Somalia

Trump: Larangan Imigrasi Perlu untuk Jamin Kebebasan Beragama

BeritaBintangTrump: Larangan Imigrasi Perlu untuk Jamin Kebebasan Beragama

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berkeras akan tetap menerapkan perintah eksekutifnya yang melarang masuk warga dari sejumlah negara Muslim. Menurutnya, kebijakan ini diperlukan untuk menjamin kebebasan beragama di AS.

“Sejumlah orang berusaha masuk ke AS untuk melakukan kekerasan dan menindas serta memaksa orang lain berdasarkan iman dan juga gaya hidup mereka. Ini tidak benar. Kami tak akan membiarkan intoleransi berpijak di negara kami,” ujar Trump.

Dalam pidato di hadapan sejumlah pemuka agama, termasuk Raja Yordania, Abdullah, itu Trump menegaskan bahwa kekerasan terhadap kelompok agama minoritas harus diakhiri. Menurutnya, semua negara memiliki kewajiban moral menentang kekerasan tersebut.

Konglomerat asal New York itu mengklaim, Gedung Putih justru mengambil “tindakan yang diperlukan” untuk mencegah kekerasan ini terjadi di AS.

“Semua negara memiliki kewajiban bekerja sama memerangi itu, bahkan memeranginya secara kejam jika diperlukan,” tuturnya.

Masalah imigrasi ini menjadi sorotan luas setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang di antaranya berisi penghentian penerimaan pengungsi selama 120 hari dan menunda pemberian visa selama 90 hari bagi warga dari tujuh negara dengan risiko teror tinggi. Ketujuh negara itu adalah Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Baca Juga: ” Mario ‘Kahitna” Gelar Konser Tribute To Divas

Trump menekankan, aturan ini penting diberlakukan sementara pemerintah menyusun aturan baru imigrasi baru yang lebih ketat.

“Bangsa Amerika memiliki sistem imigrasi yang paling dermawan di dunia. Orang-orang banyak memanfaatkan kemurahan hati dan merusak nilai-nilai yang bangsa ini pegang begitu kuat,” ujar Trump.

Tak sedikit pihak yang meyayangkan langkah Trump ini dengan menyebut bahwa perintah eksekutif itu sangat diskriminatif dan bisa memicu perpecahan. Kanselir Jerman, Angela Merkel, menuturkan bahwa terorisme tidak bisa menjadi alasan untuk menuduh suatu kelompok dan menebar kebencian.

“Perang terhadap terorisme bukan menjadi alasan untuk membenarkan kecurigaan umum berdasarkan keyakinan tertentu. Langkah ini, menurut saya, bertentangan dengan kerja sama internasional dalam membantu pengungsi,” tutur Merkel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault, juga menyayangkan kebijakan Trump tersebut. Ia menyebutkan terorisme tidak mengenal kewarganegaraan. Menurutnya, diskirminasi bukan lah jalan keluar memberangus terorisme internasional.

Selebriti Hollywood Kecam Larangan Imigran Muslim Trump

BeritaBintangSelebriti Hollywood Kecam Larangan Imigran Muslim Trump

Dalam kesempatan menyampaikan klip video La La Land dalam perhelatan Producers Guild of America Awards, John Legend mengambil beberapa menit menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden AS Donald Trump.

“Los Angeles adalah rumah bagi banyak imigran, ada banyak orang kreatif di sini, banyak pemimpi dan siapapun yang berada di sini membentuk negara ini,” ujarnya seperti dilansir dari Variety.

“Kita adalah wajah Amerika. Amerika begitu besar, dan bebas, dan terbuka bagi siapa saja, pemimpi dari ras manapun, semua negara, dan semua agama,” tambah dia. “Visi kita akan Amerika sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan Presiden Trump.”

“Saya ingin menekankan malam ini, bahwa saya menolak visi Trump dan menegaskan Amerika mestinya dapat lebih baik dari itu,” ujarnya lagi.

