SK

Bocah Penjual Sayur Diperkosa Kakek 65 Tahun

BeritaBintang –  Seorang gadis berusia 13 tahun, yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling, di Kabupaten Timor Tengah Utara diperkosa oleh seorang pria gaek berusia 65 tahun. Sang kakek selama beberapa waktu ini dikenal sebagai pelanggan dagangannya.

Dalam laporan dari korban MI, kejadian itu bermula saat ia berjualan sayur bersama tantenya, SK, 27 November 2015. Saat itu, pelaku, ED, terlihat hendak membeli dagangannya.

MI, yang baru tiga hari berjualan bersama tantenya tersebut, melihat sang tante terlihat akrab dengan ED. Di sini tidak ada kecurigaan sama sekali.

Namun tiba-tiba, ED meminta izin SK untuk mengajak korban ke dalam rumah. “Bapak itu bilang, ‘Mari bawa dia ke sini. Saya main dengan lu punya adik’,” kata korban saat melapor ke kepolisian resor Timor Tengah Utara, Jumat , 4 Desember 2015.

“Tante SK langsung tarik tangan kiri saya dan paksa saya masuk ke kamar bapak tua rambut putih itu. Dan terjadilah pemerkosaan,” sambung korban.

Selain itu, korban menyebut, kala itu juga ia melihat sang tante bersama lelaki lain yang tak dikenalnya, di kamar yang berbeda.

Sabina, ibu korban yang ikut mendampingi di kepolisian berharap kasus yang menimpa anaknya tersebut dapat diproses hukum dengan adil.

“Meski antara kami dan SK masih ada hubungan keluarga, kami mau kasus ini diproses terus sampai tuntas,” ujarnya.

Bripda Lola Bistolen dari bagian Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Timor Tengah Utara, mengaku telah meringkus SK. Saat ini, dari hasil visum, memang menunjukkan telah terjadi pemerkosaan terhadap korban.

“Hasil visum, korban diperkosa dua kali. Beberapa barang bukti sudah diamankan. Sedangkan pelaku masih dalam target operasi,” katanya.

Ini Alasan Ahok Mau Sunat Tunjangan Rumah Anggota DPRD

BeritaBintang – Ahok: Mau nunjukkin kalau saya juga berhak atur Anda.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rupanya serius mau memangkas tunjangan bagi anggota DPRD Jakarta. Salah satu tunjangan yang akan jadi target dihapuskan adalah tunjangan untuk rumah anggota Dewan.

“Kemungkinan saya mau pangkas aja tuh (anggaran untuk rumah anggota dewan), biar dia tahu ada pelajaran,” ujar Basuki yang biasa disapa Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/3/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, pemangkasan anggaran tidak menaikkan ataupun mengurangi. Namun melainkan akan disesuaikan dengan anggaran pada tahun lalu.

Nggak usah diubah. Balikin yang lama aja,” kata Ahok.

Dia bahkan menerangkan, anggaran untuk anggota dewan sangatlah kecil bagi para pelaku korupsi.

Sebelumnya Ahok mengatakan gaji para anggota dewan besar dan bahkan tunjangan untuk rumah bisa mencapai Rp30 juta.

“Buat yang korup mah kecil,” sindir Ahok.

Ahok bercerita, awal mulanya ingin menghapus anggaran rumah anggota dewan lantaran ingin menunjukan dirinya berhak mengatur anggota dewan.

“Mau nunjukkin bahwa saya berhak ngatur-ngatur anda (DPRD) juga. Karena kalo pakai SK gubernur, gue bisa ngatur-ngatur lu,” tutup Ahok.