Rio Haryanto

Kebanggaan Rio Haryanto Menjadi Pembalap Indonesia Pertama di F1

BeritaBintang – Pembalap kebanggaan Tanah Air, Rio Haryanto berhasil membawa nama Indonesia ke level tertinggi dalam dunia balap. Di balapan Formula One musim ini, Rio Haryanto menjadi pembalap pertama yang berasal dari Indonesia.

Jelas hasil tersebut membuat bangga masyarakat Indonesia karena setelah sekian tahun digelar, Indonesia akhirnya memiliki wakil dalam balapan bergengsi tersebut. Musim ini, Rio Haryanto mengaspal di setiap seri Formula One bersama Manor Racing.

Melalui Panduan Judi Online, Rio Haryanto menautkan video profile yang mengungkapkan kebanggaannya bisa membalap di Formula One. Dalam video tersebut, Rio Haryanto juga mengungkapkan mengapa dirinya sangat menyukai balapan F1.

“Saya menyukai Formula 1 karena ajang tersebut memeiliki level tinggi di motorsport dan banyak sekali pembalap di dunia memiliki mimpi untuk bisa membalap di Formula 1,” uja Rio Haryanto dalam video tersebut.

“Yang saya sukai tentang menyetir mobil Formula 1 adalah kecepatannya. Dalam menyetir mobil Formula 1 dibutuhkan fisik dan stamina yang kuat karena pembalap harus menghadapi g-force tinggi. Selain itu, kita juga harus serbabisa untuk menukar pengaturan yang ada di kemudi,” tambah pembalap yang berasal dari Surakarta tersebut.

Rio Haryanto Puas Start di Posisi ke-17

BeritaBintangBAKU – Pembalap Formula One (F1) kebangaan Indonesia, Rio Haryanto, berhasil meraih posisi terbaiknya di kualifikasi F1 2016. Rio akan memulai balapan dari posisi ke-17 di GP Eropa pada Minggu 19 Juni 2016 malam WIB.

Sejauh ini, posisi tersebut adalah posisi terbaik Rio di kualifikasi F1. Hasil memuaskan tersebut tentu bakal menjadi modal baik bagi Rio menghadapi seri kedelapan F1 tersebut.

Rio mengaku senang atas hasil manis yang diraihnya di kualifikasi F1 GP Eropa tersebut. Ia mengaku pada kualifikasi kali ini, dirinya dan Tim Manor Racing berhasil menemukan pengaturan mobil yang tepat.

“Tadi kami berhasil mendapatkan pengaturan yang bagus di kualifikasi. Setelah FP3, kami menukar pengaturan mobil dan di kualifikasi, performa saya sangat bagus,” tutur Rio, seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima TaruhanBolaOnline, Minggu (19/6/2016).

“Saya sangat senang dengan hasilnya. Bedanya (catatan waktu) sangatlah sedikit sekali dengan yang menduduki posisi ke-16. Hari ini cukup baik bagi kami,” lanjutnya.

Rio Haryanto Mengalami Peningkatan Setiap Balapan

BeritaBintang – Balapan Formula One (F1) akan memasuki seri ke delapan pada GP Alzerbaijan di Baku City Circuit. Sebelum balapan, enam pembalap melakukan sesi konfrensi pers. Salah satunya adalah pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto.

Bersanding dengan beberapa nama pembalap terkenal seperti Fernando Alonso, serta Sebastian Vettel, dengan tegas Rio Haryanto mengaku selalu mengalami peningkatan setiap balapan. Meski hingga saat itu, pilot ajang jet darat kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut belum meraih poin.

Bersama Tim Manor Racing, Rio masih kesulitan untuk bersaing dengan pembalap-pembalap tim lain. Prestasi paling baik pembalap 23 tahun tersebut adalah finis di tempat 15 saat GP Monaco di Sirkuit Monte Carlo.

“Ya, saya selalu mengalami peningkatan, setiap balapan. Rasanya luar biasa bisa bersaing ketat dengan rekan satu tim tapi tujuan kami masih jauh,” kata Rio, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Jumat (17/6/2016).

“Kami benar-benar ingin terus berkembang dan mendapat hasil terbaik yang bisa kami berikan untuk tim,” jelas putr

Maldonado Berusaha Mengincar Posisi Rio Haryanto di F1

BeritaBintang –Mantan pembalap Formula One (F1), Pastor Maldonado, mengonfirmasi rumor yang menyatakan dirinya sedang berusaha keras mencari jalan agar dapat kembali berkarier dalam ajang bergengsi F1.

Pembalap berkebangsaan Venezuela tersebut kehilangan kursinya dalam ajang F1 dari tim Williams dan Lotus lantaran perusahaan minyak Petroleos de Venezuela (PDVSA) yang merupakan sponsor utamanya tidak mampu lagi membiayainya.