Baca Juga: ” Wih,Justin Bieber siapkan Something Special sebelum Vakum

Sebelumnya, sebagai Presiden AS baru, Donald Trump mengeluarkan perintah ‘larangan ekstrim’ pada Jumat (27/1), berisi ketentuan larangan masuk bagi semua pengungsi ke AS selama 120 hari. Perintah itu juga menolak kedatangan seluruh pengungsi asal Suriah, lantas memblokir kedatangan warga dari tujuh negara mayoritas muslim ke AS selama 90 hari. Ketujuh negara itu adalah: Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Legend hanya satu dari beberapa selebriti Hollywood yang mengungkapkan kekecewaannya pada kebijakan larangan yang diberlakukan Trump tersebut.

Aktris Kerry Washington mengungkapkan: “Perut saya jadi mual hari ini akibat #MuslimBan,” tulisnya di akun Twitter pribadinya.

Penulis Harry Potter, J.K Rowling mengatakan dirinya pernah bekerja untuk Amnesty International di era 1980-an. “Apa yang terjadi saat ini seperti cerita yang disampaikan tawanan politik di bawah rezim diktator,” tulisnya.

 

Singapura Tempat Menetap Terbaik Kedua di Dunia, Apa yang Pertama?

BeritaBintang – Indeks ini disusun setelah PBB melakukan kajian di 188 negara yang antara lain mencakup tingkat kesehatan warga negara di semua tingkatan umur.

Secara keseluruhan ada 47 indikator yang dipakai sebagai Bandar Bola Terbaik acuan untuk menentukan daftar negara yang paling layak untuk menjadi tempat tinggal.

Lima terbawah diisi oleh Republik Afrika Tengah, Somalia, Sudan Selatan, Niger, dan Chad.

Amerika Serikat berada di posisi 28 terutama karena faktor kematian yang disebabkan oleh kekerasan, HIV, konsumsi alkohol, obesitas di kalangan anak-anak, dan bunuh diri.
Berita Bintang

Kajian ini juga menyebutkan Linkalternatif.info bahwa tidak ada negara yang memenuhi target pemberantasan TBC-HIV atau pengurangan obesitas anak menjadi 0%.

Global Goals ditetapkan PBB pada 2015 dan lembaga dunia ini berambisi semua indikator kesehatan bisa dipenuhi pada 2030.

– Sepanjang abad 20, total sudah 228 gerhana matahari tercatat dalam sejarah umat manusia. Selama periode tersebut terdapat 78 berjenis sebagian, 73 berjenis cincin, 71 berjenis total, dan terakhir 6 hybrid. Berikut peristiwa gerhana matahari yang menarik banyak perhatian. Berikut peristiwa gerhana matahari yang menarik banyak perhatian, seperti dikutip dari NASA, Kamis (25/2/2016): Pada 1972, tepatnya 30 Juni, gerhana matahari total kembali terjadi. Jalur yang dilewati gerhana kali ini adalah bagian tengah benua Afrika. Peristiwa alam ini berlangsung selama 7 menit, 4 detik. Uniknya kejadian kali ini adalah gerhana matahari terakhir yang berlangsung selama tujuh menit, selanjutnya kita harus menunggu gerhana pada 2150. Di 1987, tepat pada 29 Maret, gerhana matahari hybrid terjadi. Gerhana Matahari Hibrid merupakan gerhana yang memiliki dua macam gerhana yang berbeda, yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total. Gerhana kali ini melewati bagian selatan benua Amerika, berjalan ke Samudera atlantik, dan berakhir di sekitar Somalia. Di akhir abad 20, Gerhana matahari sebagian terjadi pada 31 Juli 2000. Peristiwa ini merupakan gerhana ketiga yang terjadi pada bulan tersebut. Rute yang dilewati gerhana kali ini adalah daerah belahan bumi bagian utara, atau berada di sekitar Alaska.

