Sumatera Utara

AJI Kecam Kekerasan terhadap Wartawan iNews TV di Medan

BeritaBintangAJI Kecam Kekerasan terhadap Wartawan iNews TV di Medan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam kasus penganiayaan yang dialami Adi Palapa Harahap (40), wartawan iNews TV Biro Medan, Sumatera Utara.

Adi dianiaya sekelompok orang di depan rumahnya Kelurahan Mabar Hilir, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tepatnya di depan sekolah Inpres Pelita, Kamis 23 Maret 2017 malam sekira pukul 21.30 WIB. Aksi tersbeut diduga melibatkan sejumlah preman dan oknum aparat.

“Mengecam keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan yang dilakukan sekelompok masyarakat atau oknum aparat. Apalagi ini ada dugaan indikasi karena pemberitaan,” ujar Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung saat dihubungi Agen Judi, Minggu (26/3/2017).

Menurut Erick, segala bentuk intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis terkait pemberitaan merupakan tindak pidana yang melanggar KUHP serta Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

[Baca Juga -“Pengamat: Bawaslu DKI Harus Jadi Wasit yang Adil!“]

“Ada di dalam Pasal 18 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 bahwa dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat pelaksanaan kerja jurnalisme dipidana pidana penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak Rp500 juta,” jelas Erick.

Erick mengungkapkan, kasus kekerasan yang dialami jurnalis iNews TV ini harus menjadi preseden agar kejadian ini tak terulang lagi. Apalagi dalam beberapa waktu belakang ini, kasus kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara terus meningkat.

AJI, lanjut Erick, mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Harus tuntas sampai proses di pengadilan supaya menjadi preseden agar ke depannya insiden ini membuat masyarakat dan pihak lainnya menghormati kerja pers,” ucapnya.

Ia menambahkan, bila ada pihak-pihak yang keberatan terhadap suatu berita, dipersilakan untuk mengajukan hak jawab dan hak koreksi ke media yang memuat berita itu. Media wajib memuat hak jawab dan koreksi. Apabila merasa tetap tidak puas dengan hak jawab dan hak koreksi yang telah dimuat, AJI meminta pihak-pihak tersebut untuk mengadukan media itu ke Dewan Pers.

“Jadi gunakanlah cara-cara yang beradab,” pungkasnya.

Libur Panjang, Penumpang Bandara Kualanamu Meningkat hingga 29 Ribu Orang

BeritaBintang – Libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, penumpang pesawat di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) meningkat hingga mencapai 29 ribu orang.

Communication And Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan hampir semua penerbangan domestik maupun internasional dipadati penumpang dengan tujuan dan dari Bandara Kualanamu.

“Hari biasa yang berkisar 23 ribu orang penumpang. Dan pada libur panjang tahun ini ada peningkatan sekira 20 persen, sekira mencapai 29 ribu penumpang,” kata Wisnu ke Agen Bola, Senin (12/12/2016).

‎Selain itu, dia menambahkan dalam rangka menyambut hari perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 Bandara Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara juga dihiasi dengan pernak-pernik Natal.

“Ada hiasan natal diberbagai tempat seperti di Teminal kedatangan dan keberangkatan maupun di area ruang tunggu domestik,” pungkas Wisnu.

BNN Tangkap Tiga Bandar Sabu Seberat 100 Kg

BeritaBintang – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap tiga bandar narkoba jenis sabu jaringan internasional di Jalan TB Simatupang, Kota Medan, Sumatera Utara tepat di depan RSU Bina Kasih, Rabu (19/10/2016) dinihari.

Dari tangan ketiganya petugas berhasil mengamankan 100 kilogram (kg) sabu yang disimpan di sebuah koper dan beberapa buah tas.

Ketiga bandar narkoba tersebut adalah Abdul Manan (51) warga Aceh, Irawan (33) warga Aceh dan Jum warga Sumatera Utara.

“Dari tadi sudah ramai di sini. Ternyata ada penggerebekan narkoba. Warga enggak boleh mendekat,” jelas seorang warga sekitar bernama Yandi (26).

Menurut pantauan Agen Judi Online,  di lokasi terlihat Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwi Hananto, turun ke lokasi. Dua orang pemilik barang haram itu masih terduduk di lokasi dan seorang lagi dilarikan ke RS. Bhayangkara.

Operasi tersebut dipimpin Brigjen Eko Danianto. Hingga kini pihak yang berwenang belum memberikan keterangan resmi perihal penangkapan tersebut.

