Sirkuit Monte Carlo

Rio Haryanto Mengalami Peningkatan Setiap Balapan

BeritaBintang – Balapan Formula One (F1) akan memasuki seri ke delapan pada GP Alzerbaijan di Baku City Circuit. Sebelum balapan, enam pembalap melakukan sesi konfrensi pers. Salah satunya adalah pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto.

Bersanding dengan beberapa nama pembalap terkenal seperti Fernando Alonso, serta Sebastian Vettel, dengan tegas Rio Haryanto mengaku selalu mengalami peningkatan setiap balapan. Meski hingga saat itu, pilot ajang jet darat kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut belum meraih poin.

Bersama Tim Manor Racing, Rio masih kesulitan untuk bersaing dengan pembalap-pembalap tim lain. Prestasi paling baik pembalap 23 tahun tersebut adalah finis di tempat 15 saat GP Monaco di Sirkuit Monte Carlo.

“Ya, saya selalu mengalami peningkatan, setiap balapan. Rasanya luar biasa bisa bersaing ketat dengan rekan satu tim tapi tujuan kami masih jauh,” kata Rio, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Jumat (17/6/2016).

“Kami benar-benar ingin terus berkembang dan mendapat hasil terbaik yang bisa kami berikan untuk tim,” jelas putr

Usai Alami Kecelakaan di GP Monaco, Pembalap Renault Raih Sasis Baru

BeritaBintang –Teknisi Renault, Nick Chester mengatakan driver mereka, Jolyon Palmer akan mendapatkan sasis baru jelang GP Kanada yang berlangsung pada 12 Juni 2016. Hal tersebut didapatkan karena pembalap asal Inggris tersebut mengalami insiden kecelakaan.

Ya jet darat milik Palmer harus menabrak pembatas lintasan kala mengaspal di Sirkuit Monte Carlo, Monaco pekan lalu. Alhasil, bodi depan mobilnya hancur dan harus digantikan menggunakan sasis anyar.

Tak pelak, Renault akan memperkenalkan sasis baru mereka pada seri tujuh Formula One. Bahkan mereka tak melakukan pergantian besar-besaran karena mereka sudah menyiapkan proyeksi sasis 04 dan hanya menyelesaikan bagian bahan bakar dan kabel.

“ Mobil itu menabrak hambatan cukup keras pada sudut miring sehingga merusak bagian depan sasis,” kata direktur teknis Renault Nick Chester.

“ Karena kita memiliki sasis baru yang tersedia maka sangat masuk akal untuk memperkenalkannya. Untungnya, sasis 04 cukup baik sehingga kita hanya perlu untuk menyelesaikan instalasi sel bahan bakar dan kabel untuk mengikuti GP Kanada,” pungkasnya.

Pembalap Muda Red Bull Akui Banyak Belajar Usai Gagal di Monaco

BeritaBintang –Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen, mengaku akan belajar usai gagal finis kala mengaspal di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Ia harus rela kandas usai menghantam pembatas lintasan di putaran ke-35.

Pada pekan sebelumnya, pemuda 18 tahun tersebut tampil gemilang di GP Spanyol dengan keluar sebagai juara pertama. Namun, kejadian tak menyenangkan terjadi saat mengikuti perlombaan di lintasan yang terkenal sulit, Monaco. Alhasil, ia mengaku membuat sebuah kesalahan karena tak mampu mengontrol kendaraannya dengan baik.

Atas insiden tersebut, kini ia melirik race berikutnya yang diadakan di Kanada. Bahkan ia mengaku senang mendapat mesin baru dari Renault. Verstappen mengaku senang, mendapatkan mesin baru, namun ia tetap ingin memperbaiki kemampuannya untuk mengimbangi kecepatan jet daratnya.

“Saya belajar banyak hal tentang kejadian tersebut. Sekarang, kita menganalisa bagaimana dan apa yang salah dan mengapa kita masuk ke situasi ini,” ucap Verstappen mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

“Saya pikir awal lomba yang sangat baik, kami menunjukkan kecepatan yang besar. Sayangnya, ketika menggunakan ban lunak, saya membuat kesalahan dan menabrak dinding.

