SAR

Longsoran Salju di Pegunungan Alpen, Enam Pemain Ski Tewas

BeritaBintang –   Pada Sabtu 12 Maret, sebuah longsoran salju besar terjadi di wilayah Pegunungan Alpen di Italia dan menewaskan enam pemain ski ketika para rekan korban melihat tumpukan salju yang memiliki lebar ratusan meter menyapu para korban.

Dibutuhkan helikopter untuk mengevakuasi korban selamat dan jenazah dari lokasi longsoran yang terjadi di dekat puncak Monte Nevoso. Dilaporkan, lokasi longsoran salju tersebut berada tidak jauh dengan perbatasan Austria-Italia.

Para korban tewas termasuk dari kelompok pemain ski yang berpengalaman dan sedang menuju wilayah puncak gunung untuk bermain ski. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab longsoran salju tersebut.

Polisi di Bolzano dan Brunico membenarkan mengenai informasi para korban tewas termasuk ke dalam kelompok pemain ski yang berpengalaman. Sebagaimana dilansir dari BintangBoLa, Minggu (13/3/2016) satu orang terluka akibat insiden tersebut sedangkan delapan orang lainnya selamat tanpa luka.

Sebagaimana diwartakan oleh ANSA, kelompok pemain ski berpengalaman tersebet terdiri dari warga negara Austria dan Italia.

Pihak Kepolisian memaparkan bahwa tidak lama setelah longsoran salju terjadi, para korban selamat langsung berusaha meminta tolong tim SAR dan tidak lama kemudian tim SAR datang dengan membawa tiga helikopter.

Selain helikopter, tim SAR juga membawa anjing pelacak demi mencari jenazah yang tertimbun di bawah salju.

100 Orang Jaga 54 Jenazah di Lokasi Jatuhnya Trigana Air

BeritaBintang – Sebanyak 54 jenazah penumpang dan kru telah dievakuasi ke dalam kantong jenazah pasca-puing pesawat Trigana Air jenis ATR42-300 ditemukan tim SAR gabungan di daerah sekitar tebing Kamp 3, Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua pada Selasa (18/8/2015) siang.

Terjalnya medan dan cuaca yang tidak menentu di lokasi, membuat tim belum bisa mengevakuasi jenazah-jenazah tersebut ke Bandara Oksibil.

Sejumlah angggota tim SAR gabungan pun secara bergantian menjaga jenazah-jenazah tersebut mengingat lokasi jatuhnya pesawat adalah hutan lebat yang masih perawan dan jauh dari pemukiman warga.

“Seluruh jenazah masih dilokasi, baru besok dimobilisasi. Malam ini sudah ada hampir 100 orang dari tim SAR gabungan, beberapa warga lokal dan pihak pemkab yang ada di lokasi. Yah, ada dari mereka yang menjaga jenazah-jenazah tersebut malam ini,” ujar Direktur Utama PT Trigana Air Service, Kapten Benny Sumarianto saat berbincang , Selasa (18/8/2015) malam.

Menurutnya, sejak pukul 06.00 WIT pagi ini, tim SAR gabungan akan berupaya mengevakuasi seluruh jenazah melalui jalur darat dan udara. Ia berharap cuaca di lokasi terbilang baik sehingga jenazah-jenazah tersebut bisa segera dilakukan identifikasi.

Ada Puing Pesawat dan Asap di Rute Hilangnya Trigana Air

BeritaBintang – Pesawat Twin Otter Trigana Air, PK-YPX yang pagi tadi mengangkut tim Basarnas ke Oksibil melaporkan telah melihat puing dan asap yang diduga pesawat ATR Trigana Air yang sempat hilang kontak.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Bambang Henry Soelistyo menyatakan telah mendapat laporan dugaan puing pesawat yang berada sekitar 7 knotikal Mile dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Saat melakukan pencarian dari udara pesawat twin Otter Trigana Air PK-YPX sekitar 08.50 WIT melihat asap dan puing pada koordinat 04′ 49″ 289 Lintang Selatan dan 140′ 29″ 953 Bujur Timur atau sekitar 7 knotikal Mile dari Bandara Oksibil,” jelas Bambang saat memberikan keterangan pers di Posko Base Ops Lanud Jayapura, Senin (17/8/2015).

Saat ini, menurut Bambang, tim SAR melalui darat sedang berusaha mendekati lokasi tersebut dan bantuan Heli Bell milik Airfast sudah berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Senin pagi.