Sirkuit Misano

Gagal di Misano, Espargaro Janji Tampil Baik di Aragon

BeritaBintang – Pembalap Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, merasa timnya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Karena itu, jelang seri ke-14 di Sirkuit Aragon, Espargaro berusaha memberikan yang terbaik bagi timnya.

Espargaro mengalami hari yang buruk kala mengaspal di Sirkuit Misano. Ia gagal menuntaskan balapan dengan alasan salah memilih ban.

Kini mata Espargaro tertuju ke Aragon, karena ia memiliki catatan manis. Catatan terbaiknya yakni pada 2014, ia finis di posisi kedua. Alhasil, dengan semakin kompetitifnya Suzuki, Espargaro berharap mengulangi kesuksesannya tanpa menemui kendala.

“Sayangnya di Misano, saya membuat pilihan yang salah pada ban. Akibatnya mengalami balapan yang buruk. Kami banyak mengambil sisi positifnya di antaranya kinerja mesin yang lebih baik dan meningkat,” ujar Espargaro mengutip dari Judi Online, Jumat (23/9/2016).

“Saya merasa nyaman saat ini. Kami melakukan pekerjaan yang baik dan berhasil membuat langkah yang benar-benar kompetitif. Aragon akan menjadi race penting dan salah satu sirkuit yang baik.” pungkasnya.

– Start di Posisi Keempat, Marquez Pesimis Bisa Juarai GP San Marino

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez merasa gagal bersaing untuk meraih pole position terdepan saat sesi kualifikasi di Sirkuit Misano. Rider asal Spanyol tersebut hanya bisa meraih urutan keempat dengan waktu 1 menit 32.443 detik.

Jawara MotoGP musim 2013 dan 2014 itu mengaku kehilangan ritme dalam memacu motornya. Sebab, pada latihan bebas ia sempat keluar sebagai yang tercepat, yaitu di FP3. Namun, start dari posisi keempat tak menyurutkan semangatnya untuk bisa bersaing dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

“Saya sebetulnya merasa kuat hari ini, terutama setelah hasil di FP3 dan FP4,” ujar Marquez mengutip Agen Judi Online, Minggu (11/9/2016).

“Namun kami tidak bisa berbuat banyak di sesi kualifikasi kedua karena lintasan yang padat, dan saya tidak bisa membuat satu pun putaran yang sempurna,” tambahnya.

“Saya merasa cukup dekat dengan Lorenzo dan Rossi. Tentu dengan persiapan yang baik , kami akan bertarung naik ke podium,” pungkas pembalap berusia 23 tahun tersebut.

Raih Hasil Baik di Sesi Uji Coba, Ducati Masih Belum Puas

BeritaBintang – Hasil manis berhasil diraih Tim Ducati Corse saat menjalani sesi uji coba di Sirkuit Misano, Italia, akhir Juni lalu. Rider test Ducati, Casey Stoner, menyatakan bahwa timnya berhasil menunjukkan kemajuan.

Menurut Stoner, motor Ducati memiliki kestabilan yang baik. Pembalap peraih gelar juara dunia MotoGP dua kali itu juga memuji performa mesin Ducati.

“Secara keseluruhan, kami dapat tampil kuat. Stabilitas motor sangat baik. Kami juga memiliki mesin yang luar biasa,” tutur Stoner, seperti dikutip dari Panduan Judi Online , Kamis (7/7/2016).

Kendati demikian, Stoner menilai bahwa masih ada beberapa faktor yang harus diperbaiki. Tidak ingin meraih hasil buruk pada sisa seri MotoGP 2016, Stoner mengaku Ducati siap memperbaiki kekurangan tersebut.

“Kami dapat lebih mengembangkan performa saat melaju di tikungan. Ada hal yang harus diperbaiki, kami dapat melakukannya dalam dua hari. Kami harus bekerja keras untuk memperbaikinya,” jelasnya.

2 Calon Murid Rossi dari Indonesia Lolos Tes Medis

BeritaBintang – Mimpi dua pembalap muda potensial Indonesia Galang Hendra Pratama dan Imanuel Pratna untuk berlaga di Yamaha VR46 Riders Academy segera menjadi kenyataan. Dua rider binaan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang juga duta Yamaha YZF-R25 berhasil lolos check-up medis.

