Sirkuit Katalunya

Mantan Pembalap F1 Menyindir Keinginan Maldonado Kembali ke F1

BeritaBintang – Eks pembalap yang disebut-sebut sebagai driver terburuk Formula One (F1) sepanjang masa, Taki Inoue kembali menyindir mantan pembalap F1 berkebangsaan Venezuela, Pastor Maldonado yang berniat kembali ikut serta dalam ajang balap jet darat tersebut.

Sebelumnya, Maldonado kehilangan kesempatannya untuk terus membela Tim Lotus karena sponsor utama mereka yang merupakan perusahaan minyak terbesar Venezuela yakni Petroleos de Venezuela (PDVSA) tidak mampu membiayai dirinya.

Kabarnya Maldonado yang saat ini tinggal di Monaco, menghadiri paddock F1 pada akhir pekan lalu. Ia sangat santer diisukan sedang mengincar kursi Manor yang mungkin akan ditinggalkan oleh Rio Haryanto setelah Juli 2016.

Mendengar rumor tersebut taki langsung berkicau menggunakan akun social media Twitter-nya @takiinoue. Ia lantas mengomnetari keinginan Maldonado untuk kembali menuju F1.

“Pastor Maldonado sedang mencari jalan keluar agar dapat kembali membalap di F1. Ayo Mal, tanpa Anda F1 sangatlah membosankan,” tulis mantan pembalap berkebangsaan Jepang tersebut, Jumat (3/6/2016).

Iannone Berharap Tidak Ulangi Kesalahannya di MotoGP Barcelona

BeritaBintang – Kiprah Andrea Iannone sebagai pembalap MotoGP memang bisa dikatakan cukup impresif. Selain memiliki kemampuan yang lumayan, pembalap Tim Ducati itu juga mempunyai keberanian dalam menyalip lawannya dari sudut yang tidak memungkinkan.

Meski memiliki kemampuan yang di atas rata-rata, musuh utama Iannone adalah nasib sial yang terkadang menimpanya di sejumlah balapan. Bahkan di musim ini saja, terhitung Iannone sudah kali merasakan kesialan atau tepatnya saat mengaspal di MotoGP seri Le Mans dan Mugello.

Jelang bergulirnya seri ketujuh MotoGP 2016, lantas membuat Iannone memberikan komentarnya. Pemilik julukan The Maniac Joe tersebut berharap bisa melakoni balapan yang sesuai harapannya di Sirkuit Katalunya akhir pekan nanti.

“Kemenangan bukanlah hal yang dengan mudah bisa kami raih, segalanya harus sempurna untuk meraihnya. Saya mempunyai peluang memenangi balapan di Le Mans dan Mugello, sayangnya melakukan kesalahan,” ucap Iannone, seperti dikutip dari Bintangbola.co, Sabtu (4/6/2016).

“Saya memulai balapan dengan cukup buruk dan ditambah dengan crash yang saya alami. Akan tetapi peluang kami untuk menang begitu nyata, maka dari itu saya berharap balapan di akhir pekan ini akan berjalan baik untuk saya,” tutup pembalap berusia 26 tahun tersebut.

Pembalap Yamaha Tak Sabar Mengaspal di Rumahnya

BeritaBintang –Pembalap Yamaha Tech3, Pol Espargaro, mengaku tak sabar menanti seri ketujuh MotoGP musim ini. Hal itu ia rasakan karena Sirkuit Katalunya sudah seperti rumah baginya.

Pembalap asal Spanyol tersebut ingin membuat balapan yang istimewa di lintasan dengan panjang 4,6 kilometer tersebut. Sebab ia tak ingin mengecewakan pendukungnya yang datang melihatnya.

“Saya sangat senang pada akhir pekan ini karena membalap di rumah saya. Namun saya melihat ke depan, akan memulai perlombaan dengan baik untuk para penggemar saya yang sangat berarti bagi saya,” kata Espargaro mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

“Saya telah menghabiskan banyak waktu di trek ini, tak pernah membosankan karena itu benar-benar adalah sirkuit spektakuler dan salah satu yang menantang di MotoGP,” pungkas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Verstappen Sudah Siap Bela Tim Besar di F1 2016

BeritaBintang –Pembalap Tim Toro Rosso, Carlos Sainz, memuji mantan rekannya yakni Max Verstappen. Sainz menilai, Verstappen memang layak membela tim besar Formula One (F1) jika melihat talenta yang dimiliki.

