Race Direction

Valentino Rossi Siap Kembali Berjaya di Trek Favoritnya

BeritaBintang – Rider veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi, punya catatan gemilang di Sirkuit Assen, Belanda. The Doctor sudah sembilan kali juara di Negeri Kincir Angin dan catatan itu jadi modal penting jelang MotoGP Belanda yang akan digelar akhir pekan ini.

Setelah rehat tiga minggu, MotoGP 2016 memang akan kembali bergulir lagi akhir pekan ini. Pada balapan terakhir, yakni MotoGP Catalunya, Rossi sukses meraih podium tertingggi. The Doctor pun mengaku sudah tak sabar untuk kembali unjuk gigi diatas trek.

“Jeda MotoGP saya gunakan untuk beristirahat. Sekarang saya sudah dalam kondisi siap untuk hadapi balapan selanjutnya,” buka Rossi, mengutip Panduan Judi Online, Kamis (23/6/2016).

“Di Catalunya kami memiliki hasil yang baik. Saya ingin kembali keatas lintasan dan mempersiapkan segalanya untuk menghadapi seri yang akan datang. Soal Sirkuit Assen, ini jadi tempat yang saya suka. Assen merupakan trek favorit saya,” ujarnya.

“Tapi, hal tersebut tak bisa jadi jaminan sebab balapan tahun ini berjalan tidak pasti dan peluang masih sangat terbuka. Yang kami lakukan hanya tetap fokus dan berusaha meningkatkan kinerja dengan sebaik mungkin,” tegas rider Italia berusia 37 tahun tersebut.

Musim lalu, Rossi meraih kemenangan di Assen dengan cara yang sangat dramatis. VR46 sempat susul-menyusul dengan Marc Marquez hingga lap terakhir. Saat memasuki tikungan sebelum garis finis, motor kedua pembalap sempat bersenggolan dan Rossi pun keluar dari lintasan. Namun ia tidak jatuh, The Doctor justru melanjutkan balapan hingga mencapai finis di posisi paling depan.

Marquez dan kubu Repsol Honda sempat melancarkan protes. Namun menurut Race Direction, Rossi tidak bersalah sebab senggolan itu merupakan bentuk ketidaksengajaan.

Bautista Tabrak Mekanik, Rossi dan Marquez Usulkan Pembatasan Kecepatan di Pit

BeritaBintang – Valentino Rossi dan Marc Marquez satu suara soal keamanan dan keselamatan di pit stop. Setelah apa yang dialami Alvaro Bautista, keduanya mengusulkan pembatasan kecepatan di pit stop.

MotoGP Argentina di akhir pekan lalu menjadi flag to flag race setelah Race Direction memutuskan pebalap wajib mengganti motor di tengah lomba. Langkah itu diambil sebagai respons dari insiden pecah ban yang dialami Scott Redding di sesi latihan bebas.

Tapi insiden terjadi saat seluruh pebalap bergantian masuk pit di lap 9, 10, dan 11. Bautista kehilangan kendali motornya dan terjatuh di depan garasi timnya. Yang kemudian jadi kekhawatiran adalah Bautista menabrak salah seorang mekaniknya hingga jatuh terguling. Beruntung mekanik itu tak mengalami cedera parah.

“Buat saya itu berbahaya, tapi tentu saja situasi flag to flag adalah kondisi khusus saat balapan dimulai di bawah hujan seperti di Argentina,” ucap Marquez.

“Kita harus memikirkan hal tersebut, tapi mungkin mengurangi kecepatan bisa menjadi opsi yang bagus. Para pebalap mungkin akan memprotes karena kehabisan banyak waktu, tapi yang jelas itu untuk keselamatan. Juga akan lebih baik jika lebih sedikit orang di pit, kadang terlalu banyak orang di sana dan itu berbahaya,” lanjut Maruqez di Bintangbola.com

Pada ajang MotoGP, flag to flag race mulai diperkenalkan pada tahun 2005 silam. Pada umumnya kondisi tersebut berlaku saat hujan, sehingga membuat pebalap bisa mengganti ban motornya sesuai dengan kondisi lintasan.

Dari tahun ke tahun flag to flag beberapa kali mengundang perdebatan. Termasuk yang terakhir di MotoGP Argentina.

“Itu terjadi di F1, si pebalap membuat kesalahan dan menabrak mekanik. Seperti yang dialami Bautista. Saya melihat videoanya, dan saya tidak tahu apakah Bautista terlambat mengerem atau kondisinya basah di depan garasinya, mungkin dia datang terlalu cepat. Membuat perubahan pada pembatasan kecepatan akan menjadi ide bagus,” timpal Rossi.