Keduanya tidak menemui kendala saat menjalani check-up atau rangkaian tes kesehatan di TORRISPORT, Milan, Italia, Jumat siang kemarin waktu Italia (1 Juli). Galang dan Imanuel akan menjadi wakil Indonesia di sekolah balap milik Valentino Rossi tersebut.

Selain Galang dan Imanuel, 3 pembalap lain yang juga dipilih Yamaha Motor Company (YMC) yaitu Peerapong Loinbonpeng (Thailand/21 tahun), Kasma Daniel (Malaysia/16 tahun) dan Soichiro Minamimoto (Jepang/16 tahun) juga lolos check-up medis.

“Jadi medical check-up ini dilakukan untuk persiapan latihan di VR46 MotoRanch Tavulia dan Sirkuit Misano, Italia. Pemeriksaanya mencakup berat dan tinggi badan, kemudian pernapasan dan speed & heart monitoring,” terang Kadek Suma Adnyana Putra yang bertugas sebagai pimpinan rombongan Yamaha Indonesia. kepada Panduan Judi Online

“Ada tim tersendiri yang dibantu berbagai peralatan elektronik. Seperti unsur pernapasan ataupun tekanan jantung dengan bantuan sepeda-statis. Pemeriksaannya sangat kompleks. Jadi medical check-up ini merupakan aktifitas persiapan yang positif dan patut dilaksanakan secara berkesinambungan karena mereka adalah asset sehingga harus selalu sehat dan produktif,” tambah Kadek Suma Adnyana Putra yang sehari-hari bertugas di Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Tahapan ini bertujuan untuk mengukur kesiapan fisik mereka. Pasalnya, butuh stamina prima untuk menjalani berbagai program di Yamaha VR46 Riders Academy yang terbukti banyak mencetak petarung-petarung terbaik di level MotoGP.

“Semua cek kesehatan berjalan lancar dan pada akhirnya saya dapat berlatih di VR46 MotoRanch dan berlaga di Sirkuit MotoGP, Misano. Saya sudah tidak sabar lagi,” bangga Galang Hendra Pratama.

“Tes kesehatan ini pernah beberapa kali saya lakukan di Indonesia. Yang cukup melelahkan ialah Cardiac-Test (jantung), namun saya berhasil melaluinya dan sangat senang,” timpal Imanuel Pratna.

Setelah tahapan ini, maka Galang Hendra & Imanuel Pratna bersiap mengikuti pelatihan di VR46 MotoRanch dan Sirkuit Misano, Italia.  Sebelum melakoni training yang akan dikawal langsung Valentino Rossi, kelima pebalap tersebut diajak berkunjung ke markas besar Yamaha Motor Racing (YMR), Milan-Italia.

Casey Stoner Dipastikan Kembali Jajal Desmosedici

BeritaBintang –  Test rider Ducati Corse, Casey Stoner, dipastikan akan kembali menjajal motor Desmosedici GP16 pada uji coba tertutup di Sirkuit Misano, San Marino pada 29-30 Juni 2016.

Seperti dimuat BintangBola.Online, Rabu (29/6/2016), Stoner akan kembali mengevaluasi proses pengembangan motor GP16 yang musim ini dikendarai duo rider Ducati Corse Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, serta menentukan arah pengembangan selanjutnya untuk menyambut Jorge Lorenzo. Nama terakhir memang dipastikan hijrah dari Movistar Yamaha ke Ducati musim depan.

Stoner sendiri bukan satu-satunya rider yang akan menjalani uji coba di Misano. Rider Moto2, Sam Lowes juga akan menjajal motor RS-GP, yakni motor MotoGP milik Aprilia Gresini. Seperti diketahui, musim depan Lowes memang akan naik kelas ke MotoGP. Rider Inggris itu dipastikan akan bertandem dengan Aleix Espargaro –yang saat ini masih membela Suzuki Ecstar– di Aprilia musim depan.

