San Marino

Casey Stoner Dipastikan Kembali Jajal Desmosedici

BeritaBintang –  Test rider Ducati Corse, Casey Stoner, dipastikan akan kembali menjajal motor Desmosedici GP16 pada uji coba tertutup di Sirkuit Misano, San Marino pada 29-30 Juni 2016.

Seperti dimuat BintangBola.Online, Rabu (29/6/2016), Stoner akan kembali mengevaluasi proses pengembangan motor GP16 yang musim ini dikendarai duo rider Ducati Corse Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, serta menentukan arah pengembangan selanjutnya untuk menyambut Jorge Lorenzo. Nama terakhir memang dipastikan hijrah dari Movistar Yamaha ke Ducati musim depan.

Stoner sendiri bukan satu-satunya rider yang akan menjalani uji coba di Misano. Rider Moto2, Sam Lowes juga akan menjajal motor RS-GP, yakni motor MotoGP milik Aprilia Gresini. Seperti diketahui, musim depan Lowes memang akan naik kelas ke MotoGP. Rider Inggris itu dipastikan akan bertandem dengan Aleix Espargaro –yang saat ini masih membela Suzuki Ecstar– di Aprilia musim depan.

Test rider Ducati Corse lainnya, Michele Pirro, disebut-sebut juga akan hadir mendampingi Stoner, yang telah menjalani uji coba di Sirkuit Sepang, Malaysia pada bulan Februari dan Sirkuit Losail, Qatar pada bulan Maret lalu.

Top Sport: Rossi Hebat di Sirkuit-Sirkuit MotoGP Berikut Ini

BeritaBintangPELUANG untuk menjadi juara dunia masih terbuka untuk rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Musim lalu saja ia menguasai tabel klasemen sementara hingga seri terakhir. Nahas untuknya, kejadian kontroversial dengan Marc Marquez membuatnya terkena penalti di seri pamungkas.

Rossi pun harus merelakan gelar juara dunia berlabuh ke tangan sang rekan satu tim, Jorge Lorenzo. The Doctor sudah melupakan musim lalu, dan siap melangkah di musim ini. Demi mampu berada di jajaran rider pesaing gelar di musim ini, Rossi sudah sepatutnya mampu mendapat hasil positif.

Beberapa sirkuit terkenal akrab kepada pembalap berusia 37 tahun tersebut di lima musim terakhir ini. Berikut beberapa sirkuit yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik nomor 46 tersebut untuk meraup poin penuh musim ini, mengutip dari berbagai sumber, Selasa (15/3/2016).

GRAND PRIX PRANCIS

Balapan yang diadakan di Sirkuit Le Mans tersebut memang tidak dimenangkan oleh Rossi pada musim lalu. Ia hanya bertengger di posisi kedua saja. Namun, selain mampu mengamankan posisi kedua, rider yang pernah membela Tim Repsol Honda tersebut juga mencatatkan waktu tercepat.

Posisi kedua yang didapatkan olehnya bukan kali pertama terjadi. Pada musim 2012 dan 2014 ia juga sukses mencetak hasil yang sama. Dari lima musim terakhir MotoGP, rider gaek tersebut finis di zona podium sebanyak empat kali di sirkuit sepanjang 4,1 kilometer itu.

GRAND PRIX SAN MARINO

Pada lima musim terakhir, Rossi mampu naik podium di dua kesempatan di sirkuit Misano, San Marino. Hal itu ia lakukan pada musim balap 2014 dan 2012. Pada 2014 ia finis di posisi pertama, sedangkan pada 2012 ia berada di tempat kedua.

Mungkin saja hal yang memengaruhi adalah letak sirkuit yang masih berada di wilayah Italia, negara tempat kelahirannya. Sayangnya, musim lalu pembalap yang pernah membela Ducati tersebut hanya mampu finis di posisi kelima saja.

GRAND PRIX QATAR

Balapan di timur tengah juga menjadi favorit Rossi di lima musim terakhir. Pada musim 2013 ia sukses menggapai finis kedua, di bawah juniornya Marc Marquez. Pada musim lalu, ia membalas Marquez dengan finis di posisi pertama.

Tidak hanya sukses meraih poin penuh di Losail, Rossi juga pada saat itu sukses mencatatkan waktu tercepat yakni 1 menit 55,267 detik yang ia bukukan pada lap kelima. Lebih sensasional lagi, ia mencetak kemenangannya tersebut setelah memulai balap dari posisi kedelapan.

GRAND PRIX BELANDA

Bukan rahasia lagi jika Rossi sangat menyukai layout dari trek Assen. Hal itu dibuktikannya musim lalu di mana ia sukses meraih kemenangan dramatis. Ternyata kemenangannya tersebut merupakan yang kedua kalinya di lima musim terakhir.