Cerita Bautista Tabrak Mekaniknya Saat Pit Stop

BeritaBintang – Banyak kejadian menarik di pit MotoGP Argentina pada akhir pekan lalu. Selain kewajiban mengganti motor, ada juga kecelakaan yang melibatkan Alvaro Bautista dengan mekaniknya.

MotoGP Argentina diwarnai banyak cerita menarik, yang hampir seluruhnya terkait dengan kondisi ban. Race Direction memutuskan pebalap wajib mengganti motor di putaran 9, 10, atau 11 dan memotong durasi balapan menjadi hanya 20 laps –awalnya 25 lap. Keputusan ini diambil sebagai respons dari insiden pecah ban yang dialami Scott Redding di sesi latihan bebas keempat.

Alhasil pada tiga lap tersebut keseibukan besar terjadi di pit. Seluruh pebalap berdasarkan strateginya masing-masing mampir ke garasinya dan bergegas mengganti tunggangan.

Di tengah suasana menegangkan itu, seorang mekanik tim Aprilia Racing Team Gresini jadi korban. Tengah membantu Alvaro Bautista yang akan mengganti motor, dia malah ditabrak oleh ridernya itu.

Menuju garasinya masih dalam kecepatan cukup tinggi, Bautista kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat masih berada di atas motor. Dia terseret beberapa meter dan menabrak mekanik malang tersebut.

Bautista bisa langsung bangkit dan menunggangi motor barunya untuk melanjutkan balapan. Sementara si mekanik korban tabraknya terlihat memegangi lutut menahan sakit dan tak bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Beberapa rekan mekanik langsung menghampir mencoba memberi bantuan.

Autoevolution menyebut mekanik tersebut tidak mengalami cedera parah.

Terjatuh di Podium, Marquez Protes ke Race Direction

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berhasil menyelesaikan balapan MotoGP di Argentina dengan sempurna. Berhasil menjadi juara, namun Marquez melakukan kesalahan cukup fatal saat di podium.

Marquez yang berhasil menjadi juara pertama nampaknya terlalu bersemangat saat memasuki podium. Akhirnya, pembalap 23 tahun tersebut harus terjatuh di podium. Hal tersebut sempat mengundang tawa penonton yang hadir.

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, bahkan sempat hampir tertawa dengan kejadian tersebut. Namun mengingat persaingannya dengan Marquez, pembalap Italia tersebut memutuskan untuk menahan tawanya.

Pada acara jumpa wartawan usai balapan, Marquez mengaku dirinya terlalu antusias menaiki posisi pertamanya. Dengan rasa bercanda, Marquez langsung berencana mengajukan protes kepada Race Direction.

“Ya, saya akan protes kepada Race Direction, karena saat itu tidak ada bendera yang mengatakan lintasan berminyak. Saya terlalu bersemangat untuk melangkah,” ujar Marquez sambil tertawa seperti diberitakan Speedweek, Senin (4/4/2016).

Rossi Sudah Dihukum, Mari Lupakan Polemik MotoGP 2015

BeritaBintang –   Vice President Honda Racing Corporation (HRC), Shuhei Nakamoto, meminta publik segera melupakan polemik antara Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam MotoGP 2015. Pasalnya, masalah tersebut sudah selesai karena The Doctor sudah mendapat hukuman.

Tensi mendidih yang melibatkan Rossi dengan Marquez mencapai klimaks saat balapan di Sepang. VR46 dinilai sengaja menendang The Baby Alien hingga jatuh saat lap ketujuh. The Doctor terus melanjutkan lomba dan mengunci ketiga, sementara Marquez retired alias gagal finis.

Namun, setelah lomba Rossi dihukum oleh Race Direction start paling belakang di seri pamungkas, GP Valencia. Hal itu sekaligus mempersulit langkah dia untuk mengklaim titel juara.

Setelah itu, perang urat syaraf antara Rossi dan Marquez tak terelakkan. Bahkan, The Doctor mengklaim MM93 adalah bodyguard Jorge Lorenzo karena setia mengawal kompatriotnya itu saat GP Valencia.

Dalam opini saya, insiden itu benar-benar tidak bisa diterima. Akan tetapi, Valentino sudah mendapat hukuman, jadi lebih baik berhenti membicarakan tentang topik ini,” kata Nakamoto kepada Bioskopsemi , Juma’t (8/1/2016).

“Mereka juga memiliki libur Natal yang bagus. Kami harus memperjelas kepada para suporter bahwa pertarungan yang sesungguhnya terjadi di trek, bukan di paddock atau konferensi pers,” lanjutnya.

Valentino Rossi Hapus Pertemanan dengan Marquez dan Lorenzo

BeritaBintang – Konflik antara Valentino Rossi dengan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez sepertinya belum tuntas benar.

