Roslina Verauli

Ajak Anak Bereksplorasi dengan 2 Cara Ini

BeritaBintang –Tahukah Bunda, jika anak Anda akan memasuki periode “The Play Years”? Pada fase ini, biasanya sang buah hati senang sekali beraktivitas bersama Anda. Ya, inilah saatnya ia mulai bereksplorasi.

Pada dasarnya, eksplorasi adalah proses menemukan hal baru yang dapat membantu mengembangkan kemampuan anak. Dengan bereksplorasi, anak juga mempelajari banyak hal serta mendapatkan pengalaman berharga.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya mengajak anak bermain. Padahal orang tua berperan penting dalam mendampingi anak saat ia bereksplorasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Sebagai panduan untuk Bunda, lakukan dua teknik ini agar proses eksplorasi anak Anda dapat berjalan secara maksimal:

Berita Online

Teknik ini disebut juga dengan istilah intersubjektivitas. Proses memahami di sini maksudnya, Anda harus bisa memahami apa yang anak Anda lakukan dan menjawab segala pertanyaannya.

Untuk melakukan hal ini, Anda harus dapat menempatkan diri di posisi sang anak. Dengan kata lain, Anda perlu mengetahui perkembangan pemahamannya, sehingga lebih mudah mengerti apa yang diinginkan atau ditanyakan anak.

Contoh sederhana, anak Anda mulai bertanya tentang tombol pada remote TV. Anda cukup dengan sederhana menjelaskan fungsi-fungsi remote TV tersebut. Bahwa fungsinya untuk mengganti saluran, mematikan, atau mengecilkan/memperbesar suara.

Anda tidak perlu menjelaskan kinerja remote yang memanfaatkan gelombang untuk mengakses kontrol fungsi pada TV, karena hal tersebut di luar pemahaman anak.

Dengan melakukan hal ini, Anda dapat dengan mudah menjawab pertanyaan anak. Ia pun akan lebih mudah menerima penjelasan Anda. Proses tanya-jawab ini memiliki peranan kunci dalam mengasah rasa keingintahuan anak.

Mendukung dan Mengapresiasi

Berita Online

Cara ini disebut dengan teknik scaffolding, yang dilakukan dengan menunjukkan dukungan dan apresiasi Anda pada sekecil apapun usaha belajar sang anak.

Contohnya, saat anak Anda bisa menyebutkan nama-nama buah atau berhitung, Anda bisa membantunya memberi pengarahan saat belajar dan memberikan pujian jika ia berhasil mengikuti petunjuk Anda. “Kamu hebat, Nak!” atau “Pintarnya anak Bunda ini!”

Apapun teknik yang diterapkan, kehadiran Anda adalah hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Menurut psikolog Roslina Verauli, MPsi, dengan mendampingi mereka saat bereksplorasi, orang tua dapat memicu produksi hormon bahagia pada sang anak.

Hormon bahagia membantu anak Anda terhindar dari stres, serta mengubah kandungan gula dalam darah agar dapat memberikan nutrisi pada otak. Berkat dukungan Anda, anak bisa bereksplorasi secara optimal!

Dengan membiarkan anak mengalami atau bereksplorasi tentang banyak hal, maka Anda juga membantu proses belajarnya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika proses eksplorasi ini juga didukung dengan nutrisi lengkap dan seimbang.

Friso diperkaya dengan ALA, LA, Prebiotik, Nukleotida, Vitamin A, C, dan E, serta Zink, Zat Besi, dan Selenium. Kandungan nutrisi lengkap dan seimbang di dalam Friso penting untuk mendukung daya tahan tubuh agar lebih kuat dari dalam, sehingga anak bisa bereksplorasi dengan bebas.

Terlebih ketika diproduksi, Friso Gold 3 (untuk anak 1 – 3 tahun) dan Friso Gold 4 (untuk anak usia 3 tahun ke atas) hanya melewati Single Process dimana susu tidak dipanaskan secara berlebih. Cara ini membuat kandungan nutrisi di dalamnya masih terjaga dan mudah tercerna tubuh.

Jadi, dukung terus aktivitas anak dengan mendampinginya saat bereksplorasi dan cukupi nutrisi yang ia butuhkan. Yuk, cari tahu cara lain untuk mendampingi anak Anda dalam

Cara Cepat Mengurai Amarah

BeritaBintang

TERJEBAK dalam lingkaran amarah dan dendam tak akan pernah mendatangkan kebahagiaan. Sebaiknya stop mengungkapkan amarah membabi buta dengan lima cara berikut yang dijelaskan psikolog terkenal, Roslina Verauli, kepada Okezone belum lama ini.

Menerima kemarahan

Orang kerap keliru memahami kalimat ini. Ini bukan berarti membiarkan perlakuan semena-mena orang lain atas diri kita. Tapi bukan pula menyangkal kemarahan. Ada cara lain untuk mengeluarkan amarah tanpa memiliki rasa dendam, yakni dengan mengatakan “Saya marah” emosi Anda akan terlupakan dan orang lain akan mengetahui perasaan Anda.

Memahami sumber kemarahan

Pahami, “apa” yang membuat kita marah bukan “siapa” yang membuat marah. Fokus pada “siapa” yang membuat kita marah hanya akan membuat kita terdorong melakukan balas dendam.

Pahami dari sisi lain

Selain itu, coba tempatkan kita pada beberapa sudut pandang yang berbeda. Misalnya, kemarahan karena dikhianati pasangan, coba lihat apa alasan pasangan melakukan hal tersebut. Dari sini kita bisa mengurai permasalahan sekaligus kemarahan.

Fokus pada penghayatan orang lain lebih menderita

Setelah memahami dari sisi lain, berarti waktunya Anda untuk tak mengumbar kemarahan lagi. Jangan biarkan diri ikut bermasalah. Apalagi bila kejadiannya sudah berlalu. Lupakan.

Katakan “Hey, lihat i’m okay”

Rasakan dan maknai kata ini dalam-dalam. Kita tak lagi memiliki emosi negatif. Tak merasa lagi marah dan mendendam serta lega. Karena kita mampu menghayati setiap kejadian dari sudut pandang lain yang lebih baik dan kemudian fokus pada pelajaran yang dapat diambil dari sebuah permasalahan.