Sirkuit Austin

Kandas di Sirkuit Austin, Loriz Baz Tetap Pede Bawa si Kuda Besi

BeritaBintang Kandas di Sirkuit Austin, Loriz Baz Tetap Pede Bawa si Kuda Besi

Gagal menyelesaikan balapan di seri ketiga MotoGP Grand Prix (GP) Austin, Senin 24 April 2017 dini hari WIB, pembalap Tim Avintia, Loris Baz, mengatakan kecewa dengan penampilannya di Sirkuit Austin itu. Meski tidak berhasil finis, Baz mengaku akan terus tampil maksimal.

“Hal ini sangat mengecewakan! Meskipun saya tidak bisa membawa motor dengan baik, tapi saya mampu menjaga kompetisi dengan rider lain di posisi yang sama. Ketika saya mencoba menyalip Scott (Redding), tiba-tiba saja ada masalah di transisi mesin,” ungkap Baz, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Rabu (26/4/2017).

[ Baca Juga : ” Pasca Jadi Dewa di Goblin, Sungjae ‘BTOB’ Ingin Jadi Penjahat ” ]

Pembalap asal Prancis itu juga menceritakan jalannya balapan yang membuat mimpinya kandas. Baz mengatakan setelah mencoba berduel dengan Redding, rival asal Tim Octo Pramac, ia merasa motor menjadi tersendat.

“Saya mungkin terlalu menekan gas dengan kuat, sehingga saya mengalami insiden pada dua atau tiga belokan berikutnya. Kali ini, saya tidak bisa menghindari adanya kecelakaan di Austin,” ucap pembalap berusia 24 tahun itu.

“Kami paham pentingnya mencetak angka dalam laga di Austin ini. Tapi motor tidak begitu mudah dikendalikan, berbeda seperti saat balapan di GP Argentina. Tapi, saya pastikan saya akan kembali bangkit di Jerez! (GP selanjutnya),” tandas rekan setim Hector Barbera itu.

Dewi Fortuna memang lebih berpihak pada sang pembalap saat mengaspal di Sirkuit Termas de Rio Hondo dalam gelaran GP Argentina. Saat itu, ia berhasil finis di urutan 11, sementara di GP Austin Baz malah gagal finis.

Sirkuit Austin Dinilai Sulit, Maverick Vinales Malah Merasa Nyaman

BeritaBintangSirkuit Austin Dinilai Sulit, Maverick Vinales Malah Merasa Nyaman

Setiap sirkuit di ajang balap tentu memiliki tantangan dan kesulitan masing-masing. Tidak terkecuali dengan sirkuit yang akan dipakai untuk berlaga oleh para pembalap MotoGP 2017 pada seri ketiga, yakni Sirkuit Austin, Amerika Serikat.

Di saat banyak pembalap yang mengeluhkan kondisi Sirkuit Austin yang dinilai menyulitkan lantaran terdapat banyak lonjakkan. Nada berbeda justru datang dari pembalap anyar Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang mengaku tidak menemukan kesulitan berarti ketika melintas di sirkuit tersebut.

[ Baca Juga : ” Yeay, One Piece Bangkitkan Tokoh Portgas D Ace ” ]

Pembalap bernomor motor 25 itu menjelaskan bawha sirkuit yang dipenuhi banyak lonjakan cukup sesuai dengan gaya balapannya. Dengan memanfaatkan hal tersebut, Vinales tentu ingin kembali merebut podium utama pada race kali ini, seperti dilakukannya pada dua race sebelumnya.

“Saya merasa baik melewati banyak lonjakan. Namun, saya juga merasakan hal yang sama pada tahun lalu. Mungkin, itu sedikit merupakan gaya balapan saya. Biar bagaimanapun, motor saya benar-benar stabil dari semua sisi. Bahkan pada saat pengereman,” ujar Vinales, seperti diberitakan AGEN BOLA, Sabtu (22/4/2017).

“Saya senang untuk itu. Saya merasa aman berada di atas motor. Saya tidak melampaui batas saat berada di mana pun di lintasan. Hal ini penting untuk merasakan ketika terdapat banyak lonjakan,” tambahnya.

Jelang MotoGP Amerika Serikat 2017, Jonas Folger: Saya Penuh Bersemangat!

BeritaBintangJelang MotoGP Amerika Serikat 2017, Jonas Folger: Saya Penuh Bersemangat!

