Sirkuit Hockenheimring

Pascal Wehrlein Nikmati Atmosfer Sirkuit Hockenheimring

BeritaBintang – Pembalap Tim Manor Racing, Pascal Wehrlein, mengaku senang dapat menyelesaikan balapan perdananya di kampung halamannya, Jerman. Pada seri yang berlangsung di Sirkuit Hockenheimring tersebut, rekan setim Rio Haryanto tersebut finis di posisi ke-17.

Meski gagal menyumbangkan poin untuk Tim Manor Racing, Wehrlein mengaku tetap puas. Ia juga tidak menampik bahwa dirinya sangat menikmati atmosfer di GP Jerman tersebut.

“Saya merasakan atmosfer dan dukungan yang istimewa. Sebelum balapan, kami sempat mampir di Motodrom untuk menemui para fans dan mereka sangat menudukung kami,” jelas Wehrlein mengutip dari Panduan Judi Online , Senin (1/8/2016).

“Rasanya sangat istimewa saat melihat banyak bendera Jerman berkibar, saya kita mereka (fans) sangat menikmati balapan ini setelah sekian lama tidak ada Grand Prix Jerman,” tambahnya.

Sejauh ini, Wehrlein baru berhasil mengantongi satu poin dari 12 seri Formula One (F1) 2016. Poin tersebut dikantonginya usai finis di posisi ke-10 saat bersaing di GP Austria.

F1 Jerman Kemungkinan Satu Sirkuit dengan MotoGP

BeritaBintang – Jerman kembali bermasalah sebagai tuan rumah Formula One (F1). Masalah sirkuit kembali menjadi ancaman diselenggarakannya Grand Prix (GP) Jerman musim depan. Hockhenheim kabarnya tidak dapat menjamu ajang bergengsi jet darat tersebut.

Pada musim 2015, F1 hadir tanpa GP Jerman. Jerman kembali menjadi tuan rumah dalam F1 musim 2016, pekan lalu di Sirkuit Hockenheimring. Meski demikian, nasib Jerman untuk musim 2017 masih belum jelas. Sirkuit Nurburgring kemungkinan besar menjadi tuan rumah alternatif Jerman musim depan.

Sebagaimana diberitakan Panduan Judi Online , Selasa (2/8/2016), sejumlah media Jerman mengatakan Sirkuit Sachsenring, Saxony yang menjadi tuan rumah tahunan bagi MotoGP berpotensi besar menjadi penyelamat Jerman di musim 2017. Sirkuit tersebut menjadi opsi kedua F1, jika mereka tidak mencapai kesepakatan dengan Nurburgring.

Kabarnya FIA harus melakukan sejumlah modifikasi untuk bangunan yang berada di pit, jika mereka resmi menjamu F1 musim depan. Hockenheim dan Nurburgring tersedia untuk F1, jika mereka bersedia memberikan sejumlah dana lebih kepada pihak pengembang.

Tim Paling Perkasa di GP Jerman

BeritaBintang – GRAND Prix (GP) Jerman di Sirkuit Hockenheimring merupakan salah satu seri Formula One (F1) yang paling dinanti oleh banyak orang. GP Jerman merupakan salah satu seri tertua yang ada di ajang balap jet darat.

GP Jerman pertama kali menjadi penyelenggara ajang balap jet darat pada 11 Juli 1926 dengan nama resmi I GROßER PREIS VON DEUTSCHLAND. Lokasi perhelatan pada awalnya diadakan di sebuah lokasi bernama Avus yang terletak di Berlin.

Baru pada 1977 Hockenheimring menjadi tuan rumah untuk kali pertama di ajang F1. Pada debutnya, pembalap lokal mereka, Hans Heyer, menjadi pemenang untuk kali pertama meskipun di sesi kualifikasi dirinya l mendapatkan hasil memuaskan. Di era F1 modern, Hockenheimring dan Nurgburgring menjadi dua sirkuit yang bergantian menjadi tuan rumah GP Jerman. Sebelumnya, Nurburgring diplot sebagai tuan rumah dari GP Eropa yang kini diadakan di Baku, Azerbaijan Dilansir Panduan Judi Online

Dari sisi tim, GP Jerman merupakan seri yang sangat akrab untuk tim asal Italia, Ferrari. Tercatat sudah 22 kali tim yang memiliki logo kuda jingkrak tersebut menguasai GP Jerman. Pabrikan yang bermarkas di Bologna sukses memenangkan balapan di edisi 1950-1953, 1956, 1959, 1963, 1964, 1972, 1974, 1977, 1982, 1983, 1985, 1994, 1999, 2000, 2002, 2004, 2006, 2010, dan 2012.

