Sergio Perez

Dinilai Menghina Negara, Perez Putuskan Kontrak dengan Sponsor

BeritaBintang – Pembalap Force India, Sergio Perez, memutuskan kontrak dengan salah satu sponsor Formula One (F1). Hal tersebut dilakukannya setelah pembalap berkebangsaan Meksiko tersebut tersinggung dengan perkataan pihak sponsor.

Berawal dengan terpilihnya Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS) yang sukses mengalahkan calon favorit, Hillary Clinton sebagai persiden. Trump yang sebelumnya berjanji akan membangun tembok indah di perbatasan AS-Meksiko membuat para penduduk Meksiko menagih janji tersebut.

Sponsor kacamata ternama Hawkers, memberikan lelucon kepada kliennya untuk menanggapi janji yang diberikan Trump kepada masyarakat Meksiko.

Melalui akun Nonton Bioskop Semi Hawker menulis “Para penduduk Meksiko harus menggunakan kacamata agar setiap orang tidak melihat mata Anda bengkak ketika dinding indah dibangun pada pagi hari,” tulisnya.

Melihat Tweet tersebut, Perez, geram dan segera membalas pesan tersebut. Ia menilai perbuatan tersebut bukan lagi sekedar lelucon, melainkan sudah menunjukkan bentuk penghinaan.

“Ini merupakan sebuah komentar buruk. Hari ini saya ingin menyelesaikan kontrak dengan Hawkers MX. Saya tidak pernah membiarkan siapa pun mengejek negara saya,” tulis Perez, melansir dari Agen Judi Online, Sabtu (12/11/2016).

Sergio Perez Bangga Bisa Dikaitkan dengan Ferrari

BeritaBintang – Ferrari tampaknya menjadi tim yang banyak diisukan bakal merekrut pembalap baru. Setelah diakitkan dengan Daniel Ricciardo dan Valtteri Bottas, kini nama Sergio Perez masuk bursa kandidat pembalap anyar Tim Kuda Jingkrak.

Mendengar hal tersebut, Perez mengaku merasa bangga. Menurutnya, meskipun hanya rumor saat ini, hal tersebut menunjukkan dirinya sudah mengalami kemajuan dalam kariernya sehingga bisa dikaitkan dengan tim sekelas Ferrari.

Penampilan pembalap Force India tersebut musim ini bisa dikatakan cukup gemilang. Dari tiga seri terakhir yang sudah dilaksanakan, pilot asal Meksiko tersebut naik podium ketiga sebanyak dua kali yakni di seri Monaco dan Eropa.

“Sebagai pembalap hal itu membuat diri Anda bangga, terutama jika melihat dari bagaimana karier saya dalam beberapa tahun terakhir, hingga akhirnya saya bisa kembali tampil bagus,” ujar Perez, seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Jumat (1/7/2016).

“Meskipun hal itu hanya rumor, saya tahu saya sudah melakukan hal yang benar dan baik. Saya tahu saya tampil baik, bekerja dengan baik bersama tim, dan itu adalah hal yang bagus untuk siapa pun di tim,” sambungnya.

Terbuang dari McLaren, Perez Ingin Berikan Bukti

BeritaBintangSPIELBERG – Pembalap Tim Force India, Sergio Perez, ingin memberikan bukti bahwa dirinya layak membela tim sekelas McLaren-Honda. Performa sepanjang F1 2016 dapat dijadikan rujukan bahwa pembalap asal Meksiko itu cukup kompetitif untuk tampil bersama McLaren.

Pada 2013, Perez sempat bertindak sebagai pembalap McLaren untuk berduet dengan Jenson Button. Namun, karena hanya finis di posisi 11 klasemen akhir, Perez pun ditendang.

Pembalap yang kini berusia 26 tahun itu pun hengkang ke Force India dan hingga kini masih membela tim tersebut. Hebatnya bersama Force India di F1 2016, Perez sukses dua kali menapaki podium, tepatnya di GP Monaco dan GP Baku.

Hasil itu membuat Perez menduduki posisi delapan klasemen sementara. Ia mengungguli dua pembalap McLaren yakni Fernando Alonso dan Jenson Button yang hanya menduduki posisi 13 serta 16.

“Saya tidak ingin membuktikan bahwa keputusan McLaren membuang saya adalah salah atau benar. Saya hanya ingin membuktikan cukup layak untuk menjadi juara dunia,” jelas Perez mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Jumat (1/7/2016).