Pembalap berpaspor Belanda pertama kali mentas di ajang F1 2015 dengan membela Tim Toro Rosso. Meski baru berusia 17 tahun musim lalu, mantan anak pembalap F1 yakni Jos Verstappen itu sanggup finis di posisi 12 dengan koleksi 49 poin.

Sementara pada F1 2016, Verstappen hanya membela Tim Toro Rosso di empat race. Sebab, jelang race kelima yang berlangsung di Sirkuit Katalunya, Verstappen dipindahkan dari Tim Toro Rosso ke Red Bull.

Verstappen melakukan pertukaran posisi dengan Daniil Kvyat yang kerap merugikan Red Bull musim ini. Perpindahan tersebut dapat terjadi karena Red Bull dan Toro Rosso dimiliki perusahaan yang sama.

Hebatnya, pada race perdana bersama Red Bull, Verstappen langsung meraih kemenangan dengan mengalahkan pembalap top macam Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Pembalap yang kini berusia 18 tahun juga ditahbiskan sebagai driver termuda yang mampu memenangi race F1.

“Saya pikir Max (Verstappen) sudah siap membela tim besar. Saya tidak terkejut dengan pencapaiannya sejauh ini,” jelas Sainz mengutip dari Taruhan Bola Online, Senin  (23/5/2016).

Verstappen Mengaku Sangat Menikmati Perayaan Kemenangan GP Spanyol

BeritaBintang –Pembalap muda baru Red Bull Racing (RBR), Max Verstappen, kabarnya sedang menikmati kemenangan pertamanya, pasca-berlaga di Grand Prix (GP) Spanyol pada Sirkuit Katalunya akhir pekan lalu.

Pembalap berusia 18 tahun tersebut bahkan sempat bingung, apakah dirinya sudah cukup umur saat menenggak sampanye yang disemprotkan saat selebrasi kemenangannya di podium.

Di saat yang sama, ayah Max, Jos Verstappen, menangis haru di bawah podium. Saat itu, ia berlari mencari anaknya, namun ayah Max tidak mampu melihat anaknya karena jumlah pengunjung yang sangat banyak ketika acara selebrasi tersebut.

“Saya bisa mencoba banyak hal yang tidak bisa ditemukan selama balapan. Dan hal itu sangat sempurna bagi saya. Anda pasti selalu menginginkan lebih banyak kekuatan , maka itu kami akan melihat apakah tim akan menggunakannya di Monaco atau tidak,” tutur Verstappen, sebagaimana disadur Taruhan Bola Online, Sabtu (21/5/2016).

“Pokoknya saya tidak sabar untuk berlaga di Monaco di mana terdapat suasana yang sangat khusus di mana Anda akan mendapat waktu yang lebih cepat daripada di tempat lain. Pesta kemenangan kemarin itu sangtlah baik, setidaknya saya akan selalu mengingat hal tersebut,” tandasnya.

Verstappen Juara, Rival Rio Haryanto Sewot

BeritaBintang – Pembalap asal Rusia, Daniil Kvyat, yang terdegradasi ke Toro Rosso, sewot melihat Max Verstappen juara dengan Red Bull pada GP Spanyol di Sirkuit Katalunya, Minggu (15/5/2016). Dia yakin bisa melakukan hal serupa jika tetap dipertahankan di Red Bull.

Sayang, beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Kvyat di beberapa seri F1 membuatnya terdegradasi. Kini, Kvyat harus tampil dengan ‘tim B’ Toro Rosso.

“Saya tak peduli dengan torehan Verstappen. Saya hanya fokus kerja dengan mobil baru saya. Tentu saja saya juga berpikir punya potensi untuk melakukan hal serupa (seperti Verstappen langsung juara di debut),” katanya seperti dikutip Kamusjudi.com.