Rider Tim Yamaha Tech 3, Jonas Folger, mengaku sangat tertarik menghadapi gelaran Grand Prix (GP) ketiga musim 2017 yang akan digelar di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, 21-23 April 2017. Folger mengatakan, balapan di sana akan menjadi balapan yang positif.

“Saya sudah bersemangat sebelum minggu di Austin tiba. Terutama setelah berlaga di GP Argentina ketika kami berhasil menunjukkan raihan yang hebat!” ungkap Folger mengutip dari AGEN BOLA, Rabu (19/4/2017).

[ Baca Juga : ” Jackie Chan Bikin Film Kartun ” ]

Folger merupakan pembalap rookie dengan raihan paling impresif dalam dua laga awal MotoGP 2017 di Qatar dan Argentina. Pembalap asal Jerman itu berhasil mengoleksi enam poin usai finis di urutan sepuluh GP Qatar. Melanjutkan balapan gemilangnya, Folger melaju di urutan keenam dalam GP Argentina dan berhasil mengumpulkan 10 poin.

Jelang berlaga di Sirkuit Austin, pembalap berusia 23 tahun itu mengatakan sudah memahami dengan baik kondisi motor YZR-M1 miliknya. Folger mengaku berusaha meneruskan raihan positifnya dan mencetak angka bagi Yamaha di sirkuit sepanjang 5,5 km itu.

“Saya sangat menyukai Sirkuit Amerika! Bentuk lintasannya sungguh menantang. Setelah laga terakhir (di Argentina), kini saya optimis. Kami belajar banyak, dan area yang harus saya tingkatkan adalah diri saya sendiri. Saya menunggu momen untuk bisa melaju bersama motor Yamaha di lintasan yang fantastis!” tutup sang rider penuh hasrat.

Crutchlow Gusar dengan Hasil di Amerika Serikat

BeritaBintang –Pembalap Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengaku masih belum bisa melupakan hasil balapan seri ketiga gelaran MotoGP musim 2016. Terlebih di seri tersebut, ia percaya sebenarnya mampu meraih hasil yang lebih hebat.

Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Austin beberapa waktu lalu, Crutchlow memang tampil dengan performa kurang mengesankan. Bahkan ia hanya mampu menempati urutan ke- 16 ketika bendera finis berkibar.

“Saya marah jika harus mengingat hasil balapan kemarin (di Amerika Serikat). Sebab saya rasa itu adalah balapan terburuk saya sejauh ini, dan saya ingin sesegara mungkin melupakannya,” jelas Crutchlow, seperti disadur dari Indowins, Jumat (22/4/2016).

“Saya sebenarnya memiliki keyakinan akan melalui akhir pekan yang luar biasa di Austin. Terlebih dua balapan sebelumnya saya gagal (menyentuh garis finis). Namun hasilnya justru kurang memuaskan kami semua,” sambung pembalap berpaspor Inggris tersebut.

Hingga memasuki seri keempat MotoGP, Ia masih berkutat di posisi 21 pada tabel klasemen sementara pembalap. Hal itu dikarenakan pembalap berusia 30 tahun tersebut belum meraih satu pun poin dari tiga seri yang berlalu.

Kendala Terbesar The Doctor di Austin

BeritaBintang –Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, melalui hari pertama di seri ketiga gelaran MotoGP musim 2016 dengan hasil yang kurang memuaskan. Sebab dari dua sesi latihan yang sudah berlangsung, The Doctor gagal mencatatkan waktu terbaik.

Pada latihan bebas pertama, Rossi hanya mampu menempati posisi ketujuh dengan hanya mencatatkan waktu 2 menit 06.252 detik. Sementara di sesi kedua, Rossi kembali gagal memperbaiki performanya dengan hanya duduk di posisi keenam usai meraih catatan waktu 2 menit 04.974 detik.

Sesuai menjalani sejumlah sesi latihan pada hari pertama yang berlangsung di Sirkuit Austin, Rossi pun lantas memberikan komentarnya. Ia menyatakan bahwa kendala terbesar yang dialaminya pada dua sesi tersebut adalah masalah pengereman.

“Apabila saya tidak membuat kesalahan, saya rasa bahwa saya mampu untuk berada lebih dekat dengan posisi terdepan. Saya merasa bahwa saya memiliki potensi lebih baik, karena saya cukup cepat di hari ini,” ucap Rossi, seperi dikutip dari situs resmi MotoGP, Sabtu (9/4/2016).