Kimi Raikkonen Mengaku Kecewa Kehilangan Posisi Ketiganya di Sirkuit Baku

BeritaBintangBAKUPembalap Scuderia Ferrari, Kimi Raikkonen, mengaku kecewa kehilangan posisi ketiganya pada seri balapan kedelapan di Sirkuit Baku. Hal tersebut terjadi akibat melanggar aturan pit stop dan mendapatkan hukuman lima detik saat perlombaan.

Sejatinya Raikkonen menjalani perlombaan dari posisi kelima dengan baik. Bahkan ia melakukan praktek team order dengan menyerahkan posisi kedua kepada rekan satu timnya Sebastian Vettel.

Sayangnya, memasuki babak akhir perlombaan, Raikkonen yang baru keluar dari pit stop tak mengindahkan tanda bendera biru. Sebab, pada saat lomba ada mobil yang akan melintas di samping lorong pit. Lantas, jawara Formula One (F1) 2007 tersebut menilai mengalami situasi yang tak menyenangkan.

“Saya tak mengerti aturan tentang menyeberangi garis tersebut. Namun itu sedikit bodoh hingga saya mendapat hukuman. Pada akhirnya saya mengikuti Sauber dan Haas selama lebih dari satu lap dan kehilangan lap time, “ ucap Raikkonen mengutip TaruhanBolaOnline, Senin (20/6/2016).

“Itu masalah kecil, namun secara keseluruhan sedikit kecewa dengan akhir pekan yang sulit. Bukanlah sebuah bencana tapi tidak menyenangkan,” tuntas pembalap berusia 36 tahun tersebut.

Atas situasi tersebut, posisi Raikkonen direbut oleh pembalap Force India, Sergio Perez, yang berada di belakangnya. Alhasil ia harus puas finis di posisi keempat dengan selisih waktu 33.102 detik dari Nico Rosberg yang keluar sebagai juara satu.

Pemilihan Ban Rio Haryanto di GP Spanyol

BeritaBintang –Formula One (F1) memasuki seri kelima musim 2016 di Barcelona, Spanyol. Pada seri tersebut, pembalap Manor Racing, Rio Haryanto, lebih banyak menyediakan ban bertipe soft ketimbang ban medium dan hard.

Sebagaimana dimuat akun Twitter resmi Indowins, Sabtu (14/5/2016), Rio memilih untuk menyediakan dua ban bertipe hard, lima ban bertipe medium, dan enam ban bertipe soft. Pemilihan ban pembalap berusia 23 tahun itu sama dengan yang dipilih oleh rekan setimnya Pascal Wehrlein.

Bukan hanya pembalap Manor yang memilih komposisi ban seperti itu. Selain Rio dan Wehrlein, pembalap lain yang memilih komposisi ban yang sama adalah Carlos Sainz, Nico Hulkenberg, dan Sergio Perez.

Sejatinya, secara keseluruhan para pembalap F1 kali ini memang lebih banyak menyiapkan ban bertipe soft ketimbang medium dan hard. Hanya beberapa driver saja yang lebih banyak menggunakan medium.

Berikut daftar lengkap komposisi ban yang dipilih para pembalap F1 untuk GP Spanyol:

1. Lewis Hamilton: 1 hard, 5 medium, 7 soft

2. Nico Rosberg: 1 hard, 5 medium, 7 soft

3. Sebastian Vettel: 1 hard, 4 medium, 8 soft

4. Kimi Raikkonen: 1 hard, 4 medium, 8 soft

5. Felipe Massa: 1 hard, 5 medium, 7 soft

6. Valtteri Bottas: 1 hard, 5 medium, 7 soft

7. Daniel Ricciardo: 2 hard, 4 medium, 7 soft

8. Max Verstappen: 2 hard, 4 medium, 7 soft

9. Nico Hulkenberg: 2 hard, 5 medium, 6 soft

10. Sergio Perez: 2 hard, 5 medium, 6 soft

11. Kevin Magnussen: 2 hard, 4 medium, 7 soft

12. Jolyon Palmer: 1 hard, 5 medium, 7 soft

13. Danil Kvyat: 1 hard, 6 medium, 6 soft

14. Carlos Sainz: 2 hard, 5 medium, 6 soft

15. Marcus Ericsson: 2 hard, 6 medium, 5 soft

16. Felipe Nasr: 2 hard, 6 medium, 5 soft

17. Fernando Alonso: 1 hard, 5 medium, 7 soft

18. Jenson Button: 1 hard, 5 medium, 7 soft

19. Pascal Wehrlein: 2 hard, 5 medium, 6 soft

20. Rio Haryanto: 2 hard, 5 medium, 6 soft

21. Romain Grosjean: 2 hard, 3 medium, 8 soft

22. Esteban Gutierrez: 1 hard, 4 medium, 8 soft

Skill Lain yang Harus Dimiliki Seorang Pembalap

BeritaBintang –    Formula One (F1) adalah salah satu cabang motorsport yang paling banyak ditonton oleh jutaan pasang mata di dunia. Tidak hanya sekedar balapannya yang ditunggu, sisi hiburan di luar trek juga menjadi faktor.

Hal itu diakui juga oleh pembalap Force India, Sergio Perez. Menurutnya, seorang pembalap tidak hanya sebatas mampu tampil apik di belakang kemudi saja tetapi juga harus memiliki skill lebih dari hanya seorang pembalap yakni sebagai seorang entertainer.

Dua pembalap yang dijadikan contoh oleh Perez yakni pilot andalan Mercedes, Lewis Hamilton, dan pembalap McLaren-Honda, Fernando Alonso. Menurutnya, kedua pilot tersebut juga berperan sebagai “wajah” dari timnya juga olahraga F1.

“Oke, Lewis sangat spesial! Atau juga Alonso. Saya setuju bahwa pembalap harus bisa melakukan lebih dari sekadar pembalap karena Anda juga adalah ambassador dari olahraga ini,” ujarnya seperti dikutip dari laman BintangBoLa , Jumat (26/2/2016).

“Namun pada akhirnya kecepatan akan menjadi hal terpenting. Saya juga akan coba menjadi pembalap yang menghibur! Apakah topi dan kacamata bisa jadi langkah pertama saya untuk menjadi trendi? (sambil tertawa),” tambahnya.

Mercedes Kuasai Grid Depan GP Abu Dhabi, Vettel Hancur Lebur

BeritaBintang –   Driver Mercedes AMG, Nico Rosberg, sukses merebut pole position setelah menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi GP Abu Dhabi, Sabtu (28/11/2015) malam WIB. Driver berkebangsaan Jerman itu pun tercatat sukses meraih pole di Sirkuit Yas Marina dalam enam tahun terakhir.

Mendominasi sejak awal, Rosberg sukses mengungguli sang rekan setim yang sudah dipastikan jadi juara dunia musim ini, Lewis Hamilton.

Rosberg dan Hamilton sendiri sempat bersaing ketat. Keduanya bergantian menempati posisi pertama hingga menit akhir sesi. Hamilton mencetak catatan waktu terbaik 1 menit 40.614 detik. Namun, di detik-detik akhir sesi, Rosberg mampu mengungguli catatan waktu The Boss dan merebut posisi pertama. Rosberg unggul 0.377 detik atas tiga kali juara dunia F1 itu.

Sementara itu, kejutan datang dari andalan Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel. Semua akibat mobil SF15-T-nya kehilangan tenaga, dan harus puas start dari posisi ke-16! Hasil kontradiktif justru diraih sang tandem, Kimi Raikkonen. The Iceman tampil cukup impresif dan sukses merebut posisi start ketiga.

Tak ketinggalan, Force India terus melanjutkan performa apik dengan keberhasilan Sergio Perez menempati posisi start keempat. Sementara sang rekan setim, Nico Hulkenberg, dipastikan akan start dari posisi ketujuh.

Berikut Hasil Lengkap Sesi Kualifikasi GP Abu Dhabi, seperti dimuat Crash, Sabtu (28/11/2015):