Test rider Ducati Corse lainnya, Michele Pirro, disebut-sebut juga akan hadir mendampingi Stoner, yang telah menjalani uji coba di Sirkuit Sepang, Malaysia pada bulan Februari dan Sirkuit Losail, Qatar pada bulan Maret lalu.

Kenakan Helm Arai, Valentino Rossi Picu Kontroversi

BeritaBintangMISANOPembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, memicu kontroversi di media sosial beberapa akhir pekan ini. Sebab, rider yang identik menggunakan helm AGV tersebut disebut mengenakan helm buatan Arai.

Memang, Rossi terlihat menggunakan helm Arai saat mengunjungi Sirkuit Misano selama putaran kedelapan Kejuaraan Dunia Superbike. Sekilas, tidak ada yang janggal dengan pelindung kepala milik Rossi.

Seperti diberitakan TaruhanBolaOnline, Selasa (21/6/2016), Rossi mengenakan helm Arai yang disamarkan dengan stiker AGV pada bagian atas. Jenis yang dia gunakan adalah Arai Ram4 yang modelnya mirip AGV K5.

Alhasil, atas kejadian tersebut memicu spekulasi bahwa Rossi mulai meninggalkan helm buatan Italia tersebut. Apalagi, Rossi bukan kali pertama menggunakan helm di luar AGV di acara umum.

Dilatih Pembalap Ini, Rossi Raih Kemenangan Ke-113 di MotoGP

BeritaBintang  –  Valentino Rossi benar-benar tak bisa ditandingi saat MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, pekan lalu. Selama balapan, pembalap Movistar Yamaha itu tak bisa dikejar para pesaingnya, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Rupanya, kunci sukses Rossi di Sirkuit Jerez adalah Luca Cadalora. Pria berusia 53 tahun itu baru saja direkrut Rossi sebagai pelatih balapnya sejak Februari 2016.

Cadalora bukanlah orang baru di dunia MotoGP. Dia pernah dua kali menjadi juara dunia di kelas 250cc pada 1991 dan 1992. Sejak dilatih Cadalora, performa Rossi yang saat ini sudah berusia 37 tahun tidak kalah dengan Lorenzo, Marquez, Dani Pedrosa, atau bintang baru MotoGP, Maverick Vinales.

“Dia (Cadalora) mempunyai hasrat yang sangat besar dan berpengalaman. Sejak awal musim, dia memberi saya banyak saran untuk naik podium. Dia juga menyarankan beberapa hal saat kami mengatur motor,” kata Rossi, dikutip dari BeritaBintang.

Menurut Rossi, saat balapan di Sirkuit Jerez, Cadalora merupakan orang yang punya banyak peran membantunya meraih kemenangan ke-113 selama berkiprah di dunia MotoGP. “Saya harus berterima kasih kepadanya,” ujarnya.

“Sampai sekarang, dia masih memiliki bakat. Dia juga cerdas dalam memberikan komposisi motor agar bisa sesuai dengan saya. Dia juga sangat rendah hati,” ujar pembalap berkebangsaan Italia tersebut.

Sebagai pelatih, Cadalora yang bertemu Rossi di Sirkuit Misano, Italia, tahun lalu punya ambisi besar. Dia saja ingin membantu Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP untuk kedelapan kalinya.

“Ketika dia meminta saya menjadi pelatihnya, tentu saja saya terkejut. Dia adalah pembalap yang sangat kuat dan sangat sulit dipahami. Tetapi setelah mengobrol dengannya, saya akhirnya paham alasannya ingin memenangkan kejuaraan di usianya yang sudah 37 tahun,” ujar Cadalora.

Pelatih kelahiran Italia itu mengatakan, Rossi harus menemukan solusi di setiap seri agar bisa mewujudkan ambisinya musim ini. “Kuncinya hanya terbuka dan belajar mengenai hal-hal baru di setiap lintasan. Saya dan dia harus menemukan solusi  di setiap seri,” katanya.

“Jujur, saya tidak memberikan saran kepadanya. Kami hanya berbicara dan saling tukar pikiran. Tugas saya hanya memahami bagian yang harus diperbaiki olehnya,” ujar Cadalora.

