Sirkuit Valencia

Marquez Tak Pernah Jadi Juara Dunia di Sepang, Bagaimana Akhir Pekan Ini?

BeritaBintangMarquez Tak Pernah Jadi Juara Dunia di Sepang, Bagaimana Akhir Pekan Ini?

Marc Marquez sudah dekat dengan titel juara dunianya yang ke-6 di semua kelas. Di lima titel terdahulu tak satupun dia raih di Sepang.

Marquez masing-masing sekali menjadi juara dunia di kelas 125cc dan Moto2. Sementara sejak terjun ke MotoGP, dia sudah punya tiga gelar juara.

Rider asal Spanyol itu punya kans untuk menambah titelnya menjadi enam di akhir pekan ini. Kini unggul 33 poin atas Andrea Dovizioso di posisi kedua, Marquez cuma butuh finis di atas podium untuk bertakhta lagi.

[ Baca Juga : ” Dua Hal ini Paling Dikhawatirkan Marc Marquez di Sepang “]

Meski menjadi salah satu seri di akhir musim, MotoGP Malaysia belum pernah jadi tempat Marquez mengunci titel juara dunia. Dalam dua musim terakhir Marquez malah dapat hasil buruk dengan berturut-turut gagal finis dan hanya menempati posisi 11 di Sepang. Agen Judi Online

Marquez merebut titel juara dunia pertamanya di Sirkuit Valencia. Itu terjadi di 2010, saat dia masih berusia 17 tahun. Gelar juara dunia kedua dia dapat di Phillip Island pada 2012, Marquez dipastikan tak terkejar di puncak klasemen Moto2 saat itu.

Setahun berselang Valencia kembali jadi tempat bersejarah untuk Marquez. Menjalani musim debutnya di kelas MotoGP, dia langsung jadi raja usai terlibat persaingan sengit dengan Jorge Lorenzo sejak awal musim.

Di tahun 2014 Marquez sukses mempertahankan titelnya. Kali ini dia meraihnya di Sirkuit Motegi, Jepang.

Jepang kembali jadi tempat Marquez merayakan titel juara dunia yang ketiga di MotoGP pada tahun 2016. Tahun lalu Marquez mengunci titel dengan bergaya, meraih podium teratas di Motegi.

Bagaimana di akhir pekan ini? Akankah dia meraih mahkota juara musim 2017 di Sirkuit Sepang?

Kontrak Rossi dan Yamaha Mungkin Jadi yang Terakhir

BeritaBintang – Bos Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan bahwa kontraknya dengan rider kawakan, Valentino Rossi mungkin menjadi yang terakhir. Mengingat usia The Doctor yang memang sudah tidak muda lagi.

Meski begitu, Jarvis tidak bisa memastikan itu benar atau tidak. Mengingat, pengalamannya bekerja sama dengan Rossi beberapa kali menghadirkan kejutan termasuk isu VR46 akan segera pensiun.

“Saya pikir harapannya dan harapan kami kemungkinan besar akan menjadi kontrak yang terakhir di MotoGP. Tapi jangan bilang tidak mungkin, seperti yang telah kami pelajari sepanjang kariernya hingga saat ini,” kata Jarvis, seperti dikutip dari Sky Sport, Sabtu (26/3/2016).

Rossi kini tengah berjuang untuk meraih gelar juara dunia ke-10 sepanjang karier balapnya. Sebab, musim lalu, pria asal Italia itu harus rela melepaskan mahkota yang tinggal di depan mata.

Pada seri terakhir di Sirkuit Valencia, Spanyol, Rossi harus mengakui keunggulan rekan setimnya, Jorge Lorenzo yang finis terdepan, sementara The Doctor ada di tempat keempat. Dengan hasil itu praktis menempatkan Rossi pada posisi dua klasemen akhir pembalap dengan selisih lima angka dari X-Fuera.

Hubungan Panas Rossi dan Marquez Berlanjut di MotoGP 2016

BeritaBintang –   Perseteruan pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi dengan rider Repsol Honda, Marc Marquez kemungkinan bakal  berlanjut di MotoGP 2016. Pasalnya the Doctor mengungkapkan bahwa hubungannya sudah pecah secara permanen terkait insiden di Sirkuit Sepang di 2015 lalu.

Seperti diketahui, Rossi terbukti menendang motor Marquez hingga terjatuh saat terjadi persaingan di lintasan. Atas kejadian tersebut VR46 terkena hukuman hingga harus start dari posisi paling belakang di Sirkuit Valencia.

Juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut menyebut Marquez sebagai pengawal Lorenzo yang notabene sesama Spanyol. Lantas, kejadian itu selalu ada dalam benak Rossi dan  sangat sulit untuk memaafkan tingkah the Baby Alien.

“Setelah musim lalu, tidak ada yang akan sama. Namun perjuangan kita akan lebih asli. Semua orang dapat melihat apa yang sebenarnya ia pikirkan,” ucap  Rossi mengutip BintangBoLa, Jumat (11/3/2016).

“Saya tak akan melupakan apa yang telah ia lakukan. Akan menjadi munafik  untuk mengatakan bahwa itu berlebihan dan menjabat tangannya karena itu tidak benar. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi. Hubungan kami tidak akan pernah dapat dipulihkan. Saya suka melakukan hal-hal yang nyata dan tidak berpura-pura,” timpal pembalap berusia 37 tahun.