Sirkuit Internasional Sepang

Top Sport: Lima Sirkuit Balap Motor Terangker di 2015

BeritaBintang –  NYARIS 1000 kecelakaan terjadi di olahraga balap motor sepanjang 2015. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di 18 seri MotoGP, Moto2, dan Moto3.

Lantas, seri mana yang paling angker sehingga sering terjadi kecelakaan pada sepanjang 2015? Diberitakan Bioskop168 , Jumat (01/01/2015), status seri dengan sirkuit terangker pada 2015 jatuh ke tangan GP Silverstone.

Pada seri yang digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, tersebut, diketahui ada 79 kecelakaan yang terjadi. Tercatat 12 pembalap mengalami kecelakaan tunggal di putaran ke-14 yang dinilai sebagai titik keangkeran sirkuit tersebut.

Di bawah Silvertone ada Sirkuit Le Mans Bugatti. Di sirkuit yang menjadi tempat diselenggarakannya GP Prancis ini, tercatat ada 78 kecelakaan yang terjadi. Jack Miller, Cal Crutchlow, dan Scott Redding masuk dalam daftar yang mengalami kecelakaan di Le Mans.

Sementara itu, Sirkuit Internasional Sepang yang sempat menjadi pembicaraan panas pada MotoGP 2015, tidak masuk dalam daftar lima besar sirkuit terangker. Posisi terakhir lima besar justru menjadi milik Sirkuit Sachsenring, tempat diselenggarakannya GP Jerman.

Berikut daftar lengkap lima sirkuit balap motor terangker di 2015:

1. Silverstone, Inggris (79 kecelakaan)

2. Le Mans, Prancis (78 kecelakaan)

3. Motegi, Jepang (71 kecelakaan)

4. Austin, Amerika Serikat (71 kecelakaan)

5. Sachsenring, Jerman (65 kecelakaan)

Tiga Tahun ke Depan untuk Sirkuit Sepang

BeritaBintangSELANGOR – Teka teki masa kontrak Sirkuit Internasional Sepang yang habis musim ini akhirnya terjawab. Sirkuit kebanggaan Negeri Jiran itu dipastikan tetap menggelar balapan Formula One (F1) hingga 2018. Kepastian perpanjangan kontrak ini disampaikan langsung oleh pemerintah Malaysia.

Sebelumnya, GP Malaysia kemarin sempat dikhawatirkan akan menjadi momentum terakhir di sirkuit yang memiliki 15 tikungan itu. Negosiasi alot bahkan terjadi sejak awal tahun ini.

Permasalahan fee besar yang di minta Bos F1, Bernie Ecclestone ditengarai menjadi batu sandungan bagi pihak pengurus olahraga balap Malaysia.

Selain itu, perusahaan minyak milik pemerintah Malaysia, Petronas, juga memastikan diri akan terus menjadi sponsor utama GP Malaysia. Petronas sendiri juga merupakan salah satu sponsor tim Mercedes.

“Perpanjangan kontrak telah disepakati menyusul suksesnya negosiasi antara Sirkuit Sepang (SIC) dan manajemen F1. GP Malaysia telah menjadi event olahraga terbesar di negeri ini sejak pertama kali dihelat pada 1999,” demikian pernyataan Pemerintah Malaysia.

Kepastian perpanjangan kontrak ini tentu menjadi angin segar bagi ajang balap jet darat tersebut, terlebih setelah Jerman dicoret sebagai penyelenggara musim ini karena problem finansial.

Bicara soal race kemarin, juara dunia F1 empat kali Sebastian Vettel akhirnya berhasil mematahkan superioritas duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Pembalap 27 tahun itu sukses meraih podium tertinggi, sekaligus merengkuh kemenangan pertama bersama tim anyarnya, Ferrari.

Ferrari Berjaya, Peringatan Untuk Mercedes

BeritaBintangSELANGOR – Pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel berhasil membuat duo Mercedes ketar-ketir untuk seri-seri berikutnya. Pasca ia meraih kemenangan di seri Malaysia yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, dan kemenangan ini tentunya menjadi peringatan untuk Mercedes.

Baik Lewis Hamilton dan Nico Rosberg hanya mampu menduduki peringkat dua-tiga, dan hasil positif Vettel ini tentunya menandakan bahwa tim lain bisa bersaing dengan Mercedes yang dominan musim lalu.

“Kami (Mercedes) mendapatkan perlawanan keras, ini peringatan untuk kami. Kami tak pernah membuat kesalahan apapun dalam 20 pertandingan atau lebih. Banyak hal yang dapat kami optimalkan. Tidak peduli sekarang, ini peringatan untuk kami,” terang bos Mercedes, Toto Wolff.

Ditambahkan oleh Kepala Non-Eksekutif Mercedes, Niki Lauda. Ferrari tampil luar biasa di Malaysia, dan strategi pit-stop tim berlambang Kuda Jingkrak itu lebih baik dari Mercedes.

“Apa yang saya katakan tentang Ferrari? Tunggu saja. Saya terkejut dengan kecepatan Ferrari dan pada akhirnya Vettel melakukan pekerjaan yang luar biasa hebat. Mereka tak terkalahkan. Mereka memiliki hak untuk menjalani strategi pit-stop dan kecepatan Vettel fantastis,” imbuh Lauda memuji Vettel.

Hamilton Dilarang Memakai Helm Baru

BeritaBintangSEPANG – Nasib kurang baik dialami pilar Mercedes, Lewis Hamilton. Pembalap berdarah Inggris ini dihadapkan dengan regulasi Federasi Otomotif Dunia (FIA) terkait helm baru yang akan digunakan pada GP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang.

Persoalan regulasi FIA muncul setelah Hamilton mengunduh foto helm baru spesial di media sosial. Dengan beberapa alasan, FIA akhirnya melarang helm itu digunakan pada ajang Formula One (F1).

Lewat akun Twitter pribadinya, @LewisHamilton, pembalap Mercedes itu memamerkan desain helm spesialnya tersebut.

“Saya punya helm spesial yang dibuat untuk merayakan Petronas dan Malaysia. Tapi, karena adanya larangan dari FIA, saya tidak dapat memakainya. #Petronas,” tweet pembalap 29 tahun itu.

Beberapa waktu lalu, FIA sebenarnya memang mengeluarkan larangan mengganti desain helm saat musim sedang berjalan. Seperti dilansir wheels24, Jumat (27/3/2015), larangan ini dikeluarkan karena FIA tidak ingin fans bingung mengenali pembalap idolanya saat balapan berlangsung.

Satu pengecualian, FIA hanya mengizinkan pembalap mengubah desain helm jika berhubungan dengan hadirnya sponsor baru.

Sementara itu, Sebastian Vettel dikenal menjadi pembalap yang paling kontra dengan regulasi ini. Pembalap anyar Ferrari itu bahkan bersedia membayar denda kepada FIA.

“Saya siap dengan hukumannya. Jika memang saya harus membayar denda dan uang itu disumbangkan untuk amal, maka saya akan senang sekali untuk terus mengubah desain helm,” protes juara dunia F1 empat kali itu.