Secara keseluruhan Maldonado sangat terkenal dengan kebiasaannya menabrak dan sering keluar lintasan. Meski demikian, driver berusia 31 tahun tersebut ditawari pekerjaan baru sebagai pembalap tes untuk menguji ban baru buatan Pirelli.

Kabarnya Maldonado yang saat ini tinggal di Monaco, menghadiri Paddock F1 pada akhir pekan lalu. Ia sangat santer diisukan sedang mengincar kursi manor yang mungkin akan ditinggalkan oleh Rio Haryanto setelah Juli 2016.

“Saya tidak siap untuk berhenti dari Formula One (F1), saya mencari cara agar dapat segera kembali ke kokpit,” terang Maldonado, sebagaimana diberitakan Taruhan Bola Online, Jumat (3/6/2016).

Pembalap Honda Keluhkan Kecepatan Manor yang Menghalangi Laju Mobilnya

BeritaBintang – Pembalap McLaren Honda, Jenson Button mengeluhkan balapan yang terjadi di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, jet darat miliknya terhalang dengan mobil tim Manor yang dikendarai oleh rekan Rio Haryanto yakni Pascal Wehrlein.

Pada balapan tersebut Button sukses finis di urutan kesembilan. Kendati demikian ia memiliki masalah jelang akhir karena merasa terhalangi dengan mobil yang ada di depannya.

Wehrlein yang berada di urutan ke- 13 di depan Button tak mau mengalah saat ada tanda bendera biru. Alhasil, Button kehilangan waktu empat detik dalam mengemudikan MP4-31 miliknya. Lantas ia juga menyalahkan bahwa ia kurang berkomunikasi dengan baik dengan kru tim.

“Saya memacu mobil saya dengan waktu yang tepat, masalahnya adalah saat membalap kendaraan Anda dibayangi dan itu sangat sakit karena terjebak di belakang Manor,” ucap Button menukil Bintangbola.co, Selasa (31/5/2016).

“Saya pikir komunikasi dengan tim juga tak baik, karena kami harus berada di belakang Manor. Anda tak bisa benar-benar menyalip di sini bahkan dengan perbedaan waktu empat detik saja.  Untungnya kami berhasil mendapatkan poin,” pungkas pembalap berusia 36 tahun tersebut.

Tim Manor Racing Berharap Dapat Tampil Maksimal di Kanada

BeritaBintang – Selesai sudah seri keenam gelaran Formula One (F1) di Monte Carlo, Monaco. Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton berhasil menjadi yang tercepat pada seri yang digelar pada Minggu, 29 Mei 2016 malam WIB tersebut.

Sementara pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto hanya berhasil finis di posisi ke-15. Rekan setim Rio, Pascal Wehrlein finis satu posisi di atas Rio.

Hasil tersebut tentu bukan merupakan hasil yang diinginkan oleh Tim Manor Racing. Sebab, kedua pembalap tim yang berbasis di Banbury, Inggris tersebut belum juga berhasil mencuri poin dari enam seri pembuka F1 2016.

Kendati demikian, bos Tim Manor Racing, Dave Ryan mengaku dirinya dan tim tidak akan berlarut-larut dalam kekecewaan. Ia berharap timnya dapat tampil lebih baik pada seri ketujuh di Kanada.

“Jadi kami akan melihat ke depan, ke Kanada saat ini. Di sana ada tantangan yang berbeda dan kami harap dapat memanfaatkan keuntungan dengan lebih baik,” jelas Ryan, sebagaimana dikutip dari Bintangbola.co.

Terancam di coret manor , rio haryanto fokus ke GP spanyol

BeritaBintang – Tenggat waktu pelunasan utang Rio Haryanto sebesar 7 juta euro kepada Manor Racing semakin mepet. “Jadi nasib Rio tinggal 10 hari lagi. Kalau tidak ada investor yang bisa menalangi 7 juta euro, Rio akan berhenti di race ke-11,” kata Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewabroto ditemui saat menjemput Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (23/5/2016).

Seperti diketahui, Rio Haryanto diharuskan membayar 15 juta euro kepada Manor Racing sebagai biaya untuk tampil di Formula 1 (F1) 2016. Akan tetapi, dari total biaya keseluruhan, Rio baru melunasi 8 juta euro.

Manor lalu memberikan tenggat waktu pada Rio hingga akhir Mei untuk melunasi utang tersebut. Jika tidak, Manor akan mencopot Rio dari daftar pembalap mereka dan menggantinya dengan pembalap cadangan.

Gatot mengatakan, usaha mengumpulkan dana untuk melunasi utang tersebut terus dilakukan. Namun, biaya yang terkumpul hingga kini masih jauh panggang dari api.

“APBN kemungkinan hanya Rp 5 miliar dari Kementrian Pariwisata. Kalau dari Kemenpora tidak mungkin. Terus kalau dari sms donasi, seminggu yang lalu saya dapat kabar dana baru terkumpul Rp 87 juta,” ujar Gatot.

