RS

Thanksgiving Syahdu Kanye West dan Kim Kardashian di RS

BeritaBintang – Ketika warga Amerika Serikat berkumpul di rumah keluarga terdekat sembari menikmati makan malam, rapper Kanye West masih terbaring di UCLA Medical Center. Seperti diketahui, Kanye dilarikan ke rumah sakit Senin (21/11) lalu karena kurang tidur dan kelelahan.

Bahkan sang suami Kim Kardashian disebut-sebut mengalami krisis spiritual.

Hingga kini, Kanye masih dirawat dan dalam proses pemulihan. Meski banyak yang menyebut ia dikelilingi oleh keluarga dan kawan-kawan dekatnya, seorang sumber mengatakan hanya ada sang istri di kamar itu yang menemaninya melewatkan malam Thanksgiving, Sabtu (26/11).

Thanksgiving memang biasa dirayakan pada Kamis pekan ke-empat November. Dalam momen itu, warga AS berkumpul bersama dan mengungkap syukur bersama, sebulan sebelum Natal tiba.

Kabar soal ‘suram’-nya Thanksgiving Kanye, mengutip Agen Bola Online, disampaikan oleh salah satu keluarga terdekatnya kepada US Weekly. “Kanye akan tetap berada di rumah sakit pada saat Thanksgiving dan tidak akan meninggalkan rumah sakit itu [sampai pulih],” katanya.

Sumber itu pun menyebut bahwa Kim tak sekali pun pergi dari sisi suaminya selama di rumah sakit. “Kim begitu peduli dan terus memberinya semangat. Melihat Kanye seperti ini, membuatnya khawatir,” ujar sumber itu. Kanye pun telah menunjukkan kepedulian yang sama untuk Kim, saat istrinya itu kerampokan di Paris. Kanye langsung menghentikan konsernya.

Kini, Kim yang seharusnya menghadiri sebuah acara di New York langsung pergi kembali menuju Los Angeles, saat menerima kabar suaminya dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, sebuah sumber mengatakan kepada E! News bahwa Kim terus memberi semangat pada suaminya selama Kanye membutuhkan itu. Ia pun percaya bahwa Kanye akan baik-baik saja.

“Dia hanya membuat segalanya seperti yang Kanye lakukan saat dirinya membutuhkan dukungan semangat,Linkalternatif.info” kata sumber itu. Sumber itu menambahkan dengan gambaran betapa setianya sang bintang, “Kim melakukannya jauh lebih baik dan dia sangat tabah. Dia percaya bahwa itu akan segera berlalu. Saat ini Kim terus berada disisinya, sampai semuanya lebih baik.”

RS Anak di China Galang Donasi Kotoran Feses

BeritaBintang – Rumah sakit Anak di Shanghai, China menggalang donasi kotoran atau feses untuk penelitian medis. Orang-orang yang boleh menyumbangkan kotorannya adalah mereka yang berusia antara 18 sampai 40 tahun, dan memiliki catatan kesehatan yang baik, serta jadwal BAB rutin.

Kotoran itu kemudian akan diteliti kelayakannya untuk ditransplantasikan kepada pasien anak-anak yang menderita gangguan pencernaan. Proses pencangkokan mikoorganisme baik dari kotoran manusia ini disebut Fecal Microbiota Transplant (FMT).

“Kami sudah menerapkan metode penyembuhan ini kepada anak-anak selama dua tahun. Sayangnya, persedian mikoorganisme baik dari kotoran di sini semakin menipis. Jadi kami meminta masyarakat membantu,” terang seorang dokter di RS anak tersebut, sebagaimana dikutip dari Shanghaiist, Jumat (4/3/2016).

Dokter setempat mengatakan, dibutuhkan 10 sampai 15 sampel kotoran setiap bulannya untuk melakukan penelitian tersebut. Kotoran itu jelas hanya diambil dari orang-orang yang sudah lulus cek kesehatan. Proses pendonoran sendiri biasanya akan memakan waktu selama dua jam.

Selain bermanfaat bagi kemajuan ilmu kedokteran, para pendonor juga tidak akan rugi. Pasalnya, RS anak di Shanghai itu bersedia membayar mereka seharga 200 yuan atau setara Rp403 ribu per bulan, sebagai ganti biaya transportasi.

Bayi Berusia 12 Hari Terjangkit Tumor Seukuran Tubuhnya

BeritaBintang – Seorang bayi perempuan asal Indonesia berusia 12 hari, tiba di Singapura awal pekan ini untuk menjalankan operasi pengangkatan tumor yang ukurannya menyaingi tubuhnya sendiri.

Sayangnya, operasi bayi perempuan bernama Jesslyn yang dijadwalkan hari ini, terpaksa ditunda karena kondisinya tengah dalam tahap kritis.

“Bayi itu sakit kritis dengan organ ganda yang gagal berfungsi ketika ia tiba di rumah sakit. Kami di sini tentunya melakukan semua yang kami bisa untuk memberikan perawatan terbaik dan pengobatan bagi pasien,” kata Ng Kee Chong, Ketua Divisi Kedokteran di Rumah Sakit KK untuk Ibu dan Anak (KKH), Singapura. Demikian yang dikutip dari Bioskop168 , Sabtu (5/12/2015).

Jeslyn menderita penyakit langka yang disebut Teratoma sacrococcygeal (SCT) atau tumor teratoma yang biasa terbentuk pada bayi sejak dalam kandungan. Kasus ini berpotensi terjadi pada satu dari 35 ribu sampai 40 ribu kelahiran.

