Sirkuit Sepang

Rossi Siapkan Amunisi Penuh untuk Hadapi Marquez

BeritaBintang –Valentino Rossi menilai persaingannya dengan Marc Marquez akan semakin memanas pada gelaran MotoGP 2016 pascainsiden yang terjadi di MotoGP 2015. Meski demikian, The Doctor hanya berharap persaingan antarkeduanya hanya terjadi di atas lintasan.

“Setelah apa yang terjadi di antara kami, saya kira tidak akan ada lagi hubungan baik. Namun kami hanya musuh di atas lintasan. Saya harap kami tetap saling menghormati satu sama lain. Itu adalah sesuatu yang penting,” ujar Rossi, seperti yang dilansir dari Crash, Minggu (13/3/2016).

Pria kelahiran Italia itu mengaku telah mempersiapkan amuni penuh untuk bersaing di musim 2016. “Saya telah membiarkan diri saya diperdaya oleh Maquez. Dia telah mempermainkan saya. Dia mengatakan bahwa dia penggemar saya, namun itu semua bohong. Saya hampir percaya dengannya. Kini saya siap bersaing dengan dia, saya akan berikan kekuatan 100 persen di atas lintasan,” lanjut Rossi.

Hubungan Rossi dengan Marquez semakin memanas usai Marquez terjatuh di Sirkuit Sepang pada Oktober 2015. Bahkan, keduanya dikabarkan tidak saling berkomunikasi lagi usai insiden tersebut terjadi.

Reaksi Rossi Usai Berkali-kali Marquez Minta Damai

BeritaBintang – Perselisihan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez nampaknya takkan berhenti dalam waktu dekat ini. Gesekan yang terjadi di MotoGP musim 2015 dianggap oleh Rossi amat membekas dalam diri.

The Doctor – julukan Rossi – masih tidak terima diperlakukan buruk oleh Marquez musim lalu. Akibatnya, persaingan antara dia dan Jorge Lorenzo berujung dengan buruk.

Puncak perselisihan keduanya terjadi di MotoGP Malaysia. Ketika itu, Rossi memaksa Marquez mencium aspal Sirkuit Sepang dengan sebuah tendangan.

Pembalap asal Italia sudah sangat kesal karena merasa selalu dihalangi ketika ingin memacu kendaraannya. Namun, Marquez bertindak sebaliknya ketika sedang berada dekat dengan Lorenzo.

“Akan menjadi munafik (bagi saya) jika mengatakan lebih baik menjabat tangannya, karena itu tidaklah benar. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi,” tegas Rossi seperti dilansir Motorsport.

Penegasan Rossi ini sekaligus membuat ajakan damai yang selalu diucapkan oleh Marquez menjadi sia-sia. Bahkan The Doctor menyarankan juniornya itu untuk fokus ke balapan ketimbang meminta damai terus-menerus.

“Akan lebih baik jika Marc fokus pada balapannya sendiri. Setelah apa yang terjadi, hubungan antara kami tidak pernah dapat dipulihkan,’ ungkap Rossi

Ini Alasan Dovizioso Kalah Bersaing di Uji Coba MotoGP 2016

BeritaBintang –   Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, menjelaskan alasannya kalah bersaing kala melakukan uji coba pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. Ia menyebut mendapat sedikit masalah di bagian gearbox motor Desmosedici 15.

Pada hari ketiga pengujian, pembalap asal Italia membukukan catatan waktu 2 menit 01,675 detik. Ia berada di urutan 13, tujuh setrip lebih rendah ketimbang Casey Stoner yang notabene mengenakan mesin lawas.

“Sore itu ketika hujan mulai turun, perasaan saya jauh lebih baik. Saya mendapat waktu 2 menit 1,6 detik dengan mudah karena tidak mendorong. Saya benar-benar yakin pada motor. Kami coba mengatur tetapi satu masalah kecil datang dan saya mesti berhenti hingga akhir. Kami keluar lima menit terakhir tapi sekali lagi bermasalah,” Dovizioso dilansir Crash, Jumat (5/2/2016).

“Kami tidak khawatir pada masalah yang dimiliki sebab tidak besar atau berbahaya. Tapi itu tidak memberi kami kemungkinan untuk bekerja. Itu adalah poin utama teknologi selama tiga hari ini,” tambahnya.

