San Fransisco

Keindahan Tercantik di Pulau Terujung Indonesia

BeritaBintang –   PULAU terujung bagian Barat Indonesia menyimpan segudang keindahan alam memukau. Wisata laut di pulau Weh menawarkan pemandangan luar biasa.

Adalah Tom Van Dyke, bule asal San Fransisco, Amerika ini jadi salah satu orang yang mengakui ada surga di bawah laut pulau Weh.

Tom yang seorang pelayar ini beberapa waktu lalu berkesempatan menyambangi Sabang selama beberapa hari karena mengikuti Sabang Marine Festival 2016 yang digelar di pelabuhan Marina, Sabang.

Tom beberapa kali sempat diving di sekitaran pulau Weh yang diakuinya punya pemandangan luar biasa. “Disini lautnya kaya, karang-karangnya sangat indah dan banyak ikan disana” kata Tom saat berbincang dengan BintangBola.Co, baru-baru ini.

Pelayar yang sudah mengarungi lautan sejak 2012 ini mengaku terkesima saat tengah melakukan diving dan melihat seekor belut laut jenis moray eel yang punya ukuran luar biasa.

“Saya bertemu moray eel dan itu sangat luar biasa, ukurannya besar dan tampilannya sangat cantik” lanjut Tom.

Tom juga mengatakan kekayaan laut yang luar biasa ini harusnya dijaga ketat oleh pihak pemerintahan agar tidak rusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

“Pemerintah bisa membangun gedung dan kota disekitar sini tapi tidak bisa memperbaiki hutan, karang dan ekosistem yang ada. Jadi dibutuhkan peran besar dari pemerintah supaya kekayaan alam bisa terus terjaga” pungkas Tom.

Habiskan 209 Hari di Lautan, Pria Ini Pecahkan Rekor

BeritaBintang –   Seorang pria asal Inggris menghabiskan 209 hari di atas Samudera Pasifik. Usahanya tersebut berhasil memecahkan rekor. Dia merupakan orang pertama yang berhasil mendayung untuk menyeberangi Samudera Pasifik dalam sekali perjalanan.

John Beeden mulai mendayung perahunya dari San Fransisco, Amerika Serikat (AS) pada 1 Juni 2015. Pria 53 tahun itu akhirnya tiba di Cairns, Australia pada Sabtu 26 Desember 2015. Beeden mengaku senang dirinya kembali menjejakkan kaki di daratan setelah mendayung rata-rata 15 jam setiap harinya.

“Saya tidak menyangka akan berhasil. Saya harus bekerja ekstra keras setelah terhempas mundur beberapa mil setiap hari. Tentu saja saya senang dengan usaha ini,” ujar John Beeden, seperti dilaporkan Bioskop168 , Selasa (29/12/2015).

Ada setidaknya sembilan usaha serupa di masa lalu untuk menyeberangi Samudera Pasifik dengan perahu dayung. Namun, dalam sembilan kesempatan tersebut, tidak ada yang berhasil dalam sekali perjalanan seperti halnya John Beeden.

Usaha pertama menyeberangi Pasifik dengan perahu dayung dilakukan oleh John Fairfax dan Sylvia Cook pada 1972. Keduanya berangkat dari San Fransisco, AS dan tiba di Pulau Hayman, Australia. Keberhasilan John Beeden membuat istrinya sangat bangga.

“Dia sangat menakjubkan. Dia berbeda dengan orang lain. Dia tidak menyerah untuk tetap mendayung meski selalu terhempas mundur. Saya selalu yakin dia akan berhasil. Meski waktu tempuhnya lebih lama dari perkiraan, saya bahagia dia akhirnya pulang dengan selamat,” ujar Cheryl Beeden.

Ke San Fransisco, Jokowi Ingin Lihat Kesuksesan AS

BeritaBintang – Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan pimpinan perusahaan besar berbasis digital, seperti Google, Facebook dan lainnya.

Pertemuan itu rencananya digelar di San Fransisco, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo ingin melihat kesuksesan Amerika Serikat dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital.

“Kemudian di San Fransisco, tujuan pertama kami, ingin bangun semua poros teknologi dan melihat langsung kesuksesan Amerika Serikat dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif,” ujar Presiden saat menggelar jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2015).

Menurut Jokowi, Indonesia memerlukan pengembangan ekonomi berbasis digital dan ekonomi kreatif.

Ia menilai ekonomi digital maupun kreatif mampu menjangkau seluruh rakyat Indonesia apabila dibangun dengan sistem yang benar.

“Manfaat dari ekonomi digital dan ekonomi kreatif ini nantinya, diharapkan akan dirasakan seluruh rakyat Indonesia termasuk rakyat di pedesaan. Saya berharap kunjungan saya ke Amerika Serikat beri manfaat bagi perdamaian dan kesejahteran ‎bersama,” ucap Jokowi.