Di GP Spanyol lalu, Kvyat hanya finis di posisi ke-10. Itu artinya dia hanya meraup 1 poin saja.

“Start saya buruk padahal saya mencoba untuk adaptasi dengan rem. Dengan mobil baru pasti selalu sulit,” ujarnya.

“Selain itu, saya juga kehilangan posisi saat safety car masuk. Kami kehilangan banyak waktu di sana. Pada umumnya, ini membuat balapan kami sulit,” ucapnya, menambahkan.

Hamilton Tabrak Rosberg, Mercedes Out di Katalunya!

BeritaBintang –Race baru seumur jagung, duo Mercedes AMG sudah harus mengakhiri balapan. Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bertabrakan di lap perdana GP Spanyol yang digelar di Sirkuit Katalunya, Senin (16/5/2016) malam WIB. Keduanya pun tidak bisa melanjutkan balapan.

Hamilton sendiri telihat kesal usai insiden ini, dengan melemparkan setirnya saat keluar dari mobil F1 W07 Hybrid-nya. Seperti dimuat Twitter resmi F1, insiden ini akan diinvestigasi Race Director setelah balapan usai.

Top Sport: Tiga Pembalap yang Berpeluang Besar Juara F1 2016

BeritaBintang –Formula One (F1) 2016 akan berlangsung sekira sepekan lagi. Para pencinta ajang balap mobil kelas mobil kelas utama ini pun mulai bertanya-tanya dan memprediksi siapa yang akan berpesta di akhir musim nanti.

Jika melihat jalannya pertarungan musim lalu, pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, tentu masih menjadi unggulan. Pembalap berusia 31 tahun itu dinilai mempunyai peluang besar untuk mempertahankan gelar juara dunia di F1 2015.

Meski demikian, Hamilton tidak sendirian. Setidaknya ada dua pembalap lain yang diyakini akan mampu menyaingi penampilannya di atas lintasan balap musim ini. Mereka adalah rekan setim Hamilton yakni Nico Rosberg dan pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel.

Lantas, seberapa besar peluang yang dimiliki Vettel, Rosberg, dan Hamilton di musim ini? Berikut gambaran peluang ketiganya dalam memperebutkan gelar juara dunia F1 2016, seperti dirangkum Okezone, Jumat (11/3/2016):

1. Sebastian Vettel (Ferrari)

Vettel menyelesaikan kompetisi F1 2015 di posisi tiga dengan raihan 278 poin. Bisa dikatakan, hanya pembalap berkebangsaan Jerman itu yang bisa mengacaukan dominasi Rosberg dan Hamilton musim lalu. Sebanyak 13 dari 19 seri berakhir podium baginya, dengan tiga di antaranya adalah podium pertama.

Dengan bekal musim lalu, Vettel diyakini akan kembali merusak dominasi duo Mercedes musim ini. Apalagi selama dua edisi tes pramusim di Sirkuit Katalunya, Barcelona, beberapa waktu lalu, pembalap berusia 28 tahun itu mampu mengalahkan catatan waktu terbaik milik Rosberg dan Hamilton.

Vettel diprediksi memiliki peluang yang sama besar dengan Rosberg untuk menjadi juara. Meski demikian, peluang mantan driver Red Bull tersebut diyakini tidak lebih besar ketimbang Hamilton. Kualitas mobil Ferrari yang dinilai masih sedikit tertinggal dari mobil Mercedes, menjadi alasannya.

2. Nico Rosberg (Mercedes)

Kualitas mobil Mercedes sangat mendukung peluang Rosberg menjadi juara F1 2016. Meski secara skill bisa dikatakan masih kalah dari Vettel, berkat perkembangan mobil Mercedes, pembalap berusia 30 tahun itu memiliki peluang yang sama.

Musim lalu Rosberg finis di posisi dua dengan raihan 322 poin. Total 15 seri berhasil diakhirinya di atas podium, dengan enam di antaranya berada di podium pertama. Tidak hanya raihan musim lalu, hasil di tes pramusim juga bisa menjadi bekal untuk menjalani musim ini.