“Minggu ini saya ketemu CEO sebuah perusahaan dan semoga semuanya clear,” ucap Gatot menambahkan seperti dikutip oleh Bintangbola.co

Meski tenggat waktu semakin mepet, Gatot mengaku pihaknya telah meminta kepada Manor untuk tidak segera memunculkan nama pembalap pengganti Rio. “Rio jangan dibayangi dengan pembalap pengganti dulu karena secara psikologis itu mengganggu perasaan Rio,” pungkas Gatot.

Rio Haryanto Puji Kecepatan Wehrlein

BeritaBintang –Pembalap Tim Manor Racing, Rio Haryanto, memuji kecepatan yang dimiliki rekan setimnya, Pascal Wehrlein, tiap kali mentas bareng mobil MRT05 di setiap lintasan. Kecepatan yang dimiliki Wehrlein membuat Rio selalu berjuang meraih hasil lebih baik ketimbang driver berpaspor Jerman tersebut.

Dalam lima race awal Formula One (F1) 2016 musim ini, Rio memang belum bisa mengalahkan Wehrlein. Prestasi terbaik Rio sejauh ini ialah finis di posisi 16 GP Bahrain dan GP Spanyol. Sementara Wehrlein sanggup menduduki posisi 13 di Bahrain.

Namun, masih ada 16 seri ke depan yang dapat dimanfaatkan Rio. Pembalap berusia 23 tahun tersebut dapat membuktikan bahwa memiliki skill yang tak kalah apik ketimbang pembalap binaan Tim Mercedes tersebut.

“Jujur , kami selalu bekerja sama. Ya, ia memang cepat dan hal itu memotivasi saya,” jelas Rio mengutip dari Taruhan Bola Online, Minggu (22/5/2016).

Selanjutnya, Rio dan Wehrlein akan mentas di seri keenam F1 yang berlangsung di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Balapan tersebut bakal diselenggarakan pada Minggu 29 Mei 2016.

Mantan Pesaing Rio Haryanto Optimistis Tampil di F1 2017

BeritaBintang – Mantan pesaing Rio Haryanto di ajang GP2 2015, Stoffel Vandoorne, optimistis tampil penuh bersama Tim McLaren-Honda di ajang Formula One (F1) 2017. Perjuangannya menembus skuad utama diyakini bakal meluluhkan hati para petinggi tim yang bermarkas di Woking, Inggris tersebut.

Musim ini, Vandoorne berstatus sebagai pembalap ketiga Tim McLaren. Pembalap berpaspor Belgia itu berada di bawah dua juara dunia F1 yakni Fernando Alonso dan Jenson Button.

Meski berada di bawah dua pembalap senior, Vandoorne yang merupakan kampiun GP2 2015 tidak pernah gentar. Terbukti, pria berusia 24 tahun merupakan pembalap pertama McLaren yang sanggup meraih poin musim ini.

Menggantikan Fernando Alonso yang absen karena cedera di GP Bahrain, Vandoorne sukses finis di posisi 10 dan berhak meraih satu poin. Hal itu merupakan salah satu alasan mengapa McLaren harus mengangkat Vandoorne sebagai pembalap utama musim depan.

“Saya telah berbicara banyak dengan Ron Dennis (CEO McLaren) dan Eric Boullier (Racing Director McLaren) di setiap grand prix. Jadi saya akan berusaha sekeras yang saya bisa. Saya sangat yakin akan peluang saya tampil di F1 tahun depan,” jelas Vandoorne mengutip dari Panduan Judi Online, Minggu (22/5/2016).

Rio Haryanto Akui Masih Perlu Penyesuaian

BeritaBintang  – Pembalap Indonesia yang bergabung dengan Manor Racing, Rio Haryanto harus puas finis di urutan 17 pada balapan GP Spanyol, Minggu 15 Mei 2016. Hasil tersebut membuat dirinya berhasil mencapai finis usai sempat mengalami kecelakaan pada GP Rusia.

Rio Haryanto sebenarnya tampil baik dalam perjalanan GP Spanyol. Berawal dari sesi latihan bebas sampai kualifikasi, Rio Haryanto terus meningkatkan catatan waktu dengan beberapa komponen baru di mobilnya.

Namun sayang, perkembangan yang terjadi selama di Spanyol kurang mampu membantu Rio Haryanto menyalip rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio pun mengakui hal tersebut dan mengatakan masih perlu penyesuaian dengan mobilnya.

“Setelah balapan di Spanyol, kami terus melakukan evaluasi untuk mencari pengaturan mobil yang lebih bagus lagi untuk Monaco,” ujar Rio Haryanto dalam akun Facebook resminya, Senin (16/5/2016).

Balapan selanjutnya memang akan berada di Monaco. Balapan jalan raya tersebut akan berlangsung pada Minggu 29 Mei 2016. Musim lalu pembalap Mercedes, Nico Rosberg berhasil menjadi yang tercepat dan mengalahkan Sebastian Vettel dari Ferrari.