PSSI

Roy Suryo Salahkan Presiden Perihal Pembekuan PSSI

BeritaBintang – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo menghadiri acara POLEMIK yang diselenggarakan di kawasan Cikini, Sabtu (27/2/2016). Dalam acara tersebut ia berkali-kali menyalahkan pemerintah yang membuat dunia sepakbola di Indonesia menjadi carut marut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Roy Suryo mengatakan bahwa Menpora saat ini terlalu sering mengemukakan rencana yang belum pasti. Komentar tersebut ia lontarkan setelah kejadian memanasnya hubungan antara PSSI dan Menpora usai bertemu dengan presiden.

Namun ia mengaku tidak terlalu ingin menyalahkan Menpora ataupun anak buahnya. Pria yang identik dengan kumisnya tersebut mengatakan bahwa kisruh yang terjadi saat ini adalah murni salah presiden yang salah memberikan perintah.

“Kemenpora dan yang lainnya adalah orang hebat dan mereka tidak salah karena hanya menjalankan tugasnya. Namun saya melihat yang salah adalah atasannya. Saya rasa ada perintah yang salah dari atasnya,” ujar Roy Suryo

Pada saat yang bersamaan ia juga mengatakan bahwa pihak presiden seharusnya berbicara langsung kepada pemerintah mengenai masalah ini, tetapi ia juga meminta pihak presiden agar tetap jujur pada saat memberikan pendapat.

“Pak Jokowi dan Wapres harus berbicara. Biarkan orang pertama yang berbicara, namun sekali lagi sampaikan pada masyarakat jika ingin mencabut maka harus dicabut tetapi jika tidak ya tidak biar tetap jelas,” tandasnya.

Romanisti Indonesia Mulai Padati GBK untuk Saksikan AS Roma

BeritaBintang – Jelang penampilan klub Serie-A, AS Roma, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (25/7/2015) malam, Romanisti Indonesia, fans klub AS Roma, mulai memadati komplek olahraga itu.

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu sekitar pukul 13.30 WIB, sebanyak 100 orang telah berada di tempat tersebut. Mereka membawa atribut seperti jersey, slayer, bendera, dan identitas milik klub asal kota Roma.

Konsentrasi massa terpusat di depan kantor PSSI atau pintu X dan pintu XI. Mereka menunggu untuk dapat masuk ke stadion berkapasitas 88.000 tempat duduk.

Di seberang pintu VIII komplek SUGBK, puluhan Romanisti Indonesia berkerumun membentuk satu kelompok meneriakkan yel-yel dukungan kepada Francesco Totti cs. Salah seorang diantaranya bertindak sebagai dirijen.

Dia memanjat pagar setinggi 2,5 meter, lalu menghadap kerumunan suporter sambil meminta kepada rekan-rekan yang lain bersuara.

Suasana di SUGBK pada Sabtu siang kembali menggeliat setelah selama beberapa waktu sempat sepi. Hal ini karena ada event sepak bola. Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia.

PSSI Hubungi PS Bangka, Oktober Kompetisi Berjalan

BeritaBintang – Pasca PTUN memenangkan PSSI terkait pembekuan organisasi itu oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, pihak PSSI langsung mewacanakan akan menggelar kompetisi. Rencananya ISL dan Divisi Utama pada Oktober 2015 mendatang akan Kick Off.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PS Bangka Mintra Jaya alias Akwen, Sabtu (25/7/2015).

Menurut Akwen pihaknya sudah dihubungi secara lisan oleh pihak PSSI walaupun hingga saat ini belum menerima surat resmi digelarnya kompetisi.

Terkait wacana tersebut pengurus PS Bangka masih akan melihat kepastian kompetisi baru akan mengambil langkah-langkah.

“Wacanana seperti itu tapi kita ingin ada kepastian dahulu soal kompetisi baru mengambil langkah-langkah sebab khawatirnya seperti sebelumnya berdampak kerugian bagi kita,” kata Akwen

NBL Selesai, Perbasi Cari Operator Baru Kompetisi Bola Basket

BeritaBintangJakarta – Tak hanya di cabang sepakbola, bola basket juga sedang membutuhkan pengelola baru. Setelah DBL, siapa yang akan menjalankan kompetisi bola basket nasional?

