Sirkuit Internasional Shanghai

Taki Samakan Wehrlein dengan Mobil Pemotong Rumput

BeritaBintang – Pembalap terburuk Formula One (F1), Taki Inoue, menyindir kecelakaan yang dialami pembalap Manor, Pascal Wehrlein yang mengalami kecelakaan saat berlaga di Grand Prix (GP) China pada 17 April 2016.

Pada saat sesi kualifikasi memang cuaca di Sirkuit Internasional Shanghai sedang dalam kondisi basah akibat diguyur hujan deras. Hal tersebut menyebabkan jalan tergenang air yang sangat membuat licin bagi pengendara yang melintas.

Saat itu, nasib apes menimpa Wehrlein. Mobilnya yang sedang melaju kencang tiba tiba berputar hingga akhirnya membentur pembatas dinding. Kejadian tersebut membuatnya gagal melanjutkan kualifikasi karena mobilnya rusak.

Melalui Akun Twitter-nya @takiinoue, Selasa (3/5/2016), mantan pembalap asal Jepang tersebut menyindir kelakuan Wehrlein yang terpaksa mendaratkan mobilnya di pinggir rumput lintasan. Taki bahkan membandingkan mobil Wehrlein dengan mobil pemotong

GP China: Ekspresi Geram Rekan Rio Haryanto Start di Posisi 21

BeritaBintang  –  Rekan Rio Haryanto di Manor Racing, Pascal Wehrlein mengeluarkan ekspresi geram dan jengkel saat diwawancara televisi usai gagal tuntaskan sesi kualifikasi GP China di Sirkuit Shanghai, Sabtu (16/4/2016). Pembalap muda asal Jerman ini seakan tak mau terima apa yang dialaminya di lintasan.

Seperti diketahui, mobil MRT05 yang dikendarai Wehrlein tergelincir akibat melindas tonjolan di Sirkuit Internasional Shanghai.Dalam video yang dilansir situs resmi Formula 1, terekam detik-detik mobil Wehrlein tergelincir hingga akhirnya menabrak dinding pembatas.

Wehrlein sedang memacu kencang mobil MRT05 di trek lurus Sirkuit Internasional Shanghai. Tiba-tiba, mobil pembalap asal Jerman itu oleng usai menginjak bagian seperti tonjolan yang ada di tengah trek. Akibat kegagalan ini, Wehrlein harus rela start dari posisi 21.

Awalnya diduga genangan air di lintasan lurus sebagai penyebab mobil Wehrlein melintir. Namun belakangan baru diketahui jika lintasan lurus di sirkuit Shanghai tidak rata.

“Balapannya bakal digelar besok,” kata Pascal, ketus kepada wartawan televisi yang mewawancaranya, seperti dilansir akun twitter Manor Racing.

Jawaban singkat Wehrlein menyiratkan kekecewaan mendalam dari pembalap binaan Mercedes ini. Sebelumnya, Wehrlein minta maaf kepada Rio Haryanto karena gagal maksimalkan kualifikasi.

“Maafkan saya, tapi itulah. Saya tidak punya kesempatan untuk melakukan apapun,” ujarWehrlein kepada rekansetimnya lewat sambungan radio yang terdapat di mobilnya.

Penjelasan Resmi

Setelah menenangkan diri, Wehrlein baru berbicara banyak soal kegagalannya tuntaskan kualifikasi GP China. Wajar jika Wehrlein kecewa karena pembalap asal Jerman itu tampil bagus di latihan bebas.

Hanya gara-gara masalah di lintasan yang membuat Wehrlein keluar dari trek, sesuatu yang sangat dihindarinya.

“Di awal kualifikasi, trek cukup kering jadi kami gunakan ban botak. Ada benjolan di lintasan lurus start dan finis, lalu ada pula genangan air. Setelah lewati genangan air, cengkeraman ban di belakang hilang dan saya melintir. Ini sangat tak terduga karena saya baik-baik saja di bagian lain lintasan, ini sulit karena tak terlihat,” ujarnya seperti dilansir laman facebook Manor Racing.