Gelar Juara Dunia 80 Persen Milik Valentino Rossi

BeritaBintang – Ketatnya persaingan menuju mahkota juara dunia MotoGP musim ini mengerucut menjadi pertarungan antara dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Keduanya kini hanya berjarak 23 poin. Baik Valentino Rossi maupun Jorge Lorenzo sama-sama tak meraih podium di seri terahir di Sirkuit Misano.

Hanya, Rossi masih ‘beruntung’ lantaran mampu menuntaskan drama di sirkuit itu dengan raihan poin lewat cara finis di posisi lima. Berbeda dari Jorge Lorenzo yang malah gagal finis lantaran terjatuh.

Soal persaingan keduanya, pebalap legendaris Giacomo Agostini angkat bicara. Perbedaan 23 poin di kompetisi super ketat seperti MotoGP bukanlah sesuatu yang mudah dilewati. Sang legenda punya prediksi, Valentino Rossi bisa meredam perlawanan Jorge Lorenzo.

“Tak mudah mengejar 23 poin, terutama saat pemimpin klasemen dipegang oleh orang seperti Valentino Rossi. Peluang memang masih terbuka bagi keduanya, namun 80 persen gelar milik Valentino Rossi,” ujar mantan pebalap yang kini berusia 73 tahun

Pemegang gelar juara dunia 8 kali tersebut menyebut baik Valentino Rossi maupun Jorge Lorenzo punya skill membalap mumpuni. Namun, Valentino Rossi unggul dalam hal pengalaman.

“Pebalap seperti Valentino Rossi tahu bagaimana memenangkan lomba dan meraih poin,” katanya.

Rahasia Marc Marquez Taklukkan Rossi dan Lorenzo di Balapan Penuh Drama

BeritaBintang – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez membuktikan ucapannya untuk merecoki persaingan dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang tengah berebut gelar juara dunia.

Marc Marquez menaklukkan GP San Marino di Sirkuit Misano, rumah dari Rossi. Ia mengungkapkan, waktu pergantian ban motor menjadi kunci atas kesuksesan mengasapi dua pebalap tersebut.

“Saya di belakang duet Yamaha untuk mengecek ban. Saya merasa motor saya mulai ‘goyang’ dan saya berpikir, ini saatnya untuk mengganti ban. Ketika saya mengganti, saya melihat sirkuit benar-benar kering. Saya senang bisa mendapat podium. Targetnya adalah kemenangan dan kami sangat senang,

Seperti diketahui, balapan di sirkuit Misano penuh drama. Dimulai saat Jorge Lorenzo yang start dari posisi terdepan langsung melesat cepat meninggalkan lawan-lawannya sejak balapan dimulai. Marquez dan Rossi mengikuti dari posisi kedua dan ketiga.

Drama diwarnai hujan rintik-rintik yang mengguyur lintasan. Akibatnya, sejak lap keenam sejumlah pebalap bergiliran masuk pit untuk mengganti motor dengan ban basah.

Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Valentino Rossi yang memimpin di posisi tiga besar juga masuk pit pada lap ketujuh. Saat kembali ke lintasan pada lap kedelapan, Marc Marquez memimpin di depan Jorge Lorenzo.

Pada lap ke-14 Valentino Rossi menyodok ke posisi kedua menggeser tempat Marc Marquez. Pada lap ke-16, Valentino Rossi kembali naik satu tingkat dan untuk kali pertama memimpin balapan di depan Lorenzo.

Untuk kedua kalinya, Jorge Lorenzo masuk ke pit pada lap ke-20. Namun, tak lama berselang, pebalap Spanyol itu terjatuh pada tikungan ke-15 lap ke-21 dan mengakhiri balapan lebih awal.

Pada lap ke-21, Valentino Rossi masuk pit. Namun, sejak saat itu ia tertinggal jauh di posisi kelima. Sementara itu, Marc Marquez yang sudah lebih dulu masuk pit terus memimpin di posisi terdepan.