Dalam kunjungan ke Amerika Serikat ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kepala Staf Presiden Teten Masduki, kemudian beberapa menteri lain yaitu Menkominfo Rudiantara, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menlu Retno LP Marsudi. Namun, sejumlah menteri berangkat terpisah.

Film Bencana Alam ‘San Andreas’ yang Logis

BeritaBintang – ‘San Andreas,’ Umbar Bencana Alam dengan Muatan Logis.

Bencana alam seperti gempa bumi memang hal yang menakutkan. Bagi warga yang menghuni pulau-puau di lempeng tektonik aktif, maka gempa bumi ibarat tamu yang bisa datang kapan saja.

Kisah gempa bumi ini menjadi sentral film San Andreas yang diproduksi oleh New Line Cinema, Flynn Pictures, dan Village Pictures.

Dengan menjadikan Dwayne “The Rock” Johnson sebagai pemeran utama, San Andreas menggambarkan kengerian akibat goncangan lempeng bumi yang labil.

Kisah berawal dari patahan San Andreas yang berada di California, Pesisir Barat Amerika Serikat. San Andreas adalah nama untuk patahan tektonik yang merupakan bagian dari lempeng Pasifik.

Sebagai patahan dari lempeng yang selalu bergerak, maka gempa bumi menjadi sebuah hal yang lumrah terjadi. Tapi dalam film San Andreas sekelompok ilmuwan menemukan pergerakan lempang yang aneh.

Anomali tersebut mengancam keselamatan jutaan jiwa yang menghuni kota-kota besar pesisir Barat Amerika, seperti San Fransisco dan Los Angeles.

Dan seperti tugas para ilmuan di film-film bencana lainnya, mereka berusaha memperingatkan masyarakat yang cuek bebek sebelum akhirnya terjadi kekacauan besar-besaran.

Seorang komandan pemadam kebakaran, Ray Gaines (Dwayne Johnson) pun harus menyelamatkan putri semata wayangnya yang terjebak di San Fransisco yang tengah tercabik-cabik.

Bencana alam tampaknya masih menjadi ide yang menarik bagi Hollywood untuk membungkus sebuah drama kemanusiaan. Namun sayang, dari beragam film bertemakan bencana di zaman moderen ini, Hollywood seakan mulai kehabisan ide untuk menggambarkan konflik manusia di dalamnya.

Alur cerita dari San Andreas tidak berbeda dengan film bencana yang lain, seperti Volcano (1997) dan 2012 (2009). Semuanya bahkan mengambil lokasi di kawasan California. Apakah gara-gara California memang rentan longsor?

Kemiripan yang lainnya adalah kekacauan ini disadari oleh sekelompok ilmuwan yang telah mengorbankan nyawanya demi kepentingan umat. Tentu saja ada sebuah keluarga yang tidak rukun dan berusaha kembali bersama saat terjadi bencana.

Dalam Volcano, Tommy Lee Jones yang berperan sebagai kepala badan khusus bencana harus menyelamatkan putrinya yang terjebak dalam munculnya gunung api di tengah Los Angeles namun di sisi lain juga harus menyelamatkan warga.

Di 2012, Chiwetel Ejifor harus bernegosiasi dengan birokrasi penuh intrik politik Amerika Serikat hanya untuk menyelamatkan keluarga dan masyarakat awam.

Keberadaan Dwayne Johnson dalam film ini sepertinya tak terlalu banyak berarti ketimbang peran Alexandra Daddario sebagai anaknya. Kekarnya otot Dwayne Johnson jadi tidak terlalu istimewa. Kalau film ini diperankan oleh aktor yang lebih kurus pun rasanya tidak apa-apa.

Yang menarik dalam film ini adalah hadirnya penyanyi Australia, Kylie Minogue. Minogue sebenarnya menjadi penyegar dari deretan artis-artis kurang terkenal dalam film ini.

Meski membosankan, namun San Andreas memiliki kesegaran baru dalam ceritanya. San Andreassanggup membawakan bencana alam dengan lebih logis ketimbang dua film bencana lainnya.

Kisah bergesernya lempeng tektonik yang menyebabkan bencana gempa bumi dengan skala Richter yang tinggi lebih masuk akal ketimbang gunung api yang muncul semalam, ataupun tsunami setinggi Pegunungan Himalaya seperti dilansir Bintangbola.

Selain itu, San Andreas memiliki pesan agar tidak teriak, menangis, dan panik serta berlarian tanpa arah saat terjadi bencana. Banyak pula keahlian bertahan hidup yang sepertinya sepele namun diceritakan dapat menyelamatkan jiwa dan digambarkan dalam film karya Brad Peyton ini.

Secara keseluruhan, film San Andreas akan menjadi camilan sederhana bagi penonton yang memiliki obsesi melihat bumi tercabik-cabik dan menunjukkan kekuatannya.