Rekan Rio Haryanto

Kemampuan Rekan Rio Haryanto Dinilai seperti Fernando Alonso

BeritaBintang – Pembalap Manor Racing, Pascal Wehrlein, kini tengah menjadi sorotan terkait penampilan apiknya dalam seri kesembilan Formula One (F1) 2016. Driver asal Jerman tersebut sukses persembahkan poin bagi timnya untuk pertama kali di musim ini.

Rekan Rio Haryanto tersebut berhasil menyelesaikan lomba di posisi ke-10 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Atas prestasinya tersebut, Bos Mercedes, Toto Wolff, melayangkan pujian dengan menilai kemampuan Wehrlein sama seperti Fernanda Alonso (McLaren-Honda).

“Saya melihat kesamaan antara Fernando Alonso dan Pascal Wehrlein. Ia memiliki kecepatan dan bakat yang hebat,” ucap Wolff mengutip Bintangbola.co , Jumat (8/7/2016).

Ya, Wehrlein memang merupakan pembalap didikan Mercedes. Pasalnya, tim pabrikan asal Jerman tersebut bersedia memasok mesin dengan opsi menjadikan pembalap berusia 21 tahun tersebut sebagai driver masa depan mereka di masa yang akan datang.

“Pascal adalah masa depan Mercedes,” kata Dieter Zetsche, salah satu petinggi Mercedes.

Gagal Raih Poin, Rekan Rio Tetap Optimistis

BeritaBintang –Pembalap Manor Racing Team, Pascal Wehrlein, tetap optimistis ingin memetik poin pada musim balap Formula One (F1) 2016. Kendati mengalami hasil mengecewakan dari dua race sebelumnya yakni GP Australia dan GP Bahrain.

Pada seri terakhir di GP Shanghai, Wehrlein berhasil finis di posisi ke-18. Bahkan ia bersaing dengan pembalap Sauber, Marcus Ericsson, yang finis di posisi ke-16; dan pembalap Renault, Kevin Magnusses, mengakhiri balapan di posisi ke-17.

Rekan Rio Haryanto tersebut menambahkan bahwa untuk mencapai target satu poin sangat sulit didapatkan. Meski terlihat mudah namun jalannya lomba sangat sengit karena 22 mobil berhasil mencapai garis finis.

“Kami bisa melupakan GP Australia, sebab dua balapan terakhir kami masih membutuhkan waktu untuk mengetahui kinerja kami,” kata Wehrlein menukil Indowins, Senin(25/4/2016).

“Balapan akan sangat sulit, semua mungkin bisa saja terjadi sebaliknya. Sayangnya target saya gagal mencetak poin di GP China karena 22 mobil berhasil finis dan itu sangat jarang terjadi,” tuntas pemuda berusia 21 tahun tersebut.