Steven Gerrard

Pujian Gerrard Bikin Dele Alli Merinding

BeritaBintang –Dele Alli adalah seorang fans Liverpool dan gaya mainnya pun disebut mirip-mirip dengan legenda klub tersebut Steven Gerrard. Pujian yang datang dari Gerrard pun diakui sudah bikin Alli merinding.

Alli tampil impresif musim ini dan jadi salah satu alasan Tottenham Hotspur mampu bersaing di jalur juara Premier League bersama Leicester City. Gelandang yang baru berusia 19 tahun itu bikin 7 gol dan 11 assist dari 43 penampilan di seluruh kompetisi.

Jika ada klub yang menyesal dengan performa impresif Alli saat ini, tentu saja itu adalah Liverpool yang nyaris mendatangkan dirinya musim panas lalu andaikan tidak ada intervensi dari petinggi klub.

Gerrard yang merupakan mantan kapten The Reds pun sampai terpukau dengan penampilan Alli musim ini dan menilai juniornya itu bisa punya karier lebih baik darinya.

“(Komentar Gerrard) membuat Anda merinding, Anda tidak akan percaya itu. Dia adalah pemain yang jadi panutan saya sejak kecil, dia adalah pemain hebat dan seorang legenda. Dia adalah idola saya dan apa yang dikatakannya sangat berarti untuk saya,” tutur Alli seperti dikutip Bintangbola.

“Tapi Anda tentu tidak boleh terbuai dengan hal-hal seperti itu, penting untuk saya terus bekerja keras dan tidak terlalu memikirkan hal-hal semacam itu,” sambungnya.

Tak cuma Gerrard, eks manajer Manchester United Sir Alex Ferguson juga memuji Alli sebagai pemain muda terbaik yang pernah dilihatnya.

“Rasanya sulit dipercaya, salah satu manajer terhebat memberikan Anda pujian seperti itu, ini sangat berarti dan merupakan sebuah kehormatan,” tutupnya.

Mantan Kapten Liverpool Pensiun Tahun Ini

BeritaBintang –   Gelandang Los Angeles Galaxy (LA Galaxy), Steven Gerrard telah berumur 35 tahun dan menjalani musim pertamanya bersama klub Major League Soccer (MLS). Ia pindah ke LA Galaxy setelah 17 tahun bermain untuk Liverpool.

Pemain berpaspor Inggris sedianya dikontrak LA Galaxy selama 18 bulan sejak sepakat pindah pada Juni 2015. Namun Gerrard kini mulai memikirkan waktu yang tepat untuk gantung sepatu alias pensiun, apalagi setelah ia memenangi banyak gelar bergengsi bersama Liverpool seperti Liga Champions, UEFA Cup, FA Cup dan Capital One Cup.

Pria yang kerap disapa Stevie-G itu pun membeberkan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhirnya menjalani profesi sebagai pesepakbola profesional.

“Saya tidak 100 persen yakin. Tapi saya pikir tahun ini mungkin akan jadi tahun terakhir saya bermain sebagai pesepakbola profesional,” ungkap Gerrard seperti diberitakan Bioskop168 , Minggu (3/1/2016).

Saat ini Gerrard ingin secepatnya mengikuti kursus kepelatihan dan menyesali keputusannya tak mengambil kursus itu lebih awal, hingga pria asli kelahiran Merseyside, Liverpool itu harus memulai dari awal untuk menjalani karier sebagai pelatih profesional.

“Saya menyesal tak memulai kursus kepelatihan pada usia 21-22 tahun. Sepanjang masa itu di hotel sebagai pemain Inggris ketika saya bosan, saya hanya menyaksikan ‘The Office’ dan ‘The Sopranos’. Saya baru selesai menjalani kursus kepelatihan (awal), jadi saya akan mengambil kursus profesional sekarang,” imbuh Gerrard.

