Sirkuit Sochi

Hamilton Beruntung Finis Kedua

BeritaBintang  –  Juara dunia Formula One (F1), Lewis Hamilton mengaku beruntung setelah sukses berdiri di podium kedua kala mengaspal di Sirkuit Sochi, Rusia, Minggu 1 Mei 2016 malam WIB. Menurutnya awal balapan sangat sulit karena ia mengawali lomba dari urutan ke-10.

Memang Hamilton harus mengawali lomba dari posisi ke-10 karena pada Q2 mobilnya mengalami kerusakan mesin. Namun, ia merasa beruntung bisa terhindar dari beberapa insiden yang terjadi pada awal balapan.

Selama perlombaan pembalap asal Inggris tersebut melihat beberapa kejadian. Untungnya, ia mampu merangsek ke depan hingga bersaing dengan pilot Ferrari, Kimi Raikkonen dan pembalap Williams, Bottas.

“Pada tikungan pertama sangat sulit, dan itu terjadi pada pembalap lainnya.  Bahkan saya melihat beberapa kejadian yakni mobil berputar di lintasan . Kemudian, di tikungan ketiga, saya melihat salah satu Ferrari menabrak dinding lintasan, “ kata Hamilton mengutip Kamusjudi.com, Senin (2/5/2016).

 “Saya tak tahu apakah Kimi mengharapkan saya untuk menyalipnya. Bahkan ada Valtteri, saya beruntung cukup jauh darinya, sangat mudah dengan memiliki kecepatan mobil yang baik,” tuntas pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Gutierrez Meminta Maaf kepada Rio Haryanto dan Hulkenberg

BeritaBintang – Pembalap Tim Haas, Esteban Gutierrez, menyatakan permintaan maafnya terkait insiden balapan yang terjadi di Sirkuit Sochi, GP Rusia, Minggu 1 Mei 2016 malam WIB. Menurutnya, ia merasa melakukan start yang buruk hingga membuat dua pembalap keluar dan tak bisa melanjutkan lomba.

Seperti diketahui, pembalap asal Meksiko tersebut menabrak jet darat milik Nico Hulkenberg (Force India). Tak pelak, mobil yang dikendarai Hulkenberg menyenggol bagian sayap kendaraan Rio, alhasil kedua pembalap  tersebut mengakhiri balapan lebih cepat.

Gutierrez menambahkan ia terlalu banyak mengambil jarak saat menikung. Tak ayal, ban mobilnya mengenai kendaraan Nico, sehingga ia merasa membuat kesalahan yang memalukan.

“Ketika saya mendekati tikungan pertama saya mengambil banyak jarak, kemudian saya merasa ban depan mengenai mobil (Nico). Saya merasa sangat buruk, jelas merusak banyak balapan,” kata Gutierrez menukil Bintangbola.co, Senin (2/5/2016).

“Saya mencoba untuk melakukan yang terbaik, namun saya melakukan membuat hal yang memalukan seperti itu,” tuntas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Atas tindakannya tersebut, Gutierrez mendapat hukuman penalti stop and go selama 10 detik di pit. Hukuman tambahan juga didapatkannya berupa poin penalti pada superlisensi sebanyak dua poin.

Red Bull Berencana Pasang Kaca Anti Peluru di Kokpit Halo

BeritaBintang – Tim Red Bull Racing (RBR) tampaknya sangat senang dengan teknologi pengamanan alternative yang dibuat Federasi Automotive Internasional (FIA), Halo teknologi untuk melindungi kokpit pada Formula One (F1) musim 2017.

Selain itu tim berlogo banteng merah tersebut memberikan gagasan untuk meletakan kaca anti peluru di depan pelindung Halo. Keputusan tim asal Austria tersebut nampaknya mendapat sambutan hangat dan lamu hijau dari FIA.

Kepala tim Red Bull, Christian Horner, mengatakan konsep tersebut akan diuji pada minggu depan. Untuk mengukur ketahanan statis mengenai perlindungan baru tersebut. Kabarnya setelah tes dilakukan, RBR akan mencoba penemuan tersebut di Sirkuit Sochi pada 1 Mei mendatang.

“Jika hasil dari tes tersebut positif, maka kita akan meletakan pada salah satu mobil dan akan melakukan uji coba singkat di Sochi,” tegas Horner, sebagaimana diberitakan BeritaBintang.com, Selasa (19/4/2016).

Rio Haryanto Terlempar dari Tiga Besar di Klasemen Sementara

BeritaBintang – Pebalap Campos Racing asal Indonesia, Rio Haryanto dipastikan gagal menambah perolehan poinnya setelah mengakhiri balapan kedua (sprint race) GP2 Series Italia, di posisi ke-12, Minggu (6/9/2015).

Pada awal balapan, Rio yang start dari posisi ke-13 sempat melesat naik ke posisi sembilan.

Namun, perlawanan dari  Raffaele Marciello (Trident) dan Sergey Sirotkin (Rapax) membuat Rio kehilangan posisinya.

Pada lap ke-10, Rio sempat bersaing ketat dengan Marciello, tetapi keuntugan justru didapat Sirotkin. Pebalap Rusia itu melesat dari posisi 12 melewati Rio dan Marchiello.

Sirotkin bahkan mampu menempati posisi delapan, lalu ke posisi tujuh.

Pebalap berusia 16 tahun itu akhirnya menutup balapan di posisi kelima, sedangkan Rio di posisi ke-12.

Pada balapan pertama (feature race), Rio juga finis di posisi ke-12. Namun, ia turun satu tingkat ke posisi 13 karena hukuman penalti lima detik yang diberikan oleh race stewards.

Sementara itu, hasil bagus berhasil diraih rekan setim Rio, Arthur Pic. Pebalap asal Prancis itu berhasil meraih podium kedua musim ini setelah finis di posisi kedua pada sprint race GP2 Italia.

Pic sempat menempati posisi tedepan. Namun, posisinya direbut Mitch Evans (Russian Times) pada lap terakhir. Sebelumnya, Pic juga finis di posisi kedua pada feature race GP2 Belgia.

Hasil ini membuat Rio turun ke posisi empat pada klasemen pebalap dengan 109 poin. Posisi tiga besar masing-masing diduduki oleh Stoffel Vandoorne (261), Alexander Rossi (163), dan Sirotkin (115).

Perjuangan Rio di GP2 Series 2015 akan berlanjut ke Sirkuit Sochi, Rusia, pada 9-10 Oktober. Dua seri terakhir akan digelar di Sakhir (Bahrain), 19-21 Novermber, dan Yas Marina (Abu Dhabi), 27-29 November.