“Saya pikir saya tak beruntung karena tak bisa lakukan apa-apa. Untunglah saya tak mendinding pembatas terlalu keras, sehingga pekerjaan kami untuk benarkan mobil tidak terlalu berat. Saya kecewa tapi balapan besok. Kecepatan saya cukup baik di latihan kemarin,” katanya.

“Tentu sulit start dari posisi belakang tapi itu yang kami lakukan di Australia. Kita lihat apa yang terjadi.”

Rio Haryanto Berharap Hujan Warnai GP China

BeritaBintang  –  Rio Haryanto sudah melewati sesi latihan bebas pertama dan kedua di Sirkuit Internasional Shanghai, Tiongkok, Jumat (15/4/2016). Dalam sesi latihan bebas ini, pembalap Manor Racing itu menguji ban yang bakal digunakannya di balapan nanti.

Pada sesi latihan bebas pertama, Rio Haryanto menggunakan ban medium, posisinya pun berada di urutan ke-16. Di sesi kedua, dia memakai ban medium dan soft. Hasilnya, pembalap asal Solo itu berada di posisi ke-17.

“Dalam 40 menit terakhir (saat sesi latihan bebas), kami mendapatkan data yang baik, terutama untuk mempersiapkan diri mengikuti balapan. Kami telah memahami ban yang cocok untuk balapan di Shanghai,” ucap Rio, dikutip dari laman resmi Formula 1.

Untuk sesi latihan bebas ketiga dan babak kualifikasi GP China pada Sabtu (16/4/2016) waktu setempat, Rio akan mengkombinasikan data yang didapatnya pada hari ini dengan hasil balapan di GP Bahrain, dua pekan silam. “Sangat bagus untuk mencampur data dengan hasil di Bahrain,” katanya.

Pria berusia 23 tahun itu rupanya berharap hujan mewarnai balapan di GP China. Rio ingin menguji nyalinya di lintasan yang basah. Dia belum pernah balapan di sirkuit basah sepanjang balapan F1.

“Sepertinya besok bakal turun hujan. Ini adalah hal yang kami belum rasakan sejak di Australia. Sepertinya menarik karena ban akan sedikit bergoyang. Mudah-mudahan, kami bisa menemukan cara yang tepat (bila turun hujan),” ujar Rio mengakhiri.

‘Akrab’ dengan Trek Shanghai, Rio Haryanto Mengaku Antusias

BeritaBintang – Rio Haryanto mengaku “akrab” dengan trek Sirkuit Internasional Shanghai. Ia pun antusias menatap balapan yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Setelah seri di Australia dan Bahrain, Formula 1 berlanjut ke GP China yang akan dihelat pada hari Minggu (17/4/2016). Setelah sempat pulang ke Indonesia, Rio sudah tiba di Shanghai pada hari Selasa (12/4) lalu. Kedatangan Rio disambut hangat oleh warga Indonesia yang tinggal di sana.

Ini tidak akan jadi pertama kalinya Rio membalap di Sirkuit Internasional Shanghai. Ketika masih membalap di ajang Asian Formula Renault Challenge dan Formula BMW Pacific, Rio juga pernah memacu mobilnya di sirkuit tersebut.

Bedanya, sekarang Rio akan mengendarai jet darat Formula 1. “Saya sudah mengenali trek ini sejak membalap di Asian Formula Renault Challenge dan Formula BMW Pacific. Menyenangkan rasanya dan juga menantang. Saya senang bisa kembali ke sini lagi dan kita lihat saja nanti bagaimana membalap di sini dengan mobil F1!” ujar Rio dalam e-mail yang diterima Berita Bintang

Rio juga menganggap semua seri yang berlangsung di Asia adalah rumah untuknya. Salah satu alasannya, ia tidak perlu repot mencari makanan yang cocok dengan lidahnya.

“Balapan yang ada makanan khas Asianya jelas oke buat saya. Terlebih, saya bisa pulang ke Indonesia setiap selesai balapan.”

“Apa yang jadi perjalanan panjang buat tim menjadi perjalanan pendek buat saya. Tidak adanya GP Indonesia –belum ada, tepatnya!– balapan-balapan di Asia layaknya balapan kandang buat saya, jadi menyenangkan rasanya ada banyak balapan di Asia,” kata Rio.