Rawan Begal, Polresta Medan Bentuk Satgas Anti Begal

BeritaBintang –Polresta Medan membentuk Satgas Anti Begal (SAB) yang ditempatkan di 28 titik rawan begal di Kota Medan, Sumatera Utara.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan dibentuknya SAB tersebut untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada warga Medan. SAB terdiri dari polisi berpakaian preman dan Shabara.

“Petugas SAB kita tempatkan di pos-pos lantas yang ada di jalan-jalan utama Kota Medan. Bagi warga yang membutuhkan perlindungan saat berkenderaan pada malam hari, terutama tengah malam, mereka bisa minta kepada mereka,” paparnya dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Medan bersama Judi Online Terpercaya, Jumat (16/9/2016).

Ditambahkan, berdasarkan hasil pengungkapan selama ini, hampir 90 persen pelaku begal merupakan remaja berusia antara 18-19 tahun ke atas. Usai melakukan begal, hasilnya dibagi rata dan dipergunakan membeli narkoba.

“Tidak satupun pelaku yang mengaku uang hasil begal digunakan untuk biaya kehidupan,” sambungnya.

Selain itu, Polresta Medan juga mengurangi ruang peredaran narkoba, termasuk 38 lokasi yang dijadikan tempat peredaran narkoba dengan terus melakukan razia.

Mardiaz menambahkan, pihaknya juga memantau lokasi penjualan onderdil bekas di sejumlah lokasi di Kota Medan. Sebab, ditengarai sepeda motor hasil pembegalan selanjutnya dibongkar dan dijual kepada para pedagang onderdil bekas tersebut.

Buka Lapak Judi, Buruh Bangunan Diciduk Polisi

BeritaBintang – Seorang bandar judi jenis kopiok Suriawan (33) diringkus anggota Sat Reskrim Polsek Selesai di Dusun 3, Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Langkat, Sumatera Utara, Kamis 15 September 2016.

Sayangnya, buruh kasar itu ditangkap hanya sendirian saja, beberapa orang yang sedang main judi berhasil melarikan diri di kegelapan pepohonan kelapa sawit.

Dari tangan Suriawan, polisi mengamankan barang bukti 1 lembar kertas lapak dadu, 24 mata dadu, piring, tutup dadu, lilin dan uang sebagai taruhan Rp198 ribu.

Selama ini, Suriawan membuka lapak judi kopiok untuk mencari uang guna menyambung hidupnya dan keluarganya. “Kalau hanya berharap dari buruh saja, tidak sanggup,” kata Suriawan.

Agar lapak judinya tidak diketahui banyak masyarakat, dia pun memulai di malam hari, hanya dengan menggunakan lilin sebagai penerangan.

“Pada saat digerebek polisi, saya tidak melarikan diri karena mau menyelamatkan barang yang tertinggal. Saya pakai lilin untuk penerangan agar polisi tidak tahu,” ungkap Suriawan kepada Agen Judi Online Terpercaya..

Hingga kini, Suriawan masih ditahan di Polsek Selesai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih menggelar operasi untuk memberantas judi di wilayah yang rawan perjudian.

Tak Sempat Meledak, Bom di Gereja Medan Keluarkan Api

BeritaBintang – Bom yang dibawa pelaku di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara tak sempat meledak. Namun bom sudah mengeluarkan percikan api yang membakar pembawanya bernisial IAH.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, percikan api dari bom itu keluar saat pelaku hendak menghampiri pastor yang akan berkhutbah.

“(IAH) bawa ransel mendekati ke arah pastor berdiri. Kemudian ada percikan api dari ransel dan percikan itu membakar tubuh,” kata Boy kepada Agen Bola Terbaik, Minggu (28/8).

Akibat percikan api itu, sebagian tubuh pelaku terbakar. Saat ini, IAH mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Karena bom tak sempat meledak, Boy memastikan pastor dan seluruh jemaat gereja selamat. Sementara pekaku yang mengalami luka bakar segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Saat ditanya identitas pelaku, Boy hanya menyatakan bahwa namanya adalah Ivan. “Nama lengkapnya saya tidak tahu,” katanya. Boy juga belum bisa memastikan keterkaitan pelaku dengan jaringan kelompok radikal.

Sejumlah saksi mata mengatakan, peristiwa terjadi saat pastor Albret S Pandingan akan berkotbah di depan mimbar. Pelaku saat itu datang menghampiri pastor sambil membawa ransel linkalternatif.info.

Pria tersebut saat itu juga membawa senjata tajam jenis pisau yang diduga akan digunakan untuk menyerang pastor. Aksi pelaku tersebut terhenti karena keluar percikan api dari tasnya.

