Suzuki Ecstar

Jika Tak Jatuh, Vinales Yakin Bisa Gusur Rossi dari Podium Puncak GP Belanda

BeritaBintangJika Tak Jatuh, Vinales Yakin Bisa Gusur Rossi dari Podium Puncak GP Belanda

Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, percaya diri bisa memenangkan Grand Prix Assen jika ia tidak terjatuh pada lap 12. Dirinya merasa sangat percaya diri pada balapan yang diadakan pada Minggu 25 Juni 2017 sore WIB itu.

Mantan rider Suzuki Ecstar tersebut sebenarnya memulai lomba dengan sempurna. Start dari posisi 11, ia langsung melejit ke posisi 4 di lap kedua. Ia bahkan sempat bersiang ketat untuk memperebutkan posisi ketiga dengan Marc Marquez.

[ Baca Juga : ” Tampilkan Konten Dewasa, “Real” Dilabeli 19+ ” ]

Sayangnya pada lap ke-12, ketika melibas tikungan terakhir Assen ia tersungkur jatuh. Secara tak langsung, hasil di Assen bak menggambarkan Vinales yang tengah dalam keadaan sulit di dua seri balapan terakhir. Sebelumnya di GP Katalan, ia hanya finis di posisi 10.

“Saya merasa sangat luar biasa baik. Saya memaksakan diri saya hingga batas akhir. Saya mencoba membawa Yamaha ke papan atas,” tukasnya seperti dikutip dari AGEN BOLA, Selasa (27/5/2017).

“Saya rasa jika saya tidak terjatuh saya akan merengkuh kemenangan karena kecepatan saya jauh lebih baik dibandingkan pembalap di depan saya,” tutup pembalap berjuluk Top Gun itu.

Aleix Espargaro: Ban Michelin Bikin Motor Saya Ngacir Seperti Motor Jalanan!

BeritaBintangAleix Espargaro: Ban Michelin Bikin Motor Saya Ngacir Seperti Motor Jalanan!

Pembalap Aprilia Gresini, Aleix Espargaro, mengatakan Michelin harus lebih meningkatkan kualitas ban depannya. Mantan pembalap Suzuki Ecstar tersebut mengaku melaju sangat lambat ketika melintas di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Pada musim lalu Michelin menuai hasil buruk dengan serangkaian kecelakaan akibat kurangnya grip pada ban depan. Alhasil banyak pembalap yang terjatuh pada sesi akhir tes. Namun produsen ban asal Italia tersebut berjanji untuk memperbaiki semua kekurangannya saat perhelatan MotoGP 2017 dimulai.

[ Baca Juga : ” Karakter Hot Rod Terungkap di Teaser Terbaru Transformers: The Last Knight ” ]

Namun, penyakit tahunan Michelin ini rupanya menyebabkan masalah yang sama musim ini. Performa buruk Michelin ini kerap mengorbankan keamanan bagi para pembalap di atas arena balap.

“Kami mengendarai motor kami lebih lambat dari Moto2. Kecepatan saya bahkan menyerupai motor jalanan. Sangat mustahil untuk menghabiskan banyak jutaan rupiah untuk datang ke Jerez dengan kendaraan yang lebih lambat dari kejuaraan superbike Spanyol,” terang Espargaro, menyadur dari AGEN BOLA, Selasa (9/5/2017).

“Ban Michelin perlu diperbaiki, masalahnya ban mereka sangat tidak cepat. Hal tersebut membuat balapan ini terasa sangat sulit untuk saya. Saya memiliki pilihan yang sulit, tapi bagi saya saat suhu trek seperti ini, ketika Anda melepaskan rem, maka tidak ada grip yang diperoleh di atas aspal,” tuntasnya.

Kalah Lagi dari Vinales di Sesi Latihan Bebas GP Argentina, Marquez: Saya Tidak Terkejut!

BeritaBintangKalah Lagi dari Vinales di Sesi Latihan Bebas GP Argentina, Marquez: Saya Tidak Terkejut!

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mengakui keberadaan Maverick Vinales sebagai lawan terberat yang bisa merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini. Hal itu ia sampaikan setelah melakoni sesi latihan bebas pertama dan kedua di GP Argentina.

Vinales tampil menjadi yang tercepat dan menguasai jalannya sesi latihan bebas tersebut. Sementara dirinya mengalami penampilan kurang baik di sesi pertama, namun meningkat drastis di sesi kedua.

[ Baca Juga : ” Mau Nonton, Nih Rekomendasi Film Akhir Pekan ” ]

Melihat hal tersebut, Marquez mengaku tak terkejut dengan hasil yang diraih Vinales. Menurutnya, performa mantan pembalap Suzuki Ecstar itu sudah dapat diprediksi sejak tampil cepat di tes pramusim di Valencia dan Malaysia.

“Ini baru hari Jumat, tetapi dari apa yang kita lihat di pramusim dan balapan pertama dan hari ini, sepertinya Maverick dan Yamaha adalah paket terkuat,” ungkap Marquez, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (8/4/2017).

