Sydney

Serius Bangun Karier Bermusik, Niall Horan Bakal Garap Lagu Kolaborasi Hingga Tur Konser

BeritaBintangSerius Bangun Karier Bermusik, Niall Horan Bakal Garap Lagu Kolaborasi Hingga Tur Konser

Setelah memutuskan untuk meninggalkan One Direction dan bersolo karier, Niall Horan nampaknya benar-benar serius untuk membangun karier bermusiknya. Akan menggelar tur konser keliling dunia bertajuk ‘Flicker Sessions 2017’, Niall akan menampilkan musik solo terbarunya yang rencananya dimulai pada 29 Agustus 2017 di kota asalnya, Dublin, dan kemudian disusul dengan London, Stockholm, Sydney, Tokyo, Mexico City, Los Angeles dan Rio de Janeiro.

Petualangan selama 21 hari yang akan dijalani oleh Niall kemudian dilanjutkan dengan kunjungannya ke Amerika Utara yang akan dimulai pada 29 Oktober 2017 di Philadelphia dan ditutup pada 22 November 2017 di San Francisco. Tiket untuk konser di AS dan Kanada akan mulai dijual pada hari Sabtu, 15 Juli 2017 pukul 10.00 waktu setempat.

[Baca Juga -“[Jatuh Miskin, Personel Spice Girls Mengemis untuk Beli Rumah“]

Sementara itu, pria 23 tahun itu telah merilis dua single solonya yang berjudul Slow Hands dan This Town yang ternyata cukup menjadi hits di industry music Hollywood. Pada bulan lalu, Niall juga ikut berkontribusi dan tampil di konser One Love Manchester milik Ariana Grande yang didedikasikan khusus untuk para korban serangan 22 Mei di Manchester Arena.

Dikutip dari Judi Bola, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Niall nampak berbagi bocoran mengenai rencananya untuk berkolaborasi dengan pelantun lagu Hotel California, Don Henley.

“Saya memiliki hubungan yang erat dengannya dan Don pernah berbicara tentang kemungkinan untuk membuat beberapa tulisan (lagu) bersama. Jadi, meski hanya duduk dan bermain musik bersamanya, itu sudah cukup bagi saya,” pungkas Niall.

Baku Tembak Tewaskan Pelaku, Drama Penembakan Sydney Berakhir

BeritaBintang – Sekira selama tujuh jam, sebuah kawasan industri di Ingleburn, Sydney, Negara Bagian New South Wales (NSW), dilanda teror penembakan seorang pelaku tak dikenal.

Peristiwa ini bermula pada Senin (7/3/2016) pagi sekira pukul 10.45 setempat, di mana seorang pelaku bersenjatakan senapan otomatis yang diduga AK-47, menyerang sebuah gudang “InLine”.

Satu orang langsung dinyatakan tewas. Sementara dua lainnya terluka, di mana Kepolisian NSW mengonfirmasi, bahwa dua korban itu mengalami luka tembak di bahu dan kaki.

Penembakan itu disusul aksi penyanderaan di dalam gedung. Tapi setelah Kepolisian NSW mengerahkan beberapa negosiator, baku tembak tak terhindarkan antara pelaku dan polisi.

Sebagaimana dinukil 7 News, Senin (7/2/2016) petang waktu setempat, sang pelaku dilaporkan Kepolisian NSW dalam keadaan tewas. Drama tujuh jam pun berakhir dan tiga sandera dibebaskan dengan selamat.

Tapi Kepolisian NSW juga mengonfirmasi identitas korban, di mana korban tewas berusia 43 tahun dengan nama Michael ‘Mick’ Bassal dan dua korban lainnya disebutkan masih punya hubungan keluarga.

Mobil “Penjelajah Waktu” Dipakai Keliling Dunia

BeritaBintang –  Masih ingat dengan DeLorean DMC-12? Mobil produksi perusahaan DeLorean Motor Company ini pernah terkenal setelah muncul di film ‘Back to the Future’. Di film Hollywood tersebut, DeLorean menjadi kendaraan penjelajah waktu.

Meski mobil itu sudah tidak diproduksi lagi, sekelompok warga Jerman yakni Wolfgang Hank, Klaus Steiner, dan Andre Springer menggunakannya untuk berkeliling dunia. Ada tiga DeLorean DMC-12 produksi 1980-an yang digunakan untuk berkeliling dunia.

Pada pekan lalu, perjalanan mereka sampai di Darwin, Australia, setelah menempuh perjalanan di Asia.

Setelah berangkat dari Jerman, mereka melanjutkan perjalanan ke Austria. Kemudian, masuk ke Asia melalui Uni Emirat Arab. Lalu sebelum masuk Australia, mereka singgah di Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Mereka menargetkan tiba di Sydney pada 15 Desember setelah menempuh 4.500 kilometer.

Selama perjalanan, ada banyak pengalaman menarik yang ditemui. Salah satunya, radiator dan tangki bensin pada mobil DeLorean ternyata tidak memenuhi standar yang berlaku di Australia. Mereka pun harus mengganti komponen tersebut sebelum bisa melanjutkan perjalanan lagi di Negeri Kanguru itu.

Sementara selama di Australia, mereka berencana melintasi jalan tanpa batas kecepatan di Stuart Highway, Northern Territory. Di sana, tiga DeLorean akan dipacu hingga 140 kilometer per jam, kecepatan yang sama saat pemeran ‘Back to the Future’ melajukan DeLorean untuk menembus waktu.