Jemaat langsung menghubungi pihak polisi. Petugas kepolisian yang datang tak lama kemudian, segera mengamankan lokasi. Tim penjinak bom juga diturunkan untuk mendeteksi keberadaan bom di lokasi.

Kisah Sonya, Memaki Polwan Berujung Duka

BeritaBintangJakarta – Seorang siswi SMA di Kota Medan, Sumatera Utara membuat geger public di Tanah Air gara-gara ulahnya memarahi seorang Polwan saat dia ditilang. Dengan nada tinggi, siswi yang baru saja selesai mengikuti Ujian Nasional dan masih mengenakan seragam yang dicorat-coret itu, mengancam sambil menunjuk-nunjuk sang Polwan dengan mengaku sebagai anak seorang jenderal.

“Aku tidak main-main, aku tandai Ibu, aku anak Arman Depari,” kata siswi SMA Methodist Medan tersebut.

Arman Depari yang dimaksud adalah seorang petinggi kepolisian berpangkat inspektur jenderal (irjen) yang saat ini menjabat Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Arman Depari merupakan jenderal jebolan Akpol 1985 dan lahir di Berastagi, Karo, Sumatera Utara. ‎Sebelum di BNN, Arman menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau, dan pernah menjadi Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Terekam Kamera

Aksi siswi bernama Sonya Ekarina br Sembiring Depari itu terekam dalam kamera awak media di Medan yang kemudian beredar luas di masyarakat.

Dalam aksinya, siswi berwajah cantik dengan rambut panjang dan kulit putih itu tidak sendiri. Dia bersama beberapa temannya menumpang mobil Brio bernomor polisi BK 1528 IG, dan disetop oleh Polwan berpangkat inspektur dua yang tengah mengatur lalu lintas Kota Medan, Rabu 6 April 2016.

Berita Online

Sang Polwan, Ipda Perida, berupaya memperingatkan para siswi tersebut karena melanggar lalu lintas. Namun, salah seorang di antara siswi itu tidak terima, dan malah balik memarahi Perida sambil menunjuk-nunjuk dan mengancam sang Polwan.

Usai berdebat, Polwan tersebut tidak menilang Sonya dan kawan-kawannya. Sebaliknya dia mempersilakan para siswa kembali ke mobil dan meminta mereka pulang dan tidak berkonvoi.

Bukan Anak Jenderal

Dihubungi terpisah, Arman membantah bahwa siswi tersebut anaknya. “Tidak benar, saya tidak punya anak perempuan. Anak saya 3 laki-laki dan semua di Jakarta,” kata Arman kepada Indowins.com via pesan singkat, Kamis 7 April 2016.

Mantan Kapolda Kepulauan Riau ini tampaknya tidak ingin memperpanjang masalah terkait ulah siswi tersebut. “Kita maafkan saja. Anak-anak remaja masih hijau dan sedang euforia,” ujar Arman.

Dia menganggap ulah siswi tersebut sebagai bentuk ketidakpahaman. “Dan mungkin mereka pun tidak mengerti apa yang dia lakukan,” lanjut Arman.

Meski mendapat maaf dari Arman dan tidak ditilang, bukan berarti kasus ini selesai begitu saja. Polres Kota Besar Medan akan meminta keterangan orangtua Sonya.

“Kita akan panggil orangtua siswi tersebut melalui sekolah,” kata Kapolresta Medan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto, saat berbincang dengan Indowins.com “Kita akan mintai keterangan,” lanjut Mardiaz.

Berita Online

Seharusnya, dia menambahkan, orangtua siswi yang memaki dan mengancam Polwan dan mengaku anak jenderal itu dijadwalkan dimintai keterangan hari ini. “Tapi tidak bisa karena alasannya sakit,” ujar Mardiaz.
Pemeriksaan pun akhirnya dijadwalkan Jumat 8 April 2016. “Besok kita akan panggil lagi secara resmi,” terang Mardiaz.

Terkait tidak adanya penilangan, Mardiaz mengatakan, kegiatan saat peristiwa itu terjadi memang bersifat persuasive. Menurut Mardiaz, tidak hanya para siswi tersebut yang diberhentikan polisi tapi, “di belakang-belakang mereka itu banyak, semuanya kena teguran dan diminta kembali ke rumah dan tidak konvoi,” beber Mardiaz.

Belakangan berita duka datang dari pihak Sonya. Dikabarkan, ayah Sonya , Makmur Sembiring Depari, meninggal dunia Kamis 7 April 2016 pagi, akibat menderita stroke.

Dengan adanya berita duka ini, Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya tidak akan memperpanjang kasus Sonya.