“Akan tetapi sayangnya, kami memiliki sejumlah masalah yang mengganggu. Saya merasa bahwa saya terlalu banyak melakukan pengereman. Jadi, saya harap kami bisa memperbaiki segala kesalahan yang kami lakukan hari ini di sesi selanjutnya,” imbuh pembalap berpaspor Italia itu.

Lorenzo Pilih Kubur Kenangan Pahit di Argentina

BeritaBintang –  Jorge Lorenzo tak ingin berlama-lama menyesali kegagalannya di Grand Prix Argentina, Senin (4/4/2016) dini hari WIB. Sebab joki Movistar Yamaha itu telah mengubur kenangan pahit tersebut untuk mengalihkan perhatiannya menuju balapan seri ketiga musim ini di Sirkuit Austin, Texas, akhir pekan ini.

Perlu diketahui sejak Sirkuit Termas de Rio Hondo masuk kalender MotoGP pada 2014 lalu. Lorenzo tercatat hanya satu kali berdiri di podium, sehingga tak heran jika juara dunia musim lalu itu menempatkan trek yang memiliki panjang 4.805 km sebagai sirkuit angker untuk dirinya.

Pasalnya Lorenzo merasakan insiden kecelakaan yang menyebabkannya kehilangan poin. Namun ia mengakui bahwa peristiwa memalukan itu adalah kesalahannya sendiri saat dirinya berusaha keras menaklukan balapan dalam kondisi basah.

“Kami memiliki masalah selama sesi latihan. Tapi untungnya kami mendapatkan baris pertama di kualifikasi dan ini merupakan awal yang baik. Namun dengan kondisi basah seperti ini dan ada beberapa bagian kecil di sudut membuat saya kurang nyaman. Saya pikir itu adalah kesalahan saya, karena sebagai pembalap saya tidak merasa cukup nyaman untuk mempertahankan barisan pertama. Teruma ketika pembalap mulai mempertaruhkan segalanya demi merebut podium,” beber Lorenzo seperti dikutip MCN, Selasa (5/4/2016).

Lorenzo menceritakan kronologis kejadian tersebut. Saat itu ia tengah memacu kecepatan penuh di lap ke-15, namun ketika masuk ke tikungan pertama ia mulai kehilangan keseimbangan. Alhasil, motor YZR M1 2016 Yamaha hancur sehingga X-Fuera tidak bisa meneruskan balapan.

“Saya membuat kesalahan di tikungan pertama lap 15. Saya mengambil bagian kecil yang lebih basah dan saya bermanuver terlalu melebar. Sehingga saya kehilangan ban depan dan tidak bisa melanjutkan. Ini adalah ajang balap, terkadang Anda menang dan terkadang Anda kalah. Saya harus menerimanya dan berpikir positif,” tukas Lorenzo.

Pedrosa Tak Sabar Hadapi GP Amerika

BeritaBintang –Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa yang berhasil meraih podium di GP Argentina mengaku tak sabar pada perlombaan berikutnya. Rider asal Spanyol tersebut finis di posisi ketiga dengan mencatatkan  waktu 34 menit 41,728 detik.

Pedrosa berada di belakang Marc Marquez dan Valentino Rossi. Kendati gagal juara, ia tetap puasdengan podium pertamanya di musim 2016.

“Pada balapan kali ini, saya tak bisa melaju dengan kecepatan maksimal. Tapi ada banyak pembalap yang berjatuhan, jadi saya senang bisa mencapai garis finis dan menginjakan kaki di atas podium. Ini jadi podium pertama saya di musim 2016. Jadi saya menanggapi hasil ini dengan perasaan yang positif,” kata Pedrosa mengutip KampusBeT, Selasa (5/4/2016).

Berkat hasil positif, Pedrosa jadi lebih percaya diri jelang tampil di Sirkuit Austin, Amerika Serikat yang akan  digelar pada 10 April 2016. Bahkan ia berharap kuda besi miliknya bisa mengalami kemajuan ketika bersaing di trek yang lurus.

“Saya tak sabar menghadapi balapan berikutnya. Saya harap bisa mencetak waktu dengan sebaik mungkin. Sejauh ini kami masih lambat di lintasan lurus. Kami sudah punya bekal untuk hadapi persaingan di Sirkuit Austin dan bakal melakukan segalanya jelang balapan nanti,” pungkas sosok berusia 30 tahun tersebut.