“Sesuatu yang terjadi sangat penting untuk tes berikutnya sehingga kami tidak bisa pulang dengan bahagia atas hasil ini. Terutama untuk mengejar Lorenzo, dia sudah berada di dunia lain. Kami banyak mengerti  dan tentu tidak bisa begitu cepat. Kami tidak berada di depan tapi selalu penting melakukan tes seperti ini,” pungkas pembalap berusia 29 tahun tersebut.

Lorenzo Kampiun MotoGP 2015 meski Tanpa Target

BeritaBintang –    Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mengaku tak memiliki target sebelum tampil di seri terakhir MotoGP 2015 yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. X-Fuera –julukan Lorenzo– mengaku membalap tanpa dibebani target justru mengeluarkan potensi terbaiknya.

Hasilnya? Rider berusia 28 tahun tersebut berhasil menjadi yang tercepat pada balapan tersebut. Memulai balapan dari posisi pertama, Lorenzo mampu menjaga posisinya tetap aman dari kejaran Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Berkat kesuksesan finis di posisi pertama, rider berpaspor Spanyol berhasil menjadi kampiun. Sebab sang pesaing utama yang sebelum mentas di race terakhir unggul tujuh poin dari Lorenzo, Valentino Rossi, hanya finis di tangga keempat.

“Saya datang ke Valencia tanpa target. Sebab tanpa target di pundak, saya dapat beristirahat lebih banyak dan memungkinkan saya untuk memenangkan gelar,” jelas Lorenzo seperti mengutip dari Speedweek, Senin (1/2/2016).

Setelah sukses musim lalu, tantangan besar bagi Lorenzo ialah bagaimana caranya mempertahankan gelar juara pada MotoGP 2016. Terdekat, kampiun dua kali kelas 250cc akan mentas di sesi tes pramusim resmi yang digelar di Sirkuit Sepang pada 1 hingga 3 Februari.

Ini Nama-nama Pebalap yang Akan Ikut MotoGP 2016

BeritaBintang – Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo akan tetap berada di tim yang sama, Movistar Yamaha, pada MotoGP 2016.

Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa Lorenzo mungkin saja akan dilepas Yamaha.

Lorenzo mengacungkan jempol ke bawah ketika Rossi menerima trofi setelah finis di urutan ketiga pada balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, dua pekan lalu.

Lorenzo yang finis di urutan kedua pada balapan tersebut juga menyebut sanksi yang diberikan Race Direction untuk Rossi masih terlalu ringan.

Rossi dikenai sanksi tiga poin penalti karena dinilai melakukan gerakan yang menyebabkan Marc Marquez (Repsol Honda) terjatuh di tikungan 14 lap ketujuh balapan.

Rossi dan Lorenzo sama-sama terikat kontrak dengan Movistar Yamaha hingga akhir 2016.

Rossi belum memastikan apakah masih akan turun balapan pada 2017, sementara Lorenzo dengan tegas mengatakan ingin membalap bersama Yamaha hingga menutup karier.

MotoGP 2016 akan diikuti 22 pebalap dari enam pabrikan dan 12 tim berbeda.

Berikut adalah daftar lengkapnya.

4 Andrea Dovizioso ITA Ducati Racing Team (Ducati)
6 Stefan Bradl GER Aprilia Racing Team Gresini (Aprilia)
8 Hector Barbera SPA Avintia Racing (Ducati)

9 Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Ducati)
15 Alex De Angelis RSM Iodaracing Project (ART)
19 Alvaro Bautista SPA Aprilia Racing Team Gresini (Aprilia)

25 Maverick Vinales SPA Team Suzuki Ecstar (Suzuki)
26 Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (Honda)
29 Andrea Iannone ITA Ducati Racing Team (Ducati)

35 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (Honda)
38 Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)
41 Aleix Espargaro SPA Team Suzuki Ecstar (Suzuki)

43 Jack Miller AUS Marc VDS Racing Team (Honda)
44 Pol Espargaro SPA Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)
45 Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Ducati)

46 Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (Yamaha)
50 Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Ducati)
53 Tito Rabat SPA Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (Honda)

68 Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Ducati)
76 Loris Baz FR Avintia Racing (Ducati)
93 Marc Marquez SPA Repsol Honda Team (Honda)
99 Jorge Lorenzo SPA Movistar Yamaha MotoGP (Yamaha).

Seperti diketahui, juara dunia Moto GP 2015 berhasil direbut oleh Jorge Lorenzo usai balapan di GP Valencia.