BeritaBintang –- Sepanjang abad 20, total sudah 228 gerhana matahari tercatat dalam sejarah umat manusia. Selama periode tersebut terdapat 78 berjenis sebagian, 73 berjenis cincin, 71 berjenis total, dan terakhir 6 hybrid. Berikut peristiwa gerhana matahari yang menarik banyak perhatian.

Berikut peristiwa gerhana matahari yang menarik banyak perhatian, seperti dikutip dari NASA, Kamis (25/2/2016):

Pada 1972, tepatnya 30 Juni, gerhana matahari total kembali terjadi. Jalur yang dilewati gerhana kali ini adalah bagian tengah benua Afrika. Peristiwa alam ini berlangsung selama 7 menit, 4 detik.

Uniknya kejadian kali ini adalah gerhana matahari terakhir yang berlangsung selama tujuh menit, selanjutnya kita harus menunggu gerhana pada 2150.

Di 1987, tepat pada 29 Maret, gerhana matahari hybrid terjadi. Gerhana Matahari Hibrid merupakan gerhana yang memiliki dua macam gerhana yang berbeda, yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total. Gerhana kali ini melewati bagian selatan benua Amerika, berjalan ke Samudera atlantik, dan berakhir di sekitar Somalia.

Di akhir abad 20, Gerhana matahari sebagian terjadi pada 31 Juli 2000. Peristiwa ini  merupakan gerhana ketiga yang terjadi pada bulan tersebut. Rute yang dilewati gerhana kali ini adalah daerah belahan bumi bagian utara, atau berada di sekitar Alaska.

Tokoh Kartun ‘Average Mohamed’, Propaganda Tangkis ISIS

BeritaBintang –    SEORANG warga negara Amerika keturunan Somalia, Mohamed Ahmed menciptakan tokoh kartun ‘Average Mohamed’. Tokoh ini bukanlah seorang superhero layaknya spiderman maunpun superman yang menggunakan kostum. Kendati demikian, ambisinya tidak kurang layaknya tokoh-tokoh superhero tersebut khususnya untuk menghentikan gerakan Negara Islam, Irak dan Suriah (ISIS) yang radikal.

Mohamed Ahmed menciptakan karakter “Average Mohamed” ditujukan bagi anak-anak berusia delapan hingga 14 tahun. “Average Mohammed” diciptakan untuk menangkal ajaran gerakan radikal.

Rentang 2006 dan 2011 lebih dari 20 orang warga Amerika keturunan Somalia dari Minneapolis berangkat ke Afrika Timur untuk melawan kelompok teroris Al-Shabaab yang merupakan jaringan ISIS. Misi Mohamed memberikan edukasi kepada keluarga untuk melawan kebohongan yang disebarkan oleh kelompok radikal.

Mohamed mewakili mayoritas Muslim menyadari kehadiran tokoh Average Mohamed ini merupakan topik yang sensitif, dimulai dari identitas dan kebebasan untuk berbicara. Logika penciptaan karakter ini menurutnya sangat sederhana.

“Ini (tokoh kartun) adalah pria seperti kebanyakan yang mendatangi masyarakat biasa yang mengarah kepada radikal. Ia akan membawa semua (mereka yang terjebak radikal) untuk memberitahukan hal yang sebaliknya,” kata Mohamed di situs pribadinya yang dilansir BintangBola, JumaT (19/2/2016).

Dalam salah satu episode kartun ‘Average Mohamed’ dengan judul ‘Islamic State Job Description’. Ahmed sebagai pengisi suara mendeskripsikan bagaimana ISIS melakukan genosida terhadap umat Muslim, Kristen, Yazidi dan Yahudi. Bagaimana ISIS melakukan teror terhadap perempuan yang tidak bersalah, laki-laki dan anak-anak, memanggal kepala orang yang tidak bersalah. “Tidak persis dengan fim-film Disney dan film laga, ini lebih seperti propaganda,” katanya.

Selanjutnya, dalam video yang berjudul Anti-Bom Bunuh Diri Mohammed melalui tokoh kartun ini mengingatkan gerakan radikal dengan menggunakan kutipan hadis dan perkataan nabi.