Sementara tim yang memiliki jumlah kemenangan terbanyak kedua ditempati oleh Mercedes dan Williams yang masing-masing mengoleksi sembilan podium teratas. Lalu disusul oleh McLaren yang mengumpulkan delapan kali kemenangan.

Sisanya ada tujuh tim lagi yang pernah mencicipi kemenangan di GP Jerman yakni Brabham dengan lima kemenangan, Lotus dengan empat kemenangan, dan masing-masing dua kemenangan yang dikoleksi oleh Alfa Romeo, Auto Union, Tyrrell, Benetton, dan Red Bull.

Rekan Rio Haryanto Akui Manor Racing Masih Miliki Banyak Kekurangan

BeritaBintangHOCKENHEIM – Pembalap Tim Manor Racing, Pascal Wehrlein mengaku bahwa timnya masih harus berbenah diri jika ingin meraih hasil manis di sisa seri Formula One (F1) 2016. Pembalap asal Jerman tersebut menilai bahwa kekuatan mobil Tim Manor Racing masih kurang maksimal.

Sejauh ini, Tim Manor Racing baru berhasil mengantongi satu poin. Rekan setim Rio Haryanto tersebut juga menyatakan bahwa timnya masih harus memaksimalkan kekuatan aerodinamis mobilnya.

Pada seri selanjutnya, para pembalap F1 akan bersaing di Sirkuit Hockenheimring, Jerman. Seri ke-12 tersebut akan dihelat pada Minggu 31 Juli 2016.

“Hockenheimring adalah sebuah tantangan teknis. Dengan trek lurus yang panjang, kami membutuhkan kekuatan yang lebih dan menggabungkannya dengan kecepatan rendah saat berada di tikungan,” tutur Wehrlein, mengutip dari akun TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (28/7/2016).

“Kami sadar bahwa kekurangan kami saat ini masih pada lini aerodinamis, tetapi kami harap dapat tampil maksimal. Kami harap dapat menunjukkan kemajuan kami di sini,” pungkasnya.

Komentar Bos Manor soal Vandoorne dan Rio Haryanto

BeritaBintang – Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, angkat bicara soal dua pembalap yang beberapa hari terakhir ramai dikaitkan dengan timnya, Stoffel Vandoorne dan Rio Haryanto. Ryan mengatakan, Vandoorne merupakan pembalap bertalenta, namun Rio masih bagian dari Manor Racing.

Dalam beberapa hari terakhir, pembalap cadangan McLaren-Honda, Vandoorne, diisukan bakal menggantikan posisi Rio di Manor Racing. Rio dikabarkan bakal terdepak dari jabatannya karena belum melunasi utang kepada Manor sebesar tujuh juta euro atau sekira Rp101 miliar.

Seri ke-12 Formula One (F1) 2016 Jerman yang berlangsung di Sirkuit Hockenheimring, Jerman pada Minggu 31 Juli 2016 disebut-sebut sebagai race terakhir Rio bersama Manor. Selanjutnya atau tepatnya di seri 13 yang berlangsung di Belgia pada Minggu 28 Agustus 2016 malam WIB, posisi Rio bakal digantikan Vandoorne.

“Stoffel (Vandoorne) tanpa diragukan lagi merupakan pembalap muda brilian dan memiliki rekor luar biasa. Namun, kami masih bekerja dengan Rio dan menginginkan Rio tetap bersama kami,” jelas Ryan mengutip dari Panduan Judi Online, Rabu (27/7/2016).

Vandoorne sendiri merupakan pembalap bertalenta. Pembalap berpaspor Belgia itu merupakan kampiun GP2 2015. Sementara itu, pembalap berusia 24 tahun itu merupakan pendulang poin perdana bagi Tim McLaren-Honda di F1 2016.

Turun menggantikan Fernando Alonso di seri kedua F1 2016 yang berlangsung di Bahrain, Vandoorne sukses finis di posisi 10. Hal itu membuatnya berhasil meraih satu poin di debutnya tampil di ajang F1.