Rosberg mengakhiri tes pramusim dengan bertengger di posisi tiga. Pembalap berkebangsaan Jerman itu mencatatkan waktu terbaiknya 1 menit 23,022 detik dari 656 lap. Ia unggul 0,6 detik dari rekan setimnya Hamilton. Apabila bisa konsisten mempertahankan penampilannya, bukan tidak mungkin mantan pembalap Williams tersebut merebut gelar juara dunia F1 pertamanya.

3. Lewis Hamilton (Mercedes)

Banyak yang berpendapat, sulit bagi pembalap mana pun untuk menyamai apa yang dimiliki Hamilton saat ini. Pembalap berusia 31 tahun itu dinilai memiliki paket lengkap, paket yang menjadi impian semua pembalap di dunia yakni skill dan kualitas mobil yang luar biasa.

Gelar juara dalam dua musim beruntun sudah cukup menjadi buktinya. Lalu jika menyoroti kembali penampilannya musim lalu, Hamilton pun dinilai memiliki bekal yang sangat baik untuk mencetak hattrick juara pada musim ini.

Pembalap berpaspor Inggris itu memang tampil inkonsisten selama tes pramusim, hingga pada akhirnya hanya menduduki posisi 10 dengan catatan waktu terbaiknya adalah 1 menit 23,622 detik. Tapi, hasil di tes pramusim bisa dikatakan bukan jaminannya tampil buruk.

Selama ini, Hamilton dinilai ibarat Valentino Rossi di MotoGP, yang tampil kurang meyakinkan di tes, namun begitu menggila saat lomba dimulai. Karena itu, pantas apabila menyebut Hamilton memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara F1 2016.

Garasi Rio Haryanto Telah Disiapkan di Seri Perdana F1

BeritaBintang –    Seri perdana ajang balap Formula One (F1) segera digelar di Sirkuit Melbourne, 20 Maret 2016. Namun, pit box yang akan ditempati pembalap Manor Racing, Rio Haryanto telah disiapkan.

Konsulat jenderal Indonesia di negara bagian Victoria, Melbourne, Australia mengunggah foto pit box yang akan ditempati Rio. Akun bernama @dewiswahab tersebut menyebutkan pit stop untuk pembalap kelahiran Surakarta tersebut telah siap.

Dalam foto tersebut, terdapat nama Haryanto dan bendera Indonesia pada pit box, dan bersebelahan dengan rekan satu timnya Pascal Wehrlein. Menariknya, garasi pembalap berjuluk Boboho tersebut juga bersebelahan dengan mantan juara dunia F1 yakni Jenson Button, pembalap dari McLaren-Honda.

Sebelumnya Rio sukses mengikuti rangkaian uji coba yang berlangsung di Sirkuit Katalunya. Di hari terakhir tes tersebut, ia melahap 58 lap dengan catatan waktu terbaiknya yaitu 1 menit 25.899 detik.

Komponen Baru di Mobil Raikkonen

BeritaBintang – Tim Scuderia Ferrari resmi memperkenalkan komponen Halo pada mobil SF16-H milik Kimi Raikkonen saat tes pramusim F1 hari ketiga di Sirkuit Katalunya, Barcelona, Spanyol, pada Kamis 3 Maret 2016. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan keselamatan driver.

Halo merupakan sistem pelindung kepala bagi pembalap. Awalnya, komponen ini sebenarnya diajukan oleh Tim Mercedes AMG dan telah melewati tiga desain berbeda. Saat ini Halo tengah dalam proses pertimbangan serius untuk dijadikan instrumen wajib di mobil F1 mulai musim 2016.

Dilaporkan Planet F1, Jumat (4/3/2016), tiga desain juga telah diuji coba di Global Institute for Motor Sport Safety dengan cara menembakkan sebuah roda F1 menggunakan sebuah mesin pelontar. Hasilnya, Halo berhasil melindungi area kepala pembalap dari tembakan roda tersebut.

Wacana untuk menyertakan Halo sebagai komponen wajib di F1 sendiri memang masih menuai pro dan kontra. Halo diyakini bakal menambah bobot mobil lebih dari 5 kg dan mengganggu visibilitas dari si pembalap.