“Kita berempati pada keluarga Sonya, karena Ayahandanya Makmur Sembiring Depari meninggal dunia tadi pagi karena stroke. Kami ikut berbelasungkawa,” ujar Mardiaz kepada Indowins.com

Ustadz Alhabsyi Dikabarkan Kecelakaan Mobil Parah

BeritaBintang – Salah satu ustadz ternama Ahmad Alhabsyi dikabarkan mengalami kecelakaan di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (3/3/2016). Pemberitaan ini muncul seiring dengan diunggahnya dua foto yang menunjukkan sebuah mobil dalam keadaan rusak parah di akun Twitter miliknya sang ustadz, @ustad_alhabsyi.

“Ustadz Alhabsyi kecelakaan setelah mengisi acara di Mandailing Natal, mohon doa dari semua sahabat tweeps untuk beliau”, tulis akun tersebut dalam salah satu keterangan foto, Jumat (4/3/2016) dinihari WIB.

Dalam akun tersebut juga terdapat keterangan jika Ustadz Alhabsyi dan rombongan dakwahnya dilarikan ke rumah sakit.

“Saat ini beliau dan rombongan dakwahnya sedang dilarikan ke rumah rakit. Mohon doa dari semuanya agar beliau diberikan keselamatan,” tulis akun tersebut.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi Ustadz Ahmad Alhabsyi beserta rombongannya

Pemerintah Harus Bina OKP Agar Premanisme Tak Terjadi

BeritaBintang –   Bentrok antar dua Organisasi Kepemudaan (OKP), yakni Ikatan Pemuda Karya (IPK) dengan Pemuda Pancasila (PP) terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Sabtu 20 Januari 2016 lalu. Bentrokan itu mengakibatkan dua orang, Roy Silaban dan Monang Hutabarat meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Psikolog Sosial Universitas Gajah Mada (UGM), Faturochman mengatakan, pemerintah perlu melakukan pembinaan terhadap OKP agar mereka tak melakukan tindakan premanisme yang merugikan masyarakat.

“Jadi untuk mengantisipasi kejadian itu tak terulang, masyarakat ini kan harus di didik agar lebih humanis,” ujar dia saat berbincang dengan Beritabintang , Selasa (2/2/2016).

Tak hanya melakukan pembinaan, menurut dia, aparat penegak hukum juga harus bertindak tegas terhadap para anggota OKP yang melakukan tindakan premanisme agar tidak terulang kembali.

“Kalau hukum bisa ditegakan kewibawan aparat hukum ditunjukan. Jadi untuk mengantisipasi kejadian itu tak terulang,” tuturnya.

Faturochman menilai, terus berulangnya bentrokan antar OKP yang berujung pada tewasnya dari masing-masing pihak itu lantaran penegakan hukum masih lemah. Penegak hukum, terkesan masih tebang pilih ketika menindak OKP yang terlibat bentrokan.

“Banyak juga pihak Polisi dan Kejaksaan kalau nindak kejadian seperti itu (terkesan) harus memilih, siapa dibelakang itu. Kalau seperti itu masyarakat menjadi pihak yang lemah. Mestinya OKP itu harus patuh terhadap hukum,” tandasnya.

Tuding Istri Selingkuh, Suami Melapor ke Polisi

BeritaBintangMEDAN – Seorang suami di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, melaporkan istrinya sendiri ke polisi. Suami bernama Ruli (24) tersebut, menuding istrinya Rika Meliana (30) selingkuh dengan pria lain.

Ruli menceritakan, perselingkuhan sang istri terkuak melalui pesan Blackberry Messanger (BBM) di ponsel Rika. Di mana seorang teman BBM Rika, seorang pria berinisial B, mengirim pesan ajakan menginap di sebuah hotel di Medan.

“Pertama kali tahu waktu istri ku sedang mandi. Blackberrynya diletak di atas meja. Ketika ku periksa, di situ tertulis kalau si B, yang aku juga enggak kenal orangnya, mengajak isteriku menginap di hotel,” ungkap Ruli.

Ruli menceritakan, ia dan Rika berkenalan untuk pertama kalinya di sebuah diskotik di Medan. Kala itu Rika bekerja sebagai penari di diskotik tersebut. Keduanya lantas menikah dan tahun ini memasuki usia pernikahan ke tujuh tahun.

“Sejak setahun terakhir ini kehidupan kami sedikit berubah, karena pekerjaanku dalam masa sulit. Tak ada job dan banyak pengeluaran membuat kedua kami kerap terlibat cekcok. Bahkan dia sudah tidak peduli dengan dua anak kami,” ujarnya.

‪Kapolsek Medan Baru, Kompol Rony Nicolas Sidabutar saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban. Ia mengaku akan segera mengecek laporan tersebut.