Gerrard, Pemain Terbaik Sepanjang Masa

BeritaBintangLIVERPOOL – Legenda Liverpool, Robbie Fowler memberikan sanjungannya kepada kapten eks klubnya, yaitu Steven Gerrard. Ya, pria 40 tahun tersebut mengatakan bahwa sosok Gerrard merupakan pemain terbaik sepanjang masa yang pernah dimiliki oleh The Reds.

Seperti diketahui, mungkin banyak yang menyebut Kenny Dalglish sebagai pemain yang terbaik pernah berada dalam skuad Liverpool. Akan tetapi di mata Fowler, sosok Gerrard lebih pantas mendapatkan sebutan tersebut karena kemampuannya.

Steven Gerrard merupakan pemain terhebat yang pernah dimiliki Liverpool sepanjang sejarah. Saya sadar betul bahwa orang-orang akan selalu membandingkannya dengan Kenny Dalglish,” ucap Fowler.

“Saya pribadi ikut melihat masa keemasan dari Kenny. Saya menghabiskan banyak waktu dengannya dan sangat mengenal seperti apa dirinya. Namun, saya menyaksikan langsung seberapa hebat seorang Steven Gerrard,” ucap Fowler.

“Dia benar-benar menampilkan penampilan yang luar biasa. Ia mengangkat Liverpool sendirian hampir selama bertahun-tahun, dan memenangkan banyak pertandingan dengan kemampuannya sendiri. Itu sangat berbeda dengan era Kenny,” imbuhnya.

Gerrard sejatinya bakal melakoni pertandingan terakhirnya di Anfield Stadium akhir pekan ini atau tepatnya saat Liverpool melawan Crystal Palace. Pasalnya, pemain 34 tahun tersebut sudah dipastikan akan meninggalkan The Anfield Gank akhir musim ini sebelum bergabung dengan Los Angeles Galaxy tahun depan.

Liverpool Diyakini Masih Bisa Finis Empat Besar

BeritaBintangLiverpool – Pepe Reina yakin kekalahan dari Manchester United akhir pekan lalu tak akan mengganggu misi Liverpool finis empat besar. Reina meyakini bahwa eks timnya itu bakal bisa tampil lagi di Liga Champions musim depan.

Liverpool punya kesempatan besar menyalip MU kala berduel di Anfield hari Minggu malam lalu. Sayang kenyataan tak sesuai harapan ketika ‘Setan Merah’ pulang dengan tiga poin dari markas rival beratnya itu.

Alhasil jarak Liverpool yang ada di posisi kelima dengan MU setingkat di atasnya melebar jadi lima poin, dari sebelumnya dua poin. Dengan delapan pekan tersisa jelas kondisi ini memberatkan Liverpool.

Apalagi untuk tiga pertandingan ke depan mereka tak akan diperkuat dua pemain andalannya, Steven Gerrard dan Martin Skrtel, yang diskorsing tiga laga. Belum lagi The Reds masih harus menghadapi tim-tim kuat seperti Arsenal pekan depan plus Chelsea.

Wajar jika kini MU lebih difavoritkan untuk bisa finis empat besar sekaligus mematikan mimpi anak-anak The Anfield Gank.

Meski demikian Reina meyakini bahwa apapun bisa terjadi di sisa pertandingan musim ini. Dengan MU juga masih harus melawan tiga tim teratas, maka Liverpool masih bisa melewati The Red Devils dan lolos ke Liga Champions musim depan.

“Mereka sudah beberapa musim tak bisa finis empat besar. Musim lalu mereka nyaris menjadi juara,” ujar Reina.
“Orang-orang lalu ingin melihat musim ini setidaknya sama seperti yang lalu. Mereka membelanjakan banyak uang dan mendatangkan beberapa pemain. Semua orang tentu berharap lebih musim ini,” lanjut pesepakbola asal Spanyol yang kini bermain di Bayern Munich itu.

“Tapi awal musim berjalan kurang oke. Kini segalanya sudah membaik dan mereka tampil sangat baik di paruh kedua musim. Mereka masih sangat berpeluang finis empat besar dan semoga saja mereka bisa melakukannya,” demikian dia.