Berikut ini klasemen akhir Moto GP 2015 :

1. Jorge Lorenzo (Spain) Yamaha 330

2. Valentino Rossi (Italy) Yamaha 325
3. Marc Marquez (Spain) Honda 242

4. Dani Pedrosa (Spain) Honda 206
5. Andrea Iannone (Italy) Ducati 188
6. Bradley Smith (Britain) Yamaha 181

7. Andrea Dovizioso (Italy) Ducati 162
8. Cal Crutchlow (Britain) Honda 125
9. Pol Espargaro (Spain) Yamaha 114
10. Danilo Petrucci (Italy) Ducati 113
11. Aleix Espargaro (Spain) Suzuki 105
12. Maverick Vinales (Spain) Suzuki 97
13. Scott Redding (Britain) Honda 84
14. Yonny Hernandez (Colombia) Ducati 56
15. Hector Barbera (Spain) Ducati 33

Marc Marquez Sebut Asap di Malaysia akibat Kebakaran Hutan Indonesia

BeritaBintang – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, juga mengalami pengalaman buruk lainnya saat berlaga pada GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015).

Marquez kaget ketika menginjakan kaki di Malaysia lantaran melihat kabut asap yang menutup negeri Jiran tersebut.

“Ketika kami tiba di Malaysia, kami tidak bisa mempercayai apa yang terjadi. Semuanya tertutup asap. Anda tidak bisa melihat langit, dan ini kelihatannya berasal dari pohon palem yang terbakar di Indonesia,”

Meski terganggu dengan kabut asap Marquez masih bisa merasakan kesenangan berada di Malaysia.

Dirinya menghabiskan waktu di Malaysia dengan berbelanja bersama tim.

“Ini seperti arena bermain bagi kami setelah kami sedikit terpisah.”

Pada GP Malaysia, pebalap asal Spanyol ini terjatuh setelah diduga ditendang oleh pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Marquez terjatuh pada lap ketujuh dan gagal mencapai finish.

Tiga Tahun ke Depan untuk Sirkuit Sepang

BeritaBintangSELANGOR – Teka teki masa kontrak Sirkuit Internasional Sepang yang habis musim ini akhirnya terjawab. Sirkuit kebanggaan Negeri Jiran itu dipastikan tetap menggelar balapan Formula One (F1) hingga 2018. Kepastian perpanjangan kontrak ini disampaikan langsung oleh pemerintah Malaysia.

Sebelumnya, GP Malaysia kemarin sempat dikhawatirkan akan menjadi momentum terakhir di sirkuit yang memiliki 15 tikungan itu. Negosiasi alot bahkan terjadi sejak awal tahun ini.

Permasalahan fee besar yang di minta Bos F1, Bernie Ecclestone ditengarai menjadi batu sandungan bagi pihak pengurus olahraga balap Malaysia.

Selain itu, perusahaan minyak milik pemerintah Malaysia, Petronas, juga memastikan diri akan terus menjadi sponsor utama GP Malaysia. Petronas sendiri juga merupakan salah satu sponsor tim Mercedes.

“Perpanjangan kontrak telah disepakati menyusul suksesnya negosiasi antara Sirkuit Sepang (SIC) dan manajemen F1. GP Malaysia telah menjadi event olahraga terbesar di negeri ini sejak pertama kali dihelat pada 1999,” demikian pernyataan Pemerintah Malaysia.

Kepastian perpanjangan kontrak ini tentu menjadi angin segar bagi ajang balap jet darat tersebut, terlebih setelah Jerman dicoret sebagai penyelenggara musim ini karena problem finansial.

Bicara soal race kemarin, juara dunia F1 empat kali Sebastian Vettel akhirnya berhasil mematahkan superioritas duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Pembalap 27 tahun itu sukses meraih podium tertinggi, sekaligus merengkuh kemenangan pertama bersama tim anyarnya, Ferrari.

Suzuki Sambut MotoGP 2015 Dengan Penuh Antusias

BeritaBintangLOSAIL – Direktur Tim Suzuki, Davide Brivio, sangat antusias jelang race pembuka MotoGP 2015 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu 29 Maret 2015. Antusiasme tersebut muncul usai melihat hasil yang ditunjukkan timnya, baik saat masa persiapan maupun ketika melakoni sesi tes pramusim.

Hasil positif memang ditorehkan dua pembalapnya, Aleix Espargaro dan Marc Vinales saat melakoni sesi tes di Sirkuit Sepang 23-25 Februari 2015 dan Losail 14-15 Maret 2015. Saat itu, Espargaro hampir tak pernah keluar dari posisi 10 besar, bahkan ia sempat dua kali menduduki posisi empat.