“Saya tidak terkejut, sebab dia sangat cepat di Valencia dan Malaysia,” pungkasnya.

Brivio: Kami Punya Start yang Bagus dengan Iannone

BeritaBintang – Brivio: Kami Punya Start yang Bagus dengan Iannone

Penampilan Andrea Iannone bersama Suzuki Ecstar masih belum bisa dikatakan memuaskan. Bahkan pada uji coba di Qatar, mantan rider Ducati itu bisa dikatakan gagal total dengan hanya menempati urutan 12 di hari terakhir.

Kendati demikian, pandangan berbeda justru diberikan oleh Manajer Tim Suzuki, Davide Brivio. Ia merasa kalau Suzuki sudah memiliki awal yang bagus dengan Iannone untuk mengarungi ketatnya persaingan MotoGP 2017.

[ Baca Juga : ” Beauty and the Beast Raup Rp4,6 Triliun Selama Tiga Hari Pemutaran ” ]

Brivio merasa Suzuki hanya memerlukan sedikit perbaikan di beberapa titik untuk membuat Iannone mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Secara umum, kami sudah memiliki start yang bagus dengan Andrea (Iannone). Andrea memiliki perasaan yang bagus dengan motor. Ia menyukai motor. Ia menyukai sasis,” kata Brivio, seperti disadur dari Agen Bola, Selasa (21/3/2017).

“Keseimbangan motor sangat bagus tapi sekarang kami masih memiliki beberapa detil yang harus diselesaikan untuk membuatnya merasa nyaman 100 persen dengan Motor. Jadi ia belum tampil maksimal karena ia belum 100 persen nyaman. Jadi kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan,” jelas Brivio.

Marquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

BeritaBintangMarquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tak yakin bisa berpeluang kembali mempertahankan gelar juara di MotoGP 2017. Pasalnya, ia tak yakin dengan strategi yang diterapkan pada musim lalu bisa berjalan lancar.

Memang peta persaingan MotoGP 2017 sangat ketat. Bagaimana tidak, beberapa pembalap melakukan pergantian tim, seperti Jorge Lorenzo ke Ducati Corse, Maverick Vinales ke Movistar Yamaha, dan Andrea Iannone ke Suzuki Ecstar. Bahkan persaingan tidak hanya berkutat sekadar Valentino Rossi dan Marquez saja.

Baca Juga : ” CATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

Melihat persaingan tersebut, Marquez mengaku sangat sulit memprediksi siapa calon juara dunia. Bahkan ia akan kesulitan di gelaran perdana MotoGP yang terjadi di Sirkuit Losail, Qatar pada 26 Maret 2017.

“Kejuaraan masih sangat panjang. Tentu kami tak tampil kompetitif setiap pekan. Di Malaysia kami merasa kompetitif, dan di Phillip Island kami sangat kuat. Losail mungkin menjadi sirkuit yang kami rasa sangat sulit,”ujar Marquez seperti dikutip Crash, Rabu (15/3/2017).

“Jadi kami akan melihat sepanjang balapan dan ketika kami tiba di Eropa. Tes kali ini bukan yang terbaik untuk saya dan tim. Namun kami akan berusaha untuk mengatasinya dengan cara yang benar untuk balapan,”pungkasnya.

 

Valentino Rossi: Rider Italia Butuh Waktu untuk Menyaingi Pembalap Spanyol

BeritaBintang – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi meyakini kalau para pembalap muda Italia butuh waktu untuk naik kelas dan juga bersinar di premier class untuk menyaingi dominasi para joki Spanyol di masa depan.

Saat ini, tercatat ada sembilan rider Spanyol di MotoGP, yakni Marc Marquez, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Maverick Vinales, Aleix Espargaro, Pol Espargaro, Alvaro Bautista, Tito Rabat dan Hector Barbera. Bergabungnya bintang Moto2, Alex Rins ke Suzuki Ecstar tahun depan pun membuat Negeri Matador menurunkan 10 wakil.

“Saat ini Spanyol memang mendominasi ketiga kelas balap – MotoGP, Moto2, dan Moto3. Tahun ini begitu menakjubkan, terutama di MotoGP. Enam dari tujuh rider terdepan adalah rider Spanyol. Ini bagus untuk mereka, karena berarti kinerja mereka mempromosikan rider muda memang bagus,” kata Rossi kepada Panduan Judi Online, Minggu (3/7/2016).

“Menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Italia untuk meruntuhkan dominasi itu. Saya rasa para rider muda Italia akan butuh waktu untuk mencapai MotoGP dan tentunya bersinar di premier class. Tapi, tak ada yang tak mungkin. Saya yakin mereka bisa,” urai The Doctor.

Casey Stoner Dipastikan Kembali Jajal Desmosedici

BeritaBintang –  Test rider Ducati Corse, Casey Stoner, dipastikan akan kembali menjajal motor Desmosedici GP16 pada uji coba tertutup di Sirkuit Misano, San Marino pada 29-30 Juni 2016.