 “Saya akhirnya mendapatkan mesin baru, jadi saya akan tetap melihat ke depan. Anda akan memiliki lebih banyak tenaga kuda dan kemampuan membalap yang lebih baik sehingga mendapatkan waktu terbaik,” tuntas pembalap muda berusia 18 tahun tersebut.

Sauber Ditimpa Masalah Perpecahan Kedua Pembalapnya

BeritaBintang –Usai balapan di Sirkuit Monte Carlo, Monaco masih menyisahkan cerita dari Tim Sauber. Kedua pembalapnya, yakni Felipe Nasr dan Marcus Ericsson terlibat insiden tabrakan pada lap ke-48.

Nasr yang berada di urutan ke-15 mencoba tetap terus memacu jet darat miliknya. Namun, tim komunikasi Sauber menginstruksikan kepada Nasr untuk bertukar posisi dengan Ericsson yang berada di belakangnya. Lantas pembalapa asal Brasil tersebut menilai waktu pertukaran posisi tak tepat.

“Saya mendapat pesan dengan jelas, kecepatan ada di data sehingga tidak ada alasan untuk bertukar posisi pada waktu tersebut.Namun saya tidak merasa itu adalah waktu yang tepat,” kata Nasr mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

Sementara Ericsson mengatakan ia mendapat lampu hijau dari tim untuk menyalip rekannya. Alhasil ia berupaya untuk melewati Nasr dengan berbagai cara, namun saat ditikungan mobil mereka bertubrukan.

“Saya mendapat lampu hijau dari tim, lantas saya mencoba mencari celah bergerak dan saya mencoba di pojok dan kecelakaan terjadi. Ini bisa dihindari jika perintah diikuti,” ucap Ericsson.

Atas kejadian tersebut, rekan setim Nasr mendapat hukuman penalti tiga grid dari Steward. Hukuman Ericsson berlaku saat mengaspal di GP Kanada.

Pembalap Honda Keluhkan Kecepatan Manor yang Menghalangi Laju Mobilnya

BeritaBintang – Pembalap McLaren Honda, Jenson Button mengeluhkan balapan yang terjadi di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, jet darat miliknya terhalang dengan mobil tim Manor yang dikendarai oleh rekan Rio Haryanto yakni Pascal Wehrlein.

Pada balapan tersebut Button sukses finis di urutan kesembilan. Kendati demikian ia memiliki masalah jelang akhir karena merasa terhalangi dengan mobil yang ada di depannya.

Wehrlein yang berada di urutan ke- 13 di depan Button tak mau mengalah saat ada tanda bendera biru. Alhasil, Button kehilangan waktu empat detik dalam mengemudikan MP4-31 miliknya. Lantas ia juga menyalahkan bahwa ia kurang berkomunikasi dengan baik dengan kru tim.

“Saya memacu mobil saya dengan waktu yang tepat, masalahnya adalah saat membalap kendaraan Anda dibayangi dan itu sangat sakit karena terjebak di belakang Manor,” ucap Button menukil Bintangbola.co, Selasa (31/5/2016).

“Saya pikir komunikasi dengan tim juga tak baik, karena kami harus berada di belakang Manor. Anda tak bisa benar-benar menyalip di sini bahkan dengan perbedaan waktu empat detik saja.  Untungnya kami berhasil mendapatkan poin,” pungkas pembalap berusia 36 tahun tersebut.

Masalah Ban, Pembalap Ini Mengaku Kesulitan di GP Monaco

BeritaBintang – Pembalap Tim Haas Esteban Gutierrez mengaku mengalami kesulitan di seri keenam balap Formula One (F1) di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, penggunaan ban ultrasoft membuatnya kurang percaya diri mengendarai jet daratnya.

Kondisi Sirkuit yang diguyur hujan sebenarnya tak membuat Gutierrez pesimis. Namun, ketika mobilnya menggunakan ban yang memiliki daya cengkeram paling kuat tersebut, membuatnya kesusahan mengendalikan. Alhasil ia finish di urutan ke-12, dan berharap ada bisa beradaptasi dalam mengenal karakter ban.