Sementara itu, Vinales konsisten di posisi sembilan dan 12. Hasil itu dirasa cukup baik, mengingat pabrikan asal Jepang tersebut sempat vakum dari ingar bingar MotoGP selama tiga tahun.

“Selama musim dingin kami memiliki kesempatan untuk menaikkan level motor kami. Kami telah bekerja keras dan akhirnya mampu memperkenalkan pengembangan motor anyar kami,” ucap Brivio seperti mengutip MCN, Senin (22/3/2015).

“Dengan motor yang selalu berkembang, kami sangat antusias dan tak sabar menyambut race pertama yang akan diadakan sebentar lagi. Apalagi balapan akan diselenggarakan malam hari dan semakin membuat kami antusias menyambut gelaran musim ini,” urainya.

Menarik disimak kiprah Suzuki GSX-RR dan dua pembalapnya asal Spanyol, Espargaro dan Vinales di lomba balap motor paling prestisius tersebut.

Red Bull Janji Lebih Baik di Sepang

BeritaBintangMILTON KEYNES – Setelah melempen pada seri pembuka Formula One (F1) Grand Prix (GP) Australia, Tim Red Bull berjanji segera berbenah. Bahkan mereka yakin akan tampil lebih baik pada seri selanjutnya di Malaysia.

Seperti diketahui, dalam perlombaan yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Australia, prestasi terbaik pembalap Red Bull hanya berada di urutan enam. Daniel Ricciardo yang tahun lalu berada di podium pada seri pembuka, harus puas dengan terlempar dari lima besar. Sedangkan Daniil Kvyat, berkutat dengan gearbox mobil RB11 yang kepanasan.

Meski kepala tim, Christian Horner, menyatakan ada kerusakan pada reliable mobil. Tim yang bermarkasi di Milton Keynes, Inggris itu yakin akan tampil lebih baik di Sirkuit Sepang, akhir pekan ini.

“Setelah melakukan pemeriksaan usai balapan kami menemukan alasa mengapa gearbox Daniil kepanasan. Hal itu terjadi karena kurangnya tekanan dari oli. Kami sedang bekerja keras itu memastikan hal ini tak terjadi lagi,” ucap Kepala Teknisi Red Bull, Paul Monaghan, seperti dikutip Crash, Minggu (22/3/2015).

“Kami sedang dalam perjalanan untuk mengulangi kesuksesan dan berusaha keras sebisa mungkin untuk tampil jauh lebih baik di Malaysia, tandasnya.

Marquez Tidak Mau Disebut Favorit Juara

BeritaBintangVALENCIA – Siapa yang tak senang bila difavoritkan menjadi pemegang gelar juara di ajang MotoGP 2015. Tapi hal itu tampaknya tidak berlaku bagi rider Repsol Honda, Marc Marquez yang merasa tak peduli jika dirinya diyakini bisa mempertahankan prestasinya tahun ini.

Sejak melakukan debut di panggung balapan motor tercepat dunia pada 2013, saat itu juga pembalap berdarah Spanyol tersebut langsung menorehkan kesan manis dengan menjuarai MotoGP. Tak sampai di situ, pada musim berikutnya ia kembali sukses menggondol raihan yang serupa.

Catatan prestasi itu menjadi latar belakang, mengapa Marquez dijuluki The Baby Alien. Bahkan selama dua uji coba pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia bulan lalu, ia kembali sukses mendominasi. Meski, ia kerap mengeluhkan motor baru RC213V yang terlalu agresif dan sering mengalami kendala di segi pengereman.

Marquez pun tak ingin jemawa, ketika disebut menjadi favorit pada ajang balapan tahun ini. Pemuda 22 tahun itu, tetap melihat persaingan yang akan diberikan sejumlah rider senior sekelas Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

“Saya favorit juara? Saya tak peduli, yang jelas saya berharap bisa meraih gelar dunia dan bisa melihat nama saya berada di puncak pada akhir musim. Siapa yang difavoritkan tidak penting, karena saat ini semua pembalap memiliki poin yang sama,” jelas Marquez.

“Di kejuaraan ini, apa pun bisa terjadi. Valentino (Rossi) menduduki posisi runner up tahun lalu, dan Jorge (Lorenzo) pasti akan lebih kuat di musim ini. Sementara rekan satu tim saya, Dani (Pedrosa) akan terus merepotkan kami di sepanjang balapan,” ujarnya.