Presiden Trump

Selebriti Hollywood Kecam Larangan Imigran Muslim Trump

BeritaBintangSelebriti Hollywood Kecam Larangan Imigran Muslim Trump

Dalam kesempatan menyampaikan klip video La La Land dalam perhelatan Producers Guild of America Awards, John Legend mengambil beberapa menit menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden AS Donald Trump.

“Los Angeles adalah rumah bagi banyak imigran, ada banyak orang kreatif di sini, banyak pemimpi dan siapapun yang berada di sini membentuk negara ini,” ujarnya seperti dilansir dari Variety.

“Kita adalah wajah Amerika. Amerika begitu besar, dan bebas, dan terbuka bagi siapa saja, pemimpi dari ras manapun, semua negara, dan semua agama,” tambah dia. “Visi kita akan Amerika sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan Presiden Trump.”

“Saya ingin menekankan malam ini, bahwa saya menolak visi Trump dan menegaskan Amerika mestinya dapat lebih baik dari itu,” ujarnya lagi.

Baca Juga: ” Wih,Justin Bieber siapkan Something Special sebelum Vakum

Sebelumnya, sebagai Presiden AS baru, Donald Trump mengeluarkan perintah ‘larangan ekstrim’ pada Jumat (27/1), berisi ketentuan larangan masuk bagi semua pengungsi ke AS selama 120 hari. Perintah itu juga menolak kedatangan seluruh pengungsi asal Suriah, lantas memblokir kedatangan warga dari tujuh negara mayoritas muslim ke AS selama 90 hari. Ketujuh negara itu adalah: Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Legend hanya satu dari beberapa selebriti Hollywood yang mengungkapkan kekecewaannya pada kebijakan larangan yang diberlakukan Trump tersebut.

Aktris Kerry Washington mengungkapkan: “Perut saya jadi mual hari ini akibat #MuslimBan,” tulisnya di akun Twitter pribadinya.

Penulis Harry Potter, J.K Rowling mengatakan dirinya pernah bekerja untuk Amnesty International di era 1980-an. “Apa yang terjadi saat ini seperti cerita yang disampaikan tawanan politik di bawah rezim diktator,” tulisnya.

 

Jerman Yakin Kongres AS Tak Izinkan Trump Keluar dari Nato

BeritaBintangJerman Yakin Kongres AS Tak Izinkan Trump Keluar dari Nato

Pemerintah Jerman meyakini Kongres Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Presiden terpilih Donald Trump untuk meninggalkan NATO, kelak ketika ia sudah resmi menjabat.

Menteri Koordinator Transatlantik Jerman Juergen Hardt mengatakan legislatif AS, termasuk Ketua Komite Angkatan Bersenjata John McCain, telah mengatakan padanya bahwa Washington akan tetap jadi rekan blok tersebut.

“Senat dan Parlemen AS tidak akan mengizinkan pengesampingan peran AS di NATO,” ujarnya, Selasa (17/1). Walau demikian, dia mengatakan Eropa memang perlu bekerja lebih untuk mengamankan pertahanannya.

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel, menurut juru bicaranya, Steffen Heibert, menilai kerja sama dengan AS masih diperlukan. Hanya saja, dia menolak untuk berkomentar lebih spesifik mengenai hal tersebut.

“Kami akan menunggu pelantikan Presiden Trump dan akan bekerja sama dengan pemerintahan yang baru,” ujarnya. Menurutnya, posisi Trump saat ini masih belum diketahui dengan pasti.

Baca Juga: “ Bon Jovi gelar kontes pilih penyanyi pembuka konser

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Martin Martin Schaefer mengatakan Jerman kesulitan untuk menilai kebijakan Trump karena pernyataannya kerap bekontradiksi di berbagai kesempatan. Misalnya, di Twitter dan di wawancara dengan media.

“Kita akan lihat kebijakan yang sesungguhnya ketika dia dilantik,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada The Times of London dan surat kabar Jerman, Bild, bahwa dirinya memandang NATO sudah ketinggalan zaman karena tidak bisa melindungi anggotanya dari serangan teror. Walau demikian, dia mengatakan aliansi militer dengan blok beranggotakan 28 negara ini masih penting untuk AS.

Norbert Roetthen, kepala komite luar negeri Jerman, mengatakan Berlin mesti berjuang untuk “restorasi atau preservasi kesatuan Barat” sebagai inti keamanan Eropa.

“Eropa tidak bisa menggantikan peran Amerika Serikat dalam bidang keamanan sehingga keadaan kiini menjadi sangat genting,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan media, Trump mengatakan anggota NATO tidak berkontribusi finansial secara adil. Menurutnya, hanya ada lima negara yang rela menggelontorkan duit sesuai dengan seharusnya untuk memenuhi target dua persen produksi domestik bruto di bidang pertahanan.

Terkait hal ini, Jerman tetap berkomitmen untuk meningkatkan secara bertahap pengeluarannya di bidang militer, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Jens Flosforff.