Ricardo Gelael

Sean Gelael Senang Kibarkan Merah Putih di Austria

BeritaBintang – Catatan mengagumkan dilakukan oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael. Di musim perdananya membalap bersama Pertamina Campos Racing, Sean sudah mampu mendapatkan poin pertama ketika membalap di Baku.

Kini, di balapan keempat musim ini, Sean Berhasil meraih podium pertamanya bersama Pertamina Campos Racing. Seperti diketahui, pada balapan GP2 seri Australia, Sabtu 2 Juli 2016, Sean berhasil finis di posisi dua setelah memulai balapan dari posisi 18.

Dengan finis di posisi kedua, maka Sean berhak mendapat 18 poin. Ini merupakan raihan angka kedua bagi Sean setelah finis ketujuh dan meraih enam poin di sirkuit Baku City dua pekan lalu. Pada balapan selanjutnya, Sean Gelael akan memulai balapan dari posisi tujuh. balapan Sprint Race akan diselenggarakan Minggu (3/7/2016).

Usai balapan, Sean mengaku sangat senang, Ia bahkan tak bisa melukiskan perkataanya dengan kata-kata. Sang ayah, Ricardo Gelael juga mengaku senang dengan hasil yang didapat sang anak.

“Hasil yang luar biasa. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tentu saya senang karena bisa mengibarkan bendera merah putih,” kata Sean seperti dalam pernyataan resmi yang diterima Panduan Judi Online, Minggu (3/7/2016)

“Tentu hasil yang membanggakan. Kita memulai balapan yang sulit. Tetapi akhirnya bisa finis dan meraih podium satu dan dua. Ini hasil kerja keras tim yang luar biasa. Bagi saya ini seperti mimpi,” kata Ricardo Gelael, ayah Sean Gelael.

Sean Mendapat Pelajaran Berharga di Balapan Perdana GP2

BeritaBintang –Pembalap muda Indonesia, Sean Gelael mendapatkan pelajaran berharga kala mengaspal di Sirkuit Katalunya, Spanyol pada ajang GP2. Ia menuntaskan Race 1 di urutan ke-18 dalam musim balapan penuh pertamanya.

Seperti diketahui, pembalap Tim Pertamina Campos Racing tersebut mengawali balapan dari posisi paling belakang. Bahkan ia mampu berada di posisi 13, sayangnya karena dinilai melanggar batas kecepatan saat melintas di pitlane, Sean mendapat penalti lima detik.

Alhasil posisi akhir Sean pun melorot ke peringkat 18. Kendati demikian, ayah Sean, Ricardo Gelael mengaku puas dengan penampilan anaknya.

“Terlepas dari hukuman penalti, secara umum kami cukup puas dengan penampilan Sean. Ya, ini menjadi pembelajaran dan pengalaman yang bagus buat dia,” ucap Ricardo Gelael, dalam laporan pers yang diterima oleh Indowins, Minggu (15/5/2016).

Menjalani musim balapan penuh yang pertama, Sean diharapkan bisa konsisten finis di posisi 15 besar pada setiap balapan. Jika tidak terkena penalti, sebenarnya target tersebut dapat dikatakan sudah bisa dipenuhi pemuda 19 tahun tersebut.

Pada balapan tersebut dimenangi oleh Norman Nato. Pembalap Prancis dari tim Racing Engineering tersebut meraih kemenangan pertamanya pada ajang GP2.