Jorge Lorenzo Ragu Pilih Ban Medium

BeritaBintang – Pebalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, membeberkan kunci suksesnya mengasapi rekan setimnya, Valentino Rossi, sekaligus meraih podium pertama di Sirkuit Brno, Minggu 16 Agustus 2015. Pebalap berjuluk X-Fuera itu menilai pemilihan ban jadi alasan dirinya menjadi yang tercepat di balapan tersebut.

Lorenzo mengaku melakukan pertaruhan menjelang balapan yang diselenggarakan di Republik Ceko tersebut. Sebelum balapan, pebalap berusia 28 tahun itu sempat berpikir memakai ban keras. Namun, melihat suhu trek yang tak terlalu tinggi, juara dua kali MotoGP itu akhirnya memilih menggunakan ban medium.

Hasilnya sesuai harapan, Lorenzo sukses meraih kemenangan kelimanya sepanjang musim ini. Bahkan, pebalap asal Spanyol itu unggul 10 detik dari The Doctor –julukan Rossi– yang finis di posisi tiga, setelah memilih ban keras dalam race ke-11 MotoGP 2015 itu.

“Saya sempat ragu menggunakan ban medium karena temperatur sirkuit sempat naik. Namun pada akhirnya pemilihan ban medium merupakan keputusan yang tepat,” jelas Lorenzo  Selasa (18/8).

Sebaliknya Rossi, mengakui dirinya salah dalam pemilihan ban. Meski mampu memperpanjang catatan selalu meraih podium di MotoGP 2015, namun pebalap 36 tahun itu kini kehilangan posisi di puncak klasemen, setelah digeser Lorenzo.

“Start saya buruk. Bukan hanya itu, saya juga tidak menemukan ritme. Saya mengalami banyak masalah dengan motor. Saya berusaha maksimal, tapi tidak mampu tampil cepat,” ujar Rossi seperti dilansir Motorsport. “Saya tidak mendapatkan cengkeraman yang cukup di bagian depan dan belakang. Saya beruntung bisa mendapatkan podium, karena pebalap di belakang saya juga mengalami banyak masalah, mungkin lebih besar daripada saya.”

Rossi mengaku dirinya memilih menggunakan ban keras depan dan belakang saat balapan, sementara Lorenzo memilih ban medium. Pebalap asal Italia itu mengaku telah salah dalam pemilihan ban.

“Saya pikir saya tidak mendapatkan ban yang tepat. Saya menggunakan ban yang saya pikir cocok saat latihan bebas. Karena beberapa alasan, hari ini terasa beda,” tegas Rossi. “Kami melakukan sedikit modifikasi dengan motor, dan mungkin kami melakukan sejumlah kesalahan kecil. Saya pikir karena alasan itu, saya tidak cukup cepat.”

Ini bukan pertama kalinya Rossi salah memilih ban pada musim balapan tahun ini. Sebelumnya saat GP Amerika di Sirkuit Austin, pertengahan April lalu, Rossi juga sempat salah pilih ban. Saat itu Rossi menggunakan ban depan tipe hard, untuk mengatasi late breaking yang menjadi andalannya. Nyatanya, keputusan Rossi saat itu ternyata salah. Di akhir balapan, ia hanya bisa finis di peringkat ketiga di bawah Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Rossi Masih Belum Puas Dengan YZR M1

BeritaBintangRIO HONDO – Pembalap tim Movistar Yamaha Valentino Rossi memulai musim ini dengan impresif. Namun pembalap yang memiliki julukan The Doctor itu mengatakan performa tunggangannya, Yamaha YZR M1, belum memuaskan.

“Setelah dua balapan sepertinya M1 memiliki perkembangan, namun sayangnya kami masih sedikit lebih lambat pada trek lurus, tetapi terlepas dari itu kondisi motor cukup baik untuk balapan,” ujar Rossi .

Dirinya mengatakan hasil minor musim lalu menjadi patokannya untuk menghadapi balapan di Sirkuit Rio Hondo. Seperti diketahui, Rossi gagal finis di podium musim lalu setelah hanya berada di posisi ke empat.

“Musim lalu saya gagal finis di podium karena saya membuat beberapa kesalahan di lap-lap awal. Tetapi kecepatan saya di paruh kedua cukup bagus, jadi saya bisa menjadikan itu sebagai patokan,” ujar Rossi.

Pada dua serie awal, pembalap yang memakai nomor 46 tersebut berhasil meraih hasil positif. Pada serie perdana di Losail, Rossi sukses menjadi yang terdepan. Lalu pada serie kedua di Sirkuit Austin, Amerika Serikat, mantan pembalap Repsol Honda itu finis di posisi ketiga.