Sirkuit Internasional Shanghai sedang dalam kondisi basah akibat diguyur hujan deras. Hal tersebut menyebabkan jalan tergenang air yang sangat membuat licin bagi pengendara yang melintas.

Saat itu, nasib apes menimpa Wehrlein. Mobilnya yang sedang melaju kencang tiba tiba berputar hingga akhirnya membentur pembatas dinding. Kejadian tersebut membuatnya gagal melanjutkan kualifikasi karena mobilnya rusak.

Melalui Akun Twitter-nya @takiinoue, Selasa (3/5/2016), mantan pembalap asal Jepang tersebut menyindir kelakuan Wehrlein yang terpaksa mendaratkan mobilnya di pinggir rumput lintasan. Taki bahkan membandingkan mobil Wehrlein dengan mobil pemotong

Hot Sport: Rio Haryanto Diejek Pembalap Terburuk F1

BeritaBintangPEMBALAP kebanggan Indonesia, Rio Haryanto, kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan di ajang balap Formula One (F1) musim 2016. Pilot ajang jet darat kelahiran Surakarta ini mendapat ejekan dari mantan pembalap Formula One, Taki Inoue.

Rio diejek karena sempat menyerempet pembalap Haas, Romain Grosjean, sesaat keluar dari garasi. Melalui akun media social Twitter, Taki mengatakan bahwa Rio lebih buruk darinya.

“Saat ini kami memiliki Rio. Seumur hidup Taki Inoue tidak pernah menabrak siapapun di dalam pit. Ini merupakan bakat alami yang keluar dari seorang pemula,” sindir Taki melalui akun Twitter-nya, Jumat (25/3/2016).

Taki sendiri sebenarnya bukan pembalap yang memiliki kemampuan mengesankan. Bahkan pria asal Jepang itu dinobatkan sebagai pembalap terburuk dalam 20 tahun terakhir gelaran F1.

Nama Inoue mulai mencuat semenjak serangkaian aksi konyol selama tahun debutnya di musim 1995. Taki bergabung dengan tim Footwork Hart pada musim 1995. Saat mengaspal di Grand Prix Hungaria, ia melakukan hal konyol yang membuatnya terkenal sepanjang sejarah F1 ketika mobilnya mengalami kecelakaan setelah berputar beberapa kali.

Setelah mobil yang dikemudikannya berhenti, Taki yang panik melihat mobilnya mengeluarkan asap dan langsung bergegas mengambil alat pemadam kebakaran. Sangking paniknya, pria asa

Magnussen Disamakan dengan Pisang

BeritaBintang – Pembalap terburuk Formula One (F1), Taki Inoue meledek pembalap muda Renault, Kevin Magnussen. Ia menyamakan kostum balap yang dikenakan pembalap berkebangsaan Denmark tersebut menyerupai pisang.

Sejak mengakusisi saham mayoritas tim Lotus, Renault merubah warna mobilnya dari hitam menjadi kuning. Mereka juga mengenakan kostum balap yang seragam kepada pembalap utamanya Magnussen.

Dalam sebuah foto dari akun media sosial Twitter-nya @takiinoue, Taki terlihat membandingkan Magnussen yang sedang membuka baju balapnya menyerupai sebuah pisang yang sedang dikupas.

Pembalap berusia 52 tahun ini terkenal pada era 1995 karena melakukan tindakan memalukan. Saat itu ia mengalami kecalakaan saat membalap di seri Grand Prix Hungaria. Ia tertabrak mobil medis saat berusaha memadamkan mobilnya yang nyaris terbakar.