Pada musim 2013, Rossi juga sukses mencatatkan hasil serupa. Pada saat itu ia memulai balap dari posisi keempat, namun mampu melejit ke posisi pertama mengalahkan Marquez dan rider pesaing lainnya. Terbuka lebar peluangnya musim ini untuk mengulangi prestasinya tersebut.

Valentino Rossi Jawab Misteri Pensiun Tahun Depan

BeritaBintang – Valentino Rossi harus start dari posisi paling belakang di Valencia.

Itu karena mengantongi empat poin penalti, hasil akumulasi satu poin di San Marino dan tiga poin di Malaysia.

Pebalap 36 tahun tersebut diganjar tiga poin penalti di Malaysia karena telah dengan sengaja mengubah jalur balapnya yang menyebabkan Marc Marquez (Repsol Honda) melebar dan akhirnya mengalami kecelakaan.

Setelah pemberian sanksi tersebut, Rossi sempat mengeluarkan pernyataan bahwa mungkin dia akan absen dari balapan di Valencia.

Namun, akhirnya dia memutuskan untuk tetap datang dan berjuang meraih gelar juara dunia ke-10-nya sepanjang karier.

Kondisi tidak menyenangkan yang kini tengah dia hadapi juga tak mengurangi rasa cinta Rossi terhadap dunia balap. Namun, dia belum membuat keputusan apakah masih akan membalap pada 2017.

“Situasi ini tidak mengubah hasrat atau pikiran seputar masa depan saya. Saya akan membalap tahun depan karena saya sudah punya kontrak. Tahun depan, banyak hal akan berubah (ban, ECU), dan mungkin level persaingan. Setelah itu, saya akan memutuskan akan lanjut atau tidak,” kata Rossi.

Rossi-Lorenzo Tak Akan Pernah Bisa Satu Tim Lagi

BeritaBintang – Persaingan antara dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, semakin panas.

Di lintasan, mereka tengah bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2015 dengan satu seri tersisa, yakni GP Valencia, 6-8 November.

Persaingan kedua pebalap ini juga memanas di luar lintasan. Percikan perseteruan mereka semakin nyata setelah Lorenzo mengeluarkan pernyataan pedas seputar insiden yang terjadi antara Rossi dan Marc Marquez pada balapan GP Jepang di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015).

Race Direction menjatuhi Rossi penalti tiga poin karena telah melakukan manuver yang menyebabkan Marquez terjatuh di tikungan 14 pada lap ketujuh. Menurut Lorenzo, Rossi seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

Pernyataan Lorenzo tersebut memang mengejutkan, mengingat bahwa dia dan Rossi berada di tim yang sama. Kini, muncul opini bahwa keduanya tidak akan bisa bekerja sama lagi di satu tim.

“Kejuaraan tidak akan sama lagi mulai sekarang, karena saya tidak melihat bahwa Valentino dan Lorenzo akan bisa bekerja sama lagi,” kata Carlo Pernat, manajer Andrea Iannone (Ducati),

Rossi dan Lorenzo sama-sama masih mengikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2016. Namun, atas pengakuan bahwa dia tak lagi memiliki rasa hormat terhadap Rossi, telah membuat kursi Lorenzo jadi panas.

“Meskipun ada kontrak, skenario tampaknya akan berubah,” kata Pernat menambahkan.

Sedikit mundur dari waktu sekarang, Rossi dan Lorenzo pernah memiliki hubungan yang tidak harmonis saat pertama berada bersama di Yamaha pada 2008 hingga 2010. Ketidaknyamanan itu berbuntut dengan hengkangnya Rossi ke Ducati.

Dua musim bersama Ducati, Rossi tidak bisa meraih hasil maksimal. Pada 2013, pebalap berjuluk “The Doctor” tersebut kembali ke Yamaha. Pada musim tersebut, Rossi dan Lorenzo bisa bekerja sama dengan baik, secara profesional.

Tahun ini, Rossi dan Lorenzo mengawali musim dengan baik. Pada awal musim, perselisihan justru sudah muncul antara Rossi dan Marquez.

Pada seri ketiga di Argentina, Marquez gagal finis setelah terjatuh akibat bersenggolan dengan Rossi.

“Tahun depan akan jadi persaingan sengit antara Marquez dan Valentino, itu sudah pasti. Untuk Lorenzo, setelah apa yang dia katakan, Yamaha pasti akan mengambil tindakan,” ujar Pernat.

Rossi saat ini unggul tujuh poin atas Lorenzo di klasemen. Dengan tiga poin penalti yang didapat di Malaysia serta satu poin yang didapat di San Marino, Rossi akan memulai balapan di Valencia dari posisi start paling belakang.