Ketiga pria itu selalu meng-update perjalanan mereka melalui blog dan Facebook. Perjalanan dimulai pada awal 2015.

DeLorean DMC-12 menggunakan mesin 2.849 cc V6 PRV ZMJ-159. Tenaga disalurkan melalui pilihan sistem transmisi, lima percepatan manual dan tiga percepatan otomatis. Hal yang menjadikan mobil ini mudah dikenali adalah pintu gullwing-nya yang membuka ke atas.

Sidney, Kota Terbaik di Dunia 2015

BeritaBintang – Kota-kota mana saja yang merupakan kota dengan reputasi terbaik di dunia? Sebuah studi yang dilakukan oleh badan riset global City RepTrak 2015 melakukan jajak pendapat kepada lebih dari 19 ribu penduduk di negara-negara G8, yaitu Perancis, Jerman, Italia, Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia.

Para responden diminta menilai 101 kota terbaik di dunia berdasarkan tingkat kepercayaan, penghargaan, kekaguman, dan rasa hormat. “Kami melihat adanya hubungan dengan penelitian lain ketika membandingkan peringkat reputasi ini dengan data pariswisata dan investasi,” kata Fernando Prado, dari lembaga penyelenggara Reputation Institute.

“Korelasi hubungannya sangat kuat,” katanya. “Untuk sebuah kota, reputasi yang kuat dikaitkan dengan faktor-faktor seperti hasrat individu untuk berkunjung, tinggal, bekerja, atau berinvestasi di sana,” tambahnya seperti dilaporkan oleh Bioskop168.com.

“Ini harusnya menjadi masalah yang harus digarisbawahi oleh para pembuat kebijakan lokal,” kata Prado. “Kota-kota dengan reputasi baik menyambut lebih banyak turis, menjadi tuan rumah penyelenggaran sebuah acara, dan menarik lebih banyak investasi dan talenta.”

Berdasarkan studi terakhir dari Reputation Institute, dua kota di Australia, Sydney dan Melbourne, merupakan dua kota paling terkemuka di dunia. Kota-kota di Eropa mendominasi daftar kota-kota dengan reputasi terbaik di dunia. Lima belas dari 20 kota berada di wilayah Eropa.

Setelah keluar dari daftar sepuluh kota terkemuka pada 2014, Stockholm masuk kembali ke posisi ketiga pada tahun ini. Jawara tahun lalu, Vienna, kini menempati posisi keempat sebagai kota paling terkemuka pada 2015.

Ibukota Iran, Teheran, dan ibukota Irak, Baghdad, dengan skor masing-masing 35,4 dan 31,4 berada di posisi terakhir. Kedua kota tersebut menerima peringkat ‘reputasi buruk’ yang artinya nilai mereka lebih rendah dari 40. Moskow mendapatkan nilai ‘reputasi lemah’ masuk ke daftar kota dengan reputasi kurang baik di dunia.

Kota Asia Jauh Tertinggal

Dibanding Australia dan Eropa, kota-kota besar di Asia jauh tertinggal. Tokyo, Jepang, merupakan kota paling dihormati dalam daftar negara-negara paling terkemuka di Asia. Kota Jepang lainnya, Osaka berada pada posisi berikutnya.

Tujuan turis yang populer misalnya, kota Bangkok dan Beijing jauh tertinggal, masing-masing berada pada posisi 69 dan 85. Kendati secara umum, kota-kota di Asia memiliki kinerja lebih lemah, studi ini melaporkan bahwa kota-kota di Asia menunjukkan perbaikan yang cukup besar tahun ini.

Salah satu yang paling berkembang adalah Seoul, Korea Selatan, yang berada di posisi ke-59. Kota lain yang menunjukkan peningkatan cukup besar adalalah Karachi, Pakistan.

Sementara, Baghdad, Tehran, Tel Aviv, Moskow dan Nairobi dianggap sebagai kota dengan reputasi paling buruk di dunia. Begitu juga dengan Bogota, Meksiko dan Caracas.

Daftar kota-kota dengan reputasi paling baik di dunia:

1. Sydney, Australia

2. Melbourne, Australia

3. Stockholm, Swedia

4. Wina, Austria

5. Vancouver, Kanada

6. Barcelona, Spanyol

7. Edinburgh, Inggris

8. Jenewa, Swiss

9. Copenhagen, Denmark

10. Venice, Italia

Rayuan Maut Indra Bekti agar Istri Tidak Ngambek

BeritaBintang – Artis Indra Bekti punya cara tersendiri agar sang istri, Alldila Jelita tidak ngambek saat ditinggal pergi ke Sydney, Australia. Ia mengatakan, harus pergi ke Sydney lantaran ada pekerjaan yang harus ia selesaikan di sana.

“Kalau beliin oleh-oleh sudah pasti. Tapi aku bilang, ‘kita jalan ya, di Bandung kita nginep disuatu tempat yang enak,” ujar Bekti, ketika ditemui di studio Pesbukers, kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan.

“Karena di sana ada hotel dan aku suka daerahnya. Lumayan sedikit terjangkau ya walaupun agak dalam koceknya (biaya),” lanjut dia.

Ayah dua anak ini ingin menikmati momen berdua yang romantis selama ada di Bandung, agar istri tercinta tidak marah lagi kepada dia.

Bekti juga menyampaikan alasan sang istri marah ketika ditinggal pergi bekerja ke negeri Kanguru.

“Keluarga sih sudah di kunjungi semua. Tapi Dilla maunya kita liburan keluarga selama seminggu, makanya dia sempat ngembek,” tandasnya.