Saat baru lahir, putri pertama pasangan Lim ini memiliki berat 7,3 kilogram. Terbilang berat akibat tumor yang melekat di dasar tulang ekornya. Sebagai informasi, seorang bayi yang baru lahir umumnya memiliki berat badan sekira 3,5 kilogram.

Orangtuanya diberitahu bahwa operasi untuk mengangkat tumor akan memakan waktu minimal enam jam dan peluang keberhasilannya mencapai 80 persen. Meskipun risiko komplikasi yang tinggi tetap bias menjalarkan tumor hingga ke panggul.

Jeslyn lahir dengan tumor berukuran panjang 24 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter. Sebagian besar benjolan itu terdiri dari jaringan padat yang menyuplai darah. Hal ini mengakibatkan tekanan besar pada jantung Jeslyn.

Selain itu, ia juga menderita Defek septum atrium atau kebocoran jantung, yang menyebabkan pasokan oksigen ke otak, organ dan jaringan tubuhnya berkurang. Ditambah lagi anemia alias penyakit kekurangan sel darah merah, membuat makhluk kecil itu bergantung pada alat bantu pernapasan.

Ibunda Jeslyn, Novi Ratna Sari (22) sudah mengetahui kondisi bayinya sejak hamil lima bulan. Hasil scan USG dokter di Batam mendiagnosa adanya benjolan, diduga tumor, tumbuh pada janin di rahimnya.

“Kami tahu bahwa janin kami ditumbuhi tumor, tetapi kami bertekad untuk menjaga anak ini. Dia adalah anak pertama kami yang berhasil lahir ke dunia dengan selamat. Tahun 2013, saya pernah hamil, tetapi bayi kami meninggal,” terang sang ayah, Junaidi Lim (28) yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Batam.

Namun keduanya tidak menyangka bahwa tumor itu telah bertumbuh lebih besar dari putrinya sendiri. Novi kemudian melahirkan bayinya dengan cara operasi caesar di RS Santa Elisabeth, Batam. Sayangnya, RS tersebut kekurangan sumber daya untuk menanangani situasi Jeslyn yang kompleks.

Pada 25 November 2015, bayi pasangan muda itu dipindahkan ke RS Awal Bros, Batam. Namun, dokter di sana juga mengaku kewalahan.

Pihak RS lalu menghubungi Ketua Komite Bantuan Bencana Daerah Rotary, Christopher Bek (61).Saat pertama kali mendengar kondisi Jeslyn, Bek mengaku terkejut.

“Pekerjaan saya adalah untuk membantu menyelamatkan nyawa orang-orang. Saya terkejut ketika saya mendengar tentang kondisi Jeslyn.Kasus medis ini belum pernah saya temui dan saya merasa harus andil membantu keluarga ini, karena tidak ada satu pun rumah sakit di Indonesia yang mampu menyembuhkannya,” tutur Bek.

Pertemuan antara keduanya diatur oleh pihak RS Awal Bros. Dengan syarat, pencari nafkah bagi keluarga memiliki pendapatan sekira 500 USD per bulan atau setara Rp6,9 juta per bulan agar mampu mengimbangi tarif yang ditetapkan RS di Singapura.

Junaidi menjelaskan dirinya tidak mengkhawatirkan biaya perawatan putri semata wayangya tersebut.

“Ini menghancurkan hati saya untuk melihat putri saya dalam kondisi tak berdaya seperti ini, tapi kami tidak menyesal melahirkannya ke dunia ini,” tuturnya.

Pria Tergemuk dengan Berat 412 Kg Mati Muda, Ini Pesannya

BeritaBintangPria tergemuk di Inggris, Carl Thompson, akhirnya meninggal di rumahnya di kawasan Dover, Kent, Minggu pagi, 21 Juni 2015. Kepolisian Kent telah mengkonfirmasi kematian ini. Ambulans, mobil polisi, dan pemadam kebakaran, tampak berada di depan rumahnya.

Carl yang baru berusia 33 tahun kemungkinan terkena serangan jantung. Bahkan sebelumnya dokter telah memperingatkan kepadanya bahwa ia bisa meninggal jika tidak menurunkan berat badan.

Lelaki yang tinggal di fat Dover itu telah menyadari apa yang terjadi pada dirinya, Pada Mei lalu Carl pun telah berpesan kepada banyak orang agar menghindari makanan instan agar tidak seperti dirinya.

Setiap hari Carl menghabiskan sekitar 10 ribu kalori. Ia semakin membabi-buta makan sejak ditinggalkan oleh ibunya pada 2012 sebagai pelampiasan atas kesedihannya. Carl memang amat dekat dengan ibunya. Sejak itu pula ia hidup seorang diri di sebuah flat. Carl mengandalkan santuan dari pemerintah untuk memenuhi hidupnya.
Karena tubuhnya yang amat gemuk, dengan berat 412 kilogram, ia tidak bisa berjalan atau mandi sendiri. Dalam tiga tahun terakhir, Carl telah beberapa kali dirawat di RS akibat serangan jantung.

“Saya cuma mau menurunkan berat badan saya secar normal, bukan dengan menjalani operasi pita lambung karena itu berbahaya,” ujar Carl pada bulan lalu. Sebelum keinginan ini terwujud, rupanya ajal buru menjemputnya