NBL 2014/2015 telah selesai hari Minggu kemarin, dengan Satria Muda Britama tampil sebagai juara. Berakhir pula NBL yang dalam lima musim dikelola oleh PT Deteksi Basket Lintas (DBL).

DBL telah memutuskan tidak ingin memperpanjang kontraknya dengan Perbasi. Usai final kemarin, Commissioner NBL Indonesia, Azrul Ananda, secara tidak langsung mengucapkan perpisahan.

“Kami dimintai tolong untuk menyelamatkan liga ini dari kehancuran. Kami sempat menolak sampai dua kali. Namun, kami akhirnya menuntaskan, menyelesaikan dalam lima tahun ini, dari apa yang diminta dari kami,” kata Azrul dalam situs resmi NBL Indonesia.

“Ya, kami terima kasih kepada klub-klub, kepada Bu Noviantika Nasution, ketua PP Perbasi saat itu, yang memercayai kami dulu. Bahwa jika ini menjadi sesuatu yang luar biasa, ini bukan hanya karena kami, tetapi semua. Klub, partner, fans, pemain, semuanya,” tambahnya.

Keputusan DBL untuk tidak lagi memutar NBL Indonesia memunculkan pertanyaan: bagaimana masa depan kompetisi bola basket profesional di tanah air? Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih menjamin akan akan yang menggantikannya.

“Saya sudah berbicara agar kompetisi bisa dipertahankan, tapi ternyata mereka tidak mau. Ya bagaimana. Masalahnya apa, saya tidak tahu,” kata Danny.

“Saya sudah berkomunikasi. Ini bukan masalah tidak ada titik temu, tapi saya sudah berbicara agar mereka (PT DBL) mau melanjutkan. Tapi mereka tidak mau karena ada masalah di interen mereka. Ya saya tidak bisa memaksa orang. Masa harus dipaksa. Maka kami harus cari penggantinya, siapa yang mau untuk melanjutkan.”

Danny menambahkan, ia sudah mencoba berkomunikasi dan menawarkan dengan beberapa pihak yang besar kemungkinan mau melanjutkan kompetisi. Dan ia mengklaim banyak yang berminat.

“Saya sharing dengan teman-teman siapa yang mau. Tanggapannya positif, dan akan dibuat tender. Siapa yang tertarik akan kami ambil dan kita harus tahu keadaan beberapa klub, selama ini NBL apa yang bagus, dan mana yang harus diperbaiki untuk NBL mendatang,” urainya.

“Calon sudah ada beberapa yang mau mendaftar tender. Tapi rencana tender belum pasti waktunya. Sebaiknya memang menunggu setelah SEA Games agar lebih fokus. Nanti setelah itu baru dibuka (tender),” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, sebelum itu PB Perbasi akan bertemu dulu dengan klub-klub basket.

“Nanti setelah SEA Games di Singapura baru sharing lagi dengan teman-teman apa yang diinginkan. Misalnya, saya minta mereka apa yang harus diteruskan dari Mas Azrul Ananda dan apa yang harus dikurangi, dan apa yang harus ditambah. Karena selama lima tahun ini ada yang bagus sekali, ada yang kurang bagus. Tapi ini semua demi masa yang lebih baik untuk mendatang,” ungkapnya.

Pernyataan ini juga sebagai jaminan kepada para pemain untuk tetap berlaga di NBL.
“Pasti, saya selalu bilang ke pemain bahwa kompetisi ini harus diteruskan. Saya tidak mau bicara keluar, saya sampaikan pasti ada. Jangan karena Mas Azrul tidak ada, lalu kompetisi bubar. Kita pasti punya banyak orang yang lebih mau. Mungkin kita harus belajar dari Mas Azrul itu iya, karena dia bagus sekali,” katanya.

“PB Perbasi menjamin 10% kompetisi bakal terus bergulir. Tugas saya adalah menjalankan kompetisi. Kalau tidak, bisa dicopot saya jadi ketua Perbasi.”

Sebelumnya, masalah kompetisi juga sedang jadi polemik di cabang sepakbola, menyusul pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. PT Liga Indonesia, yang selama ini menjadi operator kompetisi, menolak melanjutkan liga karena mengikuti instruksi PSSI. Kemenpora rencananya akan mencari operator baru yang rencananya akan diurus oleh Tim Transisi.