Saat Aksi Simpatik

Buka Peran JK, Ketua MPR Dapat Karangan Bunga

BeritaBintangBuka Peran JK, Ketua MPR Dapat Karangan Bunga

Ketua MPR Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu mengungkap peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta. Respons publik beragam atas manuver JK tersebut. Salah satunya, respons dengan tren pengiriman karangan bunga yang sedang hangat.

Setelah mengungkap peran JK itu, Zulkifli mendapat kiriman karangan bunga yang cukup menarik dari Gerakan Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum (GMP-PH). Karangan bunga itu diletakkan di depan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Mei 2017.

Dalam karangan bunga  tersebut, kelompok mahasiswa itu berterima kasih kepada Zulkifli yang membuka informasi peran JK dalam pencalonan Anies.

“Terima kasih kepada Ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan yang telah membuka pikiran rakyat Indonesia akan peran besar Bapak Jusuf Kalla dalam Pilkada DKI Jakarta,” tulis karangan bunga tersebut.

[Baca Juga -“Saat Aksi Simpatik 55, Jokowi Panggil Pimpinan KPK ke Istana“]

Selain itu, karangan bunga itu juga meminta Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu membongkar kasus-kasus besar yang mangkrak ditangani penegak hukum. Misalnya saja kasus pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW dan kasus korupsi proyek pengadaan Quay Container Crane (QCC) dengan tersangka mantan Dirut Pelindo RJ Lino.

“Semoga Bapak mampu membuka kasus-kasus besar yang masih terbengkalai seperti kasus listrik 10.000 megawatt & kasus Pelindo ‘R.J Lino’ yang merugikan uang negara puluh triliun rupiah,” tulis karangan bunga itu.

Sebelumnya, JK tak menampik upayanya mendorong Anies Baswedan maju sebagai calon Gubernur DKI yang diusung koalisi Partai Gerindra dan PKS. Menurut JK, dimunculkannya nama Anies Baswedan sebagai calon alternatif, semata dilakukannya untuk menjamin keamanan negara.

Ia berpandangan, keamanan negara bisa terjamin, jika Jakarta sebagai Ibu Kota negara dipimpin oleh pasangan kepala daerah moderat. Keputusan untuk menduetkan Anies dengan seorang pengusaha sukses, yaitu Sandiaga Uno, juga dinilai tepat.

Saat Aksi Simpatik 55, Jokowi Panggil Pimpinan KPK ke Istana

BeritaBintangSaat Aksi Simpatik 55, Jokowi Panggil Pimpinan KPK ke Istana

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berlangsungnya aksi simpatik 55 yang digelar di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Sebanyak empat pimpinan KPK diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Keempatnya adalah ‎Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Saut Situmorang, dan Alexander Marwata.

Presiden Jokowi mengungkapkan, pertemuan bersama pimpinan lembaga antirasuah itu sebenarnya sudah lama diagendakan. Namun, baru hari ini pertemuan Presiden Jokowi dengan para pimpinan KPK dapat terlaksana.

[Baca Juga -“Keren! Jika Pensiun, Valentino Rossi Bisa Miliki Tim Balap Sendiri“]

“Pimpinan KPK dan permintaan bertemu sama saya baru bisa dijadwalkan hari ini. Yang kedua saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan KPK dalam hal apa pun. Agar mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (5/5/2017).

Jokowi menambahkan, pihaknya ingin sekali mewujudkan pemerintahan yang bersih dan mampu melayani masyarakat. Sebab itu, kinerja KPK dalam memberantas korupsi diharapkan juga mampu mewujudkan masyarakat yang memiliki daya saing global.

“KPK sangat menginkan sekali pemerintahan yang bersih dan kita harapkan management yang sesuai diharapkan masyarakat. Pemerintahan bersih, melayani dan bebas dari korupsi dan mempunyai daya saing global,” tandasnya.