Seperti dimuat BintangBola.Online, Rabu (29/6/2016), Stoner akan kembali mengevaluasi proses pengembangan motor GP16 yang musim ini dikendarai duo rider Ducati Corse Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, serta menentukan arah pengembangan selanjutnya untuk menyambut Jorge Lorenzo. Nama terakhir memang dipastikan hijrah dari Movistar Yamaha ke Ducati musim depan.

Stoner sendiri bukan satu-satunya rider yang akan menjalani uji coba di Misano. Rider Moto2, Sam Lowes juga akan menjajal motor RS-GP, yakni motor MotoGP milik Aprilia Gresini. Seperti diketahui, musim depan Lowes memang akan naik kelas ke MotoGP. Rider Inggris itu dipastikan akan bertandem dengan Aleix Espargaro –yang saat ini masih membela Suzuki Ecstar– di Aprilia musim depan.

Test rider Ducati Corse lainnya, Michele Pirro, disebut-sebut juga akan hadir mendampingi Stoner, yang telah menjalani uji coba di Sirkuit Sepang, Malaysia pada bulan Februari dan Sirkuit Losail, Qatar pada bulan Maret lalu.

Maverick Vinales Puas dengan Kinerja Sasis Baru Suzuki

BeritaBintang  – Tim Suzuki Ecstar memiliki sasis baru yang dirancang untuk bertarung di MotoGP seri Belanda pada akhir pekan ini. Pembalap muda Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, mengaku puas dengan kinerja sasis baru timnya.

Sasis baru Suzuki sudah digunakan Vinales saat melakukan free practice pertama (FP1) dan kedua (FP2), Jumat 24 Juni 2016. Menurut pembalap berusia 21 tahun tersebut, sejauh ini sasis baru Suzuki telah bekerja dengan cukup memuaskan.

“Sasis baru kami bekerja dengan sangat baik. Saya tidak berpikir itu sudah bekerja 100 persen, tapi saya merasa itu sudah baik,” tutur Vinales, sebagaimana diberitakan Panduan Judi Online, Sabtu (25/6/2016).

“Jika kami bekerja dengan lebih keras malam ini, kami bisa memberikan loncatan yang lebih baik lagi besok,” sambung pembalap yang musim depan akan membela Tim Movistar Yamaha.

Vinales memang tampil apik di sesi free practice. Di FP2, pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut berada di posisi empat dengan catatan waktu terbaik lebih cepat 0.099 detik dari rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Honda Kritik Penampilan Calon Tandem Valentino Rossi

BeritaBintang – Honda berhasil mengirimkan dua pembalap di podium MotoGP seri Catalunya. Marc Marquez mampu berada di posisi dua sementara rekan setimnya, Dani Pedrosa sukses berada di posisi tiga pada balapan tersebut.

Menurut Direktur HRC, Livio Suppo, Dani Pedrosa, sukses melaju ke posisi tiga dengan mengesankan. Namun, dirinya menyayangkan kelakuan calon tandem Valentino Rossi yakni pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales yang ia nilai terlalu agresif untuk menyalip Pedrosa.

“Dani memang mengalami kesulitan di awal balapan saat melawan Mavericks. Bagi saya, beberapa serangan Maverick terlalu agresif,” ujar Suppo seperti diwartakan Panduan Judi Online, Minggu (12/6/2016).

“Itu adalah sesuatu hal yang tak baik untuk menciptakan kecepatan dan bisa menghilangkan kesempatan untuk mengejar pembalap yang berada di depan,” tandas Suppo.

Honda memang pada akhirnya berhasil meraih hasil positif. Pada balapan sebelumnya, Honda memang sangat kesulitan untuk meraih hasil positif karena mereka belum menemukan kombinasi terbaik antara sasis mereka dengan ban Michelin yang digunakan.

Honda Kritik Penampilan Calon Tandem Valentino Rossi

BeritaBintang –BARCELONAHonda berhasil mengirimkan dua pembalap di podium MotoGP seri Catalunya. Marc Marquez mampu berada di posisi dua sementara rekan setimnya, Dani Pedrosa sukses berada di posisi tiga pada balapan tersebut.

Menurut Direktur HRC, Livio Suppo, Dani Pedrosa, sukses melaju ke posisi tiga dengan mengesankan. Namun, dirinya menyayangkan kelakuan calon tandem Valentino Rossi yakni pembalap Suzuki Ecstar, Maverick Vinales yang ia nilai terlalu agresif untuk menyalip Pedrosa.

“Dani memang mengalami kesulitan di awal balapan saat melawan Mavericks. Bagi saya, beberapa serangan Maverick terlalu agresif,” ujar Suppo seperti diwartakan Taruhan Bola Online, Minggu (12/6/2016).

“Itu adalah sesuatu hal yang tak baik untuk menciptakan kecepatan dan bisa menghilangkan kesempatan untuk mengejar pembalap yang berada di depan,” tandas Suppo.

Honda memang pada akhirnya berhasil meraih hasil positif. Pada balapan sebelumnya, Honda memang sangat kesulitan untuk meraih hasil positif karena mereka belum menemukan kombinasi terbaik antara sasis mereka dengan ban Michelin yang digunakan.