“Ini adalah balapan yang cukup sulit. Awalnya saya memiliki perasaan yang baik,karena kami memiliki kecepatan yang benar-benar hebat dalam trek basah,” ucap Gutierrez mengutip Panduan Judi Online, Selasa (31/5/2016).

“Ketika kami mengubah ke Ultrasoft, saya berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari mobil. Ini mulai menjadi agak sulit kemudian Anda tidak memiliki kepercayaan diri lagi,” tambahnya.

“Secara keseluruhan, saya pikir ada banyak hal yang dapat kita pelajari sebagai sebuah tim untuk mencoba dan menemukan lebih banyak konsistensi dan memahami ban yang lebih baik, yang merupakan fokus utama dari hari ini,” pungkas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Duo Mercedes Insecure dengan Kecepatan Pembalap Red Bull

BeritaBintang – Dua pembalap Mercedes AMG, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, merasa terancam dengan kemampuan jet darat milik Daniel Ricciardo pada latihan bebas hari pertama (FP1), Kamis 26 Mei 2016. Driver asal Australia tersebut sukses memperbaiki waktunya dan menjadi yang tercepat di FP2.

Sebelumnya, Hamilton dan Rosberg mampu mendominasi latihan bebas pertama dengan mengisi posisi terdepan. Namun, pada kesempatan kedua, Ricciardo menggeber RB12 miliknya dengan menjadi yang tercepat di sesi terakhir.

“Hal ini sangat jelas mengejutkan seberapa cepat mereka, kami mengharapkan untuk tetap bersaing. Namun saat ini kami memiliki pekerjaan rumah untuk bisa lebih baik lagi,”ucap Rosberg mengutip Panduan Judi Online , Jumat (27/52016).

Sementara Hamilton yang memiliki waktu terbaik di FP1 dengan 1 menit 15,537 detik mengatakan tak memiliki jarak begitu jauh. Menurutnya, ia  hanya memiliki perbedaan waktu +0,93 detik dari Ricciardo.

“Saya tak merasa seperti memiliki jarak yang besar, masih ada waktu untuk memperbaikinya. Mereka ancaman yang nyata kali ini,” tuntas pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Latihan bebas ketiga akan kembali tersaji di Sirkuit Monte Carlo, Monaco, Sabtu 28 Mei 2016.

Hamilton Melarang Rosberg Kembali Buat Kesalahan

BeritaBintangBRACKLEY – Pembalap Mercedes AMG, Lewis Hamilton, tak akan mengizinkan rekan setimnya, Nico Rosberg melakukan kesalahan seperti yang dibuat pada Grand Prix Monaco musim 2014. Komentar itu keluar jelang Formula One (F1) 2015 menggelar serie keenam di Sirkuit Monte Carlo, Monaco, Minggu 24 Mei 2015.

Sekadar mengingatkan, Rosberg melakukan kesalahan saat menjalani sesi kualifikasi ketiga dan menyebabkan yellow flag berkibar di sirkuit jalan raya Monte Carlo kala itu. Otomatis Safety car muncul ke arena sirkuit dan Hamilton yang saat itu tengah memacu mobilnya gagal menyelesaikan lap terakhir dan merelakan pole position ke tangan Rosberg.

Akibatnya, Hamilton mesti rela start dari posisi dua dan kedudukan itu juga tak berubah saat race rampung diselenggarakan. Rosberg keluar sebagai kampiun mengasapi Hamilton di tangga kedua dan pembalap Red Bull-Renault, Daniel Ricciardo di tempat ketiga.

Untuk menghindari kejadian serupa, The Boss –julukan Hamilton- bakal memacu jet daratnya dengan kecepatan maksimal guna meraih pole position di sesi kualifikasi yang berlangsung Sabtu, 23 Mei 2015. Meraih posisi terdepan di Monte Carlo terbilang penting, mengingat melakukan manuver untuk membalap driver di depan cukup sulit karena kecilnya luas lintasan.

“Tahun ini saya memilih untuk berada di depannya dan saya pastikan bakal melakukan hal tersebut di sesi kualifikasi nanti,” jelas dua kali juara F1.