1. Nico Rosberg GER Mercedes-Mercedes 1:40.237
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes-Mercedes 1:40.614
3. Kimi Raikkonen FIN Ferrari-Ferrari 1:41.051
4. Sergio Perez MEX Force India-Mercedes 1:41.184
5. Daniel Ricciardo AUS Red Bull-Renault 1:41.444
6. Valtteri Bottas FIN Williams-Mercedes 1:41.656
7. Nico Hulkenberg GER Force India-Mercedes 1:41.686
8. Felipe Massa BRZ Williams-Mercedes 1:41.759
9. Daniil Kvyat RUS Red Bull-Renault 1:41.933
10. Carlos Sainz Jr ESP Toro Rosso-Renault 1:42.708
11. Max Verstappen NED Toro Rosso-Renault 1:42.521
12. Jenson Button GBR McLaren-Honda 1:42.668
13. Pastor Maldonado VEN Lotus-Mercedes 1:42.807
14. Felipe Nasr BRZ Sauber-Ferrari 1:43.614
15. Romain Grosjean FRA Lotus-Mercedes No Q2 time
16. Sebastian Vettel GER Ferrari-Ferrari 1:42.941
17. Fernando Alonso ESP McLaren-Honda 1:43.187
18. Marcus Ericsson SWE Sauber-Ferrari 1:43.838s
19. Will Stevens GBR Manor Marussia-Ferrari 1:46.297
20. Roberto Merhi ESP Manor Marussia-Ferrari 1:47.434

Gagal Jadi yang Tercepat, Vettel Salahkan Rem

BeritaBintang

SAKHIR – Punggawa Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel, gagal menjadi yang tercepat pada free practice (FP) atau latihan bebas pertama dan kedua di grand prix (GP) Bahrain, Sabtu (18/4/2015) dini hari WIB. Vettel menilai kegagalan tersebut disebabkan oleh masalah rem mobilnya.

Meski masih menjalani latihan bebas pertama dan kedua, Vettel tidak bisa menutupi rasa kecewa karena hanya mampu finis di posisi dua dan empat. Seharusnya, ia bisa mendapat hasil yang lebih baik lagi andai tidak mengalami masalah yang mengganggu performanya.

“Saya keluar dari garasi dengan suatu masalah. Saya menabrak Sergio Perez saat di tikungan (latihan bebas kedua). Akibatnya, saya tidak mampu mengerem dengan sempurna,” ungkap mantan pembalap Red Bull itu, seperti dirilis Crash, Sabtu (18/4/2015).

Vettel tidak menyangka akan terjadi insiden dengan Perez. Ia bersyukur kecelakaan tersebut tidak parah, sehingga keduanya masih dapat terus bertarung dan melanjutkan balapan sampai tuntas.

“Tentu saja saya ingin minta maaf. Saya benar-benar tidak mampu melakukan apa pun pada saat itu (menabrak Perez). Saya sempat melihat Sergio untuk meminta maaf, tapi dia masih duduk di dalam mobilnya,” urai driver 27 tahun itu.

Tidak ingin gagal pada babak kualifikasi dan balapan resmi, beberapa perbaikan pada performa mobil sudah direncanakan. Vettel bertekad kembali menginjak podium utama pada lomba nanti.

Keyakinan Maldonado Di GP Bahrain

BeritaBintangSAKHIR – Lotus Mercedes memang belum mampu menunjukan tajinya di musim Formula One (F1) 2015. Dua pembalap andalannya, Romain Grosjean dan Sergio Perez belum dapat bersaing dengan pembalap papan atas seperti Mercedes, Ferrari, atau bahkan Williams.

Meski belum meraih hasil positif, salah satu pembalap mereka asal Kolombia Pastor Maldonado tetap optimis timnya akan merengkuh hasil manis jika konsisten melakukan yang terbaik ditiap balapan, terutama di Grand Prix (GP) Bahrain beberapa hari mendatang.

“Targetnya selalu sama, melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil yang bagus. Kami tahu apa yang bisa didapatkan dari mobil jadi ini hanya masalah bagaimana kami bisa memanfaatkan kualifikasi dengan baik dan finis dengan baik saat balapan,” ujar mantan pembalap Williams.

Dirinya juga menambahkan GP Bahrain memiliki tipe sirkuit yang lengkap. Oleh sebab itu tidak ada alasan untuk dirinya dan tim untuk tak meraup poin maksimal di sirkuit yang terletak di wilayah Sakhir tersebut.

“Bahrain ialah sirkuit yang baik. Saya dapat menyebutnya sirkuit yang lengkap karena kombinasi belokan tinggi, menengah, dan low speed. Sangat menantang dan dapat menciptakan balapan yang seru. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak tampil baik di (GP) Bahrain. Itu adalah target,” tutup Maldonado.

Saat ini Maldonado masih bertengger di posisi 20 klasmen sementara. Dari tiga serie yang dilakoni, tidak satupun Maldonado berhasil menyelesaikan balapan. Sementara rekan satu timnya Romain Grosjean masih lebih baik dengan berada diposisi Sembilan klasmen sementara.