Rossi dikabarkan memutus pertemanan (unfollow) akun twitternya dengan akun milik Lorenzo dan Marquez.

Dilansir oleh Mundo Sportivo, akun Twitter milik Lorenzo dan Marquez hilang dari daftar yang diikuti oleh akun @ValeYellow46 milik Rossi.

Padahal sebelum konflik yang terjadi antaranya ketiganya, Rossi masih mengikuti akun Lorenzo dan Marquez.

Namun Rossi tidak melakukan hal tersebut pada akun Twitter pebalap lain. Rossi masih mengikuti akun Twitter Dani Pedrosa, Aleix dan Pol Espargaro serta Maverick Vinales.

Hubungan Rossi dengan Marquez serta Lorenzo memanas setelah GP Australia di Sirkuit Philip Island, saat itu Rossi menuduh Marquez membantu rival setimnya.

Keretakan hubungan keduanya semakin menjadi setelah Rossi diduga menendang Marquez pada GP Malaysia.

Akibat insiden ini, Rossi mendapatkan hukuman tiga poin dari Race Direction. Rossi harus memulai GP terakhir di Valencia dari urutan paling buncit.

Ini Nama-nama Pebalap yang Akan Ikut MotoGP 2016

BeritaBintang – Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo akan tetap berada di tim yang sama, Movistar Yamaha, pada MotoGP 2016.

Sebelumnya, sempat muncul kabar bahwa Lorenzo mungkin saja akan dilepas Yamaha.

Lorenzo mengacungkan jempol ke bawah ketika Rossi menerima trofi setelah finis di urutan ketiga pada balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, dua pekan lalu.

Lorenzo yang finis di urutan kedua pada balapan tersebut juga menyebut sanksi yang diberikan Race Direction untuk Rossi masih terlalu ringan.

Rossi dikenai sanksi tiga poin penalti karena dinilai melakukan gerakan yang menyebabkan Marc Marquez (Repsol Honda) terjatuh di tikungan 14 lap ketujuh balapan.

Rossi dan Lorenzo sama-sama terikat kontrak dengan Movistar Yamaha hingga akhir 2016.

Rossi belum memastikan apakah masih akan turun balapan pada 2017, sementara Lorenzo dengan tegas mengatakan ingin membalap bersama Yamaha hingga menutup karier.

MotoGP 2016 akan diikuti 22 pebalap dari enam pabrikan dan 12 tim berbeda.

Berikut adalah daftar lengkapnya.

4 Andrea Dovizioso ITA Ducati Racing Team (Ducati)
6 Stefan Bradl GER Aprilia Racing Team Gresini (Aprilia)
8 Hector Barbera SPA Avintia Racing (Ducati)

9 Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Ducati)
15 Alex De Angelis RSM Iodaracing Project (ART)
19 Alvaro Bautista SPA Aprilia Racing Team Gresini (Aprilia)

25 Maverick Vinales SPA Team Suzuki Ecstar (Suzuki)
26 Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (Honda)
29 Andrea Iannone ITA Ducati Racing Team (Ducati)

35 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (Honda)
38 Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)
41 Aleix Espargaro SPA Team Suzuki Ecstar (Suzuki)

43 Jack Miller AUS Marc VDS Racing Team (Honda)
44 Pol Espargaro SPA Monster Yamaha Tech 3 (Yamaha)
45 Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Ducati)

46 Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (Yamaha)
50 Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Ducati)
53 Tito Rabat SPA Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (Honda)

68 Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Ducati)
76 Loris Baz FR Avintia Racing (Ducati)
93 Marc Marquez SPA Repsol Honda Team (Honda)
99 Jorge Lorenzo SPA Movistar Yamaha MotoGP (Yamaha).

Seperti diketahui, juara dunia Moto GP 2015 berhasil direbut oleh Jorge Lorenzo usai balapan di GP Valencia.

Berikut ini klasemen akhir Moto GP 2015 :

1. Jorge Lorenzo (Spain) Yamaha 330

2. Valentino Rossi (Italy) Yamaha 325
3. Marc Marquez (Spain) Honda 242

4. Dani Pedrosa (Spain) Honda 206
5. Andrea Iannone (Italy) Ducati 188
6. Bradley Smith (Britain) Yamaha 181

7. Andrea Dovizioso (Italy) Ducati 162
8. Cal Crutchlow (Britain) Honda 125
9. Pol Espargaro (Spain) Yamaha 114
10. Danilo Petrucci (Italy) Ducati 113
11. Aleix Espargaro (Spain) Suzuki 105
12. Maverick Vinales (Spain) Suzuki 97
13. Scott Redding (Britain) Honda 84
14. Yonny Hernandez (Colombia) Ducati 56
15. Hector Barbera (Spain) Ducati 33