Rossi sudah mengajukan banding atas penalti yang dia terima di Malaysia kepada Pengadilan Arbitrase Olaharaga

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Mulai Latihan lagi

BeritaBintang – Setelah menjalani GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (30/8/2015), para pebalap punya waktu tak sampai dua minggu untuk beristirahat dan berlatih jelang seri ke-13 di San Marino, 11-13 September.

Movistar Yamaha memanfaatkan jeda tersebut dengan menggelar sesi uji coba tertutup di Sirkuit Motorland, Aragon, 3-4 September.

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo turun menggeber motor mereka.

Selain sebagai persiapan jelang GP San Marino, uji coba ini juga akan bermanfaat saat mereka menjalani balapan di Aragon, akhir September mendatang, di mana Rossi belum pernah menang.

Dengan enam seri tersisa, Movistar Yamaha tengah di atas angin. Rossi dan Lorenzo tengah bersaing ketat untuk menjadi juara dunia musim ini.

Rossi memimpin klasemen dengan 236 poin, unggul 12 angka atas Lorenzo yang menempati peringkat kedua.

Penantang terkuat mereka dari tim Repsol Honda, Marc Marquez, kini tertinggal 77 angka dari Rossi. Poin maksimal yang bisa diraih satu pebalap hingga akhir musim adalah 150.

Lorenzo Coret Marquez dari Persaingan Juara

BeritaBintang – Juara dunia MotoGP 2010 dan 2012, Jorge Lorenzo, memastikan hanya Valentino Rossi yang akan menjadi rival dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 di enam balapan tersisa musim ini. Sementara juara bertahan Marc Marquez, dianggapnya sudah tak punya peluang.

Lorenzo hanya mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara MotoGP 2015 selama dua pekan. Hasil di MotoGP Inggris, Minggu (30/8), ketika ia hanya mampu finis di posisi keempat, membuat pebalap asal Spanyol itu kembali turun ke peringkat kedua.

Dengan menyisakan enam balapan, Lorenzo saat ini mengoleksi 224 poin, tertinggal 12 poin dari rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi. “Saya mampu mengejar ketinggalan 29 poin. Biasanya kecepatan saya bagus, mungkin lebih cepat daripada Rossi. Masih ada enam balapan, dan saya akan berusaha mengejar ketinggalan, seperti yang sudah dua kali saya lakukan musim ini,” ujar Lorenzo seperti dilansir Autosport. “Hanya ada satu rival, satu pebalap yang saya percaya harus diwaspadai: Valentino Rossi,” sambungnya.

Lorenzo tidak khawatir dengan ancaman Marquez yang secara matematis masih berpeluang mempertahankan gelar musim ini. Marquez saat ini tertinggal 77 poin dari Rossi, dan 65 poin dari Lorenzo.

Pada MotoGP Inggris, Lorenzo sempat memimpin jalannya balapan. Namun kecepatan pebalap 28 tahun itu menurun dratis pada balapan yang diwarnai hujan tersebut.

“Saya yakin di kondisi kering saya punya kecepatan yang lebih baik. Karena itu saya punya kesempatan untuk finis di depan Rossi dalam beberapa balapan ke depan,” ujar Lorenzo.

Selanjutnya seri ke-13 MotoGP 2015 akan digelar di Sirkuit Misano, San Marino, 13 September mendatang

FIA Pensiunkan Nomor 17 dari Arena F1

BeritaBintang – Untuk menghormati pebalap Jules Bianchi, pihak F1 sepakat tak lagi menggunakan nomor 17 dalam ajang tersebut.

Pebalap Tim Marussia, Jules Bianchi, meninggal dunia Jumat (17/6/2015), setelah mengalami koma selama sembilan bulan akibat kecelakaan yang dialaminya saat GP Jepang musim lalu.

Keputusan pensiunnya nomor 17 diumumkan FIA melalui akun resmi mereka.

“Karena nomor kendaraan merupakan pilihan pribadi dari si pebalap, maka FIA memutuskan tak lagi menggunakan nomor 17 yang merupakan pilihan Bianchi.”

“Nomor tersebut tak akan lagi digunakan dalam lomba mobil F1,” demikian FIA.

Bianchi yang meninggal di usia ke-25, berjuang dalam kondisi koma selama sembilan bulan dengan menjalani perawatan di rumah sakit Centre Hospitalier Universitaire, Nice, Prancis.

Bianchi bergabung dengan Marussia pada 2013 dan ikut dalam 34 lomba. Ia merupakan pebalap pertama yang tewas di ajang F1 setelah kematian legenda balap asal Brasil, Ayrton Senna di sirkuit San Marino pada 1994.