Stadion Stade

Tragedi Paris Membuat Khawatir Luiz

BeritaBintang –  Bek tangguh Brasil dan Paris Saint-Germain (PSG), David Luiz, mengomentari tragedi bom dan penembakan yang terjadi di Paris pada Jumat 13 November 2015. Kejadian tak berprikemanusiaan tersebut membuatnya khawatir dengan keluarga serta kerabat yang tinggal di sana.

Pada saat peristiwa tersebut terjadi, mantan bek Chelsea tersebut memang sedang tidak berada di Prancis. Ia sedang bersama tim nasional Brasil berlaga di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Argentina.

“Hal itu sangat, sangat menyedihkan. Saya khawatir dan masih mencoba memahami apa yang terjadi. Tak ada yang lebih buruk dengan melihat orang lain kehilangan hidupnya. Ketika saya mengetahui hal itu saya langsung menghubungi kekasih, keluarga, dan kerabat saya di Paris. Mereka semua ketakutan dan sedih,” terang Luiz mengutip Soccerway, Senin (16/11/2015).

“Pada saat ini saya tak tahu apa yang harus saya lakukan, apakah saya akan kembali ke sana atau menetap sementara di sini. Saya ingin memahami kondisi yang ada. Sedih melihat tragedi seperti ini,” jelasnya.

Tragedi tersebut memakan korban total 129 orang. Kejadian tersebut mengincar enam tempat di Paris, termasuk Stadion Stade de France. Bahkan pada saat kejadian, laga Prancis melawan Jerman sedang berlangsung.

Anggun C Sasmi Kecam Teroris Serang Tempat yang Jadi Simbol Senang-senang

BeritaBintang – Sebagai vokalis yang berkarier di Paris, Perancis, Anggun Cipta Sasmi (41) mengecam serangan teroris yang terjadi Jumat (13/11/2015). Hal itu ia curahkan melalui akun Twitter miliknya.

“An attack agains humanity #Paris13nov,” tulis Anggun dalam akun @Anggun_Cipta.

Pada kicauan berikutnya, pelantun “Mimpi” juga mengecam kekejian para teroris yang menembaki masyarakat tak berdosa yang tengah menikmati sejumlah hiburan di kota Paris.

“They attacked people who went for a music concert, sports event and meals at restaurant. They attacked the very symbols of life’s joy,” kicau Anggun.

Diberitakan sebelumnya, ketenangan kota Paris terusik kala teroris dengan membabi buta menembaki masyarakat di sejumlah titik, yakni di Bataclan, di mana konser band The Eagles of Death Metal berlangsung pada Jumat (13/11/105).

Yang kedua di sebuah bar dekat dengan Stadion Stade de France di mana sedang berlangsung pertandingan persahabatan tim nasional Perancis melawan Jerman.

Selanjutnya aksi teror yang diklaim telah dilakukan ISIS ini menyerang sebuah restoran di jalan 10th Arrondissement.

Serangan ini menewaskan telah 153 orang dan melukai pulihan orang lainnya. Tanda pagar #prayforParis pun menjadi treding topic worldwide Twitter yang menunjukkan bahwa dunia pun turut berduka.