Hingga balapan berakhir, Marquez terus memimpin di posisi terdepan. Sementara itu Valentino Rossi bertahan di posisi kelima. Hasil ini membuat rekor podium Rossi terhenti pada seri ke-13.

Meski kalah, Valentino Rossi tetap berada di puncak klasemen pebalap setelah mengantongi 247 poin. Pebalap asal Italia ini berhasil menjauhkan jarak dari Lorenzo yang mengantongi 23 poin.

Lorenzo Ukir Rekor Baru Misano, Empat Pebalap Kecelakaan di Sesi Latihan Kedua

BeritaBintang – Pebalapa masing-masing ditempati Andrea Dovizioso (Ducati) dan Valentino Rossi (Yamaha).

Sesi latihan kedua ini juga diwarnai empat insiden yang menimpa Karel Abraham (AB Motoracing), Andrea Iannone (Ducati), Alex De Angelis (IodaRacing), dan Cal Crutchlow (LCR Honda). Mereka tergelincir jatuh ke luar lintasan.

Hasil latihan kedua GP San Marino 2015.

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 32.871s [Lap 14/19] 288km/h (Top Speed)
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 32.924s +0.053s [14/20] 290km/h
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 33.258s +0.387s [20/20] 291km/h
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 1m 33.291s +0.420s [20/20] 292km/h
5. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 33.469s +0.598s [22/23] 285km/h Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mampu memperbaiki catatan waktu pada sesi latihan bebas kedua GP San Marino 2015 di sirkuit Misano, Jumat (11/9/2015) malam WIB. Ia finis tercepat dalam waktu 1 menit 32.871 detik.

Catatan waktu ini sekaligus membuat Jorge Lorenzo memecahkan rekor yang sebelumnya ia buat pada 2011. Ketika itu, Lorenzo sukses menaklukkan Sirkuit Misano sebagai yang tercepat dalam waktu 1:33.906 detik.

Sementara itu, Marc Marquez (Repsol Honda) yang finis tercepat pada sesi latihan pertama tak sanggup melampaui kecepatan Jorge Lorenzo. Juara dunia 2013 dan 2014 itu finis kedua dengan selisih 0.053 detik dari Lorenzo.

Rekan setim Marc Marquez, Dani Pedrosa, menempati posisi ketiga dengan jarak 0.334 detik dari Lorenzo. Posisi empat dan lim

6. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 33.552s +0.681s [19/22] 289km/h
7. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 33.553s +0.682s [17/19] 290km/h
8. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 33.595s +0.724s [19/23] 288km/h
9. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 1m 33.674s +0.803s [12/15] 289km/h
10. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 33.785s +0.914s [17/18] 286km/h
11. Scott Redding GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 33.808s +0.937s [15/20] 282km/h
12. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 33.840s +0.969s [20/20] 279km/h
13. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 1m 34.132s +1.261s [10/18] 295km/h
14. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 34.215s +1.344s [9/19] 282km/h
15. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (RC213V-RS)* 1m 34.345s +1.474s [18/20] 279km/h
16. Loris Baz FRA Forward Racing (Forward Yamaha)* 1m 34.500s +1.629s [13/17] 276km/h
17. Yonny Hernandez COL Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 34.595s +1.724s [18/20] 287km/h
18. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 34.727s +1.856s [18/21] 280km/h
19. Jack Miller AUS LCR Honda (RC213V-RS)* 1m 34.856s +1.985s [9/19] 280km/h
20. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 1m 35.011s +2.140s [11/16] 286km/h
21. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 35.036s +2.165s [16/20] 280km/h
22. Nicky Hayden USA Aspar MotoGP Team (RC213V-RS) 1m 35.394s +2.523s [18/18] 275km/h
23. Alex De Angelis RSM E-Motion IodaRacing (ART) 1m 35.735s +2.864s [3/16] 276km/h
24. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 1m 35.853s +2.982s [4/16] 282km/h
25. Claudio Corti ITA Forward Racing (Forward Yamaha) 1m 36.326s +3.455s [17/18] 279km/h
26. Karel Abraham CZE AB Motoracing (RC213V-RS) 1m 36.530s +3.659s [13/16] 276km/h